10 Ide Mengisi Liburan Sekolah yang Murah dan Seru

10 Ide Mengisi Liburan Sekolah yang Murah dan Seru
Dimanapun anak-anak mengisi waktu liburannya dan apapun aktivitas yang dilakukannya, yang penting dia senang, semangat dan ceria.
Liburan sekolah telah tiba. Inilah waktu yang sangat ditunggu-ditunggu oleh anak-anak. Setelah setiap hari melakukan rutinitas belajar, saat libur sekolah mereka bebas bermain dan melakukan aktivitas yang disukainya. Tak jarang anak minta pergi berlibur ke luar kota atau ke tempat-tempat wisata yang mereka inginkan.

Masalahnya bagaimana jika kondisi keuangan tidak memungkinkan untuk memenuhi keinginan anak berlibur? Jangan khawatir, untuk mengisi liburan anak-anak tidak harus membutuhkan banyak uang. Waktu liburan bisa diisi dengan kegiatan seru dan menarik sehingga waktu libur sekolah yang panjang tidak membosankan bagi anak.

Berikut ini adalah tempat liburan yang murah namun bernilai edukasi. Selain itu, beberapa aktivitas juga bisa menjadi alternatif yang menyenangkan untuk dilakukan bersama anak saat liburan:

1. Rekreasi ke pantai

Destinasi wisata yang yang bisa menjadi opsi untuk mengisi liburan sekolah bersama anak adalah dengan berlibur ke pantai di kota Anda. Biarkan anak melihat betapa indanhnya laut yang disertai hembusan angin sepoi-sepoi ditambah dengan ombak yang saling berkejaran. Untuk menambah kegembiraan, ajak anak untuk membuat istana pasir. Biarkan anak berkreasi agar daya imajinasi dan kreativitasnya berkembang.

2. Berlibur ke kebun binatang

Anak bisa menikmati liburan sekaligus mempelajari jenis-jenis binatang yang selama ini mereka pelajari di bangku sekolah. Anak bisa mengamati segala hal tentang binatang. Misalnya bagaimana mereka makan, tidur dan berkembang biak. Selain itu anak bisa mendapatkan penjelasan tentang segala hal yang berkaitan dengan binatang tersebut dari petugas atau tour guide. Dengan demikian anak akan merasakan liburan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat.

3. Berkunjung ke museum

Salah satu tempat liburan yang bernilai edukasi adalah museum. Dengan mengunjungi museum anak bisa mempelajari benda-benda bersejarah dan peristiwa sejarah yang menyertainya. Anak bisa memperoleh informasi yang berkaitan dengan benda-benda bersejarah yang terdapat di museum. Sehingga pengetahuan anak akan bertambah. Hal ini juga dapat menumbuhkan rasa nasionalisme pada diri anak.

4. Pergi ke perpustakaan

Di era digital saat ini, minat membaca anak semakin minim saja. Memilih mengisi liburan dengan pergi ke perpustakaan, bisa menjadi pilihan cerdas bagi Anda sebagai orang tua. Biarkan anak memilih dan membaca buku-buku yang disukainya. Sehingga minat membaca anak akan semakin tumbuh. Pengetahuan anak pun akan bertambah.

5. Silahturahmi ke rumah anggota keluarga/kerabat

Mengunjungi rumah kerabat atau anggota keluarga merupakan pilihan bijak dalam mengisi liburan anak. Misalnya dengan mengunjungi rumah orangtua Anda yang berarti adalah kakek nenek dari anak Anda. Menginaplah untuk beberapa hari. Biarkan anak Anda dan kakek neneknya menjalin kedekatan. Atau kunjungi kerabat lain sekedar bersilaturahmi.

Hal ini mengajarkan kepada anak bahwa, sebagai kerabat atau anggota keluarga semuanya harus saling memperdulikan satu sama lain. Kondisi ini juga akan memperkuat ikatan tali silahturahmi antara sesama anggota keluarga. Selain itu anak juga akan belajar bagaimana menghargai dan menghormati orang yang lebih tua, menghargai saudara dan kerabat.

6. Kerja bakti di rumah

Meski liburan sekolah hanya di rumah buan berarti anak Anda akan berdiam diri atau tidur seharia. Ajak anak-anak untuk membersihkan rumah dan halaman. Selain bermanfaat, terdapat nilai-nilai positif yang bisa anak petik dari kegiatan kerja bakti, yakni anak akan belajar bagaimana melakukan kerjasama dan gotong-royong agar pekerjaan cepat terselesaikan. Tubuh pun akan lebih sehat karena aktif bergerak.

7. Memasak bersama anak

Aktivitas lain yang bisa Anda dan anak lakukan di rumah untuk mengisi liburan adalah aktivitas di dapur. Anda bisa memasak makanan kesukaan anak. Berikan kesempatan pada anak Anda untuk ikut terlibat dalam setiap proses memasak tersebut. Hal tersebut bertujuan supaya anak memahami bahwa untuk mendapatkan sesuatu, butuh sebuah proses dan usaha. Selain itu, anak bisa merasakan sendiri hasil masakan yang dibuatnya.

8. Berkebun

Liburan sekolah dengan kegiatan berkebun adalah hal yang sangat menyenangkan. Karena itu tidak ada salahnya mengisi waktu liburan dengan melakukan kegiatan berkebun bersama anak. Misalnya saja menanam sayur, buah-buahan dan lain sebagainya. Ajarkan anak untuk membersihkan kebun, membuang rumput-rumput liar dan menyiram pohon.

9. Berkemah di halaman rumah

Jika tidak memungkinkan mengajak anak ke gunung, bukit, atau tempat berkemah lainnya saat liburan sekolah, Anda bisa mendirikan tenda di di halaman rumah. Hal ini akan memberikan pengalaman yang mengasyikkan untuk anak, seperti tidur di luar pada malam hari, merasakan sensasi berkemah, dan juga berinteraksi dengan alam.

10. Berkreasi dengan tips Do It by Your Self (DIY)

Coba ajak anak membuat barang-barang sederhana dari benda-benda di rumah. Misalnya ajak anak membuat kreasi bingkai foto dari kardus bekas, membuat pot bunga dari botol-botol bekas, dan lain-lain. Mengerjakan DIY juga bisa mengasah keterampilan dan kreativitasnya. Anda bisa menemukan banyak sekali tips DIY di majalah, televisi atau internet.

Mengisi liburan sekolah tidak berarti harus mengeluarkan banyak biaya. Dimanapun anak-anak mengisi waktu liburannya dan apapun aktivitas yang dilakukannya, yang penting dia senang, semangat dan ceria. Sehingga usai liburan ia akan lebih berenergi dan semangat kembali ke sekolah.

Baca Selengkapnya

Hasil Akreditasi Menunjukkan Kualitas Guru di Bawah Rata-rata

Hasil Akreditasi Menunjukkan Kualitas Guru di Bawah Rata-rata
Nilai standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) atau guru masih di bawah nilai rata-rata standar lainnya.
Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) menyatakan kualitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) atau guru harus menjadi perhatian khusus. Selain itu, sarana dan prasarana pendidikan kualitasnya juga masih rendah. Rekomendasi hasil analisis akreditasi sekolah dan madrasah ini akan disampaikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Berdasarkan hasil analisis akreditasi sekolah dan madrasah yang dilakukan BAN-S/M di tahun 2018 diketahui, nilai standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) dan standar sarana prasarana pendidikan masih di bawah nilai rata-rata standar lainnya. Nilai tersebut merujuk pada tingkat pemenuhan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Hasil pada satuan pendidikan jenjang SD dan MI misalnya, rata-rata nilai standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) serta sarana prasarana masih di bawah nilai rata-rata standar lainnya. Baik untuk sekolah dengan kategori sasaran baru maupun reakreditasi. Contoh, untuk jenjang SD pada sasaran baru, capaian pemenuhan standar PTK sebesar 71,7 dan sarpras sebesar 69,7.

Ketua BAN-S/M, Toni Toharudin berharap, hasil akreditasi sekolah menjadi bagian penting dari pelaksanaan sistem zonasi pendidikan. Sehingga hasil yang diharapkan dari sistem zonasi akan tercapai, di sisi lain juga berdampak pada meningkatnya nilai akreditasi sekolah dan madrasah.

"Karena tujuan zonasi itu ingin mempercepat pemerataan pendidikan yang bermutu," kata Toni yang SekolahDasar.Net kutip dari Medcom (15/12/18).

Baca juga: Kemendibud Gunakan Zonasi untuk Menata Guru

Realisasi jumlah sekolah/madrasah yang diakreditasi dan telah ditetapkan sampai tanggal 10 Desember 2018 sebanyak 51.979 Sekolah dan Madrasah dari kuota 54.000 yang ada. Dari jumlah sekolah/madrasah yang telah diakreditasi, 17.695 (34.04%) merupakan kategori sekolah/madrasah sasaran baru dan 34.284 (65.96%) sekolah/madrasah kategori reakreditasi.

Toni menyebutkan, pada jenjang SD/MI peringkat A sebesar 19,77%, B sebesar 61,62%, C 16,03%, dan Tidak Terakreditasi (TT) sebesar 2,58% dari 35,903 sekolah/madrasah yang diakreditasi. Pada jenjang SMP/MTs perolehan peringkat A sebesar 20,85%, B sebesar 40,49%, C sebesar 32,20%, dan TT sebesar 6,46% dari 10,022 sekolah/madrasah yang diakreditasi.

Tahun ini BAN-S/M melaksanakan akreditasi sekolah/madrasah dengan menetapkan kebijakan prioritas, yakni pada sekolah dan madrasah sasaran baru dan Tidak Terakreditasi (TT). Kedua, sekolah dan madrasah reakreditasi dengan status kedaluwarsa dua tahun atau lebih, dan sekolah/madrasah reakreditasi dengan status kedaluwarsa satu tahun.

Baca Selengkapnya

Lakukan 7 Hal Ini Demi Membuat Anak Jadi Cerdas

Lakukan 7 Hal Ini Demi Membuat Anak Jadi Cerdas
Cara membuat anak jadi cerdas terletak pada sikap dan didikan orang tuanya.
Sebuah penelitian dari Universitas Queensland, Australia, pada tahun 2013 mengatakan bahwa 20 hingga 40 persen dari kecerdasan anak adalah faktor genetik. Hal tersebut bukan berarti membuat orang tua tidak mencari cara membuat anak jadi cerdas, karena faktor yang dominan membentuk kecerdasan anak yaitu dari cara orang tua membesarkan dan mendidik mereka.

Salah satu impian setiap orang tua yaitu memiliki anak yang cerdas dan pintar. Untuk mencapai impian tersebut, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini:

1. Ajarkan kedisiplinan sejak dini

Menurut para pakar, kunci kesuksesan terletak pada kedisiplinannya dan bukan pada IQ yang tinggi. Itu artinya, Anak yang diajarkan kedisiplinan sejak dini akan berpeluang menjadi orang sukses di masa yang akan datang. Dari sifat disiplin tersebut akan muncul kecerdasan secara alami. Itulah pentingnya setiap orang tua mengajarkan kedisiplinan pada anak sejak dini.

2. Kenalkan anak pada temannya yang cerdas

Salah satu yang dapat membentuk kecerdasan pada anak yaitu pengaruh pergaulan dan lingkungan. Yang harus Anda lakukan adalah mencarikan dan mengenalkan kepada teman-teman sebayanya yang cerdas. Sehingga anak Anda akan ikut pada kebiasaan positif temannya yang membuat ia menjadi sama-sama cerdas.

3. Berikan waktu bermain

Kecerdasan anak bisa terbentuk secara alami ketika ia bermain. Kretivitasnya akan lebih berkembang ketimbang Anda membatasi waktu bermain pada anak. Yang terpenting adalah orang tua selalu memperhatikan aktivitas bermain anak agar tidak membahayakan keselamatan dirinya.

4. Program belajar secara rutin

Cara membuat anak jadi cerdas selanjutnya adalah menghadirkan program belajar di rumah secara rutin. Jangan memaksa anak untuk belajar, tetapi lakukan dengan cara pendekatan secara halus agar anak nyaman dan senang ketika Anda mengajaknya belajar di rumah. Salah satu cara mengajak anak belajar yaitu dengan metode belajar sambil bermain.

5. Perhatikan pola tidur anak

Tidur yang cukup bagi anak sangat membantu meningkatkan daya ingat lebih lama. Pasalnya, kurang tidur 1 jam saja dari waktu normal dapat membuat kemampuan otak anak berkurang 2 tahun dari umurnya. Jadi, pastikan anak Anda agar pola tidurnya cukup.

6. Berikan pelajaran lewat musik

Sebuah riset menunjukan bahwa anak yang menerima pelajaran melalui musik akan jauh lebih cepat peningkatan IQ-nya dibandingkan dengan mereka yang tidak mempelajari musik. Bahkan, belajar dengan alunan musik akan membuat anak lebih rileks dan menyenangkan.

7. Ajarkan kebiasaan membaca

Membaca dapat meningkatkan kemampuan otak untuk mengingat sesuatu yang dilihat dan dibacanya. Ajarkan pada anak dengan berbagai cara apapun agar kebiasaan membaca menjadi hobi yang disenanginya.

Baca juga: Tanda-tanda Anak Ber-IQ Tinggi Sesuai Tahapan Umurnya

Ketujuh cara membuat anak jadi cerdas tersebut, dapat Anda terapkan sekarang juga. Lebih baik dimulai dari anak usia dini yaitu sekitar 2 tahun ke atas.

Baca Selengkapnya

Jadwal Pendaftaran Calon PPPK Formasi Guru

Jadwal Pendaftaran Calon PPPK Formasi Guru
 Ada 150.669 guru honorer yang akan direkrut menjadi PPPK.
Pemerintah akan membuka pendaftaran calon PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) pada Februari 2019. Salah satu formasi yang akan dibuka adalah guru. Hal ini dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam rapat kerja gabungan Komisi X DPR RI dengan empat kementerian(12/12).

"Sesuai pembicaraan dengan MenPAN-RB, disepakati untuk rekrutmen calon PPPK dari guru honorer adalah Februari. Mudah-mudahan ini bisa terlaksana," kata Mendikbud yang SekolahDasar.Net kutip dari JPNN (13/12/18).

Sesuai kesepakatan dengan DPR, ada 150.669 guru honorer kategori 2 (K2) yang akan direkrut menjadi PPPK. Namun, mengingat ada yang belum memiliki ijazah S1, maka 74.794 guru belum bisa diangkat tahun depan. Mendikbud menjamin, 74.794 guru honorer K2 yang sudah masuk data base itu akan diproses pengangkatannya begitu syarat S1 sudah terpenuhi.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI Djoko Udjianto mengatakan proses pengangkatannya dilakukan sebelum Maret 2019. Untuk tahap awal yang diangkat duluan adalah guru honorer K2 dengan kualifikasi S1. Juga guru honorer yang tidak lolos dalam tes CPNS 2018.

"Yang tidak lolos CPNS 2018 bisa mengikuti seleksi PPPK," kata Joko saat memimpin raker gabungan antara Kemendikbud, KemenPAN-RB, Kemenkeu, dan Kemendagri.

Baca juga: 5 Usulan PGRI Pada Presiden Terkait Guru Honorer

Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Setiawan Wangsaatmadja membenarkan rencana rekrutmen calon PPPK digelar antara Februari-Maret 2019. Saat ini pihaknya tengah menunggu pertimbangan teknis Kementerian Keuangan terkait anggaran dan jumlah formasi jabatan yang disiapkan.

"Masih dibahas terus. Yang pasti untuk tenaga guru dan kesehatan akan dibuka. Sedangkan formasi jabatan lain masih dibahas," kata Iwan.

PPPK akan memiliki kewajiban dan hak keuangan yang sama dengan ASN yang berstatus sebagai PNS dalam pangkat dan jabatan yang setara. Hanya saja, PPPK tak akan mendapatkan pensiun layaknya PNS.

Baca Selengkapnya

Tidak Boleh Lagi Ada Moratorium Penerimaan Guru

Tidak Boleh Lagi Ada Moratorium Penerimaan Guru
Sekali dimoratorium, dampaknya luar biasa. Guru memiliki peran sangat penting.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyatakan saat ini masih ada 736 ribu guru honorer di Indonesia. Dengan pola pengangkatan guru melalui Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dibagi 2 yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tidak boleh lagi ada moratorium penerimaan guru.

“Kita berharap tahun depan sudah ada PPPK guru. Perlu diingat bahwa tidak boleh lagi ada moratorium guru karena setiap tahun harus mengangkat guru mengganti yang pensiun, menambah jumlah kapasitas karena ada sekolah baru, ruang kelas baru, peserta didik baru, serta ada guru meninggal dunia maupun mengundurkan diri,” terang Mendikbud.

Ditambahkan, sebenarnya guru honorer adalah guru pengganti pensiun. Akan tetapi guru pensiun tidak pernah diganti karena ada moratorium sehingga tidak boleh mengangkat guru. Akhirnya kepala sekolah memutuskan mengangkat guru honorer dengan gaji dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Padahal BOS untuk operasional sekolah, bukan untuk gaji guru.

Perlu Keppres Melarang Moratorium Rekrutmen Guru

Mantan Rektor Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) itu mengatakan, perlu ada keputusan presiden (Keppres) yang mengatur tentang penggantian guru PNS. Selama ini tidak ada pengaturan jelas sehingga jumlah kebutuhan guru dalam 10 tahun terakhir meningkat. Karena itu, dia berharap jangan ada lagi moratorium rekrutmen guru PNS.

Sekali dimoratorium, dampaknya luar biasa. Guru memiliki peran sangat penting. Ketika kebutuhan guru tidak terjaga akan berdampak luas pada proses belajar mengajar. Dengan desentralisasi, pemerintah pusat tidak memiliki banyak kekuatan melakukan penataan guru. Itu sebabnya, Kemendikbud butuh penguatan kewenangan dalam melakukan tata kelola guru dalam bentuk Keppres.

Baca juga: Kemendibud Gunakan Zonasi untuk Menata Guru

"Keppres sangat dibutuhkan untuk mengatur masalah pendidikan terutama guru. Kalau 70 persen urusan guru bisa dituntaskan, maka selesai masalah pendidikan. Karena pendidikan di Indonesia itu sangat tergantung pada guru," kata Mendikbud Muhadjir yang SekolahDasar.Net kutip dari JPNN (13/12/18).

Dia menambahkan, tata kelola guru akan lebih mudah bila urusan distribusi, mutasi, diserahkan ke pusat. Sedangkan pengelolaan anggaran (gaji guru dan lainnya) biarkan diurus daerah.

Perlunya Keppres yang melarang moratorium rekrutmen guru juga didukung Ketum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Unifah Rosyidi. Menurutnya, desentralisasi mengurangi power Kemendikbud dalam penataan guru. Pemerataan guru jadi sulit karena ada ego sektoral daerah.

"Masalah guru ada pada distribusi. Kalau redistribusi guru jalan, tidak akan ada daerah yang kelebihan maupun kekurangan," kata Unifah.

Baca Selengkapnya

Bermain Sambil Belajar Untuk Membentuk Bakat dan Minat Anak

Memberikan kebebasan bermain pada peserta didik.
Anak pada usia kelas bawah pada dasarnya adalah kelas bermain namun dari kegiatan bermain inilah mereka mulai menumbuhkan bakat mereka yang sesungguhnya. Jika demikian maka sangatlah penting bagi para Pendidik dalam mengamati bakat dan minat mereka sehingga dapat memotivasi Peserta didik tersebut agar mengembangkan bakatnya.

Untuk mencapai harapan Pendidik dalam menggalang bakat peserta didik maka Pendidik seyogyanya memahami awal pertumbuhan bakat peserta didik. Jika tidak demikian maka pada kelas atas peserta didik akan dilema sehingga tidak maksimal dalam menata bakat dan minatnya.

Ada beberapa langkah yang dapat menjadi pengalaman sederhana yang dapat membantu Pendidik di kelas rendah untuk mengetahui proses pembentukan bakat dan minat bagi peserta didik, langkah-langkah sederhana tersebut antara lain:

1. Memberikan kebebasan bermain pada peserta didik untuk menemukan pilihan peserta didik terhadap bidang yang diminatinya. Dalam tahap ini Pendidik membiarkan peserta didik bermain bebas sesuai kesukaannya. Sementara itu Pendidik dapat melakukan pengamatan secara terpisah tanpa memberi komentar atau pun percakapan dengan peserta didik yang diamati.

2. Langkah berikutnya adalah Pendidik membuat analisa sederhana untuk menetapkan menetapkan konsep awal bakat dan minat peserta didik yang telah diamati. Selanjutnya Pendidik dapat mengelompokkan Peserta didik menurut minat dan bakat yang dimainkan pada tahap pengenalan tadi.

3. Selanjutnya pada tahap ini peserta didik dikelompokan berdasarkan bakat dan minat yang sama lalu mereka diarahkan kembali pada sejumlah pilihan yang sama seperti pada tahap pertama di atas agar mereka sekali lagi dibiarkan bermain bebas,jika peserta didik masih tetap memilih bidang yang sama pada tahap ini maka itu berarti Peserta didik tersebut sudah pasti menemukan bakat awalnya.

4. Mulailah menuntun peserta didik berdasarkan hasil pengamatan ke dua ini sebab peserta didik telah menunjukkan bakat awalnya .Untuk itu pada tahap ini Pendidik harus menyediakan sarana belajar yang lengkap berdasarkan minat dan bakat yang telah ditemukan pada peserta didik.

5. Berikan berbagai konsep dan teori sebagai dukungan untuk meyakinkan peserta didik agar terus menekuni bakat dan minat yang disukainya.

Inilah beberapa langkah yang dapat dimanfaatkan Pendidik untuk menemukan bakat dan minat pada peserta didik di kelas bawah.

*) Ditulis oleh Paulus Pobas, Guru non PNS pada SMA Kristen 1 SoE, Kab.Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

Baca Selengkapnya