Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Tips untuk Mengikuti Lomba Mendongeng

Tips untuk Mengikuti Lomba Mendongeng
Peserta dongeng yang membawakan prolog dan epilog yang baik serta ceria dapat 'mencuri' perhatian para juri dan penonton.

Dinas pendidikan dasar semakin gencar mengadakan kegiatan evaluasi kemampuan siswa, baik akademik maupun non akademik. Sebagai upaya mendukung gerakan literasi nasional, dinas pendidikan juga mengadakan festival dan Lomba Literasi Nasional yang meliputi; lomba membaca puisi, cipta pantun, cipta syair, menulis cerpen, dan yang tak kalah menariknya lomba mendongeng.

Festival dan Lomba Literasi Nasional ini berlangsung setiap tahun. Setiap sekolah akan berupaya menampilkan kemampuan terbaik dari siswa maupun siswinya. Selain menggali bakat dan minat, juga mengajarkan pendidikan karakter yang tidak boleh dilupakan oleh peserta lomba, dari mulai kejujuran, percaya diri, hingga pantang menyerah.

Keberhasilan seorang anak tidak lepas dari peran serta maksimal dan do'a dari orang tua yang berkolaborasi dengan sekolah.

Raisa, salah satu peserta lomba mendongeng yang merupakan siswi di SDI At-Taubah, Pulomas, Jakarta Timur, mendapat dukungan dan perhatian penuh dari orang tua. Dress code, make up dan property ternyata sudah sangat matang di persiapkan oleh orang tua.

Berikut Tips untuk Mengikuti Lomba Mendongeng:

1. Siapkan mental siswa sebagai peserta yang akan berhadapan dengan peserta lain.

2. Siapkan teks sesuai tema dan petunjuk teknis lomba dari panitia lomba. Dongeng akan menjadi menarik jika terdapat cukup dialog dan konflik.

3. Perhatikan Durasi/lamanya tampil dalam lomba. Durasi ini termasuk prolog dan epilog. Pilihlah dongeng yang singkat agar memberi cukup waktu untuk siswa mengeksplorasi cerita dengan gerakan dan peragaan.

4. Tekankan pada dialog. Perubahan suara pendongeng menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton. Buatlah konflik dalam dialog. Pilih konflik yang menuntut pendongeng untuk mengubah ekspresi dan suara dalam hitungan detik.

5. Buatlah Prolog dan Epilog yang menarik dan ceria. Sesuaikan prolog dan epilog dengan usia siswa, keceriaan untuk siswa SD menjadi daya tarik tersendiri. Peserta dongeng yang membawakan prolog dan epilog yang baik serta ceria dapat 'mencuri' perhatian para juri dan penonton.

6. Sertakan rujukan. Menyertai rujukan merupakan salah satu upaya untuk melatih siswa menghargai hasil karya orang lain yang merupakan bagian dari pendidikan karakter.

7. Eksplor kemampuan siswa/anak didik

8. Membantu menjadi pengarah gaya

9. Beri pujian pada siswa/anak didik setiap usai berlatih atau tampil

10.Siapkan property yang mendukung cerita dalam dongeng.

Selain itu ada beberapa kriteria dalam penjurian lomba mendongeng :

  • Kemampuan vokal (kejelasan suara, tempo, dan intonasi).
  • Kemampuan penghayatan (ekspresi, kesesuaian, dan tokoh).
  • Penampilan (kesesuaian kostum dengan ~>tema dan penguasaan panggung).
  • Kesesuaian isi cerita.

Semoga tips ini bermanfaat bagi para pendidik maupun orang tua.

*) Ditulis oleh: Agus Bandriyati
Guru SDI At-Taubah, Pulomas Jakarta Timur

Berlangganan via Email