» » Model Pembelajaran “Kuasai” Untuk Mengefektifkan Daya Ingat

Model Pembelajaran “Kuasai” Untuk Mengefektifkan Daya Ingat

Secara etimologi model merupakan pola (contoh, acuan, ragam) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan. John M. Echols dan Hassan Shadily (2000: 384) model berarti memperagakan sedangkan pembelajaran merupakan proses, cara perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Proses Pembelajaran merupakan suatu sistem dimana setiap komponen pembelajaran saling berkaitan atau tidak dapat dipisahkan satu sama lain dalam rangka mencapai tujuan. Berkaitan dengan penelitian ini, pengajaran matematika diarahkan agar siswa mampu dalam menyelesaikan masalah matematika atau masalah lain yang dapat dilaksanakan dengan bantuan anak untuk lebih meningkatkan kemampuan diri sebagai peneliti professional. Peneliti harus mengetahui teori belajar mengajar dari para ahli pendidikan dan pengajaran matematika.

Bruner dalam teorinya mengemukakan bahwa proses belajar siswa sebaiknya peneliti dapat memberikan kesempatan kepada siswa. Bruner sangat menyarankan kepada pembelajaran aktivitas siswa. Sejauh ini peneliti mencoba memberikan solusi model pembelajaran kuasai, yaitu dengan mengarahkan siswa pada belajar aktif dan kreatif dan memberi kesempatan pada siswa untuk mencari, menemukan dan memecahkan sendiri masalah yang dihadapinya pada saat mengerjakan operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan bulat.

Model pembelajaran “kuasai” dikemukakan oleh Colin Rose yang menyatakan melalui pembelajaran dengan model “kuasai” siswa diharapkan dapat menyelesaikan suatu permasalahan dengan metode sesuai dengan daya nalar mereka yang tidak hanya terpancang apa yang disampaikan peneliti. “kuasai” sendiri merupakan akronim dari enam tahapan pembelajaran yang efektif yang terdiri dari (1) kerangka pikiran untuk sukses, (2) uraikan faktanya, (3) apa maknanya (4) sentakkan ingatan (5) ajukan yang anda ketahui, (6) introspeksi.

Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut yang telah dikemukakan sebelumnya maka model pembelajaran “kuasai” dapat diartikan sebagai suatu pola proses pembelajaran yang terdiri dari enam tahapan efektif yang dapat membantu seseorang lebih mudah dalam memperoleh informasi dan mengingat informasi tersebut. Model pembelajaran “kuasai” merupakan model pembelajaran yang dikembangkan oleh Colin Rose dengan cara mengadaptasi dan mensistensis hasil penelitian dari Dr Howard Gorden tentang multiple intelligenses. Penelitian actur Costa untuk gaya belajar dan hasil penelitian pemegang hadiah nobel, Roger Sperry dan Robert Ornsten, tentang otak. Akan tetapi Colin tidak hanya merangkum begitu saja, dia juga menciptakan model pembelajaran menjadi efektif sehingga dapat diterapkan kepada semua orang, baik pendidik, pelajar ataupun publik.

1. Tahap-tahap Dalam Model Pembelajaran “Kuasai”
Colin Rose telah menyimpulkan bahwa pembelajaran efektif melibatkan enam tahap. Enam tahapan ini dapat disimpulkan oleh akronim “kuasai”. Adapun tahapan-tahapan tersebut adalah :

1) Kerangka pikiran untuk sukses
Seseorang harus berada dalam kerangka pikiran yang kaya. Kerangka pikiran itu harus santai dan termotivasi. Jika stress, atau tidak percaya pada kemampuan sendiri atau tidak melihat tujuan dari hal yang sedang dipelajari maka tidak akan bisa belajar dengan baik. Kerangka pikiran untuk sukses dalam perasaan tentang belajar sangatlah penting. Jika merasa senang dengan kemampuan belajarnya, pada bagian pertama ini berisi berbagai ide yang akan menguatkan dan mengembangkan kepercayaan diri itu. Dalam memotivasi pikiran maka seseorang harus berada dalam keadaan pikiran yang "kaya akal", itu berarti harus dalam keadaan relaks, percaya diri dan termotivasi. Jika mengalami stress atau kurang percaya diri atau tidak dapat melihat manfaat dari sesuatu yang dipelajari, maka ia tidak akan bisa belajar dengan baik.

Memiliki sikap yang benar terhadap belajar tentang sesuatu adalah prasyarat mutlak. Seseorang harus mempunyai keinginan untuk memperoleh keterampilan atau pengetahuan baru, harus percaya bahwa dirinya betul-betul mampu belajar dan bahwa informasi yang didapatkan akan mempunyai dampak yang bermakna bagi kehidupannya. Jika belajar hanya dianggap sebagai tugas belaka, maka besar kemungkinannya akan mengalami kegagalan. Maka dari itu, sebagai langkah penting pertama untuk memulai proses belajar, harus dapat menemukan AGB (apa gunanya bagiku?) Menanyai diri sendiri, memperdebatkan informasi yang ada, menanyai diri sendiri dengan pertanyaan seperti "Apakah ini benar ? Apakah ini dapat dimengerti?" adalah hal yang esensial dari proses belajar, karena pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat menjaga fokus perhatian.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar dapat menimbulkan perasaan atau pikiran yang kaya akal tentang belajar, yaitu: (1) Perasaan dan keyakinan diri. Keyakinan diri dapat berhasil dibentuk di otak tengah emosional dengan penggambaran yang jelas., (2) Seperti apa rasanya sukses. Momen pengalaman kesuksesan, keunggulan, kepuasan batin merupakan daya kuat yang dapat dibangkitkan kembali. Kenangan akan momen ini, jika dimunculkan berkali-kali, akan memicu kembali munculnya perasaan kehebatan yang sama di dalam diri. Karena ingatan akan momen itu dan perasaan yang menyertainya tidak bisa dipisahkan. Ingatan ini adalah stimulus-perasaan saat mengalaminya adalah responnya, (3) Peneguhan positif. Peneguhan adalah pernyataan positif yang mengungkapkan apa yang telah dipilih untuk dicapai. Contoh: saya pembelajar yang percaya diri. Peneguhan tidak perlu sudah terjadi, justru waktu untuk menggunakan peneguhan positif adalah ketika sedang mencoba mencapai sesuatu. Pertama, peneguhan menggambarkan diri kita seperti yang diinginkan, lalu ucapkan peneguhan ini dalam hati (atau keras-keras) secara berulang-ulang, (4) Fokus yang tenang. Ada beberapa cara yang akan membantu belajar lebih baik dengan menciptakan fokus yang tenang, antara lain: (a) Perhatikan suara batin, (b) Ubahlah posisi, (c) Memaksimalkan oksigen di tubuh, (d) Ganti pikiran negatif dengan peneguhan, (e) Tetapkan dan tuliskan tujuan. Memutuskan untuk mempelajari sesuatu pastilah penting, tapi jauh lebih penting benar-benar mengetahui alasan mengapa mempelajarinya, apa manfaatnya dan tujuannya. Jika telah dipikirkan matang-matang tujuannya dan tidak ragu-ragu, maka tulislah di atas kertas. Maka sasarannya terlihat lebih nyata dan konkrit.

2) Uraikan faktanya
Seseorang harus melibatkan fakta untuk disesuaikan dengan gaya belajar yang disukai. Kebutuhan seseorang untuk melihat, mendengar, atau terlibat langsung secara fisik dalam hal yang sedang dipelajari. Saat mempelajari hal baru, perlu memerlukan sesuatu untuk membuat informasi tersebut lebih dekat dalam ingatan. Apa yang akan dilakukan bergantung pada gaya pembelajaran visual, audiotri atau fisik (kinestetik) atau kombinasi ketiganya yang cocok buat masing-masing orang.

Ada beberapa strategi yang akurat dalam memperoleh informasi agar lebih mudah memahaminya, yaitu : (1) Gagasan Inti. Setiap subyek pasti memiliki gagasan inti (gagasan pokok) masing-masing. Jika seorang siswa telah mengetahui gagasan inti maka hal-hal yang lainnya akan segera dimengerti oleh siswa kemudian siswa bisa menambahkan konsep yang intinya telah dipahami, (2) Membuat sketsa dari hal yang sudah diketahui. Dalam memulai proses belajar perlu membuat beberapa catatan tentang apa yang telah diketahui yang berkaitan dengan apa yang akan dipelajari. Pertama-tama adalah mencatatat apa yang telah diketahui, barulah kemudian mencatat apa saja yang dibutuhkan untuk menemukan lebih banyak informasi yang terkait dengannya., (3) Pecahkan menjadi langkah-langkah kecil. Filosof Cina, Lao Tzu, pernah berkata, "Perjalanan seribu kilometer dimulai dengan satu langkah kecil". Betapa pun menakutkannya suatu tugas yang tampak, dapat dipecahkan dengan rencana sederhana langkah demi langkah. Banyak pelajar yang gagal sebelum memulai belajar karena merasa apa yang sedang dilakukan sangat membebani. Untuk mengatasi hal ini adalah dengan memecah-mecah apa yang sedang dipelajari ke dalam bagian-bagian kecil, (4) Tetap berminat ajukan pertanyaan. Dengan mempertanyakan terus apa yang belum diketahui akan membuat pikiran tetap fokus, dengan mencari dan menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang disusun akan menjaga ketertarikan terhadap subyek yang dipelajari, (5) Belajar Multi Indrawi. Jika sedang mempelajari, hal baru, pada dasarnya itu berarti memasukkan informasi dari luar. Jadi, baik membaca, mendengarkan, menyaksikan, maupun melakukan, semuanya menggunakan indra. Oleh karena itu, salah satu aspek gaya belajar pribadi adalah kesukaan seseorang terhadap belajar visual, auditori, atau fisik (kinestetik). Namun, idealnya anda menfokuskan semua indra ke tugas belajar tersebut. Persentasekan apa yang diingat, jika Membaca 20%, Mendengar 30%, Melihat 40%, Mengucapkan 50%, Melakukan 60%, Membaca, mengucapkan, mendengar dan melakukan 90%, (6) Peta belajar, peta belajar merupakan teknik meringkas bahan yang akan dipelajari dan memproyeksikan masalah yang dihadapi ke dalam bentuk peta atau teknik grafik sehingga lebih mudah memahaminya. Pemetaan belajar merupakan teknik visualisasi verbal ke dalam gambar. Peta belajar sangat bermanfaat untuk memahami materi yang diberikan secara verbal. Peta belajar bertujuan membuat materi pelajaran terpola secara visual dan grafis yang akhirnya dapat membantu merekam, memperkuat, dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari. Aturan penting dalam membuat peta belajar adalah hanya menggunakan kata kunci. Kata kunci adalah kata penting yang jika dibaca akan mengingatkan akan gagasan keseluruhan. Itulah kata yang mencakup intisari makna gagasan itu.

3) Apa maknanya
Seseorang perlu menjelajahi hal yang sedang dipelajari. Mengetahui sesuatu dan benar-benar memahami itu berbeda. Saat menjelajahi suatu topik sepenuhnya, maka akan mengubah pengetahuan yang dangkal menjadi pemahaman mendalam. Cara mencapai itu bergantung pada cara unik seseorang dalam menggunakan kecerdasan. Tujuan pembelajaran bukan hanya mengalihkan pengetahuan kepada para siswa, tetapi agar mereka bisa membuat makna bagi diri mereka sendiri, untuk memahami benar-benar subjek tersebut. Mengubah fakta ke dalam makna adalah arena dimana unsur pokok dalam proses belajar. Mengubah fakta menjadi makna adalah arena dimana kedelapan kecerdasan berperan aktif. Setiap jenis kecerdasan adalah sumber daya yang bisa diterapkan ketika mengeksplorasi dan menginterpretasi fakta-fakta dari materi pelajaran.

Adapun beberapa cara-cara yang dapat diterapkan oleh pendidik dalam membantu para siswa mencari makna, antara lain: (1) Kartu: mintalah para siswa menyiapkan kartu yang meringkas hal-hal penting dari materi yang dipelajari, (2) Urutkan mintalah siswa mengumpulkan materi-materi yang telah dipelajari, lalu urutkanlah dan berilah nomor urut menurut tingkat kepentingannya, (3) Menyebarkan ingatan kelompok bagi siswa menjadi beberapa kelompok yang berisi tiga atau empat orang/kelompok. Berilah setiap kelompok sebagian materi pelajaran hari itu yang diringkas oleh mereka menjadi peta belajar, lalu minta setiap kelompok menampilkan peta belajar di depan kelas. Peta belajar lalu ditutupi, dan seluruh kelompok harus menggambarkannya di luar kepala. Bandingkan, jika ada yang kurang tambahkan. Ulangi sampai peta belajarnya sudah selesai, (4) Buat lagu rap: atau pantun, lagu, irama untuk meringkaskan sebagian atau semua hal yang telah dipelajari, (5) Tukar masalah dan bentuk kelompok. Setiap kelompok memikirkan suatu masalah yang berhubungan dengan materi pelajaran untuk dipecahkan. Kemudian kartu tersebut ditukarkan antar kelompok. Kelompok baru mencoba mencari pemecahan masalah, (6) Menjelaskan kepada orang lain dan minta para siswa membayangkan mereka pulang ke rumah dan menjelaskan kepada keluarganya materi yang telah didapatnya, (7) Mengacak urutan, jika sedang mempelajari proses mintalah setiap siswa membuat kartu yang bertuliskan satu bagian dari urutan. Lalu memikirkan urutan yang benar dan menjelaskan bagian yang dipegang.

4) Sentakkan ingatan
Seseorang perlu menghafalkan unsur-unsur (kata) kunci dalam ingatan agar sisa pelajaran dapat membanjiri masuk kembali. Sudah jelas bahwa takkan ada pembelajaran tanpa ingatan. Ingatan menjadi bersifat menetap atau sementara, sangat bergantung pada bagaimana kekuatan informasi "didaftarkan" untuk pertama kalinya pada otak. Itulah sebabnya mengapa sangat penting untuk belajar dengan cara melibatkan indra pendengaran, penglihatan, berbicara dan bekerja, serta yang melibatkan emosi-emosi positif. Semua faktor tersebut membuat ingatan menjadi kuat.

Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk dapat mengingat informasi, yaitu (1) Ambil keputusan untuk mengingat. Jika seseorang ingin belajar sesuatu, maka ia harus menentukan pilihan (keputusan) untuk mengingat atau tidak mengingatnya, (2) Ambil jeda secara teratur. Jika menginginkan menjaga kemampuan ingatan agar tetap tinggi, buatlah banyak awal dan akhir sesi belajar. Banyak orang merasa sulit untuk benar-benar berkonsentrasi lebih dari dua puluh menit sekali waktu. Jadi sering-seringlah berhenti dan ambil istirahat. Tingkat mengingat, Sesi yang panjang sesi dengan 3 jeda, (3) Buat daur ulang. Pengulangan adalah tahap penting dalam menciptakan ingatan jangka panjang. Contoh rencana mengulang yang efektif: (a) Pelajari bahannya, (b) Ulangi bahan setelah satu jam, (c) Ulangi lagi setelah sehari, (d) Ulangi lagi setelah seminggu, (e) Ulangi lagi setelah satu bulan, (f) Ulangi lagi setelah enam bulan. Setiap pengulangan sebaiknya dilakukan sebentar saja, yaitu sekitar tiga hingga empat menit dan hanya mengkaji catatan yang dibuat jangan seluruh buku. Pola pengulangan ini dapat menghasilkan perbaikan mengingat yang sangat pesat. Bahkan sebuah penelitian menunjukkan bahwa alih-alih melupakan 70% bahan pelajaran setelah 24 jam, maka akan dapat mengingat 80% setelah enam bulan dengan urutan pengulangan sederhana ini. Jadi hanya dengan menyisihkan 20-25 menit akan dapat meningkatkan daya ingat, (4) Ciptakan ingatan multi indrawi. Setiap manusia memiliki ingatan terpisah atas apa yang dilihat, didengar, diucapkan, dan dikerjakan. Karena itu, pengalaman multi indrawi akan memperluas potensi seseorang dalam mengingat. Maka pastikan bahwa ada pengalaman-pengalaman visual (lihat/pandang), auditori (dengar) dan kinestetik (gerak-laku), (5) Gunakan pencintraan untuk mengingat Untuk memperkuat citra dapat dengan menambahkan gerakan hal yang lucu dan aneh akan dapat teringat dengan baik, jadi gunakanlah citra yang kocak dan aneh. Detail dan gerakan adalah kunci menuju citra yang jelas dan karena mudah diingat, (6) Cobalah "konser mengulang" Musik membuat seseorang menjadi relaks dan belajar akan lebih mudah selagi rileks. Musik juga merangsang bagian emosional otak yang memuat unsur penting ingatan jangka panjang. Dengan musik memungkinkan seluruh otak terlibat dalam belajar. Ketika mendengarkan lagu, belahan otak kanan menangkap musiknya dan belahan otak kiri menangani liriknya, (7) Kilasan ingatan. Cara mengingat dengan teknik kilasan ingatan sangat efektif dan sederhana, yaitu: (a) Siapkan catatan dalam bentuk peta belajar atau daftar ringkas, (b) Pelajari dengan cermat selama satu atau dua menit, (c) Kesampingkan catatan tersebut, lalu buat peta belajar berdasarkan ingatan, (d) Bandingkan kedua peta belajar, akan terlihat ada yang terlewat, (e) Buat peta belajar atau catatan yang ketiga. Lalu bandingkan dengan peta belajar yang pertama, (8) Kartu pengingat. Beberapa subyek cukup ideal bagi kartu-kartu belajar, misalnya rumus-rumus ilmiah atau kata-kata asing. Gunakan kartu-kartu tersebut pada waktu santai untuk mengulang atau menguji diri sendiri. (9) Peta kilasan. Peta kilasan merupakan versi lanjut kartu pengingat. Yang perlu dilakukan hanya mengumpulkan semua peta belajar yang sudah dibuat dalam sebuah ring binder dengan lembar pemisah diantara topik-topik, (10) Ciptakan Mnemonik. Mnemonik merupakan alat bantu ingatan. Salah satu yang paling bermanfaat adalah akronim, (11) Biarkan mengendap dalam semalam Jika mengulang catatan disuatu topik beberapa saat sebelum bersiap tidur, pembelajaran akan memetik manfaat karena otak menggunakan tidur sebagai waktu untuk "mengarsipkan" informasi baru yang terlewat, (12) Memberi nomer hal-hal yang perlu diingat. Jika memberi nomer pokok-pokok, gagasan atau tindakan yang perlu diingat, maka akan secara otomatis akan tahu bila terlupa satu.

5) Ajukan sesuatu yang anda ketahui
Seseorang tidak dapat benar-benar yakin telah memahami yang telah dipelajari sampai ia mengujinya. Seseorang perlu menunjukkan bahwa dirinya tahu. Yang dimaksud menunjukkan disini adalah berusaha membagikan ilmu kepada orang lain. Saat membagikan ilmu kepada orang lain justru akan memperoleh ilmu yang lebih. Untuk mengetahui bahwa seseorang telah paham dengan apa yang dipelajarinya.

Teknik yang bisa dilakukan untuk menguji diri, yaitu: (1) Ujilah diri anda. Jika membuat pengujian diri sebagai bagian proses belajar yang otomatis, maka akan mampu memandang secara realistis kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat. Kesalahan menjadi umpan balik bermanfaat yang dapat mengukur kemajuan seseorang, memperbaiki bagian-bagian yang masih ragu atau tidak bisa. Kesalahan yang kemudian diperbaiki adalah tanda kemajuan. Kesalahan memberikan kesempatan untuk melihat hal yang perlu diperhatikan. Jadi lebih baik berkonsentrasi pada jenis kesalahan yang telah diperbuat bukan berapa banyak kesalahannya, (2) Terapkan apa yang telah dipelajari. Mempraktikkan apa yang dipelajari kepada teman atau sahabat. Jika seseorang bisa mengajarkan apa yang diketahuinya kepada orang lain, maka hal ini menunjukkan bahwa dirinya telah paham, (3) Gunakanlah. Penelitian menunjukkan bahwa jika suatu gagasan digunakan dalam 24 jam setelah dilihat atau di dengar, gagasan itu lebih mungkin digunakan secara permanen. Amati orang lain dan catat dengan seksama cara mereka menggunakan keterampilan yang sedang kita pelajari. Penelitian juga menunjukkan bahwa jika belajar lebih dari satu orang akan lebih mampu menggunakan keterampilan ini dalam beragam situasi, (4) Mencari Dukungan. Mencari dukungan dari orang lain, baik orang tua, atau teman belajar. Melalui cara ini akan didapatkan umpan balik langsung tentang ketepatan dan keefektifan cara belajar yang digunakan serta cara mempresentasikannya selain itu juga akan mendapat sudut pandang yang berbeda atas subyek yang dipelajari.

6) Introspeksi
Seseorang perlu merenungkan sebaik apa pembelajaran yang telah dikerjakan. Tujuannya adalah meningkatkan sesuatu yang tidak hanya diketahui, tetapi cara ia belajar yang baik. Dengan demikian, seseorang akan menjadi pembelajar yang semakin lama semakin baik dan dapat belajar lebih baik setiap saat.

Seseorang perlu merefleksikan pengalaman belajarnya, bukan hanya pada apa yang dipelajari, tetapi juga pada bagaimana mempelajarinya. Dalam langkah ini seseorang meneliti dan menguji cara belajarnya sendiri. Kemudian menyimpulkan teknik-teknik dan ide-ide yang terbaik untuk diri sendiri. Secara bertahap, seseorang akan dapat mengembangkan suatu pendekatan cara belajar yang paling sesuai dengan kemampuan dirinya. Langkah terakhir dalam rencana belajar ini adalah berhenti, kemudian merenungkan dan menanyakan pertanyaan berikut pada diri sendiri: bagaimana pembelajaran berlangsung ? Bagaimana pembelajaran dapat berjalan lebih baik ? dan apa makna pentingnya bagi saya ?

Mengkaji dan merenungkan kembali pengalaman belajar dapat membantu mengubah karang penghalang yang keras menjadi batu pijakan untuk melompat ke depan. Sekali bisa mempelajari kombinasi personal kecerdasan dan cara belajar yang disukai, maka potensi belajar akan terbuka lebar. Pemantauan diri, evaluasi diri dan intropeksi terus menerus adalah karakteristik kunci yang harus dimiliki pembelajar yang punya motivasi diri. Dengan refleksi seseorang akan dapat merenungkan hasil yang telah didapatkannya untuk dijadikan koreksi dan motivasi diri selanjutnya.

2. Prinsip-prinsip Model Pembelajaran “Kuasai”
Pembelajaran model “kuasai” dalam penerapan didasarkan pada prinsip-prinsip berikut:

1) Belajar bagaimana belajar (Learning how to learn) dan belajar bagaimana berpikir (learning how to think).
Prioritas utama bagi sebuah lembaga pendidikan pada masa sekarang ini seorang guru dituntut dengan kompetensi pedagogik adalah mengajarkan kepada anak didik bagaimana cara belajar dan bagaimana cara berpikir. Belajar bagaimana belajar menjadi begitu penting, karena ketika seseorang mempelajari cara belajar, maka orang tersebut tidak hanya bisa menghadapi teknologi baru dan perubahan, akan tetapi juga dapat menyambut baik kedatangannya. Selain itu, belajar bagaimana berpikir secara logis dan kreatif adalah satu hal yang sangat penting jika ingin dapat memecahkan masalah sosial dan personal secara efektif.

2) Belajar harus menyenangkan dan membangun rasa percaya diri.
Menjadikan proses belajar menjadi sesuatu yang menyenangkan adalah penting, karena belajar yang menyenangkan merupakan kunci utama bagi individu untuk memaksimalkan hasil yang akan diperoleh dalam proses belajar. Maka Colin Rose mengangkat hal ini dalam satu filosofi model “kuasai”. Syarat bagi pembelajaran yang efektif adalah dengan menghadirkan lingkungan "Seperti masa kanak-kanak, yang mendukung dan menggembirakan (bermain).

3) Pengetahuan harus disampaikan dengan pendekatan multi-sensori dan multi-model dengan menggunakan berbagai bentuk kecerdasan.
Dalam proses belajar mengajar di kelas, peneliti berhadapan dengan siswa yang berbeda-beda jenis kecerdasannya. Ada sebagian siswa yang membutuhkan penggambaran visual dan fisik dari konsep-konsep yang diajarkan, sebagian lainnya memerlukan gagasan-gagasan yang diungkapkan secara verbal. Demikian guru harus siap melibatkan berbagai jenis kecerdasan yang dibawa siswa ke dalam kelas.

Colin Rose membagi gaya belajar menjadi tiga, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Cara yang efektif dalam belajar yaitu menggunakan sebanyak mungkin kecerdasan secara praktis. Dengan cara inilah seseorang akan mengalami dan menghayati apa yang tengah dipelajari secara utuh. Guru tidak perlu untuk mengidentifikasi gaya belajar tiap siswa. Namun, guru mampu merancang berbagai macam aktivitas yang menggabungkan sebanyak mungkin jenis kecerdasan, dengan begitu guru membantu siswa secara otomatis mendapatkan lebih banyak dan rangsangan otak dalam proses belajarnya, sekaligus memberinya lebih banyak variasi dan kesenangan, serta mengembangkan dan memperkuat kecerdasan mereka.

4) Orang tua dan masyarakat umumnya harus terlibat sepenuhnya dalam pendidikan
Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Sekolah hanyalah membantu kelanjutan pendidikan dalam keluarga, sebab pendidikan yang pertama dan utama diperoleh anak dalam keluarga, maka memerlukan kerjasama yang baik antara keluarga dan sekolah (pendidik). Menurut Nasih Ulwan (Wardhani,2009:87) harus ada kerjasama antara rumah dan sekolah untuk membentuk kepribadian anak. Kerjasama ini tidak akan berjalan dengan sempurna kecuali dengan dua syarat pokok, yaitu: (1) arahan di rumah dan di sekolah hendaknya tidak bertentangan, (2) hendaknya saling membantu dan kerjasama itu bertujuan untuk menegakkan penyempurnaan dan keseimbangan dalam upaya membina pribadi yang berkualitas. Colin Rose juga berpendapat tentang pentingnya peranan orang tua dan masyarakat dalam pendidikan anak-anak. Orang tua adalah orang yang paling mengetahui anak-anaknya.

5) Sekolah harus menjadi ajang persiapan yang sebenarnya bagi kehidupan dunia nyata
Dilihat dari segi fungsi sosialnya, maka sekolah mempunyai beberapa fungsi yang harus diperankannya. Fungsi sekolah tersebut antara lain: (1) Mempersiapkan keterampilan dasar, (2) Memberikan keterampilan dasar, (3) Membuka kesempatan memperbaiki nasib, (4) Sekolah menyediakan tenaga pembangunan. Menurut Colin Rose. Sekolah memegang peranan penting untuk mempersiapkan para peserta didiknya dalam menghadapi kehidupan yang akan dijalani. Masa-masa sekolah harus mempersiapkan peserta didiknya untuk tantangan-tantangan yang pasti mereka hadapi ketika keluar dari sekolah, sehingga mendewasakan mereka menuju masyarakat yang membangun bangsa.

3. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran “Kuasai”
Kelebihan metode pembelajaran “kuasai” adalah sebagai berikut: (1) membantu siswa memotivasi diri untuk sukses dan percaya pada kemampuan sendiri, (2) membantu siswa dalam menangkap ide-ide pokok menyimpulkan, mendefinisikan, merumuskan dan berfikir faktual dari sebuah materi pelajaran sesuai dengan caranya sendiri, (3) meningkatkan daya ingat siswa dengan terbiasa memahami kata kunci dan merefleksikannya, (4) proses belajar mengajar menjadi aktif dan menyenangkan.

Kekurangannya adalah: (1) membutuhkan peneliti yang berdedikasi tinggi terhadap pembelajaran, karena sebelum mengajar harus mempersiapkan resume kata-kata kunci, (2) pembelajaran “kuasai” membutuhkan waktu yang lama dalam menyampaikan materi karena siswa diberi kebebasan merumuskan kateri menurut caranya sendiri dengan kata-kata kunci dan ingatan, (3) proses belajar mengajar mengalami kesulitan apabila siswa belum bisa memahami materi yang telah diajarkan.

Cara mengatasi kelemahan tersebut adalah: (1) peneliti harus mampu menjadi motivator untuk mengembangkan potensi siswanya, (2) peneliti harus memahami materi sebelum mengajar dan menyiapkan resume kata-kata kunci, (3) sebelum memulai pembelajaran diharapkan siswa sudah belajar terlebih dahulu, (4) menambah jam pelajaran agar siswa lebih memahami materi.

4. Model Pembelajaran “Kuasai” Dalam Mengefektifkan Daya Ingat
Model pembelajaran “kuasai” merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat dijadikan referensi bagi para pendidik ataupun peserta didik dalam mengefektifkan daya ingat. Model pembelajaran “kuasai” disini merupakan akronim dari enam tahapan pembelajaran, yaitu: (1) kerangka pikiran untuk sukses, (2) uraikan faktanya (3) apa maknanya (4) sentakkan ingatan anda (5) ajukan yang anda ketahui (6) introspeksi. Tahapan-tahapan pembelajaran tersebut dipercaya dapat mengefektifkan cara belajar, sehingga apabila cara belajar seseorang dapat dijalankan oleh dirinya dengan baik, sesuai dengan cara belajarnya, maka kegiatan bukan lagi menjadi sesuatu yang membosankan dan menjadi beban, melainkan belajar akan menjadi kegiatan yang menyenangkan sehingga informasi-informasi yang telah dipelajari akan dapat diterima dengan mudah oleh otak karena otak merasa tidak terbebani.

Bahasan tentang daya ingat maka perlu diketahui tentang tahapan-tahapan ingatan dalam bekerja, yaitu: (1) Ia mengenali sesuatu, (2) Kesan yang tertinggal di dalamnya, (3) ingatan itu tersimpan dalam kesan, (4) Ingatan itu dapat dipanggil jika telah tersimpan. Tahapan-tahapan ingatan dalam bekerja tersebut sangat penting peranannya dalam proses mengingat.

Tahapan yang pertama yaitu mengenali sesuatu, dalam mengenali sesuatu seseorang membutuhkan bantuan panca indera, panca indera membantu dalam mengenali sesuatu, kenangan yang tertinggal dalam benak atau pikiran. Pada saat seseorang mengenali sesuatu dengan satu atau dua indra yang bekerja bersamaan maka ia akan meninggalkan sebentuk kesan dalam ingatan. Kesan ini tersimpan dalam pikiran dan kita dapat memanggilnya kembali bila dibutuhkan. Seperti misalnya, ketika kita bertemu dengan kenalan baru disebuah pesta, orang tersebut mengenalkan diri. Lalu kita menatap orang tersebut dengan mata kita serta mendengar namanya dengan telinga kita, sehingga kita dapat mengetahuinya karena menggunakan dua indera tersebut. Kesan tentang orang itu tertinggal dalam bentuk ingatan, yang mana tersimpan di dalam pikiran. Inilah bagaimana ingatan bekerja.

Adapun beberapa hal yang biasanya didingat oleh seseorang adalah: (1) Informasi yang membantu kita untuk tetap hidup, (2) Sesuatu yang menarik minat kita, (3) Sesuatu yang berarti bagi kita, (4) Sesuatu yang kita latih, (5) Sesuatu yang kita hubungkan pada pembelajaran terdahulu, (6) Sesuatu yang kita simpan dan kodekan dengan teknik mengingat.

Model pembelajaran “kuasai” disini terdapat beberapa tahapan pembelajaran yang telah disebutkan sebelumnya. Pada masing-masing tahapan tersebut terdapat beberapa metode-metode yang dapat membantu seorang pembelajar atau pendidik dalam menerima informasi dengan mudah dan informasi tersebut dapat diingat untuk jangka waktu yang lama. Adapun beberapa metode tersebut adalah:

1. Kerangka pikiran untuk sukses
Beberapa metode yang dapat diterapkan pada saat tahapan ini adalah:
a) Fokus yang tenang. Salah satu cara agar dapat menjadi fokus dan tenang adalah memaksimalkan oksigen di dalam tubuh. Diketahui bahwa berat otak hanyalah 1,5 kg, sekitar 2% berat tubuh. Namun otak mengkonsumsi 20% asupan oksigen. Jadi sebelum setiap sesi belajar, pejamkan mata dan napas dalam-dalam selama satu atau dua menit.
Menurut Yusuf (2004:19) para ahli yang telah melakukan penelitian dalam rangka menciptakan cara yang efektif untuk meningkatkan kemampuan mengingat. Mereka akhirnya sampai pada tiga cara yang efektif yang bisa membantu dalam berkonsentrasi, dan menjauhkan seseorang dari perangkap lupa yang tidak diinginkan, yaitu: (1) Menarik nafas yang dalam dan panjang pada saat merekam pengetahuan atau informasi dalam ingatan, (2) Relaksasi dengan bantuan nafas yang dalam, (3) Penguatan yang mendalam. Ketiga cara ini merupakan cara yang paling mudah dalam pelaksanaannya, akan tetapi efektifitasnya sangat optimal. Ketiga cara efektif ini dapat dipergunakan secara bersama atau sendiri.

b) Menuliskan dan menetapkan tujuan. Ketika menuliskan tujuan, tulislah diatas kertas, sasaran akan terlihat lebih konkrit dan nyata. Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya seseorang akan lebih mudah mengingat sesuatu yang berarti bagi dirinya. Maka dalam menetapkan tujuan hendaknya disesuaikan dengan manfaat bagi dirinya.

2. Uraikan faktanya
Beberapa metode yang dapat diterapkan pada langkah yang kedua ini antara lain:
a) Belajar Multi Indrawi. Pengalaman multi-indrawi membantu seseorang membentuk ingatan yang awet. Jadi, jika ingin mengingat, sebaiknya lakukan apapun untuk memastikan adanya pengalaman visual, audition dan fisik dalam pembelajaran,

b) Pecahlah Informasi yang Panjang. Wacana tentang ingatan menunjukkan bahwa seseorang dapat mengingat informasi dalam ingatan jangka pendek. Jadi, inilah cara untuk memaparkan banyak informasi menjadi bentuk yang mudah diingat dengan cara: (1) buatlah catatan dalam bentuk peta belajar, (2) berikan judul setiap peta belajar dengan satu kata (3) Ciptakan akronim yang terdiri atas tujuh huruf atau kurang, yang memungkinkan untuk mengingat semua judul peta belajar.

3. Apa maknanya
Beberapa metode yang bisa diterapkan pada langkah yang ke tiga antara lain:
a) Mencoba mendengarkan lagu. Musik membantu untuk relaks dan belajar lebih mudah selagi rileks. Musik juga merangsang bagian emosional otak yang memuat unsur penting ingatan jangka panjang. Dan musik memungkinkan seluruh otak terlibat dalam belajar.

b) Memberi nomor pada hal-hal yang perlu diingat. Gagasan sederhana ini sangat bermanfaat. Jika memberi nomor pokokpokok, gagasan, atau tindakan yang perlu diingat, maka secara otomatis akan mengetahui jika ada yang terlupa.

4. Sentakkan ingatan
Beberapa metodenya antara lain:
a) Ambil jeda secara teratur. Setelah belajar selama 30 menit, maka perlu mengambil jeda. Jeda ini harus melepaskan seseorang sepenuhnya dari materi yang sedang dipelajari. Tidak perlu lama-lama, sediakan beberapa menit saja. Cobalah minum air putih setiap jeda, tubuh terbentuk lebih dari 70% air, dan segelas air dapat membuat seseorang menjadi awas.

b) Membuat daur ulang. Mengulang adalah tindakan penting yang perlu dilakukan agar ingatan bisa bertahan lama. Coba teknik berikut: (1) pelajari materinya, (2) ulangi materi tersebut setelah satu jam, (3) ulangi lagi setelah satu hari, (4) ulangi lagi setelah seminggu, (5) ulangi lagi setelah satu bulan, (6) ulangi lagi setelah enam bulan. Pola pengulangan ini dapat menghasilkan perbaikan ingatan yang sangat pesat. Bahkan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang melupakan 70% bahan pelajaran setelah 24 jam, akan tetapi seseorang dapat mengingat 80% setelah enam bulan dengan urutan pengulangan sederhana 20-25 menit, seseorang dapat meningkatkan daya ingat tiga kali lipat.

5. Ajukan yang anda ketahui
Beberapa metodenya antara lain:
a) Teman belajar. Carilah teman belajar-orang yang juga sedang mempelajari topik yang sedang dipelajari. Bicarakan informasi yang baru dengan rekan belajar. Teman belajar dapat saling mendukung saat menggali topik tersebut.

b) Gunakanlah. Penelitian menunjukkan bahwa jika suatu gagasan digunakan dalam 24 jam setelah dilihat atau didengar, gagasan itu lebih mungkin digunakan secara permanen. Jadi, jika ingin hal yang dipelajari itu lebih lama dalam mengingat, maka gunakanlah sesegera mungkin.

6. Introspeksi
Beberapa metodenya antara lain:
a) Rencana kemajuan pribadi. Pada rencana ini mengantisipasi kemungkinan munculnya kesulitan saat menggunakan informasi yang sudah dipelajari.

b) Memperluas zona nyaman. Seseorang akan mendapat sesuatu yang luar biasa ketika dia berusaha untuk keluar dari zona nyamannya. Dan hal tersebut akan menjadi ingatan sepanjang hayat.

Demikianlah beberapa metode dalam model pembelajaran KUASAI yang dapat mengefektifkan daya ingat. Daya ingat merupakan sesuatu yang penting bagi seorang pelajar. Oleh sebab itu banyak sekali orang yang berusaha untuk meningkatkan daya ingat mereka.

*) Dikirim oleh Nur Hadi, guru SDN 2 Bulungkulon, Jekulo, Kudus, Jateng.



SekolahDasar.Net | 7 September 2013
Ketik email Anda untuk:

KOMENTAR ANDA