• Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Game Tournaments) TGT (Teams Games Tournaments), merupakan metode pembelajaran pertama dari Johns Hopkins. Dalam metode ini, para siswa dibagi dalam tim belajar yang terdiri atas empat sampai lima orang yang berbeda-beda tingkat kemampuan, jenis kelamin, dan latar belakang etniknya. Guru menyampaikan pelajaran, lalu siswa bekerja dalam tim mereka untuk memastikan bahwa semua anggota tim telah menguasai pelajaran. Selanjutnya diadakan turnamen, di mana siswa memainkan game akademik dengan anggota tim lain untuk menyumbangkan poin bagi skor timnya.

    TGT menambahkan dimensi kegembiraan yang diperoleh dari penggunaan permainan. Teman satu tim akan saling membantu dalam mempersiapkan diri untuk permainan dengan mempelajari lembar kegiatan dan menjelaskan masalah-masalah satu sama lain, memastikan telah terjadi tanggung jawab individual (Robert E. Slavin, 2008).

    Menurut Robert E. Slavin (2008), pembelajaran kooperatif tipe TGT terdiri dari 5 komponen utama, yaitu : presentasi di kelas, tim (kelompok), game (permainan), turnamen (pertandingan), dan rekognisi tim (perhargaan kelompok). Prosedur pelaksanaan TGT dimulai dari aktivitas guru dalam menyampaikan pelajaran, kemudian siswa bekerja dalam tim mereka untuk memastikan bahwa semua anggota tim telah menguasai pelajaran. Selanjutnya diadakan turnamen, di mana siswa memainkan game akademik dengan anggota tim lain untuk menyumbangkan poin bagi skor timnya.

    TGT modifikasi dari Robert E. Slavin terdiri dari lima tahap aktivitas pengajaran, sebagai berikut:
    1. Persiapan
    Guru mempersiapkan media pembelajaran dan materi yang akan disampaikan beserta Lembar Kerja Kelompok (LKK), melakukan tanya jawab mengenai pengetahuan awal materi yang akan dipelajari. Kemudian guru mempersiapkan alat-alat untuk permainan, yaitu: kartu permainan yang dilengkapi nomor, skor, dan pertanyaan mengenai materi.

    2. Presentasi Kelas
    Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, dan diskusi yang dipimpin guru. Disamping itu, guru juga menyampaikan tujuan, tugas, atau kegiatan yang harus dilakukan siswa, dan memberikan motivasi. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game (turnamen) karena skor game akan menentukan skor kelompok.

    3. Belajar Kelompok (Tim)
    Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil. Siswa bekerja dalam kelompok yang terdiri atas 5 orang yang anggotanya heterogen dari kemampuan akademik, jenis kelamin, dan ras atau etnik yang berbeda. Dengan adanya heterogenitas anggota kelompok, diharapkan dapat memotivasi siswa untuk saling membantu antar siswa yang berkemampuan lebih dengan siswa yang berkemampuan kurang dalam menguasai materi pelajaran. Hal ini akan menyebabkan tumbuhnya rasa kesadaran pada diri siswa bahwa belajar secara kooperatif sangat menyenangkan.

    Pada saat pembelajaran, fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game (turnamen). Setelah guru menginformasikan materi dan tujuan pembelajaran, kelompok berdiskusi dengan menggunakan hasil lembar kerja kelompok. Dalam kelompok terjadi diskusi untuk memecahkan masalah bersama, saling memberikan jawaban dan mengoreksi jika ada anggota kelompok yang salah dalam menjawab. Penataan ruang kelas diatur sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.

    4. Permainan/Pertandingan (Game/Turnamen)
    Dalam permainan ini setiap siswa yang bersaing merupakan wakil dari kelompoknya. Siswa yang mewakili kelompoknya, masing-masing ditempatkan dalam meja-meja turnamen. Tiap meja turnamen ditempati 5 sampai 6 orang peserta, dan diusahakan agar tidak ada peserta yang berasal dari kelompok yang sama. Dalam setiap meja turnamen diusahakan setiap peserta mempunyai kemampuan yang homogen.

    Permainan ini diawali dengan memberitahukan aturan permainan. Setelah itu permainan dimulai dengan membagikan kartu-kartu soal untuk bermain (kartu soal dan kunci ditaruh terbalik di atas meja sehingga soal dan kunci tidak terbaca). Permainan pada tiap meja turnamen dilakukan dengan aturan sebagai berikut.
    Pertama, setiap pemain dalam tiap meja menentukan dulu pembaca soal dan pemain yang pertama dengan cara undian. Kemudian pemain yang menang undian mengambil kartu undian yang berisi nomor soal dan diberikan kepada pembaca soal. Pembaca soal akan membacakan soal sesuai dengan nomor undian yang diambil oleh pemain. Selanjutnya soal dikerjakan secara mandiri oleh pemain dan penantang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dalam soal. Setelah waktu untuk mengerjakan soal selesai, maka pemain akan membacakan hasil pekerjaannya yang akan ditangapi oleh penantang searah jarum jam. Setelah itu pembaca soal akan membuka kunci jawaban dan skor hanya diberikan kepada pemain yang menjawab benar atau penantang yang pertama kali memberikan jawaban benar.

    Jika semua pemain menjawab salah maka kartu dibiarkan saja. Permainan dilanjutkan pada kartu soal berikutnya sampai semua kartu soal habis dibacakan, dimana posisi pemain diputar searah jarum jam agar setiap peserta dalam satu meja turnamen dapat berperan sebagai pembaca soal, pemain, dan penantang. Disini permainan dapat dilakukan berkali-kali dengan syarat bahwa setiap peserta harus mempunyai kesempatan yang sama sebagai pemain, penantang, dan pembaca soal.

    Dalam permainan ini pembaca soal hanya bertugas untuk membaca soal dan membuka kunci jawaban, tidak boleh ikut menjawab atau memberikan jawaban pada peserta lain. Setelah semua kartu selesai terjawab, setiap pemain dalam satu meja menghitung jumlah kartu yang diperoleh dan menentukan berapa poin yang diperoleh berdasarkan tabel yang telah disediakan. Selanjutnya setiap pemain kembali kepada kelompok asalnya dan melaporkan poin yang diperoleh berdasarkan tabel yang telah disediakan. Selanjutnya setiap pemain kembali kepada kelompok asalnya dan melaporkan poin yang diperoleh kepada ketua kelompok. Ketua kelompok memasukkan poin yang diperoleh anggota kelompoknya pada tabel yang telah disediakan, kemudian menentukan kriteria penghargaan yang diterima oleh kelompoknya

    5. Rekognisi Tim (Penghargaan Tim)
    Langkah pertama sebelum memberikan penghargaan kelompok adalah menghitung rerata skor kelompok. Untuk memilih rerata skor kelompok dilakukan dengan cara menjumlahkan skor yang diperoleh oleh masing-masing anggota kelompok dibagi dengan dibagi dengan banyaknya anggota kelompok. Pemberian penghargaan didasarkan atas rata-rata poin yang didapat oleh kelompok tersebut. Dimana penentuan poin yang diperoleh oleh masing-masing anggota kelompok didasarkan pada jumlah kartu yang diperoleh.

    more
  • Data Kelulusan UN SMA dan MA 2011/2012
    Pengumuman Kelulusan peserta UN SMA/MA telah diumumkan pada 26 Mei 2012. Dari data yang didapatkan sebanyak 1.517.125 peserta ujian nasional (UN) tahun 2012 dinyatakan lulus. Kelulusan tersebut didasarkan pada menggabungkan nilai UN murni (60%) dan nilai sekolah (40%). Jumlah tersebut merupakan 99,5% dari 1.524.704 peserta yang telah mengikuti UN. Sedangkan 0,5 persen lainnya, atau sebanyak 7.579 peserta harus mengulang UN tahun depan, atau ikut program kesetaraan paket C.
    Tahun lalu yang tidak lulus 0,78% sedangkan tahun ini berkurang menjadi 0,50% atau 7.579 peserta.

    Standar Nilai Lulus
    Tahun ini siswa SMA/MA dinyatakan lulus jika memiliki nilai akhir dengan rata-rata 5,5. Selain itu siswa dinyatakan lulus jika mimiliki nilai akhir minimal 4 di setiap mata pelajaran yang diujikan. Nilai akhir adalah, nilai UN ditambang nilai ujian akhir sekolah (UAS).
    Perbandingan Data Kelulusan Nasional
    Kriteria
    2011/2012
    2010/2011
    Peserta
    1.524.704
    1.461.941
    Lulus
    1.517.125
    1.450.598
    Tidak lulus
    7.579
    11.343
    Sumber : kemdiknas.go.id, jpnn.com, antaranews.com, dan republika.co.id

    Keterangan :
    • Nilai Kelulusan ditetapkan dengan menjumlahkan hasil UN dengan ujian akhir sekolah (UAS).
    • Tidak ada perbedaan standar kelulusan antara 2010-2011 dengan 2011-2012
    Persentase Ketidaklulusan Tertinggi UN 2011-2012 SMA-MA
    Provinsi
    Peserta
    Tidak Lulus (%)
    Jumlah Tidak Lulus
    1. NTT
    36.228
    5,5
    1.994
    2. Gorontalo
    7.620
    4,24
    323
    3. PapuaBarat
    6.262
    2,32
    145
    4. Kalteng
    15.004
    2,24
    336
    5. Papua
    13.821
    2,10
    290

    Persentase Ketidaklulusan terendah UN 2011-2012 SMA-MA
    Provinsi
    Peserta
    Tidak Lulus (%)
    Jumlah Tidak Lulus
    1. Jatim
    210.586
    0,07
    156
    2. Sulut
    15.535
    0,09
    14
    3. Bali
    25.198
    0,10
    26
    4. Jabar
    197.390
    0,10
    203
    5. Sumu
    120.194
    0,12
    148

    Sekolah yang seluruh siswanya tidak lulus UN 2011-2012
    1. SMA Swasta Dorema, Kota Medan, Sumut (jumlah siswa 4 orang)
    2. MA Swasta al Ma”arif Bengkel, Kab. Langkat, Sumut (11)
    3. MA Nahdlatul Wathan, Kab. Halmahera Timur, Malut (7)
    4. MAS Al Jabar Lainea, Konawe Selatan, Sultra (19)

    Sekolah dengan rata-rata nilai UN murni tertinggi
    1. SMA Negeri 10 Fajar Harapan, Kota Banda Aceh, nilai rata-rata = 9,33
    2. SMA Negeri Modal Bangsa, Kab. Aceh Besar, nilai rata-rata = 9,30
    3. SMA Darul Muhsinin Cibitung, Kab. Bekasi, nilai rata-rata = 9,26
    4. SMA Negeri 1 Cibitung, Kab. Bekasi, nilai rata-rata = 9,23
    5. SMA Negeri 4 Denpasar, Kota Denpasar, nilai rata-rata = 9,20

    Tingkat kelulusan Ujian Nasional Madrasah Aliyah (MA) pada ajaran 2011-2012 lebih menggembirakan ketimbang tahun lalu (2011), tahun ini tingkat kelulusan mencapai 99,50% sedangkan tahun lalu hanya mencapai 99,24%. Berikut data kelulusan MA dan juga perbandingan kelulusan dengan SMA pada Unas 2011/2012 dikutip dari www.kemenag.go.id

    Peserta UN MA = 301.122 (negeri dan swasta)
    Lulus = 299.631 (99,50%)
    Tdak lulus = 1.491 siswa

    Perbandingan Kelulusan UN MA dan SMA 2011/2012
    Program bidang studi IPS
    MA lulus 96,11%,
    SMA lulus 95,53%.

    Program bidang studi Bahasa
    MA lulus 93,56%
    SMA lulus 82,89%.

    Program bidang studi IPA
    MA 97,85%
    SMA 98,61%

    Program bidang studi Agama
    MA lulus mencapai 93,09%.

    Sumber: Data Pengumuman Lulus UN 2012 SMA dan Kelulusan UN MA 2012

    more
  • Siswa SMA, MA, dan SMK dengan Nilai UN Terbaik Seperti yang kita ketahui, hari ini untuk tingkat SMA dan sederajat yaitu MA dan SMK sudah diumumkan hasil nilai Ujian Nasionalnya. Pengumuman Kelulusan Ujian Nasional (UN) 2011/2012 membawa berita baik untuk Jawa Timur, karena beberapa siswa yang berasal SMA, MA dan SMK dari Jawa Timur berhasil mendapatkan nilai UN terbaik secara nasional. Berikut daftar siswa SMA, MA, dan SMK yang meraih nilai terbaik tingkat provinsi Jawa Timur juga tingkat nasional.

    Nama Siswa SMA dengan Nilai UN Terbaik:
    1. Program Studi Bahasa: Rizka Amalia Fitrianissa Arief (SMAN 1 Manyar Gresik/55,95)
    2. Program Studi IPA: Novi Wulandari (SMAN 2 Lamongan/58,80)
    3. Program Studi IPS: Anggota Naluriza Rahmawati (SMAN 1 Taman Sidoarjo/57,20)

    Nama Siswa MA dengan Nilai UN Terbaik:
    1. Program Studi Bahasa: Siti Fatimatuzzahro` (MAN Jombang/53,05)
    2. Program Studi IPA: Amirudin Darmawan (MAN 1 Tulungagung/57,60)
    3. Program Studi IPS: Rika Zahrotul Ilmiyah (MA Assa`idiyah Gresik/56,00)
    4. Program Studi Agama: Mariyatul Qibhthiyah (MA Mamba`us Sholihin Gresik/55,55)

    Nama Siswa SMK dengan Nilai UN Terbaik:
    Sebanyak 13 siswa SMK dari Jawa Timur berhasil masuk siswa SMK terbaik nasional untuk nilai UN dalam tiga mata ujian pada UN 2012 karena mereka memperoleh nilai total UN 29,40 untuk ketiga mata ujian. Berikut daftar nama siswa SMK yang mendapatkan nilai UN terbaik:
    1. Hanindia Hajjar Damayanti (SMKN 1 Surabaya)
    2. Annisa Ayuningtias (SMK Kartika IV-1 Malang)
    3. Asmaul Husnaini (SMAN 1 Cerme Gresik)
    4. Lisa Yusti Innah Eka Wulan Ratna Ningsih (SMKN 1 Cerme Gresik)
    5. Khoirun Nisa (SMKN 2 Buduran)
    6. Swara Ramadhan (SMKN 2 Buduran)
    7. Santi Pratiwi (SMKN 2 Buduran)
    8. Dian Ayu Anggraini (SMKN 2 Buduran)
    9. Isti Maysaroh (SMKN 1 Boyolangu Tulungagung)
    10. Paradita Arisma (SMKN 3 Jember)
    11. Jemmi Hariyanto (SMKN 1 Glagah Banyuwangi)
    12. Achmad Gusmujiromadhon (SMKN 1 Glagah Banyuwangi)
    13. Karinatul Aini (SMKN 1 Banyuwangi)

    Pengumuman Kelulusan peserta UN SMA, MA, dan SMK dilaksanakan pada 26 Mei 2012. Sebanyak 1.517.125 peserta ujian nasional (UN) tahun 2012 dinyatakan lulus. Kelulusan tersebut diperoleh setelah menggabungkan nilai UN murni dan nilai sekolah. Jumlah tersebut merupakan 99,5 persen dari 1.524.704 siswa yang telah mengikuti UN. Sedangkan 0,5 persen lainnya, atau sebanyak 7.579 siswa harus mengulang UN tahun depan, atau ikut program kesetaraan paket C.

    Sumber: http://tunas63.wordpress.com

    more
  • Download Materi PLPG 2012 Untuk Guru Kelas SD Setelah melalui tahap Uji Kompetensi Awal guru yang ingin mendapatkan sertifikasi pendidik sebagai salah satu syarat untuk menjadi guru profesional harus mengikuti tahap selanjutnya, yaitu Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) 2012. PLPG adalah kegiatan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan kurang lebih 9-10 hari. Pelaksana PLPG adalah perguruaan tinggi yang ditunjuk oleh Kemendikbud uantk memberikan latihan dan pendidikan bagi guru-guru.

    Seperti diketahui, PLPG masih dianggap kegiatan yang belum biasa atau kadang menakutkan bagi sebagain guru. Karena memang bisa jadi karena guru sudah lama tidak mendapatkan pelatihan dan pendidikan. Untuk membantu calon guru yang akan mengikuti PLPG 2012, khususnys guru kelas Sekolah Dasar (SD), SekolahDasar.Net akan memberikan materi PLPG khusus untuk guru kelas SD yang kami dapatkan dari pelaksana PLPG 2012 Rayon UNP Kediri. Berikut adalah Materi PLPG 12 Guru Kelas SD:

    Materi PLPG 2012 Guru Kelas SD bagian 1 - Download
    Materi PLPG 2012 Guru Kelas SD bagian 2 - Download
    Materi PLPG 2012 Guru Kelas SD bagian 3 - Download
    Materi PLPG 2012 Guru Kelas SD bagian 4 - Download
    Materi PLPG 2012 Guru Kelas SD bagian 5 - Download
    Materi PLPG 2012 Guru Kelas SD bagian 6 - Download
    Materi PLPG 2012 Guru Kelas SD bagian 7 - Download
    Materi PLPG 2012 Guru Kelas SD bagian 8 - Download
    Materi PLPG 2012 Guru Kelas SD bagian 9 - Download

    Sama seperti halnya peserta didik, ketika akan berangkat sekolah harus punya bekal, yaitu materi yang akan dipelajari di sekolah. Dengan terlebih dahulu membaca dan mempelajari materi PLPG guru akan bisa meningkatkan kepercayaan diri dan mempersiapkan diri untuk mengikutinya. Untuk buku panduan PLPG juga bisa didownload di sini. Semoga sukses!

    more
  • Informasi PLPG 2012: Rayon 46 Unismuh Makassar Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Kuota Tahun 2012 Gelombang I Rayon 46 Unismuh Makassar bagi guru di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan dilaksanakan pada

    • Tanggal 24 Mei 2012 s.d 3 Juni 2012
    • Check in pada hari Rabu, tanggal 23 Mei 2012 pukul 16.00 s.d. 21.00 WITA di lokasi/penginapan masing-masing
    • Hari Kamis 24 Mei 2012 Pukul 08.00 – selesai mengikuti seminar nasional “Menjadi Calon Guru dan Guru Profesional” Oleh Dirjen Pendidikan Dasar Kemendikbud (Prof. Suyanto, Ph.D)
    • Hari Kamis 24 Mei 2012 pukul 20.00 – 22.00 Pembukaan pelaksanaan PLPG Gelombang pertama, bertempat di Auditorium Al-Amien Kampus Univ. Muhammadiyah Makassar. Peserta yang tidak menghadiri pembukaan PLPG tersebut dianggap mengundurkan diri.

    PLPG Tahap I Rayon 146 Unismuh Makassar ini untuk guru yang berasal dari 7 kabupaten, antara lain:

    Kabupaten Pinrang
    Kabupaten Enrekang
    Kabupaten Luwu
    Kabupaten Tana Toraja
    Kabupaten Luwu Utara
    Kabupaten Luwu Timur
    Kabupaten Toraja Utara

    Perlengkapan Peserta
    1. Surat tugas dari Instansi masing-masing.
    2. Ijazah asli (SLTA/Sederajat dan Ijazah Terkhir)
    3. SK asli kepegawaian pertama sampai terkhir dan SK mengajar dari Kepala Sekolah.
    4. Perangkat pembelajaran standar isi (Kurikulum) contoh Silabus, contoh RPP, contoh Bahan ajar, LKS, Media, buku ajar buku pendidikan, dan alat peraga, dan referensi lainnya.
    5. Perlengkapan pribadi: Pakaian untuk 9 hari termasuk pakaian keki, pakaian olahraga, pakaian batik, obat-obatan persediaan pribadi, dll.
    6. Pas poto berwarna terbaru ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar (berlatar Biru)
    7. Peserta yang terpanggil dan tidak hadir dinyatakan mengundurkan diridan dikembalikan ke Instansi masing-masing untuk dilakukan pembinaan.
    8. Diharapkan membawa laptop

    Catatan
    Bagi peserta yang tidak dapat memperlihatkan/membawa ijazah ASLI dan SK akan dibatalkan kepesertaanya. Akomodasi dan konsumsi peserta selama PLPG ditanggung oleh panitia, dengan demikian peserta tidak dipungut/dibebani biaya untuk pelaksanaan maupun setelah dinyatakan lulus PLPG.

    File terkait yang bisa didownload:
    Daftar Peserta PLPG 2012 Rayon 46 Unismuh Makassar - Download
    Surat Undangan/Ketentuan Peserta Tahap I - Download
    Daftar Peserta PLPG Tahap I - Download

    Sumber: http://tunas63.wordpress.com/2012/05/22/plpg-2012-tahap-i-rayon-146-unismuh-makassar/

    more
  • Informasi PLPG 2012: Rayon 43 UNP Kediri
    Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) 2012 sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikasi guru untuk Rayon 143 UNP Kediri. Seperti dikabarkan sebelumnya bagi guru yang sudah lolos Uji Kompetensi Awal harus mengikuti PLPG untuk mendapatkan sertifikat pendidik. Pelaksanaan PLPG untuk Rayon UNP Kediri sudah berlangsung sejak bulan Mei 2012 ini.

    Untuk Jadwal PLPG 2012 Rayon UNP Kediri tahap I, tahap II, dan Tahap III, bisa dilihat langsung di websitenya. Berikut adalah Informasi terbaru PLPG 2012, untuk Rayon UNP Kediri yang berhasil sekolahdasar.net dapatkan. Selain itu juga akan ditulis Tata Tertib yang yang harus dipatuhi peserta PLPG 2012, Materi PLPG, Buku Panduan PLPG. Untuk Rayon UNP Kediri sendiri pesertanya bersal dari Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Kediri, dan Kota Kediri.

    TATA TERTIB PESERTA PLPG
    1. Peserta hadir 10 menit sebelum acara/kegiatan pelatihan dimulai.
    2. Peserta mengisi daftar hadir yang disediakan panitia sesuai dengan rombel yang telah ditentukan. (Cermati nomor peserta dan nama)
    3. Peserta wajib memakai Identity Card (Kartu Pengenal).
    4. Selama proses pembelajaran, Hand Phone (HP) wajib dimatikan.
    5. Sebelum acara selesai, peserta tidak boleh meninggalkan tempat.
    6. Peserta wajib mengerjakan tugas yang diberikan oleh tutor / instruktur.
    7. Peserta wajib mengisi identitas pada setiap tugas yang diberikan.
    8. Untuk kelancaran kegiatan pembelajaran, diharapkan peserta tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu peserta yang lain.
    9. Peserta wajib berpakaian rapi dan sopan.
    10. Apabila ada permasalahan yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan PLPG ini, bisa dikomunikasikan kepada panitia untuk memperoleh penjelasan.
    11. Peserta diharapkan mematuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Manajemen Hotel.
    12. Selama menginap, tidak boleh bertukar tempat (kamar) tanpa seizin panitia.
    13. Selama mengikuti PLPG peserta diwajibkan menginap di hotel
    14. Selama di Hotel dilarang melakukan kegiatan atau membawa apapun yang dapat menimbulkan mara bahaya.
    15. Apabila sudah meninggalkan Hotel, diharapkan menyerahkan kunci pada pihak Hotel.
    16. Peserta dilarang membawa pulang fasilitas hotel (misalnya: handuk, gelas, kunci hotel, dsb). Jika terjadi complain dari Manajemen hotel terkait dengan fasilitas hotel, peserta wajib bertanggung jawab.
    17. Peserta yang sakit ketika PLPG dan harus berobat ke rumah sakit atau dokter, semua beaya berobat ditanggung oleh peserta.
    18. Ketika memasuki kamar hotel mohon peserta memeriksa fasilitas kamar, kalau ada kerusakan segera melapor ke Koordinator Lokasi atau Pihak Hotel.
    19. Jika terjadi kerusakan pada fisilitas kamar hotel (misalnya : kunci kamar, AC, kran air, TV, dll) dan tidak segera melaporkan pada koordinator lokasi yang akan diteruskan pada pihak hotel, kerusakan tersebut menjadi tanggung jawab peserta.

    Materi PLPG 2012 PSG 143 UNP Kediri
    Berikut adalah materi-materi PLPG 2012 yang bisa didownload:
    Untuk Jadwal PLPG 2012 Rayon UNP Kediri dibagi menjadi 9 Tahap yang berakhir sampai 4 Agustus 2012. Untuk melihat jadwal Tahapan PLPG 2012 untuk Rayon UNP Kediri bisa didownload di sini. Tetapi untuk informasi yang terdekat yaitu Tahap II dan Tahap III, berikut informasinya serta file yang bisa didownload.

    Daftar Peserta PLPG 2012 Rayon UNP Kediri - Tahap 2
    Dengan ini kami menyampaikan Daftar Nama Peserta PLPG Tahap II yang akan dilaksanakan pada tanggal 17-26 Mei 2012 dan 22-31 Mei 2012.
    Kami mohon dengan hormat agar peserta yang sedang sakit berat/keras dan ibu-ibu hamil yang mendekati masa persalinan, tidak dipanggil untuk mengikuti PLPG.
    Peserta yang karena sesuatu hal tidak dapat hadir memenuhi panggilan PLPG ini, harap menyampaikan surat ijin/pengunduran diri kepada Ketua PSG Rayon 143 UNP Kediri yang disertai bukti pendukung alasan ketidakhadirannya sebelum pelaksanaan PLPG.
    Demikian surat pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerja sama Saudara, diucapkan terima kasih.


    Daftar Peserta PLPG 2012 Rayon UNP Kediri - Tahap 3
    Dengan ini kami menyampaikan Daftar Nama Peserta PLPG yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Mei – 5 Juni 2012 dan 1 - 10 Juni 2012. Berikut kami lampirkan berkas sebagai berikut :
    Distribusi peserta untuk tiap-tiap lokasi PLPG tahap 3 yang dilaksanakan tanggal 27 Mei – 5 Juni 2012.
    Distribusi peserta untuk tiap-tiap lokasi PLPG tahap 3 yang dilaksanakan tanggal 1 - 10 Juni 2012.

    BUKU PANDUAN SERTIFIKASI GURU TAHUN 2012
    Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi telah merevisi Buku Panduan Sertifikasi Guru Tahun 2012, yang terdiri dari sebagai berikut dan bisa didownload:
    1. Buku 2: Petunjuk Teknis Pelaksanaan Sertifikasi Guru
    2. Buku 3: Pedoman Penyusunan Portofolio Sertifikasi Guru
    3. Suplemen Buku 3: Pedoman Penyusunan Portofolio Sertifikasi Guru (Khusus Guru yang diangkat Dalam Jabatan Pengawas)
    4. Buku 4: Rambu-rambu Pelaksanaan PLPG.

    Sumber: http://rayon43.unpkediri.ac.id

    more
  • Download Kalender Pendidikan 2012/2013
     Tak terasa sudah memasuki akhir tahun pelajaran 2011/2012, dan akan melangkah ke tahun pendidikan selanjutnya, yaitu tahun pendidikan 2012/2013. Untuk mempersiapkan sejak dini, agenda pendidikan tahun depan, program tahunan, program semeseter dan sebagainya membutuhkan kalender pendidikan 2012/2013.

    Berikut adalah kalender pendidikan tahun pelajaran 2012/2013 untuk jenjang TK/TKLB/RA, SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs. SMA/SMALB/MA/SMK dan sederajat provinsi Jawa Timur.

    Hari Efektif
    Semester I
    : 106 hari
    Semester II
    : 139 hari
    Hari belajar Efektif Fakultatif
    : 18 hari


    Hari Libur

    Libur Semester  I
    : 10 hari ( 24 Desember 2012 s.d 5 Januari 2013)
    Libur Semester II
    : 18 hari (24 Juni s.d. 13 Juli 2013)

    Libur Hari Besar
    1 Januari 2013
    :
     Tahun Baru Masehi
    24 Januari 2013
    :
     Maulid Nabi Muhammad SAW
    10 Februari 2013
    :
     Tahun Baru Imlek 2563
    12 Maret 2013
    :
     Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1935
    29 Maret 2013
    :
     Wafat Isa Al-Masih
    9 Mei 2013
    :
     Kenaikan  Isa Almasih
    25 Mei 2013
    :
     Hari Raya Waisak 2567
    6 Juni 2013
    :
     Isro’ Mikroj 1434 H
    17 Agustus 2012
    :
     Proklamasi Kemerdekaan RI
    19-20 Agustus 2012
    :
     Hari Raya Idul Fitri 1433 H
    26 Oktober 2012
    :
     Hari Raya Idhul Adha 1433 H
    15 November 2012
    :
     Tahun Baru Hijriah 1434 H
    25 Desember 2012
        :
     Hari Raya Natal

    Untuk lebih lengkapnya, Kalender Pendidikan 2012/2013 bisa dilihat dan didownload di sini atau juga di sini

    more
  • Cara Melihat Daftar Peserta dan Lokasi PLPG 2012
    Seperti ditulis di postingan sebelumnya, Bulan Mei ini guru-guru yang telah lolos UKA mulai menjalani PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) 2012 selama 90 jam atau 9 hari. Sesuai dengan hasil UKA yang diselenggarakan akhir Februari lalu, jumlah peserta PLPG adalah 249.001 orang. Melalui PLPG, para guru akan menerima materi untuk meningkatkan kompetensi.

    Bagaimana cara melihat daftar peserta dan lokasi PLPG 2012? Berikut cara melihat daftar peserta PLPG 2012 dan lokasi PLPG 2012 setiap peserta. PLPG 2012 adalah berbasis program studi artinya lokasi peserta PLPG tidak pasti mengikuti wilayah kerja Rayon di Kab/Kota setempat tetapi lokasi PLPG peserta ditentukan berdasarkan program studi yang dimiliki oleh Rayon LPTK.

    Cara Melihat Daftar Peserta PLPG 2012
    1. Kunjungi website kemendiknas, klik http://sergur.kemdiknas.go.id/index.php?pg=listview
    2. Lalu pilih Provinsi, Kab/Kota, Jenjang, kemudian Klik “Tampilkan”.
    3. Anda akan bisa melihat daftar peserta dan LPTK penyelenggara.

    Cara Cari Nama Peserta PLPG 2012 dengan Nomor Peserta
    1. Kunjungi website kemendiknas, klik http://sergur.kemdiknas.go.id/index.php?pg=listview
    2. Lalu klik "Pencarian" yang ada di pojok kanan atas.
    3. Kemudian masukan 14 digit nomor peserta Anda.
    4. Terakhir klik ikon lup, hasil pencariaan pun akan muncul.

    Catatan: Untuk tahap PLPG, waktu, dan lokasi PLPG akan diumumkan oleh masing-masing rayon, biasanya diumumkan melalui website resminya. Anda bisa melihat daftar rayon dan situs resminya di sini.

    more
  • Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran CTL Menurut Anisa (2009) ada beberapa kelebihan dalam pembelajaran CTL, yaitu:
    1. Pembelajaran lebih bermakna, artinya siswa melakukan sendiri kegiatan yang berhubungan dengan materi yang ada sehingga siswa dapat memahaminya sendiri.
    2. Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena pembelajaran CTL menuntut siswa menemukan sendiri bukan menghafalkan.
    3. Menumuhkan keberanian siswa untuk mengemukakan pendapat tentang materi yang dipelajari.
    4. Menumbuhkan rasa ingin tahu tentang materi yang dipelajari dengan bertanya kepada guru.
    5. Menumbuhkan kemampuan dalam bekerjasama dengan teman yang lain untuk memecahkan masalah yang ada.
    6. Siswa dapat membuat kesimpulan sendiri dari kegiatan pembelajaran.

    Menurut Dzaki (2009) kelemahan dalam pembelajaran CTL yaitu :
    1. Bagi siswa yang tidak dapat mengikuti pebealajaran, tidak mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang sama dengan teman lainnya karena siswa tidak mengalami sendiri.
    2. Perasaan khawatir pada anggota kelompok akan hilangnya karakteristik siswa karena harus menyesuaikan dengan kelompolnya.
    3. Banyak siswa yang tidak senang apabila disuruh bekerjasama dengan yang lainnya, karena siswa yang tekun merasa harus bekerja melebihan siswa yang lain dalam kelompoknya.
    Dari penjelasan di atas maka seorang guru dalam menerapkan model pembelajaran CTL harus dapat memperhatikan keadaan siswa dalam kelas. Selain itu, seorang guru juga harus mampu membagi kelompok secara heterogen, agar siswa yang pandai dapat membantu siswa yang kurang pandai.

    more
  • Media Pembelajaran Untuk Membangun Pengetahuan Siswa
    Berpijak dari ketiga teori belajar tersebut, maka teori yang pas untuk diterapkan siswa Sekolah Dasar (SD) sebagai jenjang pendidikan dasar adalah teori belajar kognitif dan kontrusktivis. Teori belajar kognitif berpendapat bahwa siswa SD haruslah belajar sesuai dengan tahap perkembangannya. Siswa SD (usia 6-12 tahun) berada pada tahap berpikir operasional kongkrit. Pada tahap ini intinya untuk belajar anak harus disediakan benda-benda atau peristiwa yang nyata. Siswa hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya. Kemudian didasarkan pada teori belajar konstruktivis memberikan peluang pada siswa untuk menemukan dan membangun sendiri pengetahuannya.

    Konsekuensi dan penerapan dari kedua teori belajar diatas, yaitu kognitif dan konstruktivis adalah guru tidak menjadi satu-satunya sumber belajar. Guru lebih bersifat sebagai fasilitator dan siswa adalah subyek dalam proses belajar mengajar. Penggunaan media pembelajaran menjadi sangat penting, karena selain sesuai dengan tahap perkembangan siswa yang masih berpikir operasional kongkret dengan penggunaan media pembelajaran dapat memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang dapat merangsang aktivitas siswa untuk belajar dan menemukan sendiri pengetahuaannya. Media pembelajaran yang dihadirkan guru akan mampu membangun ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual, sehingga mengurangi kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya. Bagi siswa SD penggunaan media pembelajaran mampu meningkatkan minat siswa serta menciptakan pembelajaran yang lebih menyenangkan. Baca Artikel Selengkapnya ...

    more
  • Komponen Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Menurut Riyanto (2009:171) model Contextual Teaching and Learning (CTL) memiliki tujuh komponen utama yaitu konstruktivisme(constructivism), inkuiri (inquiry), bertanya (questioning), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), refleksi (reflection), dan penilaian sebenarnya (authetic assessment).

    1) Konstruktivisme (Contrustivism)
    Menurut Sanjaya (2006:264), Konstruktivisme (Constructivism) adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif berdasarkan pengalaman. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dengan ide-ide. Guru tidak akan mampu memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus mengkonstruk pengetahuan dibenak mereka sendiri. Bedasarkan dasar tersebut maka pembelajaran harus dikemas menjadi proses mengkonstruksi bukan menerima pengetahuan. Dalam proses pembelajaran siswa membangun sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan aktif dalam proses belajar mengajar.

    Dalam tahap ini guru memfasilitasi dengan:a) menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa, b) memberikan kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri, dan c). Menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar.

    2) Bertanya (Questioning)
    Strategi uatama dalam pembelajaran kontekstual yaitu bertanya. Proses bertanya yang dilakukan siswa merupakan proses berpikir siswa dalam rangka menggali informasi, mengonfirmasikan apa yang diketahuinya, dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahuinya. Menurut Riyanto (2009:174) suatu pembelajaran yang produktif dalam kegiatan bertanya yaitu a) Menggali informasi baik administrasi maupun akademis, b) mengecek pemahaman siswa, c) membangkitkan respon kepada siswa, d) mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa, e) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa, f) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru, g) membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa, dan h) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa.

    Dalam kegiatan pembelajaran kegiatan tanya jawab dilakukan siswa dan guru sebagai umpan balik pengetahuan dan pemberian kesempatan kepada siswa untuk berpikir secar kritis dan mengevaluasi cara berpikir siswa.

    3) Inkuiri (Inquiry)
    Proses pembelajaran yang dilakukan siswa proses menemukan (Inquiry) yaitu proses pembelajaran yang didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. Pengetahuan bukanlah sejumlah fakta hasil dari mengingat, akan tetapi hasil dari proses menemukan sendiri.

    Proses inkuiri merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran kontekstual. Pengetahuan dan ketrampilan siswa diharapkan bukan dari mengingat fakta-fakta tetapi hasil dari temuan sendiri baik dari pengetahuannnya sendiri, dalam kegiatan sehari-hari atau kegiatan yang lain. Menurut Sanjaya (2006:265) bahwa proses inkuiry dapat dilakukan melalui beberapa langkah yaitu a). merumuskan masalah, b) mengajukan hipotesis, c) mengumpulkan data, d) menguji hipotesis berdasarkan data yang ditemukan, dan e) membuat kesimpulan.

    4) Masyarakat Belajar (Learning Community)
    Proses pembelajaran yang diperoleh dari bekerja sama dengan orang lain baik dengan teman sebaya , guru, maupun lingkungannya merupakan konsep dari masyarakat belajar (Learning Community). Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. Hasil belajar diperoleh dari sharing dengan temanya, antar kelompok lainnya.

    Masyarakat belajar terjadi jika ada komunikasi dua arah yaitu siswa dengan guru, siswa dengan temannya, siswa dengan lingkungan belajar. Komunikasi dua arah tersebut saling belajar dan setiap individu memiliki pengetahuan, pengalaman yang berarti dan berbeda sehingga perlunya slaing mempelajari.

    5) Pemodelan (Modeling)
    Pembelajaran ketrampilan, pengetahuan tertentu dan model yang bisa ditiru dalam Contextual Teaching and Learning (CTL) yaitu modeling. Menurut Sanjaya (2006:267) modeling adalah proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru oleh siswa. Model diperoleh dari guru, siswa maupun lingkungan belajar yang relevan dengan materi pembelajaran. Modeling adalah asas yang sangat penting dalam pembelajaran CTL karena melalui modeling siswa dapat terhindar dari pembelajaran yan teoritis-abstrak yang dapat menimbulkan terjadinya verbalisme.

    6) Refleksi (Reflection)
    Menurut Sanjaya (2006:268) refleksi dalah proses pengendapan pengalaman yang telah dipelajari yang dilakukan dengan cara mengurutkan kembali peristiwa pembelajaran yang telah dilaluinya. Pengetahuan yang bermakna diperoleh dari proses. Pengetahuan diperluas melalui konteks pembelajaran yang kemudian diperluas sedikit demi sedikit. Tujuan refleksi yaitu untuk mengidentifikasi hal-hal yang sudah diketahui, dan hal-hal yang belum diketahui agar dapat dilakukan suatu tindakan penyempurnaan.

    Dalam proses pembelajaran dengan menggunakan Contextual Teaching and Learning (CTL), setiap akhir pembelajaran guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk ” mengingat kembali ” apa yang telah dipelajari. Sehingga siswa bebas menafsirkan pengalaman sendiri, sehingga mereka dapat menyimpulkan tentang pengalaman belajarnya.

    7) Penilaian Sebenarnya (Authetic Assessment)
    Assessment adalah proses pengumpulan data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui oleh guru untuk memastikan bahwa siswa mengalami pembelajaran yang benar (Riyanto, 2009:177).
    Berdasarkan pengertian di atas, bahwa penilaian diperlukan untuk mengetahui apakah siswa benar-benar belajar atau tidak, apakah pengalaman belajar siswa memiliki pengaruh yang positif terhadap perkembangan intektual maupun mental siswa. Penilain yang autentik dilakukan secara integrasi dengan proses pembelajaran. Penilaian dilakukan secara terus menerus selama kegiatan berlangsung.

    Adapun karakteristik penilaian nyata menurut Riyanto (2009:177) yaitu a) dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung, b) dapat digunakan untuk formatif maupun sumatif, c) yang diukur ketrampilan dan performasi, bukan mengingat fakta, d) berkesinambungan, e) terintegrasi dan f) dapat digunakan sebagai feed back.

    Menurut Elen Winner dalam (Elaine B.Johnson,2006:93), komponen model Contextual Teaching and Learning (CTL) yaitu:
    Para siswa akan:
    1). Menjadi siswa yang dapat mengatur diri sendiri dan aktif, sehingga dapat mengembangkan minat individu, maupun bekerjasama sendiri dan kelompok, belajar lewat praktek.
    2). Membangun keterkaitan antara sekolah dan konteks kehidupan nyata seperti bisnis dan lembaga masyarakat.
    3). Melakukan pekerjaan yang berarti yaitu pekerjaan yang memiliki tujuan, berguna untuk orang lain, yang melibatkan proses menentukan pilihan, dan menghasilkan produk nyta maupun tidak nyata.
    4). Menggunakan pemikiran tingkat tinggi yang kreatif dan kritis yaitu menganalisis. Melakukan sintesis, memecahkan masalah, membuat keputusan, menggunakan logika dan bukti.
    5). Bekerja sama., yaitu membawa siswa bekerja dengan efektif dalam kelompok, membantu mereka memahami bahwa apa yang mereka lakukan mempengaruhi orang lain, membantu mereka komunikasi dengan orang lain.
    6). Mengembangkan setiap individu yaitu memberi perhatian, meletakkan harapan yang tinggi untuk setiap anak. Mendorong dan memotivasi siswa. Siswa tidak dapat sukses tanpa dukungan dari orang dewasa. Siswa menghormati teman sebayanya.
    7). Mengenali dan mencapai standar yang tinggi yaitu mengidentifikasi tujuan yang jelas dan memotivasi siswa untuk mencapainya.

    Berdasarkan pendapat tentang komponen model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran matematika yaitu menghitung luas bangun datar persegi panjang, siswa ditekankan pada pengembangan diri melalui praktek, bekerjasama dengan kelompok lain, dan bekerja yang bermakna. Penekanan konsep menghitung luas bangun datar persegi panjang, dilakukan dengan melihat, melakukan dan menganalisis, sehingga siswa dapat memecahkan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dalam kehidupan sehari-hari.

    more
  • Informasi PLPG 2012, Daftar Peserta, Materi dan Jadwal PLPG Para guru yang telah lulus UKA (Uji Kompetensi Awal), Bulan Mei ini mulai menjalani PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) 2012 selama 90 jam atau 9 hari. Sesuai dengan hasil UKA yang diselenggarakan akhir Februari lalu, jumlah peserta PLPG adalah 249.001 orang. Melalui PLPG, para guru akan menerima materi untuk meningkatkan kompetensi. Di akhir masa PLPG, akan dilakukan ujian kompentensi akhir. Bagi peserta yang lulus, akan mendapatkan sertifikat pendidik profesional dan berhak memperoleh tunjangan profesi pendidik (TPP). Bagi yang belum lulus, harus mengikuti PLPG susulan.

    Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan menentukan kelulusan guru peserta sertifikasi yang belum mencapai batas minimal skor kelulusan pada penilaian portofolio.

    Materi PLPG disusun dengan memperhatikan empat kompetensi guru, yaitu: (1) pedagogik, (2) profesional, (3) kepribadian, dan (4) sosial. Standardisasi kompetensi dirinci dalam materi PLPG ditentukan oleh LPTK penyelenggara sertifikasi dengan mengacu pada rambu-rambu yang ditetapkan oleh Dirjen Dikti/Ketua Konsorsium Sertifikasi Guru dan hasil need assesment.

    Penyelenggaraan PLPG diakhiri dengan ujian yang mencakup ujian tulis dan ujian kinerja. Ujian tulis bertujuan untuk mengungkap kompetensi profesional dan pedagogik, ujian kinerja untuk mengungkap kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial. Keempat kompetensi ini juga bisa dinilai selama proses pelatihan berlangsung. Kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial juga dinilai melalui penilaian teman sejawat. Ujian kinerja dalam PLPG dilakukan dalam bentuk praktik pembelajaran bagi guru atau praktik bimbingan dan konseling bagi guru BK, atau mengajar & praktik supervisi bagi guru yang diangkat dalam jabatan pengawas. Ujian kinerja untuk setiap peserta minimal dilaksanakan selama 1 JP.

    Untuk bekal persiapan, ada baiknya peserta PLPG memahami modul atau materi PLPG. Berikut modul yang siap diunduh bila diperlukan:

    Modul-PLPG_TIK.pdf
    Modul-PLPG_Sejarah.pdf
    Modul-PLPG_PTKKTI.pdf
    Modul-PLPG_Penjaskes.pdf
    Modul-PLPG_PKn.pdf
    Modul-PLPG_Penelitian-Tindakan-Kelas.pdf
    Modul-PLPG_Model-Pembelajaran-SD.pdf
    Modul-PLPG_Paud.pdf
    Modul-PLPG_Model-Pembelajaran-Sains-SMA.pdf
    Modul-PLPG_Kimia.pdf
    Modul-PLPG_Matematika.pdf
    Modul-PLPG_Model-Pembelajaran-Bahasa.pdf
    Modul-PLPG_Bimbingan-Konseling.pdf
    Modul-PLPG_Ilmu-Pengetahuan-Alam.pdf
    Modul-PLPG_Biologi.pdf
    Modul-PLPG_Ilmu-Pengetahuan-Sosial.pdf
    Modul-PLPG_Bahasa-Inggris.pdf
    Modul-PLPG_Bahasa-Indonesia.pdf

    Kisi-kisi Uji Tulis PLPG

    Bila memerlukan kisi-kisi uji tulis PLPG, dapat dilihat dan dipilih untuk diunduh sesuai materi, klik di sini.

    PERGURUAN TINGGI PENYELENGGARA
    SERTIFIKASI BAGI GURU NON PENDIDIKAN AGAMA DALAM JABATAN
    TAHUN 2011 DAN TAHUN 2012

    RAYON PERGURUAN TINGGI INDUK PERGURUAN TINGGI MITRA WILAYAH
    1
    Univ. Syiah Kuala Univ. Al Muslim di Bireuen NAD 1 Kab. Aceh Barat


    2 Kab. Aceh Barat Daya



    3 Kab. Aceh Besar



    4 Kab. Aceh Jaya



    5 Kab. Aceh Nagan Raya



    6 Kab. Aceh Selatan



    7 Kab. Aceh Singkil



    8 Kab. Aceh Tamiang



    9 Kab. Aceh Tengah



    10 Kab. Aceh Tenggara



    11 Kab. Aceh Timur



    12 Kab. Aceh Utara



    13 Kab. Bener Meriah



    14 Kab. Bireuen



    15 Kab. Gayo Luas



    16 Kab. Pidie



    17 Kab. Pidie Jaya



    18 Kab. Simeulue



    19 Kota Banda Aceh



    20 Kota Langsa



    21 Kota Lhokseumawe



    22 Kota Sabang



    23 Kota Subulussalam
    2
    Univ. Negeri Medan STKIP Riama 1 Kab. Langkat



    2 Kab. Serdang Bedagai



    3 Kab. Batu Bara



    4 Kab. Padang Lawas



    5 Kab. Padang Lawas Utara



    6 Kab. Deli Serdang



    7 Kab. Simalungun



    8 Kab. Asahan



    9 Kab. Toba Samosir



    10 Kab. Labuhan Batu



    11 Kab. Labuhan Batu Utara



    12 Kab. Labuhan Batu Selatan



    13 Kota Medan



    14 Kota Binjai



    15 Kota Tebing Tinggi



    16 Kota Pematang Siantar



    17 Kota Tanjung Balai
    3
    Univ. Bengkulu 1. Univ. Prof. Dr. Hazairin SH Bengkulu 1 Kab. Bengkulu Utara


    2 Kab. Rejang Lebong


    2. Univ. Muh. Bengkulu 3 Kab. Bengkulu Selatan


    4 Kab. Muko-Muko




    5 Kab. Kepahiang




    6 Kab. Lebong




    7 Kab. Kaur




    8 Kab. Seluma




    9 Kab. Bengkulu Tengah




    10 Kota Bengkulu
    4
    Univ. Sriwijaya 1. Univ. PGRI Palembang 1 Kab. Musi Banyuasin


    2 Kab. Ogan Komering Ilir
    2. STKIP PGRI Lubuk Linggau 3 Kab. Ogang Komering Ulu
    4 Kab. Muara Enim


    5 Kab. Lahat


    6 Kab. Musi Rawas


    7 Kab. Banyuasin


    8 Kab. Oku Timur


    9 Kab. Oku Selatan


    10 Kab. Ogan Ilir


    11 Kab. Empat Lawang


    12 Kota Palembang


    13 Kota Prabumulih


    14 Kota Lubuk Linggau


    15 Kota Pagar Alam


    16 Kab. Bangka


    17 Kab. Belitung


    18 Kab. Bangka Barat


    19 Kab. Bangka Tengah


    20 Kab. Bangka Selatan


    21 Kab. Belitung Timur


    22 Kota Pangkal Pinang
    5
    Univ. Riau
    —- 1 Kab. Bengkalis




    2 Kab. Inragiri Hilir




    3 Kab. Indragiri Hulu




    4 Kab. Kampar




    5 Kab. Kepulauan Meranti




    6 Kab. Kuantan Singingi




    7 Kab. Pelalawan




    8 Kab. Rokan Hilir




    9 Kab. Rokan Hulu




    10 Kab. Siak




    11 Kota Dumai




    12 Kota Pekanbaru




    13 Kab. Kepulauan Riau




    14 Kab. Karimun




    15 Kab. Natuna




    16 Kab. Lingga




    17 Kab. Kepulauan Anambas




    18 Kota Batam




    19 Kota Tanjung Pinang
    6
    Univ. Negeri Padang 1. Univ. Bung Hatta 1 Kab. Agam
    2. STKIP PGRI Sumatera Barat 2 Kab. Pasaman

    3 Kab. Lima Puluh Kota

    4 Kab. Solok

    5 Kab. Padang Pariaman

    6 Kab. Pesisir Selatan

    7 Kab. Tanah Datar


    8 Kab. Sawah Lunto Sijunjung


    9 Kab. Kepulauan Mentawai


    10 Kab. Solok Selatan


    11 Kab. Dharmasraya


    12 Kab. Pasaman Barat


    13 Kota Bukittinggi


    14 Kota Padang


    15 Kota Padang Panjang


    16 Kota Sawahlunto


    17 Kota Solok


    18 Kota Payakumbuh


    19 Kota Pariaman
    7
    Univ. Lampung 1. STKIP PGRI Bandar Lampung 1 Kab. Lampung Selatan



    2 Kab. Lampung Tengah


    2. Univ. Muh. Metro Lampung 3 Kab. Lampung Utara



    4 Kab. Lampung Barat




    5 Kab. Tulang Bawang




    6 Kab. Tanggamus




    7 Kab. Lampung Timur




    8 Kab. Way Kanan




    9 Kab. Pesawaran




    10 Kab. Mesuji




    11 Kab. Pringsewu




    12 Kab. Tulang Bawang Barat




    13 Kota Bandar Lampung




    14 Kota Metro
    8
    Univ. Jambi
    —- 1 Kab. Bungo




    2 Kab. Merangin




    3 Kab. Tanjung Jabung Barat




    4 Kab. Kerinci




    5 Kab. Muara Jambi




    6 Kab. Tebo




    7 Kab. Sarolangun




    8 Kab. Tanjung Jabung Timur




    9 Kab. Batanghari




    10 Kota Jambi




    11 Kota Sungai Penuh
    9
    Univ. Negeri Jakarta 1. Univ. Sultan Ageng Tirtayasa 1 Kab. Kepulauan Seribu

    2 Kota Jakarta Utara
    2. Univ. Katolik Indonesia Atmajaya 3 Kota Jakarta Barat

    4 Kab. Pandeglang


    5 Kab. Lebak


    6 Kab. Tangerang


    7 Kab. Serang


    8 Kab. Bekasi


    9 Kota Bekasi


    10 Kota Depok


    11 Kota Cilegon


    12 Kota Serang


    13 Kota Tangerang


    14 Kota Tangerang Selatan


    15 SILN
    10
    Univ. Pendidikan Indonesia 1. Univ. Swadaya Gunung Djati 1 Kab. Bandung

    2 Kab. Sumedang
    2. STKIP Siliwangi 3 Kab. Majalengka
    3. Univ. Langlang Buana 4 Kab. Cirebon

    Bandung 5 Kab. Indramayu

    6 Kota Bandung

    7 Kota Cirebon
    11
    Univ. Negeri Yogyakarta 1. Univ. Ahmad Dahlan 1 Kab. Bantul
    2. Univ. PGRI Yogyakarta 2 Kab. Sleman


    3 Kab. Gunung Kidul


    4 Kab. Kulonprogo


    5 Kota Yogyakarta
    12
    Univ. Negeri Semarang 1 Univ. Kristen Satya Wacana Salatiga 1 Kab. Brebes



    2 Kab. Tegal


    2 Univ. Pancasakti Tegal 3 Kota Tegal



    4 Kab. Pemalang



    5 Kab. Pekalongan




    6 Kota Pekalongan




    7 Kab. Batang




    8 Kab. Kendal




    9 Kab. Semarang




    10 Kota Semarang




    11 Kota Salatiga
    13
    Univ. Sebelas Maret 1. Univ. Slamet Riyadi 1 Kab. Purbalingga
    2 Kab. Banjarnegara
    2. Univ. Widya Dharma Klaten 3 Kab. Wonosobo

    4 Kab. Temanggung


    5 Kab. Boyolali


    6 Kab. Sragen


    7 Kab. Grobogan


    8 Kab. Blora


    9 Kota Surakarta
    14
    Univ. Negeri Surabaya 1. Univ. Dr. Soetomo 1 Kota Surabaya
    2. Univ. Muh. Surabaya 2 Kab. Gresik
    3. Univ. Muh. Gresik 3 Kab. Sidoarjo
    4. Univ. PGRI Ronggolawe Tuban 4 Kota Mojokerto

    5 Kab. Mojokerto
    5. STKIP PGRI Jombang 6 Kab. Jombang


    7 Kab. Bojonegoro

    8 Kab. Tuban
    15
    Univ. Negeri Malang 1. IKIP PGRI Madiun 1 Kab. Ngawi

    2. STKIP PGRI Pasuruan 2 Kab. Magetan

    3. Univ. Muh. Ponorogo 3 Kab. Madiun


    4 Kota Madiun


    5 Kab. Ponorogo



    6 Kab. Pacitan



    7 Kab. Trenggalek



    8 Kota Pasuruan



    9 Kab. Pasuruan



    10 Kota Batu



    11 Kota Malang
    16
    Univ. Jember 1. IKIP PGRI Jember 1 Kab. Jember


    2. Univ. PGRI Banyuwangi 2 Kab. Lumajang



    3 Kota Probolinggo




    4 Kab. Probolinggo




    5 Kab. Bondowoso




    6 Kab. Situbondo




    7 Kab. Banyuwangi
    17
    Univ. Lambung Mangkurat Univ. Islam Kalimantan Muh. Arsyad Al Banjary 1 Kab. Banjar


    2 Kab. Tanah laut



    3 Kab. Barito Kuala



    4 Kab. Tapin



    5 Kab. Hulu Sungai Selatan



    6 Kab. Hulu Sungai Tengah



    7 Kab. Hulu Sungai Utara



    8 Kab. Tabalong



    9 Kab. Kotabaru



    10 Kab. Tanah Bumbu



    11 Kab. Balangan



    12 Kota Banjarmasin



    13 Kota Banjarbaru
    18
    Univ. Palangka Raya STKIP Muh. Sampit 1 Kota Palangkaraya
    2 Kab. Kapuas
    3 Kab. Barito Selatan
    4 Kab. Barito Utara
    5 Kab. Kota Waringin Timur
    6 Kab. Kota Waringin Barat
    7 Kab. Pulang Pisau
    8 Kab. Gunung Mas
    9 Kab. Barito Timur
    10 Kab. Sukamara
    11 Kab. Katingan
    12 Kab. Lamandau
    13 Kab. Seruyan
    14 Kab. Murung Raya
    19
    Univ. Mulawarman IKIP PGRI Kalimantan Timur 1 Kab. Pasir
    2 Kab. Kutai Kartanegara
    3 Kab. Kutai Barat
    4 Kab. Kutai Timur
    5 Kab. Penajam Paser Utara
    6 Kab. Tana Tidung
    7 Kota Samarinda
    8 Kota Balikpapan
    9 Kota Bontang
    20
    Univ. Tanjungpura —- 1 Kab. Sambas



    2 Kab. Pontianak



    3 Kab. Sanggau



    4 Kab. Sintang



    5 Kab. Kapuas Hulu



    6 Kab. Ketapang



    7 Kab. Bengkayang



    8 Kab. Landak



    9 Kab. Melawi



    10 Kab. Sekadau



    11 Kab. Kayong Utara



    12 Kab. Kubu Raya



    13 Kota Pontianak



    14 Kota Singkawang
    21
    Univ. Pendidikan Ganesha Univ. Dwijendra 1 Kab. Buleleng



    2 Kab. Jembrana



    3 Kab. Tabanan



    4 Kab. Badung



    5 Kab. Gianyar



    6 Kab. Klungkung



    7 Kab. Bangli



    8 Kab. Karang Asem



    9 Kota Denpasar
    22
    Univ. Mataram 1. STKIP Bima 1 Kab. Lombok Barat
    2. Univ. Muh. Mataram 2 Kab. Lombok Tengah
    3. STKIP Hamzanwadi Selong 3 Kab. Lombok Timur

    4 Kab. Sumbawa

    5 Kab. Dompu


    6 Kab. Bima


    7 Kab. Sumbawa Barat

    8 Kab. Lombok Utara

    9 Kota Mataram

    10 Kota Bima
    23
    Univ. Nusa Cendana 1. Univ. Flores 1 Kab. Kupang


    2. STKIP Santo Paulus Ruteng 2 Kab. Timor Tengah Selatan


    3 Kab. Timor Tengah Utara



    4 Kab. Belu




    5 Kab. Alor




    6 Kab. Flores Timur




    7 Kab. Sikka




    8 Kab. Ende




    9 Kab. Ngada




    10 Kab. Manggarai




    11 Kab. Sumba Timur




    12 Kab. Sumba Barat




    13 Kab. Lembata




    14 Kab. Rote Ndao




    15 Kab. Manggarai Barat




    16 Kab. Nagekeo




    17 Kab. Sumba Tengah




    18 Kab. Sumba Barat Daya




    19 Kab. Manggarai Timur




    20 Kab. Sabu Raijua




    21 Kota Kupang
    24
    Univ. Negeri Makassar Univ. Muh. Pare-Pare 1 Kab. Maros



    2 Kab. Pangkajene Kepulauan



    3 Kab. Gowa



    4 Kab. Takalar



    5 Kab. Jeneponto



    6 Kab. Barru



    7 Kab. Bone



    8 Kab. Wajo



    9 Kab. Soppeng



    10 Kab. Bantaeng



    11 Kab. Bulukumba



    12 Kab. Sinjai



    13 Kab. Selayar



    14 Kab. Sidenreng Rappang



    15 Kab. Mamuju



    16 Kab. Mamuju Utara



    17 Kab. Polewali



    18 Kab. Mamasa



    19 Kab. Majene



    20 Kota Pare Pare



    21 Kota Palopo



    22 Kota Makassar
    25
    Univ. Tadulako Univ. Sintuwu Maroso Poso 1 Kab. Banggai Kepulauan


    2 Kab. Donggala



    3 Kab. Poso



    4 Kab. Banggai



    5 Kab. Buol



    6 Kab. Toli Toli



    7 Kab. Morowali



    8 Kab. Parigi Muotong



    9 Kab. Tojo Una-Una



    10 Kab. Sigi



    11 Kota Palu
    26
    Univ. Haluoleo Univ. Dhahayu Ikhsanuddin Bau-Bau 1 Kab. Konawe


    2 Kab. Muna



    3 Kab. Buton



    4 Kab. Buton Utara



    5 Kab. Kolaka



    6 Kab. Konawe Selatan



    7 Kab. Konawe Utara



    8 Kab. Kolaka Utara



    9 Kab. Wakatobi



    10 Kab. Bombana



    11 Kota Kendari



    12 Kota Bau-Bau
    27
    Univ. Negeri Manado Univ. Klabat Manado 1 Kab. Bolaang Mengondow
    2 Kab. Minahasa
    3 Kab. Kepulauan Sangihe
    4 Kab. Kepulauan Talaud
    5 Kab. Minahasa Selatan
    6 Kab. Minahasa Utara
    7 Kab. Mitra
    8 Kab. Minahasa Tenggara
    9 Kab. Bolaang Mongondow Timur
    10 Kab. Bolaang Mongondow Selatan
    11 Kab. Bolaang Mongondow Utara
    12 Kab. Kepulauan Siau Tagolandang Biaro (Sitaro)
    13 Kota Manado
    14 Kota Bitung
    15 Kota Tomohon
    16 Kota Kotamobagu
    28
    Univ. Negeri Gorontalo
    1 Kab. Boalemo
    2 Kab. Gorontalo
    3 Kab. Pouwato
    4 Kab. Bonebolango
    5 Kab. Gorontalo Utara
    6 Kota Gorontalo
    29
    Univ. Pattimura Univ. Darussalam Ambon 1 Kab. Maluku Tengah
    2 Kab. Maluku Tenggara
    3 Kab. Maluku Barat Daya
    4 Kab. Maluku Tenggara Barat
    5 Kab. Buru
    6 Kab. Buru Selatan
    7 Kab. Seram Bagian Barat
    8 Kab. Seram Bagian Timur
    9 Kab. Kepulauan Aru
    10 Kota Ambon
    11 Kota Tual
    30
    Univ. Khairun Ternate —- 1 Kab. Halmahera Barat



    2 Kab. Halmahera Tengah



    3 Kab. Halmahera Utara



    4 Kab. Halmahera Selatan



    5 Kab. Kepulauan Sula



    6 Kab. Morotai



    7 Kab. Halmahera Timur



    8 Kota Ternate



    9 Kota Tidore Kepulauan
    31
    Univ. Cenderawasih —- 1 Kab. Jayapura



    2 Kab. Biak Numfor



    3 Kab. Yapen Waropen



    4 Kab. Merauke



    5 Kab. Jayawijaya



    6 Kab. Nabire



    7 Kab. Paniai



    8 Kab. Puncak Jaya



    9 Kab. Mimika



    10 Kab. Boven Digul



    11 Kab. Mappi



    12 Kab. Asmat



    13 Kab. Yahukimo



    14 Kab. Pegunungan Bintang



    15 Kab. Tolikara



    16 Kab. Sarmi



    17 Kab. Keerom



    18 Kab. Waropen



    19 Kab. Supiori



    20 Kab. Memberano Raya



    21 Kab. Memberano Tengah



    22 Kab. Nduga Tengah



    23 Kab. Yalimo



    24 Kab. Puncak



    25 Kab. Dogiyai



    26 Kab. Lanny Jaya



    27 Kab. Deiyai



    28 Kab. Intan Jaya



    29 Kota Jayapura



    30 Kab. Fak-Fak



    31 Kab. Sorong



    32 Kab. Manokwari



    33 Kab. Kaimana



    34 Kab. Sorong Selatan



    35 Kab. Raja Ampat



    36 Kab. Teluk Bintuni



    37 Kab. Teluk Wondama



    38 Kab. Tambrauw



    39 Kab. Maybrat



    40 Kota Sorong
    32
    Univ. Muslim Nusantara Al- Wasliyah Univ. Muh. Sumatera Utara Medan 1 Kab. Karo

    2 Kab. Dairi



    3 Kab. Pakpak Bharat



    4 Kab. Samosir



    5 Kab. Humbang Hasundutan



    6 Kab. Tapanuli Tengah



    7 Kab. Tapanuli Utara



    8 Kota Sibolga
    33
    Univ. HKBP Nommensen Univ. Simalungun Pematangsiantar 1 Kab. Mandailing Natal


    2 Kab. Tapanuli Selatan



    3 Kota Padang Sidempuan



    4 Kab. Nias



    5 Kab. Nias Selatan



    6 Kab. Nias Barat



    7 Kab. Nias Utara



    8 Kota Gunung Sitoli
    34
    Univ. Pasundan Bandung 1. STKIP Pasundan Cimahi 1 Kota Cimahi

    2 Kab. Cianjur
    2. Univ. Surya Kancana Cianjur 3 Kab. Subang

    4 Kab. Purwakarta


    5 Kab. Karawang


    6 Kab. Bandung Barat
    35
    Univ. Pakuan STKIP PGRI Sukabumi 1 Kota Bogor
    2 Kab. Bogor
    3 Kota Sukabumi
    4 Kab. Sukabumi
    36 Univ. Siliwangi Tasikmalaya 1. Univ. Galuh Ciamis 1 Kab. Tasikmalaya
    2. Univ. Kuningan 2 Kab. Ciamis


    3 Kota Tasikmalaya


    4 Kota Banjar


    5 Kab. Kuningan


    6 Kab. Garut
    37
    Univ. Muh. Prof Dr. HAMKA Univ. Islam Syekh Yusuf Tangerang 1 Kota Jakarta Timur
    2 Kota Jakarta Pusat
    3 Kota Jakarta Selatan
    38
    Univ. Sanata Dharma Yogyakarta Univ. Sarjanawiyata Tamansiswa 1 Kab. Purworejo
    2 Kab. Kebumen
    3 Kab. Magelang
    4 Kota Magelang
    39
    IKIP PGRI Semarang 1. Univ. Muria Kudus 1 Kab. Demak
    2. IKIP Veteran Semarang 2 Kab. Kudus


    3 Kab. Jepara


    4 Kab. Pati


    5 Kab. Rembang
    40
    Univ. Muh. Purwokerto
    1 Kab. Banyumas
    2 Kab. Cilacap
    41
    Univ. Muh. Surakarta Univ. Veteran Bangun Nusantara Sukohardjo 1 Kab. Wonogiri
    2 Kab. Sukoharjo
    3 Kab. Karanganyar
    4 Kab. Klaten
    42
    Univ. PGRI Adi Buana Surabaya 1. STKIP PGRI Lamongan 1 Kab. Lamongan
    2. STKIP PGRI Bangkalan 2 Kab. Bangkalan

    3 Kab. Sampang


    4 Kab. Pamekasan


    5 Kab. Sumenep
    43
    Univ. Nusantara PGRI Kediri 1. STKIP PGRI Nganjuk 1 Kota Kediri
    2. STKIP PGRI Tulung- 2 Kab. Kediri

    Agung 3 Kab. Nganjuk


    4 Kab. Tulungangung
    44
    Univ. Muh. Malang 1. STKIP PGRI Blitar 1 Kota Blitar
    2. Univ. Islam Malang 2 Kab. Blitar
    3. Univ. Wisnuwardhana 3 Kab. Malang




    45
    Univ. Borneo Tarakan
    1 Kota Tarakan
    2 Kab. Malinau
    3 Kab. Nunukan
    4 Kab. Berau
    5 Kab. Bulongan
    46
    Univ. Muh. Makassar Univ. Cokroaminoto Palopo 1 Kab. Tana Toraja
    2 Kab. Toraja Utara
    3 Kab. Luwu
    4 Kab. Luwu Utara
    5 Kab. Luwu Timur
    6 Kab. Enrekang
    7 Kab. Pinrang

    Pusat Informasi PLPG per Rayon Sertifikasi Guru
    Sergu Depag | www.kemenag.go.id/
    Informasi PLPG Rayon 1 Unsyiah | www.sertifikasiguru.unsyiah.ac.id
    Informasi PLPG Rayon 5 Unri | www.rayon5.unri.ac.id
    Informasi PLPG Rayon 6 UNP | www.sertifikasi-guru.unp.ac.id
    Informasi PLPG Rayon 7 Unila | www.fkip.unila.ac.id/
    Informasi PLPG Rayon 8 Unja | www.rayon8-unja.com/
    Informasi PLPG Rayon 9 UNJ | www.asg.unj.ac.id/
    Informasi PLPG Rayon 10 UPI |
    Informasi PLPG Rayon 11 UNY | sertifikasiguru.uny.ac.id/
    Informasi PLPG Rayon 12 Unnes | portofolioguru.unnes.ac.id/
    Informasi PLPG Rayon 13 UNS | sertifikasi.fkip.uns.ac.id/
    Informasi PLPG Rayon 14 Unesa |
    Informasi PLPG Rayon 15 UM | psg15.um.ac.id/
    Informasi PLPG Rayon 16 Unej | www.fkip.unej.ac.id/
    Informasi PLPG Rayon 17 Unlam | sergur17.unlam.ac.id/
    Informasi PLPG Rayon 20 Untan | sergurayon20.net
    Informasi PLPG Rayon 24 UNM | sertifikasiguru.unm.ac.id/
    Informasi PLPG Rayon 33 Univ HKBP |
    Informasi PLPG Rayon 34 Unpas |  www.sergur34-unpas.org/
    Informasi PLPG Rayon 35 Unpak |
    Informasi PLPG Rayon 42 Unipa |  sergur.unipasby.ac.id/
    Informasi PLPG Rayon 43 UNP | rayon43.unpkediri.ac.id/
    Informasi PLPG Rayon 44 UMM | psg44.umm.ac.id/
    Informasi PLPG Rayon 45 Univ Borneo | psg.borneo.ac.id/
    Informasi PLPG Rayon 46 Unismuh Makassar | sertifikasiguru.unm.ac.id/


    Persiapan Mengikuti PLPG
    Apa yang perlu disiapkan untuk mengikuti PLPG? Tentu alat dan bahan yang diperlukan atau menunjang dalam mengikuti pelaksanaan PLPG yang berbasis workshop, alat dan bahan itu antara lain:
    • Laptop (membantu ketersediaan bahan (file) yang relevan.
    • Alat tulis dan buku tulis, kertas folio garis, penggaris, pensil, stapler, dan sejenisnya.
    • Silabus, contoh RPP, buku pelajaran.
    • Contoh PTK (pada PLPG akan menerima materi PTK dan ada tugas menulis PTK).
    • Buku referensi (bahan pustaka penulisan PTK).
    Tips Lulus PLPG
    • Mental dan fisik siap.
    • Mengikuti semua kegiatan sesuai jadwal PLPG dengan baik.
    • Setiap tugas dikerjakan ( sesuai kemampuan)
    • Melaksanakan praktik dengan maksimal.
    • Aktif dalam partisipasi selama pelatihan (bertanya/menjawab).
    • Akrab dan sopan dengan sesama peserta (ada penilian dari sesama peserta).
    • Tidak perlu minder, yakinlah bahwa peserta yang lain “mayoritas” berkemampuan setara dengan kita.
    • Bersikaplah optimis dan gembira sehingga PLPG bukan sebagai beban berat melainkan merupakan kegiatan semacam “penataran” yang intinya belajar untuk menambah pengetahuan.
    • Berpikirlah bahwa instruktur PLPG adalah manusia biasa yang juga punya nurani dan “tahu diri” bahwa tugas utamanya adalah “membimbing” bukan “menilai”.
    • Lihatlah, peserta tahun-tahun lalu yang lulus PLPG, mereka sebenarnya ada yang “di bawah kita”.
    Untuk para peserta PLPG bisa secara aktif mengecek informasi di situs resmi Rayon atau LPTK penyelenggara. Informasi di atas dikutip dari weblog, tunas63.wordpress.com di kategori PLPG. Untuk situs resmi kemendikbud bisa dicek di http://sergur.kemdiknas.go.id/

    more

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Baca Informasi Terbaru