» » » » Big Book “Di Dalam Hutan” Media Pembiasaan Literasi

Big Book “Di Dalam Hutan” Media Pembiasaan Literasi

Big Book “Di Dalam Hutan” Media Pembiasaan Literasi
Big book “ di dalam hutan” adalah media pembiasaan membaca.
Pembiasaan pada kegiatan literasi adalah bagian tahapan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang bertujuan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik terhadap buku (bacaan) dan kegiatan membaca sesuai dengan Permendikbud No 23 tahun 2015. Kegiatan pembiasaan bisa dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu kegiatan pembiasaan jenjang SD kelas bawah dan jenjang SD kelas atas.

Big book atau buku besar adalah media pembelajaran membaca dengan pendekatan membaca bersama (shared reading) yang memiliki ukuran, tulisan dan gambar yang besar dengan tujuan bisa dilihat oleh peserta didik dengan jelas, dibuat dengan menyesuaikan kebutuhan siswa baik kebutuhan SD jenjang kelas atas ataupun kelas bawah dan terdapat prinsip pengulangan bacaan dengan tujuan untuk mengenalkan rangkain huruf, kata, serta menghubungkan dengan bunyi karena disajikan dalam bentuk lisan (Wardhani, 2015).

Fakta di lapangan peserta didik kelas 1 SD Muhammadiyah 9 mempunyai kecenderungan kemampuan motorik yang sangat tinggi dengan dibarengi tingginya kemampuan linguistik peserta didik sehingga kecenderungan suasa kelas sangat ramai. Karakteristik peserta didik tersebut berpengaruh pada kemampuan fokus dalam membaca apalagi membaca yang butuh waktu lama dan teks bacaan yang panjang.

Fakta dilapangan berikutnya, kemampuan membaca pada peserta didik kelas 1 SD Muhammadiyah 9 sangat beragam mulai dari yang sudah lancar membaca, perlu pendampingan dalam membaca sampai peserta didik yang belum mampu merangkai huruf atau kata secara mandiri. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh program Full Day School (FDS) yang masih di selenggarakan di SD Muhammadiyah 9, karena berdasarkan informasi guru kelas 1 dengan program Full Day School (FDS) waktu pembinaan membaca personal bagi peserta didik yang belum mampu membaca kurang, karena pendampingan hanya bisa dilakukan di sela-sela pembelajaran, waktu tambahan pulang sekolah sudah tidak memungkingkan baik fisik maupun kemampuan menerima tambahan pendampingan baik dari sisi peserta didik maupun tenaga guru.

Berdasarkan fakta di lapangan masih perlunya media untuk melatih pembiasaan membaca pada peserta didik kelas 1 atau pemula sehingga peserta didik kelas 1 mampu menyimak cerita, meprediksi gambar, membaca nyaring dan senyap dengan menggunakan teks sederhana dengan baik. Big book “ di dalam hutan “ salah satu media pembiasaan membaca tepat karena Big book atau buku besar dengan judul di dalam hutan berisi gambar dengan teks sederhana, memuat prinsip pengulangan bacaan dengan pemdekatan membaca bersama (shared reading).

Analisis Masalah

Pembiasaan membaca selama 15 menit setiap hari sebelum proses pembelajaran untuk membaca buku selain buku mata pelajaran dan mendorong peserta didik gemar membaca merupakan kegiatan wajib pengembangan potensi diri yang merupakan bentuk kegiatan gerakan Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) di Sekolah sebagai upaya penghargaan terhadap keunikan potensi peserta didik untuk dikembangkan (Permendikbud No 23 tahun 2015).

Tahapan pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) terdiri dari 3 tahapan yaitu pembiasaan untuk penumbuhan minat baca, tahapan pengembangan melalui kegiatan menanggapi buku pengayaan, dan tahapan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran. Kegiatan pembiasaan jenjang SD kelas bawah terdiri dari menyimak cerita, meprediksi gambar, membaca nyaring dan senyap dengan menggunakan buku cerita bergambar tanpa teks ataupun buku cerita bergambar dengan teks sederhana. Konten bacaan yang sesuai dengan jenjang SD kelas bawah adalah: buku bacaan berukuran besar (big book), buku mengadung pesan moral, buku bergenre fantasi dengan tokoh binatang (fabel), informasi sederhana, cerita mengandung nilai optimis, inspiratif, dan mengembangakan imajinatif (Faizah, 2016).

Big book “ di dalam hutan” adalah media pembiasaan membaca yang dibuat untuk media pembelajaran jenjang SD kelas bawah yang bertujuan untuk:

1. Membuat peserta didik senang terhadap buku yaitu buku bacaan jenis big book “di dalam hutan” dan senang membaca, tertihat dari ketertarikan peserta didik terhadap buku.

2. Merangsang imajinasi peserta didik tentang hutan dari gambar latar hutan yang terdiri dari tumbuhan yang besarnya beragam, terdapat aliran sungai, padang rumput dengan harapan yang mampu mendiskripsikan kondisi hutan sebenarnya pada peserta didik.

3. Mengenalkan keragaman jenis hewan yang terdapat dihutan sekaligus sumber kosakata nama-nama hewan mulai dari hewan yang bertubuh kecil sampai besar, dan dari hewan jenis pemakan rumput sampai pemakan hewan lain,

4. Menganalkan tentang kalimat perintah secara tidak langsung yaitu melalui penyajian dalam bentuk lisan dan bunyi dari intonasi guru dalam memberi contoh membaca. Sekaligus mengenalkan ciri kata perintah yang diakhiri tanda seru, dikenalkan secara tidak langsung karena melalui prinsip pengulangan dan penulisan yang mampu dilihat oleh peserta didik secara langsung.

5. Melatih analisis sekaligus ketelitian peserta didik melalui sajian gambar yang letaknya berpindah-pindah sehingga peserta didik mampu membedakan posisi hewan. Selain itu di akhir rangkaian teks sederhana pada gambar muncul raja hutan yaitu singa yang merupakan hewan pemakan daging, dan bertepatan hilangnya kelinci dari hutan. Gambar dan teks sederhana akan merangsang munculnya analisa siswa tentang peristiwa tersebut Kemampuan analisa ini adalah salah satu indikator high-order thinking skill (HOTS) (Anderson, 2015).

Hasil observasi lapangan tentang big book “Di dalam hutan” sebagai media pembiasaan literasi. Penggunaan big book “Di dalam hutan” pada kelas 1 Ibnu Kaldun terlihat berjalan dengan baik, awal guru memperlihatkan big book dan memberi informasi kalau akan belajar membaca bersama, semua peserta didik langsung menempati bangku masing-masing. Guru membaca judul “Di dalam hutan,” yang ditirukan oleh semua peserta didik dengan baik. “Apa benar di dalam hutan?” secara responsif beberapa peserta didik menjawab, ”Benar, kan ada banyak pohonnya.”

Guru melanjutkan membaca dengan sangat baik intonasi tanda baca koma, intonasi kata perintah sangat di perhatikan serta guru membaca dengan artikulasi kata sangat jelas sehingga peserta didik menirukan dengan tepat. Pada kelas Ibnu Kaldun umpan balik bisa di respon oleh beberapa peserta didik yaitu berupa menyebutkan jenis hewan yang terdapat di hutan.

Pada akhir observasi peserta didik ada yang bertanya, “Kenapa kelinci suruh pergi dari hutan?” Teman yang lain merespon, “Karena ada elang atau hutan bukan tempatnya kelinci.” Hasil analisis peserta didik sangat baik. (Obs 1 Ibnu Kaldun).

Hasil observasi berikutnya di kelas 1 Ibnu Sina. Guru menginformasikan bahwa kegiatan belajar akan diawali dengan membaca nyaring bersama-sama. Guru menginformasikan kesepakatan membaca dan mulai memperlihatkan media big book “Di dalam hutan,” semua peserta didik merespon dengan kompak meminta buku dikelilingkan. Hal tersebut merupakan bukti ketertarikan peserta didik dengan buku. Pada kelas Ibnu Sina ketertarikan lebih tinggi dengan buku, ketika guru membacakan setiap lembaran teks bacaan peserta didik banyak yang mendekat pada media dan banyak yang merespon dengan memberikan pertanyaan. “ Ustazah setelah ini hewan apalagi yang ada di hutan?” ungkapan rasa ingin tahu peserta didik terhadap media. Dengan kondisi seperti itu guru secara cepat melakukan pengembangan materi,” Ayo siapa yang tahu hewan apalagi ya yang ada di hutan?”. Peserta didik pun merespon dengan cepat, meskipun hewan yang disebutkan peserta didik tidak sesuai teks dan gambar, hal tersebut merupakan bukti kemampuan pengembangan materi dari sisi peserta didik.

Pertanyaan serupa di kelas 1 Ibnu Sina, “Kenapa kelinci suruh pergi dari hutan?” Jawaban dari temannya, “ Karena ada singa jadi semua takut terus lari”. Teman lain menjawab, “ Singa adalah hewan buas, jadi bisa makan hewan lain.”( Obs 2 Ibnu Sina).

Data observasi di atas dapat diihtisarkan bahwa big book “Di dalam hutan,” merupakan media pembiasaan literasi yang tepat karena mampu menumbuhkan minat peserta didik terhadap bacaan dan kegiatan membaca. Selaian itu big book “Di dalam hutan,” bisa memfasilitasi kegiatan membaca pada tahap pembiasaan karena terdapat proses menyimak baik pada gambar, teks bacaan ataupun menyimak pertanyaan dan menyimak respon teman sejawat. Peserta didik mengalami perkembangan dalam kemampuan memprediksi baik melalui gambar ataupun umpan balik guru. Proses pengembangan imajinasi peserta didik juga terfasilitasi dalam big book “Di dalam hutan,” buktinya peserta didik mampu mengimajinasikan kelinci ada di mana saat keberadaannya tidak ada di hutan.
Pembiasaan literasi melalui big book “Di dalam hutan,” terbukti mampu menerapkan pendekatan membaca bersama (shared reading) terbukti satu media mampu memfasilitasi klasikal secara bersama dengan memperkaya jumlah kosakata peserta didik tentang jenis hewan yang hidup di hutan. Big book “Di dalam hutan,” juga menerapkan prinsip pengulangan bacaan dengan tujuan untuk mengenalkan rangkain huruf dan kata, sehingga kadang juga menimbulkan kebosanan bagi siswa yang sudah pintar membaca dengan respon refleknya, “Kenapa kok gituu terus? Kelinci, pergilah dari hutan, gitu lagi.” Big book “Di dalam hutan,” mampu menghubungkan dengan bunyi karena disajikan dalam bentuk lisan faktor ini dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam menyajikan proses membaca nyaring pada peserta didik, karena membaca nyaring memerlukan intonasi, artikulasi, penekanan kata yang baik sehingga mendukung bacaan lebih jelas dan mudah dimengerti (Wardhani, 2015).

Kesimpulan

Kesimpulan dari kegiatan penggunaan media big book “Di dalam hutan,”terbukti mampu sebagai media pembiasaan literasi di kelas 1 SD Muahammadiyah 9 Malang dengan bukti data sebagai berikut:

1. Big book “Di dalam hutan,”mampu menumbuhkan minat peserta didik terhadap bacaan dan kegiatan membaca peserta didik.
2. Big book “Di dalam hutan,” mampu sebagai media yang menerapkan semua prinsip tahap pembiasaan kegiatan literasi.
3. Big book “Di dalam hutan,” memenuhi syarat menjadi konten bacaan yang sesuai dengan peserta didik jenjang SD kelas rendah.

Daftar Pustaka

Anderson, L.,David, K. 2015. Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Faizah, U,D. 2016. Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan dasar dan MenengahKementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 23 Tahun2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.
Wardhani, L. 2015. Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Melalui Media Big Book. Online. Tersedia di http://megawardhani.blogspot.co.id/2015/12/meningkatkan-keterampilan-membaca.html. (11-10-2017)

*) Ditulis oleh Louis Ifka Arishinta, M.Pd. Guru SD Muhammadiyah 9 Malang

Baca juga:



SekolahDasar.Net | 13 Oktober 2017
Ketik email Anda untuk:

KOMENTAR ANDA