» » » » Menerapkan Model Pembelajaran 'Memancing' di SD

Menerapkan Model Pembelajaran 'Memancing' di SD

Menerapkan Model Pembelajaran 'Memancing' di SD
Permainan ini menimbulkan antusiame yang tinggi, karena siswa diajak bermain sekaligus belajar.
Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar kebanyakan dilakukan secara konvensional yang monoton, yaitu memberikan kertas soal. Akibatnya siswa bosan, malas dan pada akhirnya mengerjakan tugas dengan asal-asalan. Salah satu model pembelajaran matematika yang dapat diterapkan guru adalah dengan permainan memancing. Model pembelajaran ini sangat mudah dilakukan dan menimbulkan antusiame yang tinggi, karena siswa diajak bermain sekaligus belajar. Soal matematika yang awalnya membosankan menjadi terasa menyenang.

Permainan memancing soal matematika dibuat dengan cara sederhana dan bahan-bahan yang mudah didapat. Seperti magnet yang bisa dibeli toko-toko permainan, kertas kosong yang telah dipotong kecil-kecil menjadi segi empat, segitiga, lingkaran atau bentuk apapun. Pada kertas tersebut ditulisi soal-soal matematika yang bervariasi modelnya, seperti bentuk soal matematika contohnya 2×6:3 dan soal cerita.

Peralatan lain berupa peniti yang digunakan untuk mengkaitkan soal, benang yang ujungnya diikat dengan magnet, dan sapu lidi yang digunakan sebagai kail. Jumlah kail dapat disesuaikan dengan jumlah siswa. Proses pembelajaran matematika dengan permainan memancing soal sangat mudah dilakukan oleh guru dan siswa, seperti halnya memancing ikan di kolam atau di laut. Berikut langkah-langkahnya seperti yang ditulis oleh Sri Yuniati, S.Kom, Guru SD Muhammadiyah Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah.

Pertama, yang perlu dilakukan adalah guru membuat batas kolam (bisa menggunakan tali rapia) kemudian letakan soal-soal di tengah dengan cara disebar.

Kedua letakan kail di samping batas kolam.

Ketiga berikan pengarahan tentang peraturan yang harus ditaati pada saat permainan memancing soal dimulai. Peraturannya adalah sebagai berikut:


  • Siswa dilarang masuk ke dalam pembatas kolam, siswa hanya diperbolehkan memancing di luar pembatas kolam.
  • Siswa mengambil kail di tepi kolam.
  • Siswa hanya boleh mengambil satu soal setiap kali memancing, jika terpancing lebih dari satu soal maka harus dikembalikan ke kolam soal lagi kemudian dipancing kembali.
  • Setelah mendapatkan satu soal, kail diletakan di tepi kolam kemudian siswa mengerjakan soal yang didapat.
  • Setelah soal selesai dikerjakan, soal tersebut dikembalikan lagi ke kolam sebelum mengambil kail untuk memancing.
  • Apabila siswa mendapat soal yang sudah pernah dikerjakan maka dikembalikan lagi ke kolam, kemudian memancing lagi untuk soal yang lain.
  • Begitu seterusnya sampai waktu yang telah ditentukan habis.
  • Semakin cepat siswa mengerjakan soal maka semakin sering siswa tersebut memancing soal.


Keempat adalah tahap evaluasi.


  • Guru mengumpulkan kembali siswa dan menanyakan jumlah soal yang dapat dikerjakan.
  • Guru mengoreksi hasil menghitung siswa kemudian diumumkan siapa yang paling banyak mengerjakan soal.
  • Siswa yang paling banyak mengerjakan soal dan benar diberikan hadiah misalnya bintang prestasi.

Model pembelajaran dengan cara permainan memancing soal memberikan banyak manfaat. Siswa lebih antusias, terbukti dengan meningkatnya jumlah soal yang dapat dikerjakan dalam waktu yang lebih singkat dibanding pada saat pembelajaran konvensional. Selain siswa menjadi lebih ceria dan aktif, model pembelajaran ini juga dapat menciptakan persaingan yang sehat antar siswa yang secara tidak langsung muncul dari permainan tersebut.

Baca juga:



SekolahDasar.Net | 2 Oktober 2017
Ketik email Anda untuk:

KOMENTAR ANDA