Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Alasan Ilmiah Mengapa Masa Kecil Itu Lebih Bahagia

Alasan Ilmiah Mengapa Masa Kecil Itu Lebih Bahagia
Alasan mengapa masa kecil itu lebih bahagia, antara lain karena orang tua memprioritaskan anak kecil lebih utama dibanding yang lain.

Menurut riset tim Johns Hopkins University yang dilansir dari KOMPAS, masa kecil anak didominasi kebersamaannya bersama kedua orang tua. Karena itu, jika ada yang bertanya, mengapa masa kecil itu lebih bahagia? Jawabannya karena anak masih ada ketergantungan dengan ayah dan ibunya.

Itu adalah jawaban secara umum. Sedangkan secara khusus, para peneliti di dalam tim ini, merilis 6 alasan masa kecil adalah masa yang dipenuhi dengan kebahagiaan. Ini dia alasan-alasan tersebut:

1. Memiliki Tempat Mengadu

Alasan pengalaman masa kecil bahagia adalah anak memiliki tempat mengadu. Seperti ketika dipukul temannya, kehabisan uang jajan, ingin memiliki mainan seperti milik orang lain, dll. Semuanya tinggal diadukan saja kepada kedua orang tua.

2. Mempunyai Keluarga Sebagai Penolong

Masa sulit sudah muncul ketika anak masih kecil. Sekalipun jenis kesulitannya tidak seperti orang dewasa. Contohnya adalah layang-layang nyangkut di pohon, ingin makan buah mangga tetapi pohonnya tinggi, tidak bisa menghidupkan mainan dan sebagainya.

Dalam situasi ini anak tidak perlu repot menyelesaikan sendiri kesulitannya. Karena kedua orang tuanya siap menolong mereka. Tentu, ini yang membuat pengalaman masa kecil lebih bahagia dibandingkan masa dewasa.

3. Selalu Diikutsertakan Dalam Kegiatan

Alasan mengapa masa kecil itu lebih bahagia yang ketiga adalah karena anak selalu diikutsertakan dalam kegiatan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Seperti menghadiri kondangan, acara ulang tahun, menonton film, rekreasi dan banyak lagi yang lainnya.

Tentunya anak tidak hanya ikut dalam kegiatan tersebut, tetapi juga mendapatkan fasilitas yang menyenangkan di sana. Seperti mendapat kue ulang tahun, bisa bermain pasir di pantai, bisa makan-makan enak di acara pernikahan dan selainnya.

4. Selalu Merasa Diperhatikan

Ketika anak masih kecil, tentu perhatian orang tua terhadapnya lebih besar dibandingkan kepada anak yang sudah dewasa. Salah satu bentuk perhatian yang membahagiakan adalah semua permintaan anak pasti terpenuhi.

Seperti minta dibelikan mainan baru, baju yang unik, buku komik yang disukai dan masih banyak lagi bentuk perhatian orang tua kepada anaknya. Intinya adalah masa kecil bahagia karena semua keinginan anak dikabulkan.

5. Selalu Merasa Aman

Yang kelima ini terkait dengan pembelaan kedua orang tuanya ketika anak terlibat masalah. Seperti memecahkan kaca tetangga, maka orang tua yang menggantinya. Saat berkelahi dengan teman, sekalipun tidak bagus, terkadang orang tua melakukan pembelaan kepada anaknya.

Selain itu, ketika anak masih kecil, penjagaan kedua orang tuanya lebih ketat. Bahkan kemana pun dia pergi, orang tua pasti mengikutinya. Ini yang menjadi alasan mengapa lebih enak jadi anak kecil dibandingkan remaja dan dewasa.

6. Menjadi Prioritas di Dalam Keluarga

Tidak dimungkiri, anak yang paling kecil akan menjadi prioritas kedua orang tuanya dibandingkan anak yang sudah remaja atau dewasa. Ini juga terkait dengan kebutuhan primer anak seperti makan dan pakaian.

Jika kedua anak ingin makan makanan yang enak, tentu yang diprioritaskan terlebih dahulu adalah anak yang terkecil. Begitu juga ketika orang tua memiliki cukup uang untuk membeli busana yang bagus, maka anak terkecil yang akan mendapatkan baju atau celana tersebut dibandingkan anak yang lebih tua.

Salah satu penyebab anak menjadi manja, adalah masa kecil yang penuh kebahagiaan dan nyaris tiada tanggung jawab. Hal ini memang tidak terlalu bagus, tetapi menurut ahli itu adalah fakta dan menjadi alasan mengapa masa kecil itu lebih bahagia dibandingkan masa-masa yang lainnya.

Berlangganan via Email