» » » » Tak Perlu Risau, Guru Akan Tetap Terima TPG

Tak Perlu Risau, Guru Akan Tetap Terima TPG

Tak Perlu Risau, Guru Akan Tetap Terima TPG
Para guru penerima TPG tak perlu risau sebab jumlah TPG mereka akan tetap dibayar sesuai dengan aturan yang ada.
Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata mengatakan guru tidak perlu risau dengan pemotongan anggaran tunjangan profesi guru (TPG). Dia menegaskan pengurangan anggaran senilai Rp 23,353 Triliun (T) sebagaimana diutarakan Menteri Keuangan tidak akan mengurangi hak guru penerima TPG.

"Tidak akan berkurang haknya. Ini hanya mengurangi alokasi dana untuk optimalisasi dana di pemda karena anggarannya tetap sama," kata Pranata yang SekolahDasar.Net kutip dari JPNN (30/08/16).

Menurutnya, TPG tahun ini dibayar sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Dana sebesar Rp 23,353 Triliun TPG ini dipotong oleh Kementerian Keuangan lantaran temuan over budget pada anggaran tersebut. Over budget ini disebabkan keterlambatan daerah melaporkan sisa anggaran TPG mereka.

Baca: Pengurangan Anggaran Tunjangan Guru Usulan Kemdikbud

Sebagai informasi, perencanaan anggaran untuk tahun 2016 ditentukan tahun lalu. Dalam perhitungan TPG tahun 2016 tersebut, Kemendikbud sudah merinci jumlah kebutuhan pembayaran TPG tahun ini dengan memperhatikan jumlah guru, kenaikan gaji hingga buffer yang ada.

Dana transfer daerah untuk TPG dalam 1 tahun sebesar Rp 68,807 T dan dana cadangan Rp 2,212 T. Sehingga total menjadi Rp 71,020 T. Dana tersebut untuk pembayaran untuk Guru PNSD Pemilik sertifikat pendidik sebanyak 1.374.718 orang.

”Perhitungan ini belum termasuk perhitungan dana SILPA 2015 dan tahun sebelumnya (yaitu kelebihan anggaran di pemda akibat adanya pensiun, pindah kerja, dan lainnya) karena belum ada hasil audit dan rekonsiliasi” kata Pranata.

Hasil rekonsiliasi antara Kemdikbud, Kemenkeu, dan pemerintah daerah, diperoleh SILPA 2015 sebesar Rp 19,677 T. Kelebihan anggaran tersebut, kemudian ditambah dengan beberapa SK guru yang tidak bisa keluar sehingga TPG tidak dikeluarkan tahun ini.

Ternyata sekitar 10 persen dari 1,3 juta guru tidak bisa keluar SK pencairannya. Alasannya beragam, mulai dari sudah naik jabatan, tak lagi jadi PNS, promosi, tidak memenuhi beban mengajar 24 jam, tidak linier dengan sertifikat pendidiknya hingga meninggal dunia.

”Sehingga kalau dijumlah keseluruhan mencapai Rp 23,3 T tersebut,” kata Pranata.

Pihaknya mengimbau para guru penerima TPG tak perlu risau. Sebab, jumlah TPG mereka akan tetap dibayar sesuai dengan aturan yang ada. Untuk pembayaran TPG triwulan ketiga tahun 2016 (Juli sampai dengan September) akan dibayarkan sekitar bulan Oktober.

”Karena sebenarnya tidak ada pemotongan. Sisa dana di pemda dioptimalisasi dengan penambahan sisanya dari Kemenkeu karena jumlah kebutuhan anggarannya tetap sama,” kata Pranata.

Dia menjamin, dana TPG ini tidak ada penyelewengan karena tidak dapat dialihkan untuk kebutuhan lain. Sehingga, dana hanya bisa dioptimalisasi untuk pembayaran TPG selanjutnya.



SekolahDasar.Net | 30 Agustus 2016
Ketik email Anda untuk:

KOMENTAR ANDA