Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Tak Hanya Guru PNS, Guru Honorer Juga Segera Disuntik Vaksin Covid-19

Tak Hanya Guru PNS, Guru Honorer Juga Segera Disuntik Vaksin Covid-19
Vaksin juga juga untuk guru honorer.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memberikan vaksin Covid-19 kepada guru dan tenaga kependidikan mulai 24 Februari 2021. Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud, Hendarman.

"Rencana mulai lusa (24 Februari 2021) akan dilakukan vaksin kepada guru dan tenaga kependidikan," kata Hendarman.

Pemberian vaksin kepada guru dan tenaga kependidikan akan dilakukan secara bertahap. Tak hanya guru PNS saja yang diberikan, tapi juga untuk guru honorer. Hingga kini, menurutnya sedang dalam proses pembahasan, terkait kriteria guru yang menjadi prioritas penerima vaksin. Dan juga jumlah guru dan tenaga kependidikan yang menerima vaksin.


Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu pernah mengatakan, suntik vaksin tahap kedua untuk pekerja publik. Lalu diberikan juga kepada masyarakat yang berusia di atas 60 tahun. 

Pada tahap kedua pemberian vaksin, ada sebanyak 38.513.446 orang yang menjadi sasaran untuk disuntik vaksin. Dari total itu, ada sebanyak 5.057.582 orang yang akan diberi vaksin. Mereka itu adalah guru, tenaga kependidikan, dan dosen.

Selain guru, tenaga kependidikan, dan dosen, suntuk vaksin juga untuk pedagang pasar, tokoh dan penyuluh agama, wakil rakyat, pejabat negara, jurnalis, atlet, dan lainnya. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi juga pernah mengatakan, soal vaksinasi guru honorer masih dalam pembahasan.

Jika memang termasuk dalam kelompok yang divaksinasi pada tahap 2 ini, guru honorer tidak perlu cek ke PeduliLindungi seperti yang terjadi pada nakes (tenaga kesehatan). Data guru honorer rencananya akan diambil dari data Kemendikbud dan PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia).

"Ini datanya kami dapatkan dari Kemendikbud dan PGRI ya," kata Nadia yang SekolahDasar.Net kutip dari Kompas (23/02/21).