Cara Sekolah Menjalin Kemitraan dengan Pihak Lain
Cari Berita

Atas


Cara Sekolah Menjalin Kemitraan dengan Pihak Lain

Rabu, 02 Oktober 2019

Cara Sekolah Menjalin Kemitraan dengan Pihak Lain
Cara sekolah menjalin kemitraan terdiri dari tiga tahapan di mana menentukan keberhasilan dari proyek kerja sama itu sendiri.

Bagaimana cara sekolah menjalin kemitraan dengan pihak ketiga? Praktik di lapangan akan hal ini masih sangat minim. Sebab, pihak sekolah sendiri cenderung merasa puas bekerja sama dengan pihak komite sekolah. Padahal, kemitraan dengan pihak lain tidak kalah penting. Seperti apa cara menjalin kemitraan, lembaga yang disarankan, dan manfaatnya?

Metode Ampuh Sekolah Menjalin Kerja Sama dengan Pihak Ketiga


Bermitra dengan pihak ketiga, terutama di luar ruang lingkup pendidikan, bisa dikatakan susah susah gampang. Seperti apa cara-cara yang dapat ditempuh agar kerja sama antara sekolah dengan pihak lain tersebut dapat terwujud?

1) Memperluas Koneksi

Bila pihak sekolah ingin menjalin kemitraan, tentu saja penting untuk lebih dulu melakukan perluasan koneksi. Semakin luas jangkauan dari koneksi yang dimiliki oleh sekolah, maka semakin banyak pula opsi rekanan untuk bermitra. Tapi bagaimana cara untuk memperluas jangkauan koneksi tersebut?

 Mengumpulkan daftar koneksi pribadi staf sekolah.
 Mengumpulkan informasi melalui internet.
 Aktif mengirimkan delegasi dalam event antar instansi.

2) Mengajukan Proposal

Cara sekolah menjalin kemitraan yang kedua bila ingin menjalin kerja sama dengan pihak di luar komite adalah melalui pengajuan proposal. Di dalam dokumen yang diserahkan, harus berisi detail informasi lembaga pendidikan terkait. Selain itu, juga harus terdapat jelas tentang tujuan dari pengajuan kemitraan.

Ketika mengajukan proposal, pihak pemohon – dalam hal ini sekolah – dituntut untuk memberikan informasi serinci mungkin. Hal ini acap kali disepelekan, padahal dari situ dapat dilihat kesungguhan dari instansi pendidikan untuk menjalin kerja sama bersama pihak lain tersebut. Dengan kata lain, proposal yang baik akan membuka peluang kerja sama lebih lebar.

3) Menandatangani MoU (Memorandum of Understanding)

Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman merupakan dokumen penting yang berisi detail kesepakatan antara kedua belah pihak yang bekerja sama. Ada beberapa alasan mengapa dalam kemitraan antar lembaga pendidikan dengan pihak ketiga nota kesepahaman ini memiliki urgensi tinggi :

 Kedua belah pihak yang terlibat benar-benar memahami peran, tanggung jawab, dan keuntungan yang didapat melalui kemitraan tersebut.

 Menghindari kesalahpahaman yang berpotensi muncul di masa depan.

 Mempermudah dalam penyelesaian apabila terjadi sebuah konflik di mana setiap klausul yang disepakati bersama memiliki legalitas hukum yang jelas.

Instansi yang Disarankan untuk Menjalin Kemitraan dengan Sekolah


Ketiga cara sekolah menjalin kemitraan di atas harus dimanfaatkan secara efisien untuk dapat terhubung dengan instansi-instansi penting. Untuk sekolah sendiri, ada beberapa lembaga yang dapat memberikan dampak signifikan ketika diajak bekerja sama :

1. Instansi kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas. Mereka dapat membantu memantau tingkat kesehatan di lingkungan sekolah. Terlebih untuk anak-anak didik yang masih dalam usia pertumbuhan agar tumbuh kembangnya optimal.

2. Perusahaan mapan di sekitar sekolah yang mana dapat berperan sebagai donatur untuk keperluan acara-acara yang sekiranya hendak disusun sekolah.

3. UMKM sebagai alternatif pembelajaran pada anak-anak bahwa keterampilan tetap penting di samping pendidikan akademis.

4. Pemerintah daerah yang berwenang agar setiap proses kegiatan dan semacamnya dapat dipermudah.

5. Agen perjalanan sebagai persiapan untuk diadakan perjalanan wisata sehingga mendapatkan tarif yang lebih terjangkau.

Manfaat Sekolah Menjalin Kemitraan


Soal manfaat dari kemitraan yang dijalin oleh pihak sekolah tentunya panjang sekali daftar jawaban yang bisa diberikan. Manfaat-manfaat tersebut antara lain :

• Kesulitan dana dapat dihindari dengan semakin banyaknya donatur.
• Regulasi untuk kegiatan-kegiatan luar sekolah anak didik lebih mudah diproses dan lancar.
• Opsi kegiatan belajar mengajar anak lebih kaya dan tidak membosankan.

Jadi, tidak ada salahnya bukan mencoba menerapkan cara sekolah menjalin kemitraan di atas? Terutama bila mempertimbangkan manfaat yang didapatkan.