» » » » Mulai Tahun Ajaran Baru Guru Harus Delapan Jam di Sekolah

Mulai Tahun Ajaran Baru Guru Harus Delapan Jam di Sekolah

Mulai tahun ajaran baru 2017-2018 pemerintah menjalankan reformasi pendidikan
Mulai tahun ajaran baru nanti, guru-guru harus delapan jam berada di sekolah.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan mulai tahun ajaran baru 2017-2018 pemerintah menjalankan reformasi pendidikan. Salah satunya adalah mulai diterapkan sekolah selama delapan jam dan lima hari masuk sekolah dalam seminggu.

"Mulai tahun ajaran baru nanti, guru-guru harus delapan jam berada di sekolah," kata Mendikbud saat membuka Pameran Pendidikan dan Peluncuran Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Siswa Sekolah Dasar di halaman Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Baca: Modul Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Guru

Kegiatan belajar mengajar di sekolah harus diselenggarakan minimum delapan jam dalam sehari. Pada hari Sabtu dan Minggu siswa libur namun sekolah diizinkan menjalankan kegiatan-kegiatan tambahan seperti ekstrakurikuler, pramuka, atau latihan kepemimpinan.

Mendikbud berharap perubahan itu tidak disalahtafsirkan sehingga seolah-olah anak-anak harus berada di kelas terus menerus selama delapan jam atau penambahan mata pelajaran. Ia menginginkan jumlah kegiatan siswa untuk penguatan karakter lebih banyak.

"Bahkan, saya cenderung mata pelajaran SD dan SMP akan dikurangi. Jadi jumlah mata pelajaran dikurangi, tetapi jumlah kegiatannya semakin banyak," kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu yang SekolahDasar.Net kutip dari Antara (27/04/2017).

Terkait dengan pendidikan karakter, Mendikbud mengatakan Presiden telah mengamanatkan dalam Nawa Cita bahwa untuk siswa SD porsi pendidikan karakter 70 persen dan ilmu pengetahuan 30 persen dan bagi siswa SMP, pendidikan karakter porsinya 60 persen dan ilmu pengetahuan 40 persen.

Baca juga:



SekolahDasar.Net | 27 April 2017
Ketik email Anda untuk:

KOMENTAR ANDA