Hati-Hati Sering Memuji Anak Cantik, Mengapa? Ini Alasannya!
Cari Berita

Atas


Hati-Hati Sering Memuji Anak Cantik, Mengapa? Ini Alasannya!

Jumat, 17 April 2020

Hati-Hati Sering Memuji Anak Cantik, Mengapa? Ini Alasannya!
Setiap orangtua tentu membanggakan buah hati mereka. Namun Anda harus hati-hati sering memuji anak cantik. Mengapa? Ini alasannya yang wajib diketahui!

Orangtua tentu begitu bangga pada buah hati. Bahkan mayoritas setiap orangtua menganggap anak mereka paling cantik atau tampan. Panggilan seperti ‘anak perempuan tercantik di dunia’ atau ‘anak laki-laki tertampan di Bumi’ tentu sering dilontarkan. Tidak salah memang pendapat ini, tapi Anda harus hati-hati sering memuji anak cantik. Mengapa? Ini alasannya yang wajib diketahui!

1. Anak Cuma Mengutamakan Penampilan


Memuji paras anak yang cantik dan tampan adalah hak setiap orangtua. Bahkan perilaku ini bisa membuat anak lebih menghargai penampilan mereka. Namun jika dilakukan terlalu sering dan berlebihan, justru bisa memberikan dampak tidak baik. Seperti dilansir Practical Parenting, pujian itu dapat membuat anak kecil menganggap wajah cantik atau tampan adalah segalanya.

Kalau dibiarkan, buah hati akan cuma mengutamakan penampilan karena baginya, wajah adalah aset paling berharga. Bukan tak mungkin kalau nanti anak akhirnya menilai orang lain berdasarkan penampilannya saja, lantaran sedari kecil orangtua begitu memuji parasnya. Karena itulah akhirnya anak menghubungkan kebahagiaan dengan bentuk tubuh.

Kondisi ini sesuai dengan survei BBC pada tahun 2011, di mana enam dari delapan anak berusia 8-12 tahun merasa lebih baik saat tubuh mereka ramping. Tentu saja fakta ini akan memberikan pengaruh buruk ke psikologis anak. Untuk itulah orangtua, hati-hati jika sering memuji anak cantik.

2. Keterampilan Anak Kurang Berkembang


Sekali lagi, setiap orangtua memang boleh-boleh saja melontarkan pujian. Namun sejatinya manusia, haruslah memiliki keterampilan diri yang tentunya lebih bermanfaat bagi masa depannya, bukan cuma paras cantik atau tampan saja. Hal ini sesuai dengan pendapat Kerri Sackville selaku penulis buku Out There - A Survival for Dating in Midlife.

Menurut Sackville, daripada cuma sekadar penampilan, nilai terpenting bagi seorang anak ada pada pikiran, hati dan jiwanya. Alih-alih memperbanyak intensitas pujian secara fisik, orangtua disarankan memuji keterampilan dan kemampuan anak. Contohnya, ‘Anak ibu yang cantik dan nilai matematikanya bagus, hebat ya’. Jauh lebih menyenangkan, bukan?

3. Anak Jadi Gila Pujian


Bagi setiap anak, pujian dari orangtua adalah kekuatan yang memberikan semangat untuk diri mereka. Apalagi memperoleh pengakuan dari orangtua atas penampilan, tentu membuat anak manapun akan merasa dilimpahi kasih sayang. Namun tanpa sadar, kondisi ini membuat anak jadi gila pujian dan rela melakukan apapun supaya bisa dipuji cantik atau tampan.

Padahal kalau menurun anjuran Dr Sandra Wheatley selaku psikolog sekaligus penulis buku Helping New Mothers to Help Yourself, orangtua saat memuji anak haruslah ditambah aspek karakternya supaya buah hati tidak terpaku ke penampilan. Lebih lanjut, psikolog anak Fathya Artha Utami kepada HaiBunda malah meminta orangtua hati-hati jika sering memuji anak.

Kok bisa begitu? Karena jika anak sudah terbiasa disebut cantik atau tampan oleh orangtuanya, mereka tak akan bisa menerima jika ada yang lebih ganteng atau cantik daripada dirinya sehingga merasa tersaingi.

4. Jadi Pribadi yang Terlalu PD


‘Wah, cantik banget anak Ayah’ atau ‘Ganteng banget anak Ibu’, adalah sederet pujian yang kerap dilontarkan orangtua. Buah hati tentu tersenyum mendengarnya dan mampu membuat mereka percaya diri. Hal ini bagus karena artinya anak akan lebih siap menghadapi tantangan di depannya. Namun jika pujian itu berlebihan, anak bisa jadi pribadi yang terlalu percaya diri.

Percaya diri yang berlebihan jelas tidak baik bagi manusia, di manapun mereka berada karena bisa membuat seseorang sulit menerima kekalahan. Bahkan bukan tak mungkin seorang anak bakal tumbuh lack of empathy alias tidak peduli dengan orang lain, lantaran merasa mereka sudah cukup tampan, cukup cantik dan cukup sempurna.

Bagaimana? Terbukti kan bahwa sebuah pujian yang berlebih bisa memberikan dampak yang kurang baik bagi anak kecil ke depannya. Untuk itulah sebagai orangtua, Anda dan pasangan harus cukup bijak dalam memuji buah hati. Bangga dan begitu sayang padanya hingga melontarkan pujian tidaklah masalah, tapi ketika sudah jadi berlebihan, itu akan sangat berbahaya.

Ada banyak sekali manusia yang saat dewasa tumbuh menjadi pribadi yang anti pati dan mudah meremehkan, karena mereka sejak kecil sudah terbiasa dengan berbagai pujian. Tentu Anda tak ingin buah hati jadi seperti itu, bukan? Karena itu, lebih hati-hati jika sering memuji anak cantik.