» » » 2 Cara Sederhana untuk Menjadi Guru yang Baik

2 Cara Sederhana untuk Menjadi Guru yang Baik

2 Cara Sederhana untuk Menjadi Guru yang Baik
Dengan 2 kebiasaan sederhana ini, setiap anak akan kembali kepada fitrahnya, manusia yang cerdas.
Seorang peneliti bernama Dr. Ethna Reid mempublikasikan hasil penelitiannya, bahwa untuk menjadi guru yang baik ternyata yang paling utama adalah menanamkan 2 kebiasaan.Tim Dr. Reid telah membuktikan bahwa kebiasaan ini dapat berlaku untuk guru dalam segala usia, gender, lokasi geografis, mata pelajaran, dan hal-hal lainnya.

Kebiasaan pertama seorang guru yang vital adalah penggunaan pujian bukan hukuman. Hindari mematahkan semangat belajar siswa dengan gerutuan. Kebiasaan kedua adalah guru-guru terbaik memvariasikan metode mengajar antara metode menerangkan dan metode bertanya, segera perbaiki kesalahan murid jika ada.

Guru terbaik memberikan pujian jauh lebih sering daripada guru yang buruk. Saat mengajar, guru yang kinerjanya buruk seringkali mematahkan semangat siswa dengan gerutuan seperti, “Bukannya baru tadi saya ajarkan? Kok kamu udah lupa sih.”

Guru mendukung siswa bahkan yang prestasi belajarnya biasa-biasa saja sehingga kebiasaan belajar pun tumbuh. Guru-guru terbaik memuji bukan hanya dari hasil ujian, namun dari setiap perkembangan yang murid lewati untuk menjadi lebih baik. Proses belajar yang murid-murid jalani.

Guru terbaik sering mengubah-ubah cara mengajar dari menerangkan ke bertanya kepada murid-muridnya atau berbagai bentuk ujian lainnya. Ketika diperlukan, mereka segera memperbaiki kesalahan muridnya.

Baca: Tips Mengajar yang Menarik dan Menyenangkan Bagi Guru

Guru-guru yang kinerjanya buruk menghabiskan waktu menjelaskan pelajaran secara membosankan lalu membiarkan siswanya belajar sendiri, seringkali membiarkan siswa yang mengulangi kesalahan yang sama.

Guru-guru dengan 2 kebiasaan ini mampu mengalahkan statistik dan membuat muridnya senang belajar di sekolah. Di rumah, orang tua juga dapat menggunakan 2 kebiasaan tersebut untuk mendidik anak. Dengan 2 kebiasaan sederhana ini, setiap anak akan kembali kepada fitrahnya, manusia yang cerdas.

Baca juga:



SekolahDasar.Net | 29 Maret 2018

KOMENTAR ANDA