» » » » 10 Strategi Jitu Menyiapkan Anak Menghadapi Ujian

10 Strategi Jitu Menyiapkan Anak Menghadapi Ujian

10 Strategi Jitu Menyiapkan Anak Menghadapi Ujian
Sebagai orangtua, Anda bisa membantu anak mempersiapkan ujian anak.
Ujian sekolah untuk tingkat SD dan sederajat akan dilaksanakan pada bulan Mei mendatang. Biasanya segala ketegangan dihadapi anak-anak yang menjalani ujian. Mereka mengalami stres pra-ujian, hal itu bisa terbaca dari perilaku mereka. Misalnya, mudah marah, mudah sedih, gelisah, dan enggan menjalankan kegiatan yang biasanya mereka sukai.

Ada beberapa srategi yang dapat dilakukan orang orangtua dalam mendampingi anak melewati masa-masa ujiannya. Ayah Ibu bisa mempraktikkan strategi ini saat anak menjalani masa ujian, baik ketika ulangan, ujian tengah semester, dan akhir semester. Sebagai orangtua, Anda bisa membantu anak mempersiapkan ujian anak dengan cara-cara berikut ini:

1. Bangun kepercayaan diri mereka.
Ajari anak untuk lebih berani dengan menunjukan Anda percaya mereka mampu melampaui ujian, bahkan saat mereka merasa gugup. Menyebarkan perasaan positif, akan sangat mendukung mereka meraih sukses.

2. Mendampingi secara emosional.
Saat menjalani masa sulit seperti ujian, anak-anak membutuhkan kehadiran dan perhatian lebih dari orang tuanya. Mereka perlu dimengerti, maka jangan sepelekan saat-saat bisa bersama mereka. Hal itu akan membuat mereka merasa aman dan percaya diri. Bersikaplah terbuka akan apapun yang ingin disampaikan anak-anak.

3. Ajari dan beri contoh bagaimana berpikir positif.
Mengajarkan kata-kata penegasan penting buat anak-anak. Misalnya mengganti kata-kata “Saya tidak bisa” dengan membiasakan anak mengatakan, “Saya akan mencobanya.”

4. Bantu anak untuk punya persiapan yang rinci.
Berkordinasi dengan sekolah tentang dimana anak-anak akan menjalankan ujiannya. Apa saja yang akan diujikan, bagaimana ujian akan berlangsung. Lebih baik lagi jika Anda dan anak sudah mengunjungi tempat ujian akan dilaksakan.

5. Belajar bersama-sama.
Dipastikan bahwa orangtua dapat bersama anak membuka buku membahas mata pelajaran yang akan dihadapi saat ujian. Tanyakan pokok bahasan apa saja yang akan diujikan. Setelah materi pokok ujian dibaca dan dipelajari bersama orangtua sekira satu jam, berikanlah kesempatan anak untuk belajar sendiri.

6. Hargai usaha anak dan tidak membebaninya.
Hindari memberi target terlalu tinggi di luar kemampuan anak. Pasalnya, setiap anak memiliki tingkat kemampuan yang beragam. Ajari anak Anda supaya ujian bukan atas dasar berkompetisi dengan orang lain, melainkan dengan diri sendiri untuk mencapai hasil yang terbaik.

7. Berdiskusi tentang pemecahan masalah.
Ajak anak untuk mendiskusikan tak hanya tentang materi yang akan diujikan tapi juga bagaiman strategi menghadapi ujian. Seperti misalnya mengerjakan hal-hal yang mudah dulu.

8. Mendiskusikan perasaaan.
Dorong anak untuk bicara tentang apa yang mereka rasakan. Dengarkan dengan empati, sehingga mereka mengerti bahwa mereka dipahami dan bahwa perasaan tegang mereka adalah sesuatu yang normal.

9. Memberi dukungan dengan setulus hati.
Sampaikan bahwa Anda sebagai orangtua mendukung dan siap untuk berada di samping anak saat keadaan mudah, ataupun sulit saat mengadapi ujian sekolah. Besarkan hatinya supaya anak dapat menjalani ujian dengan tenang dan nyaman.

10. Beri kesempatan anak beristirahat
Cara belajar yang baik adalah dengan belajar secara rutin, sehingga anak tak perlu memforsir diri saat malam sebelum tes tiba. Beri kesempatan anak untuk beristirahat saat mereka mulai kesulitan berkonsentrasi, entah dengan mendengarkan musik, menonton video pendek lucu, atau hal-hal lain yang bisa menyegarkan kepalanya.

Baca juga:



SekolahDasar.Net | 5 April 2018

KOMENTAR ANDA