» » » » Anak Sering Bermain dengan Orangtua Akan Tumbuh Cerdas

Anak Sering Bermain dengan Orangtua Akan Tumbuh Cerdas

Anak yang Sering Bermain dengan Orangtua Akan Tumbuh Cerdas
Cara ampuh membesarkan anak agar cerdas adalah orangtua harus lebih sering menghabiskan waktu bermain dengan anak.
Setiap orangtua pasti menginginkan anak mereka tumbuh cerdas. Salah satu cara ampuh dalam membesarkan anak agar cerdas dan berperilaku baik adalah orangtua harus lebih sering menghabiskan waktu bermain dengan anak. Komunikasi dua arah yang baik antar orangtua dan anak, memberikan keuntungan pada otak mereka untuk berkembang dan terbentuk sehat serta sempurna.

"Jika Anda ingin memiliki anak yang antusias dalam mempelajari banyak hal di sekeliling mereka, dan dapat membangun hubungan yang baik dengan teman-teman sebayanya, maka orangtua harus membantu anak untuk meningkatkan level dopamine pada otak mereka," kata Margot Sunderland, Psychotherapist, Child Mental Health, London, Inggris yang SekolahDasar.Net lansir dari Kompas (25/09).

Dopamine adalah senyawa transmisi saraf yang berperan penting dalam menimbulkan perasaan senang atau nyaman. Lalu, menurut Sunderland, dopamine pelepasan hormon dopamine semakin optimal saat anak merasa bahagia dan senang saat mampu memecahkan atau menemukan jawaban dari sebuah persoalan. Pada kondisi tersebut kualitas otak terus meningkat.

Aktivitas yang disinyalir mampu menstimulasi rasa penasaran dan kritis pada anak adalah permainan yang membutuhkan gerakan fisik antara anak dan orangtua. Menurut penulis buku The Science of Parenting tersebut hubungan yang baik antara orangtua dan anak membentuk sifat berani bertanya pada anak.

Baca juga: Berikan Anak Mainan Sungguhan Bukan Gadget

"Saat bermain dengan anak, orangtua harus memperlihatkan dukungan. Jadi, bila sedang main lompat tali, orangtua jangan ragu untuk berteriak ‘Wow lompatanmu tinggi sekali, nak’. Seruan yang demikian membuat produksi dopamine pada otak anak semakin aktif. Sebaliknya, jika orangtua diam saja, maka level dopamine pada otak anak terus menurun," jelas Sutherland.



SekolahDasar.Net | 25 September 2016
Ketik email Anda untuk:

KOMENTAR ANDA