» » » » Kriteria Sekolah yang Akan Menerapkan Full Day School

Kriteria Sekolah yang Akan Menerapkan Full Day School

Diantaranya meliputi keberagaman sekolah-sekolah di Indonesia dan harus mewakili sekolah dari aspek geografis
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menerapkan full day school (FDS) secara nasional dengan sistem piloting (percontohan). Proyek percontohan full day school ini diterapkan mulai tahun pelajaran 2017/2018. Untuk pemanasan piloting full day school akan dimulai semester genap tahun pelajaran 2016/2017.

Untuk merealisasikan rencana piloting full day school itu Arie mengatakan Kemendikbud telah melakukan serangkaian kegiatan. Di antaranya adalah konsultasi publik. Kemudian menghimpun praktik baik dari sekolah-sekolah yang telah menerapkan full day school.

"Yang tidak kalah penting, Kemendikbud mengkaji penentuan kriteria sekolah sasaran piloting FDS itu," kata Staf Ahli Mendikbud Bidang Pendidikan Karakter Arie Budiman yang SekolaDasar.Net kutip dari JPNN (21/09/16).

Meskipun belum menetapkan unit sekolah yang menjadi sasaran piloting, Arie sudah memiliki kisi-kisi kriterianya. Diantaranya meliputi keberagaman sekolah-sekolah di Indonesia dan harus mewakili sekolah dari aspek geografis. Yakni harus mewakili sekolah perkotaan, pinggiran, dan di desa-desa pelosok.

Kemudian percontohan full day school ini juga mempertimbangkan aspek inisiatif atau permintaan dari sekolah atau pemerintah daerah (pemda). Pertimbangan berikutnya adalah sekolah pelaksana Kurikulum 2013, aspek akreditasi, serta mewakili sekolah negeri dan swasta.

Baca juga: Presiden Restui Full Day School

Terpisah Presiden Joko Widodo sudah mengeluarkan sinyal persetujuan untuk menerapkan sistem full day school. Hanya, sistem ini tidak akan langsung diterapkan ke semua sekolah se-Indonesia. Menurutnya, Pemerintah baru akan ujicoba di beberapa tempat.

Diharapkan dengan adanya full day school, nilai-nilai khas Indonesia bisa ditanamkan sejak dini. Terutama, untuk usia TK, SD, dan SMP. Tidak seperti saat ini, di mana nilai-nilai etika mulai luntur. Contoh sederhana ada di media sosial, yang dijadikan ajang saling hujat dan ejek.



SekolahDasar.Net | 21 September 2016
Ketik email Anda untuk:

KOMENTAR ANDA