Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Mengenal dan Cara Mengembangkan Sekolah Ramah Anak

Mengenal dan Cara Mengembangkan Sekolah Ramah Anak
Mengenal dan cara mengembangkan sekolah ramah anak sejatinya tidak terlalu sulit namun memerlukan peran aktif semua pihak.

Mengapa mengenal dan cara mengembangkan sekolah ramah anak penting untuk diketahui oleh tenaga pendidik? Selama ini, sekolah masih sekadar menjadi tempat menuntut ilmu dengan pembagian kriteria sekolah mahal atau sekolah biasa saja. Padahal, dibandingkan keduanya, ada kriteria yang bersifat lebih wajib, yaitu sekolah yang ramah anak.

Definisi Sekolah Ramah Anak


Seperti apa sekolah ramah anak itu? Apakah sekolah di mana anak-anak merasa nyaman berkat tersedianya fasilitas yang lengkap atau tenaga pengajar yang ramah dan tidak pernah menegur anak? Tentu saja definisinya lebih dari itu. Sekolah kriteria ramah anak adalah lembaga pendidikan yang dapat memenuhi kebutuhan anak didik secara maksimal.

Secara harfiah, pengertian dari sekolah ramah anak adalah sebuah lembaga pendidikan yang mampu menjamin dan memberikan hak-hak pendidikan anak serta memberikan rasa nyaman dan perlindungan. Sebagai catatan, jaminan tersebut diberikan secara menyeluruh, sehingga bukan hanya segi edukasi formal saja, namun juga perkembangan fisik dan psikososial anak.

Sebab itu, dalam mengenal dan cara mengembangkan sekolah ramah anak, tidak bisa hanya melibatkan pihak sekolah saja, khususnya tenaga pendidik. Diperlukan juga peran aktif keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah bagi anak. Seperti apa peran masing-masing demi terbentuknya sekolah yang demikian?

1. Keluarga

Sebagai lingkungan pertama yang dikenal anak serta menghabiskan paling banyak waktu bersama, keluarga menjadi pondasi utama terbentuknya sekolah ramah anak. Keluarga berperan sebagai pusat pendidikan dan pemberian pendidikan dasar pertama. Selain itu juga menjadi penjamin ekonomi untuk memberikan kenyamanan pada anak, termasuk soal pendidikan.

2. Sekolah

Pihak kedua yang berperan tidak lain adalah sekolah sendiri, baik tenaga pendidik maupun staf yang bekerja di sana. Pihak sekolah memiliki tugas untuk memfasilitasi semua kebutuhan anak selama di area tersebut. Termasuk di dalamnya kebutuhan memiliki teman bercerita, motivator, hingga kebutuhan gizi yang sehat dan seimbang.

3. Masyarakat

Apa korelasi antara masyarakat dengan terbentuknya sekolah ramah anak? Perlu dipahami bahwa anak juga perlu dibentuk kehidupan sosialnya di mana masyarakat memiliki peranan penting tersebut. Jadi, mereka tidak hanya tahu bagaimana untuk berinteraksi dengan keluarga atau lingkungan sekolah, namun dalam ranah yang lebih luas.

Cara Mengembangkan Sekolah Ramah Anak


Lalu, bagaimana mengenal dan cara mengembangkan sekolah ramah anak? Masih banyak pihak penyelenggara pendidikan yang salah kaprah dalam memahami hal ini. Sekolah ramah anak biasanya identik dengan tidak adanya tindakan kekerasan, baik dari pengajar maupun perundungan sesama siswa. Padahal, praktiknya jauh lebih dari itu.

Sekolah ramah anak harus dapat membentuk kepribadian baik anak yang berjalan lurus dengan pencapian edukasi dan non akademis memuaskan serta kehidupan sosial seimbang. Sekilas memang terdengar sulit. Namun, percayakah Anda bahwa sebenarnya menciptakan sebuah sekolah ramah anak dapat dilakukan dengan metode-metode sederhana berikut?


  1. Pihak sekolah menjalin komunikasi secara aktif dengan pihak keluarga murid. Segala sesuatu didiskusikan bersama sehingga tidak ada perselisihan atau perbedaan dalam cara didik anak di rumah dengan di sekolah yang akan menimbulkan kebingungan.
  2. Pihak sekolah menyediakan fasilitas dasar yang lengkap seperti perpustakaan dengan koleksi buku-buku bagus dan kantin yang higienis dan menu makanan sehat serta bergizi. Serta area bermain yang dilengkapi dengan media edukatif yang menyenangkan.
  3. Perubahan sistem belajar mengajar yang kaku menjadi lebih santai dan interaktif sehingga anak merasa aktivitas tersebut menyenangkan, bukan tekanan.
  4. Bekerja sama dengan masyarakat untuk menggelar acara-acara outdoor sehingga anak didik dapat berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas.
  5. Mengadakan kegiatan besar yang melibatkan anak didik, pihak sekolah, keluarga, sekaligus masyarakat. Tujuannya supaya tercipta lingkungan yang benar-benar harmonis.
  6. Pihak keluarga dan sekolah sering meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan anak. Sediakan mereka ruang untuk berbicara, berpendapat, bahkan mengkritisi secara bijak. Biarkan mereka mengutarakan keluhan untuk kemudian dihibur dan diberikan motivasi agar semangat yang dimiliki kembali.


Sejatinya, tidak terlalu sulit bukan mengenal dan cara mengembangkan sekolah ramah anak? Dengan catatan memang pihak sekolah tidak dapat melakukan hal tersebut sendirian. Diperlukan peran serta keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar untuk menciptakan lembaga yang benar-benar ramah terhadap tumbuh kembang peserta didik.

Berlangganan via Email