Tips Menjadi Guru Favorit yang Disukai Banyak Siswa
Cari Berita

Atas


Tips Menjadi Guru Favorit yang Disukai Banyak Siswa

Senin, 15 Juli 2019

Tips Menjadi Guru Favorit yang Disukai Banyak Siswa
Tidak hanya mengajar dengan hati, untuk bisa menjadi pengajar favorit siswa.

Meskipun bukan tujuan utama, sebagai pengajar Anda tentu ingin mendapatkan predikat sebagai guru favorit. Bukan tanpa alasan, sebagai sosok pengajar dan teladan, minat siswa terhadap kehadiran Anda tentu sangat penting. Mengingat ketika minat telah didapatkan, maka proses belajar akan berjalan dengan lancar. Adapun selain mengajar dengan hati, ada beberapa tips menjadi guru favorit lain yang harus Anda ketahui.

1. Gunakan Metode Pengajaran yang Tidak Monoton


Pada dasarnya, guru memang bertugas untuk menyampaikan materi kepada siswanya. Barangkali karena dasar itulah Anda seringkali terjebak dengan metode pengajaran dengan cara menyampaikan saja. Padahal seiring waktu, proses pengajaran tersebut tentu akan terasa membosankan bagi siswa. Oleh karena itu, memperbarui proses belajar dengan menggunakan metode yang variatif tentu akan sangat disarankan.

Selain karena tiap materi membutuhkan cara penyampaian yang berbeda-beda, metode variatif akan menjadikan proses belajar menjadi menyenangkan. Adapun metode variatif yang dimaksud di sini, misalnya menggunakan metode praktik, dan metode tanya jawab atau diskusi. Atau jika memungkinkan, sesekali Anda juga bisa menyampaikan materi dengan menyelingi permainan-permainan sederhana didalamnya.

2. Menghargai Setiap Usaha Siswa


Bisa dibilang, kunci utama untuk mendapatkan hati siswa yaitu memberikan apresiasi atas semua usaha baik yang dilakukan. Usaha baik yang dimaksud tentu meliputi banyak hal. Tidak melulu tentang usaha-usaha yang besar, namun usaha sederhana semisal mengumpulkan tugas tepat waktu atau disiplin pun perlu Anda apresiasi. Meskipun terlihat remeh, namun sebenarnya pemberian apresiasi ini bisa membuat siswa menjadi lebih percaya diri dan bersemangat.

Selain itu, sebisa mungkin hindari kalimat-kalimat yang bisa menjatuhkan. Selama ini, seringkali sebagian guru memberikan kalimat teguran dalam bentuk menjatuhkan. Padahal sebenarnya, cara tersebut tentu salah. Selain bisa membuat siswa insecure terhadap diri mereka, bukan tidak mungkin kalimat tersebut akan memicu siswa malas mengikuti pelajaran Anda.

Oleh karena itu, Jika memang butuh untuk memberikan teguran, sebisa mungkin pilihlah kalimat baik yang bisa memacu semangat siswa untuk menjadi lebih baik. Untuk cara yang lebih efektif, Anda bisa memberikan teguran dengan cara memanggilnya. Kemudian melakukan komunikasi empat mata agar bisa menyentuh hatinya.

3. Menciptakan Sistem Belajar yang Kondusif


Selain metode pengajaran yang variatif, tips menjadi guru favorit selanjutnya yaitu menciptakan sistem belajar yang kondusif. Sistem belajar yang kondusif merupakan sistem penyampaian materi dengan cara yang tepat sehingga mudah dipahami oleh siswa.

Nah, poin inilah yang menjadi alasan mengapa penting bagi guru untuk mempelajari materi pengajaran sebelumnya. Selain bertujuan untuk mendalami materi, cara tersebut juga bisa menjadi evaluasi, untuk memilih metode penyampaian pengajaran yang tepat untuk siswa.

4. Bersikap Seperti Orang Tua Kedua


Bagi guru, sikap tegas memang merupakan hal penting yang harus dimiliki. Tetapi bukan berarti, sikap tegas tersebut menggiring Anda menjadi guru killer yang justru malah ditakuti dan dibenci oleh siswa. Alih-alih begitu, memposisikan diri untuk tegas dengan tetap bersikap sebagai orang tua kedua tentu jauh lebih tepat.

Selain bisa menumbuhkan rasa kasih sayang, sikap ini juga akan membantu membangun kedekatan antara Anda dan siswa. Kedekatan inilah yang secara otomatis akan membuat siswa menjadi nyaman. Dan saat siswa telah nyaman, maka proses penyampaian ilmu serta pendampingan siswa, nantinya akan menjadi mudah.

Itulah beberapa tips menjadi guru favorit yang bisa anda terapkan. Semoga melalui beberapa tips tersebut, Anda bisa sedikit memahami gambaran mengenai cara sekaligus kriteria guru favorit yang diharapkan siswa.