• Peran Keluarga Mengendalikan Kenakalan Anak
    Kadang ditemui anak yang nakal, dilihat dari tingkah lakunya tentunya. Anak nakal itu dikatakan misalnya seperti berani dengan orang tua, suka menyakiti teman dan lain sebagainya. Kenakalan anak merupakan perbuatan pelanggaran norma-norma baik seperti norma hukum maupun norma sosial. Mereka cenderung berbuat tidak selayaknya anak pada umumnya. Keluarga mempunyai peranan penting dalam membentuk karakter anak.

    Kedudukan dan peran keluarga dalam kehidupan anak bersifat primer dan fundamental. Keluarga menjadi tempat pembentukan masing-masing anggotanya, termasuk anak-anak yang masih berada dalam bimbingan tanggung jawab orangtuanya. Perkembangan anak pada umumnya meliputi perkembangan fisik, emosional sosial dan intelektual. Jiwa anak bisa dikatakan sehat apabila aspek perkembangan anak berjalan secara harmonis dan selaras.

    Perkembangan jiwa seseorang terdapat periode-periode atau tahapannya, yang apabila pada suatu periode tidak dapat dilalui dengan harmonis maka akan timbul gejala-gejala yang menunjukkan misalnya keterlambatan, ketegangan, kesulitan penyesuaian diri kepribadian yang terganggu. Dampak terburuk dari proses perkembangan yang gagal adalah ketidakmapuan dalam tugas sebagai makhluk sosial untuk mengadakan hubungan antar manusia yang memuaskan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang di lingkungannya.

    Keluarga sebagai kesatuan yang terkecil di dalam masyarakat tetapi menepati mempunyai kedudukan yang primer dan peranan yang besar dalam mempengaruhi kehidupan seorang anak, terutama pada tahap awal maupun tahap-tahap kritisnya. Keluarga yang gagal memberi cinta kasih dan perhatian akan memupuk kebencian, rasa tidak aman dan tindak kekerasan. Bila keluarga salah dalam memberikan pendidikan, akan menjerumuskan anak ke jalan yang salah. Salah satu pendidikan yang salah adalah memanjakan anak.

    Faktor yang menyebabkan orang tua memanjakan anaknya
    1. Orang tua dahulu mempunyai pengalaman hidup yang pahit dan miskin sehingga dia tidak menghendaki anak-anaknya dari situasi yang serba sulit.
    2. Orang tua mempunyai konsep kebahagiaan yang kurang tepat. Misalnya menyenangkan hati anak dengan menuruti semua permintaannya.
    3. Orang tua anak tersebut dahulunya dimanjakan oleh orang tuanya pula sehingga pengalaman itu diwariskan kepada anaknya sekarang.
    4. Orang tua yang sibuk tidak ada waktu untuk anak. Orang tua itu merasa bersalah, sehingga menuruti semua permintaan anak sebagai pengganti perhatian orang tua.
    5. Orang tua yang membedakan anak-anak mereka. Anak yang merasa diperlakukan tidak adil akan kecewa. Anak akan melakukan protes dalam berbagai bentuk kenakalan.

    Keluarga menjadi tempat pendidikan pertama yang dibutuhkan seorang anak. Cara keluarga atau orang tua dalam mendidik anak akan menentukan. Sebab pendidikan pada prinsipnya adalah untuk meletakkan dasar dan arah bagi seorang anak. Keluarga mempunyai peranan dalam pertumbuhan dan perkembangan pribadi seorang anak.

    Pendidikan yang baik yang diberikan keluarga akan mengembangkan kedewasaan pribadi anak tersebut. Anak itu menjadi seorang yang mandiri, penuh tangung jawab terhadap tugas dan kewajibannya, menghormati sesama manusia dan hidup sesuai martabat dan citranya. Sebaliknya pendidikan yang salah dapat menyebabkan perkembangan pribadi anak yang tidak baik.

    Sumber: belajarpsikologi.com

    more
  • Video Media Pembelajaran IPA Sistem Pencernaan Media pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) cenderung lebih banyak dan mudah ditemui, selain juga bervariataif. IPA salah satu mata pelajaran di SD yang berisi pengetahuan yang erat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu ruang lingkup kajian IPA di SD adalah makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan, serta kesehatan.

    Prinsip pembelajaran IPA adalah konstruktivisme yaitu siswa dengan cara mengkaitkan pengetahuan awal yang mereka miliki dengan struktur kognitifnya. Selain itu pembalajaran IPA juga menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM).

    Lha, kali ini SekolahDasar.Net akan berbagi video untuk media pembelajaran IPA kelas V semester 1. Pada Standar kompetensi: Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan ada standar kompetensi yang harus dikuasai anak, yaitu 1.3 Mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan. Berikut adalah Video animasi dari Youtube untuk media pembelajaran dengan materi pokok organ pencernaan manusia:


    Secara singkat, berikut rangkuman materi Alat Pencernaan di kelas 5:
    1. Proses pencernaan adalah proses penghancuran makanan menjadi zat-zat makanan yang dapat diserap tubuh.
    2. Sistem pencernaan manusia terdiri atas alat-alat pencernaan berikut.
    a. Mulut, tempat mencerna makanan secara mekanik dan kimiawi. Pencernaan mekanik menggunakan gigi dan lidah. Pencernaan kimiawi menggunakan air ludah.
    b. Kerongkongan, saluran untuk jalan makanan dari mulut ke lambung dengan adanya
    gerakan peristaltik.
    c. Lambung, tempat mengaduk makanan secara mekanik dan kimiawi.
    d. Usus halus, tempat penyerapan sari-sari makanan.
    e. Usus besar, tempat penyerapan air dan garam-garam mineral serta pembusukan
    sisa makanan.
    f. Anus, tempat untuk mengeluarkan kotoran (sisa-sisa makanan).
    3. Penyakit-penyakit yang menyerang organ pencernaan antara lain: mag, disentri, apendisitis, dan sembelit.
    4. Cara-cara merawat organ pencernaan sebagai berikut.
    a. Makan makanan yang bergizi seimbang.
    b. Menjaga kebersihan alat-alat makan dan bahan makanan.
    c. Makan secara teratur.
    d. Menghindari makanan yang terlalu panas dan dingin.
    e. Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat.
    5. Zat-zat yang diperlukan tubuh yaitu karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, dan air.

    more
  • Kumpulan Soal IPA Kelas VI Semester 1 & 2
    Salah satu mata pelajaran yang diuji nasionalkan (UN) adalah ilmu pengetahuan alam (IPA). Sebagai salah satu mata pelajaran UN untuk SD, IPA biasanya mendapatkan perhatian yang lebih, baik dari kalangan guru atau siswa, agar dalam ujian yang dilaksanakan di kelas 6 itu bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

    Untuk itu, siswa sering diajak untuk berlatih mengerjakan soal, agar lebih siap dalam menghadapi ujian. Kali ini SekolahDasar.Net akan berbagi kumpulan soal, untuk IPA kelas 6 SD semester 1 dan semester 2. Kumpulan soal IPA itu dalam bentuk e-book yang berisi lengkap soal-soal per bab atau materi. Sehingga bisa digunakan untuk persiapan menghadapi ulangan harian atau ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Bagi guru sendiri, Kumpulan Soal IPA Kelas VI ini bisa digunakan untuk salah satu sumber membuat soal evaluasi.

    Ruang Lingkup bahan kajian IPA untuk SD/MI sendiri meliputi aspek-aspek berikut.
    1. Makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan, serta kesehatan
    2. Benda, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair, padat dan gas
    3. Energi dan perubahannya meliputi: gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya dan pesawat sederhana
    4. Bumi dan alam semesta meliputi: tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit lainnya.

    Untuk mendownload kumpulan soal IPA SD untuk semester 1 dan 2, lengkap dan gratis silahkan klik tautan berikut ini:

    Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas VI, Semester 1
    Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan
    1. Memahami hubungan antara ciri-ciri makhluk hidup dengan lingkungan tempat hidupnya
    1.1 Mendeskripsikan hubungan antara ciri-ciri khusus yang dimiliki hewan (kelelawar, cicak, bebek) dan lingkungan hidupnya
    1.2 Mendeskripsikan hubungan antara ciri-ciri khusus
    yang dimiliki tumbuhan (kaktus, tumbuhan pemakan serangga) dengan lingkungan hidupnya

    2. Memahami cara perkembangbiakan makhluk hidup
    2.1 Mendeskripsikan perkembangan dan pertumbuhan manusia dari bayi sampai lanjut usia
    2.2 Mendeskripsikan ciri-ciri perkembangan fisik anak laki-laki dan perempuan
    2.3 Mengidentifikasi cara perkembangbiakan tumbuhan dan hewan
    2.4 Mengidentifikasi cara perkembangbiakan manusia

    3. Memahami pengaruh kegiatan manusia terhadap keseimbangan lingkungan
    3.1 Mengidentifikasi kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi keseimbangan alam (ekosistem)
    3.2 Mengidentifikasi bagian tumbuhan yang sering dimanfaatkan manusia yang mengarah pada ketidakseimbangan lingkungan
    3.3 Mengidentifikasi bagian tubuh hewan yang sering dimanfaatkan manusia yang mengarah pada ketidakseimbangan lingkungan

    4. Memahami pentingnya pelestarian jenis makhluk hidup untuk mencegah kepunahan
    4.1 Mengidentifikasi jenis hewan dan tumbuhan yang mendekati kepunahan
    4.2 Mendeskripsikan pentingnya pelestarian jenis makhluk hidup untuk perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan kehidupan masyarakat

    Benda dan Sifatnya
    5. Memahami saling hubungan antara suhu, sifat hantaran dan kegunaan benda
    5.1 Membandingkan sifat kemampuan menghantarkan panas dari berbagai benda
    5.2 Menjelaskan alasan pemilihan benda dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan kemampuan menghantarkan panas

    6. Memahami faktor penyebab perubahan benda
    6.1 Menjelaskan faktor-faktor penyebab perubahan benda (pelapukan, perkaratan, pembusukan) melalui pengamatan
    6.2 Mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan pemilihan benda/bahan untuk tujuan tertentu (karet, logam, kayu, plastik) dalam kehidupan sehari-hari

    Standar Komptensi dan Kompetensi Dasar IPA Kelas VI Semester 2
    7. Mempraktikkan pola penggunaan dan perpindahan energi
    7.1 Melakukan percobaan untuk menyelidiki hubungan antara gaya dan gerak (model jungkat jungkit, katapel/model traktor sederhana energi pegas)
    7.2 Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik

    8. Memahami pentingnya penghematan energi
    8.1 Mengidentifikasi kegunaan energi listrik dan berpartisipasi dalam penghematannya dalam kehidupan sehari-hari
    8.2 Membuat suatu karya/model yang menggunakan energi listrik (bel listrik/alarm/model lampu lalu lintas/ kapal terbang/mobil-mobilan/model penerangan rumah)

    9. Memahami matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi dalam tata surya
    9.1 Mendeskripsikan sistem tata surya dan posisi penyusun tata surya
    9.2 Mendeskripsikan peristiwa rotasi bumi, revolusi bumi dan revolusi bulan
    9.3 Menjelaskan terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari
    9.4 Menjelaskan perhitungan kalender Masehi dan kalender Hijriah

    more
  • Mengatasi Anak Tidak Betah di Tempat Duduknya
    Bagaimana mengatasi anak yang ngga betah di tempat duduknya, sering pindah ke tempat duduk yang lain? ~Tita Roswita

    Pada dasarnya anak usia sekolah dasar (SD) apalagi ada di kelas rendah (kelas 1, 2, 3) perkembangan fisiknya dalam keadaan yang baik-baiknya. Artinya memang anak seusia SD masih suka bergerak, bermain untuk mengoptimalkan perkembangan fisiknya. Jadi bukan hal yang terlalu aneh atau masalah, ketika anak merasa tidak betah di tempat duduknya. Orang dewasa dapat duduk berjam-jam, sedangkan anak SD dapat duduk dengan tenang paling lama sekitar 30 menit

    Untuk mengatasi anak yang tidak bisa duduk ditempat duduknya, bukan harus terlalu dilarang. Tetapi kadang itu adalah sebuah kebutuhan, kebutuhan untuk menyalurkan perkembangan fisiknya, kebutuhan yang juga harus dipenuhi oleh gurunya. Inilah karakter dan kebutuhan anak SD: senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, dan senang melakukan sendiri.

    Tips mengatasai anak yang tidak betah duduk di tempat duduknya:
    1. Menyusun kegiatan pembelajaran yang juga melibatkan kegiatan fisik. Tidak hanya duduk dan mendengarkan. Sehingga kebutuhan anak akan bergerak atau bermain bisa terpenuhi.

    2. Kelola atau tata kelas dengan model berkelompok. Selain bisa mengasah kempuan kerja sama dan sosial anak, menata meja dan kursi dalam kelas membuat anak bisa berinteraksi sesama teman dengan mudah.

    3. Berikan perhatian anak yang tidak betah duduk di tempat duduknya. Berikan dia tugas atau pekerjaan yang membuatnya asyik sendiri dan duduk di tempat duduknya.

    4. Lakukan rolling tempat duduk anak. Inilah adalah hal yang wajib agar anak tidak bosan ada di kelas, selain juga untuk kesehatan anak. Bagi anak yang kurang betah di tempat duduknya dan sering berpindah bisa ditempatkan di dekat meja guru.

    Itulah beberapa tips untuk mengatasi anak yang suka berjalan-jalan tidak betah di tempat duduknya. Sekali lagi kita juga harus mengenal karakter dan kebutuhan anak usia SD. Kadang sering menganggap sesuatu yang sering dilakukan anak adalah masalah, padahal itu memang karakter atau memang dalam perkembangannya. Sehingga guru bisa memperlakukan anak dengan benar. Apakah Bapak Ibu punya tips tentang hal ini, tulis saja di kolom komentar!

    more
  • Cara Meningkatkan Konsentrasi Belajar Anak
    Cara Meningkatkan Konsentrasi Belajar Anak
    Bagaimana caranya meningkatkan konsentrasi belajar anak , adakah trik-trik atau cara-cara yang jitu dan menarik dalam hal ini, tolong solusinya? ~Trisna Geg

    Itulah salah satu pertanyaan atau permasalahan yang dihadapi guru, ketika kami mencoba menanyakan di halaman SEKOLAH DASAR. Dari situlah, SekolahDasar.Net memiliki ide, untuk nantinya setiap minggu akan diadakan semacam diskusi.

    Pertanyaan tentang cara meningkatkan konsentrasi belajar anak itu kami lempar kembali ke anggota. Tentu jawabannya beragam berdasarkan pengetahuan atau pengalaman mereka. Membuat anak konsentrasi belajar harus didukung dengan kondisi dan kesehatan anak yang prima. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dipraktekan untuk meningkatkan konsentrasi belajar:

    1. Menyisipkan cerita
    Anak-anak suka dengan cerita, kita bisa menyisipkan cerita ketika sedang mengajar, tentu cerita yang disampaikan berkaitan dengan materi yang diajarkan. Anak akan mengingat jalannya cerita bersamaan dengan materi yang dipelajarinya.

    2. Membuat permainan
    Membuat permainan yang membutuhkan konsentrasi anak. Beberapa contoh permainan yang bisa membantu meningkatkan konsentrasi contohnya: Anak-anak diminta berhitung secara berurutan, nanti setiap anak yang mendapatkan giliran menyebutkan misalnya kelipatan 5 harus bilang "Yes", jika ada anak yang salah mendapatkan hukuman yang mendidik. Bapak Ibu sudah pernah mencoba jenis permainan ini?

    3. Menggunakan media dan metode pembelajaran yang menarik
    Penting sekali, khususnya untuk anak-anak SD menggunakan media pembelajaran yang menarik yang sesuai dengan materi yang dipelajari. Serta menggunakan metode pembelajaran yang bervariatif yang bisa bisa membuat anak lebih aktif untuk belajar dan menemukan pengetahuan baru. Penggunaan media pembelajaran dan metode pembelajaran yang menarik bisa membantu anak untuk lebih berkonsentrasi.

    4. Mengadakan tanya jawab setelah materi selesai diajarkan
    Setelah materi yang guru ajarkan pada anak selesai, guru dapat mengadakan tanya jawab. Selain cara ini bisa untuk mengetahui sejauh mana anak menerima pelajaran, dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru dapat membuat anak untuk berpikir kembali, mengingat apa yang sudah mereka dapatkan tadi.

    Itulah beberapa tips atau cara untuk meningkatkan konsentrasi belajar anak. Tentunya setiap guru menginginkan materi yang sudah dipelajari anak bisa terserap dengan maksimal. Untuk itulah beberapa cara di atas patut dicoba. Apakah Bapak Ibu punya tips untuk membuat anak jadi lebih konsentrasi? Tulis saja di kotak komentar!

    more
  • Kemendikbud Akan Tambah Jam Belajar di Sekolah
    Sudah mendengar berita jika jam belajar di sekolah akan ditambah belum? Memang benar, rencananya Kemendikbud akan mengeluarkan kebijakan baru bersamaan dengan kurikulum pendidikan yang baru disusun. Alasannya, nilai sosial yang berubah sehingga menuntut adanya perubahan di dunia pendidikan

    Rencana penambahan jam belajar di sekolah ini disampaikan oleh Mendikbud, M Nuh. Kemendikbud akan menambah jam belajar di sekolah untuk menangkal efek negatif dunia luar sekolah. Yang menurutnya itu akibat dari persentase jam belajar anak di sekolah tidak sebanding dengan kegiatan sepulang sekolah. Waktu luang yang lebih banyak di luar sekolah itulah yang akhirnya memicu peserta didik melakukan atau bersentuhan dengan tindakan negatif.

    Alasan lain mengapa perlu menambah jam sekolah? Nuh menjelaskan, karena kondisi sosial kita berubah. Kalau dulu kita pulang ke rumah itu orangtua masih ada dan permainan juga masih baik tapi sekarang begitu pulang sekolah anak cenderung liar karena orangtua terlalu sibuk dan kita ingin menahan mereka biar lebih lama di sekolah

    Kebijakan menambah jam di sekolah ini berlaku untuk semua peserta didik di jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan menengah. Nuh mencontohkan, jika saat ini jam masuk sekolah anak Sekolah Dasar (SD) 26 jam dalam satu minggu, maka bisa jadi nantinya akan ditambah menjadi 30 jam.

    Lamanya jam belajar ini tidak akan dilakukan dalam bentuk belajar secara formal. Akan tetapi, sekolah didorong untuk menyusun pola pembelajaran aktif khususnya dalam upaya penanaman nilai moral dan karakter kebangsaan.

    Selain memberikan keuntungan, menambah jam belajar juga menyebabkan beberapa masalah dalam penerapannya. Ada beberapa nantinya rencana menambah jam belajar di sekolah benar-benar direalisasikan. Persoalan pertama adalah mengenai asupan pembelajaran yang dikhawatirkan banyak pihak akan menambah beban para peserta didik. Persoalan kedua, peserta didik akan membutuhkan makan siang karena jam sekolahnya diperpanjang.

    Keuntungan menambah jam belajar di sekolah menurut menteri pendidikan dan kebudayaan ini adalah dengan ditambahnya jam belajar peserta didik, maka akan bertambah juga kesempatan guru untuk mengajar. Hal itu sejalan dengan potret banyaknya guru yang kekurangan waktu mengajar. Padahal untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi, setiap guru diharuskan memiliki waktu mengajar minimal 24 jam dalam seminggu.

    Rencana menambah jam belajar sekolah ini menuai pro kontra. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju dengan rencana kebijakan tersebut. Pendapat salah satu anggotanya, menambah jam belajar di sekolah harus dibarengi dengan pemberian materi pelajaran yang diberikan dikemas senyaman mungkin. Pihaknya juga untuk meningkatkan kapasitas guru-gurunya. Baik secara konten, mau pun metodologi pengajarannya.

    Sementara itu Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), menganggap kebijakan rencana menambah jam di sekolah itu keliru. Menurutnya, kebijakan itu akan membuat peserta didik semakin tertekan. Semestinya materi pelajarannya dikurangi. Setiap peserta didik harus diberi lebih banyak waktu untuk mengembangkan kompetensi sosial, misalnya berorganisasi.

    Saat ini, rencana menambah jam belajar di sekolah masih terus dimatangkan oleh Kemdikbud selaras dengan pematangan kurikulum nasional yang baru dan akan mulai berlaku di tahun ajaran 2013-2014. Bagaimana pendapat Anda tentang rencana penambahan jam belajar di sekolah tersebut, setuju atau tidak? Apa alasannya? Jangan lupa tulis komentar Anda di kotak komentar!

    Sumber: Kompas

    more
  • Download Kumpulan Soal Kelas VI Semester 2 Beberapa waktu yang lalu sudah dipublikasikan kumpulan soal semua mata pelajaran untuk kelas VI semester 2. Dan seperti biasa, setelah semua kumpulan soal mulai dari PKn, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Matematika dan muatan lokal sudah dipublikasikan, saatnya untuk merekap, sehingga bisa lebih mudah untuk menelusurinya.

    Pada posting terpisah dahulu, juga sudah dituliskan standar kompetensi dan kompetensinya. Berikut adalah link-link yang menuju posting untuk mendownload kumpulan soal semua mata pelajaran kelas VI semester 2

    Kumpulan Soal Bahasa Indonesia Kelas VI Semester 2
    Kumpulan Soal IPA Kelas VI Semester 2
    Kumpulan Soal PKn Kelas VI Semester 2
    Kumpulan Soal Matematika Kelas VI Semester 2
    Kumpulan Soal IPS Kelas VI Semester 1
    Kumpulan Soal SBK & Bahasa Jawa Kelas VI Semester 2

    Masing-masing terdiri dari beberapa soal, yang dapat digunakan untuk soal ulangan harian atau tes formatif. Sebaiknya tidak sama persis, gunakan yang sepertinya sudah pernah diajarkan atau ganti dengan yang sesuai dengan materi yang pernah dipelajari. Kumpulan soal tersebut bisa menjadi pilihan dan pengetahuan jenis soal yang mungkin belum ditemui.

    Dalam penilaian tidak hanya didasarkan pada tes akhir tetapi juga proses. Evaluasi tidak hanya untuk mendapatkan nilai, tetapi juga balikan untuk pemetaan kemampuan peserta didik sebagai dasar penyusunan program perbaikan. Evaluasi tentu tidak menilai peserta didik saja melainkan juga guru dalam mengajar.

    more
  • 2013 Akan Berlaku Kurikulum Pendidikan Baru
    Di tahun 2013 Indonesia akan mempunyai kurikulum pendidikan yang baru. Kurikulum yang merupakan perangkat mata pelajaran dan program pendidikan, bukan sesuatu yang mengherankan jika berubah atau diperbarui dan terus berkembang. Secara umum, kurikulum juga selalu dievaluasi, kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan.

    Berlakunya kurikulum pendidikan baru yang rencananya akan dimulai bulan Februari 2013 ini disampaikan oleh Mendikbud, Mohammad Nuh. Dikutip dari Kompas (19/9) M Nuh mengatakan "Pembahasannya masih berlangsung, nanti akan diuji publik, dan Februari 2013 semuanya akan rampung,".

    Kurikulum pendidikan nasional yang baru akan selesai digodok pada Februari 2013. Kurikulum baru itu rencananya segera diterapkan setelah melewati uji publik yang dilaksanakan beberapa bulan sebelumnya.

    Kurikulum berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik dalam satu periode jenjang pendidikan. Kurikulum pendidikan baru yang merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan akan menyentuh semua jenjang pendidikan. Dari pendidikan dasar, sampai ke pendidikan tinggi. Kurikulum baru itu merupakan hasil dari evaluasi pada seluruh mata pelajaran.

    Tim penyusun kurikulum baru ini dibagi menjadi dua tim. Yaitu tim pertama mengevaluasi dan menyusun kurikulum pendidikan dasar serta pendidikan menengah, sedangkan tim kedua mengevaluasi dan menyusun kurikulum pendidikan tinggi.

    M Nuh, menjelaskan bahwa kurikulum pendidikan nasional yang baru ini tidak "mengiblatkan" kurikulum dari negara asing tertentu. Kurikulum pendidikan baru ini merujuk pada negara-negara OECD, dan negara-negara yang memiliki karakter sangat kuat. Dia mencontohkan Jepang dan Korea, dua negara yang memiliki kekuatan karakter itu unggul dalam ilmu pengetahuan, tapi tetap menjunjung tinggi nasionalisme bangsanya.

    Bagaimana penilaian atau tanggapan dari pendidik sendiri tentang perubahan kurikulum yang sebelumnya bernama KTSP dengan kurikulum baru yang berlaku 2013 nanti? Sebagai pelaksana langsung kebijakan pendidikan di akar rumput pasti dinilai beragam.

    Perubahan kurikulum pasti juga akan diikuti dengan perubahan unsur di dalam komponen kurikulum tersebut. Termasuk di dalamnya, tujuan, isi/materi, media (sarana dan prasarana), strategi, dan proses belajar mengajar. Bagaimana pendapat Anda tentang perubahan kurikulum ini? Jangan lupa tulis di kotak komentar!

    more
  • Kumpulan Soal SBK & Bahasa Jawa Kelas VI Semester 2
    Melengkapi kumpulan soal ulangan harian atau tes formatif untuk kelas 6 semester 2. Ini adalah bagian yang terakhir dari kumpulan soal kelas 6 semester 2, yaitu kumpulan soal Seni Budaya dan Ketrampilan (SBK) serta Bahasa Jawa. Keduanya merupakan muatan lokal yang lebih bertujuan untuk melestarikan kearifan lokal dan dan mengapresiasi seni budaya.

    Standar kompetensi SBK Kelas 6 Semester 2 terdiri dari:
    Mengapresiasi karya seni rupa
    Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa
    Mengapresiasi karya seni musik
    Mengekspresikan diri melalui karya seni musik
    Mengapresiasi karya seni tari
    Mengekspresikan diri melalui karya seni tari
    Mengapresiasi karya kerajinan
    Membuat benda mainan beroda

    Tak luput, mata pelajaran muatan lokal seperti Bahasa Jawa dan SBK pun juga harus dievaluasi, yaitu berguna untuk mengetahui hasil belajar siswa untuk program perbaikan. Berikut adalah tautan untuk mendowload kumpulan soal ulangan harian untuk mapel SBK dan Bahasa Jawa kelas VI semester 2.

    Kumpulan Soal SBK Kelas VI Semester 2
    * Soal ulangan harian 1 SBK | Download
    * Soal ulangan harian 2 SBK | Download

    Kumpulan Soal Bahasa Jawa Kelas VI Semester 2
    * Soal ulangan harian 1 Bahasa Jawa | Download
    * Soal ulangan harian 2 Bahasa Jawa | Download
    * Soal ulangan harian 3 Bahasa Jawa | Download

    more
  • Kiat Menjauhkan Ponsel Anak dari Konten Porno
    Kiat untuk orang tua dan guru agar ponsel murid dan anak tidak dimasuki konten porno
    Ponsel atau Handphone (HP) persebarannya sudah tidak kenal usia. Anak-anak SD pun rasanya sudah banyak terlihat yang memiliki atau membawa ponsel. Apa alasan orang tua membelikan ponsel anaknya? Tentu saja beragam alasannya, biasanya dengan memberikan ponsel agar anak dengan orang tua atau sebaliknya bisa berkomunikasi, melacak lokasi atau memberitahu apa yang sedang dilakukan.

    Tentu saja, hampir semua teknologi selain memberikan kemudahan juga bisa menjerumuskan pada hal-hal yang kurang baik. Apalagi saat ini sudah banyak ponsel atau Hape yang berjenis smartphone atau dilengkapi dengan multimedia. Di sisi lain, dengan fitur multimedia itu bisa menjadi sarang rusaknya moral anak.

    Peredaran ponsel atau HP yang semakin mudah dan murah ternyata juga diikuti peredaran konten porno atau seksual. Konten porno bisa ‘meracuni’ siapa saja, tak terkecuali anak-anak atau murid-murid sekolah. Sebelum pikiran buah hati kita menjadi tercemar dengan kata-kata atau gambar tak senonoh tersebut, ada baiknya para orang tua dan guru membantu memagari mereka. Seperti dikutip dari Internet Sehat, inilah kiat untuk orang tua dan guru agar ponsel murid dan anak tidak dimasuki konten porno.

    1. Beri Pengertian pada Anak atau Murid
    Mulailah memberi pengertian kepada anak/murid tentang fenomena penyebaran konten porno via ponsel. Namun bukan berarti Anda lantas menghardik mereka. Intinya adalah jalin komunikasi awal yang baik dan nyaman dengan si anak/murid.

    2. Segera Hapus Konten Porno
    Jika anak/murid Anda kedapatan memiliki atau saling berkirim konten porno via ponselnya, segera suruh mereka hentikan hal itu. Jelaskan kepada mereka bahwa memiliki atau menyebarkan konten seksual lewat ponsel merupakan pelanggaran hukum dan berisiko terhadap sesuatu yang tidak baik.

    3. Jangan Membelikan Ponsel yang Canggih
    Usahakan tidak membelikan ponsel yang canggih atau multimedia kepada Anak. Semakin canggih ponselnya, semakin mudah konten-konten yang tidak sepantasnya masuk dan tersimpan rapi di ponsel tersebut.

    4. Mengikuti Perkembangan Teknologi
    Anda juga harus tetap mengikuti perkembangan teknologi. Situs sosial dan software/aplikasi jejaring sosial apa yang tengah digandrungi dan diinstal/terinstal di ponsel murid/anak dan pelajari ancaman-ancamannya.

    5. Lakukan  Razia Secara Berkala
    Lakukan razia isi ponsel secara berkala. Razia berhak dan bisa dilakukan oleh pihak sekolah dari kelas ke
    kelas, atau dengan melarang ponsel masuk ke dalam kelas dan mengumpulkan/menitipkannya di ruang tertentu agar mudah diperiksa secara acak. Razia juga berhak dan bisa dilakukan oleh orangtua ketika di rumah, apalagi jika memang ponsel dan biaya pulsa anak masih ditanggung oleh orangtua.

    Besar peran orang tua atau guru dalam melindungi anak atau murid dari konten porno atau seksual yang dapat meracuni pikiran anak. Sikap tanggap dan memberi contoh atau teladan yang baik dalam pemanfaatan ponsel bisa mencegah anak atau murid untuk mengakses konten porno.

    more
  • Kumpulan Soal IPA Kelas VI Semester 2
    Kumpulan Soal IPA Kelas VI Semester 2
    Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sesuai dengan latar belakang di Standar Isi, bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Oleh sebab itu, sudah seharusnya dalam mengajarkan IPA di SD lebih banyak praktek dengan siswa lebih aktif menemukan, sedangkan guru sebagai fasilitator atau pembimbing.

    Lalu bagaimana dengan bentuk tes pada IPA? Pada dasarnya semua mata pelajaran sama, ada penilaian proses dan penilaian akhir (tes tulis). Kali ini SekolahDasar.Net, akan berbagi kumpulan soal untuk mata pelajaran kelas 6, tepatnya semester 2 (genap), sebagai soal ulangan harian atau formatif. Fungsi evaluasi formatif adalah untuk mendapatkan feed back, untuk memetakan kemampuan siswa, sebagai dasar untuk program perbaikan atau pengayaan.

    Standar Komptensi dan Kompetensi Dasar IPA Kelas VI Semester 2
    7. Mempraktikkan pola penggunaan dan perpindahan energi
    7.1 Melakukan percobaan untuk menyelidiki hubungan antara gaya dan gerak (model jungkat jungkit, katapel/model traktor sederhana energi pegas)
    7.2 Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik

    8. Memahami pentingnya penghematan energi
    8.1 Mengidentifikasi kegunaan energi listrik dan berpartisipasi dalam penghematannya dalam kehidupan sehari-hari
    8.2 Membuat suatu karya/model yang menggunakan energi listrik (bel listrik/alarm/model lampu lalu lintas/ kapal terbang/mobil-mobilan/model penerangan rumah)

    9. Memahami matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi dalam tata surya
    9.1 Mendeskripsikan sistem tata surya dan posisi penyusun tata surya
    9.2 Mendeskripsikan peristiwa rotasi bumi, revolusi bumi dan revolusi bulan
    9.3 Menjelaskan terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari
    9.4 Menjelaskan perhitungan kalender Masehi dan kalender Hijriah

    Download Kumpulan Soal IPA Kelas VI Semester 2
    * Soal Ulangan Harian 1 IPA Kelas VI Semester 2 | Download
    * Soal Ulangan Harian 2 IPA Kelas VI Semester 2 | Download
    * Soal Ulangan Harian 3 IPA Kelas VI Semester 2 | Download
    * Soal Ulangan Harian 4 IPA Kelas VI Semester 2 | Download

    Untuk mendownload, Anda tinggal mengklik Download, kemudian akan di bawa ke halaman situs berbagi dokumen, dan mengikuti petunjuk langkah selanjutnya. Besar harapan kami, Anda tidak hanya sekedar menyalin, tetapi juga mampu mengembangkan kumpulan soal IPA tersebut. Jangan lupa untuk memberikan komentar, atau mengikuti komunitas guru @sekolahdasar. Semoga bermanfaat!

    more
  • Kumpulan Soal PKn Kelas VI Semester 2
    Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah salah satu mata pelajaran yang dianggap mudah dari segi materi. Lebih dari itu sebenarnya PKn lebih menititikberatkan pada pembentukan karakter yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Walaupun begitu, untuk mengevaluasi pembelajaran PKn masih sering menggunakan tes tulis.

    PKn di kelas VI, semester 2 ada 2 standar kompetensi (SK) dan 4 kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai oleh peserta didik. Berikut adalah SK dan KD tersebut:

    3. Memahami peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara
    3.1 Menjelaskan pengertian kerjasama negara-negara Asia Tenggara
    3.2 Memberikan contoh peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara

    4. Memahami peranan politik luar negeri Indonesia dalam era globalisasi
    4.1 Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif
    4.2 Memberikan contoh peranan politik luar negeri Indonesia dalam percaturan internasional

    Untuk menambah bahan referensi kumpulan soal untuk soal ulangan harian atau tes formatif mata pelajaran PKn kelas 6 semester 2 Bapak Ibu guru SD. Atau juga untuk orang tua peserta didik, sebagai latihan soal PKn, berikut tautan yang bisa digunakan untuk mendownload kumpulan soal tersebut.

    Kumpulan Soal PKn Kelas VI Semester 2
    * Soal Ulangan Harian 1 PKn Kelas VI Semester 2 | Download
    * Soal Ulangan Harian 2 PKn Kelas VI Semester 2 | Download
    * Soal Ulangan Harian 3 PKn Kelas VI Semester 2 | Download

    more
  • Kumpulan Soal Matematika Kelas VI Semester 2
    Kumpulan Soal Matematika Kelas VI Semester 2
    Salah satu mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional (UN) adalah Matematika, selain ada Bahasa Indonesia dan IPA. Sebelumnya, untuk bahan evaluasi guru melalui ulangan harian atau tes formatif, di SekolahDasar.Net sudah memposting kumpulan soal Bahasa Indonesia. Sekarang gilirannya untuk berbagi kumpulan soal Matematika untuk kelas 6.

    Matematika bagi sebagian besar anak masih dianggap pelajaran yang sulit. Salah satu cara belajar matematika adalah dengan rajin mengerjakan soal-soal latihan, baik untuk persiapan ulangan semester atau ujian nasional. Matematika kelas VI semester 2, 3 Standar Kompetensi (SK) dengan 12 Kompetensi Dasar (KD), dengan rician sebagai berikut.

    5. Melakukan operasi hitung pecahan dalam pemecahan masalah
    5.1 Menyederhanakan dan mengurutkan pecahan
    5.2 Mengubah bentuk pecahan ke bentuk desimal
    5.3 Menentukan nilai pecahan dari suatu bilangan atau kuantitas tertentu
    5.4 Melakukan operasi hitung yang melibatkan berbagai bentuk pecahan
    5.5 Memecahkan masalah perbandingan dan skala

    6. Menggunakan sistem koordinat dalam pemecahan masalah
    6.1 Membuat denah letak benda
    6.2 Mengenal koordinat posisi sebuah benda
    6.3 Menentukan posisi titik dalam sistem koordinat Kartesius

    7. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan data
    7.1 Menyajikan data ke bentuk tabel dan diagram gambar, batang dan lingkaran
    7.2 Menentukan rata-rata hitung dan modus sekumpulan data
    7.3 Mengurutkan data termasuk menentukan nilai tertinggi dan terendah
    7.4 Menafsirkan hasil pengolahan data

    Berikut Kumpulan Soal Matematika Kelas VI Semester 2:
    * Soal Ulangan Harian 1 Matematika Kelas VI | Download
    * Soal Ulangan Harian 2 Matematika Kelas VI | Download
    * Soal Ulangan Harian 3 Matematika Kelas VI | Download
    * Soal Ulangan Harian 4 Matematika Kelas VI | Download

    Kumpulan soal-soal ulangan harian atau tes formatif untuk mata pelajaran matematika kelas 6 khususnya semester genap atau dua bisa didownload di sini. Jika Anda guru bisa sebagai bahan soal evaluasi, kalau Anda orang tua peserta didik bisa digunakan untuk latihan soal. Jangan lupa klik suka atau tweet

    more
  • Kumpulan Soal IPS Kelas VI Semester 1
    Setelah sebelumnya sudah dipublikasikan kumpulan soal Bahasa Indonesia, berikut adalah kumpulan soal untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Ruang lingkup mata pelajaran IPS meliputi aspek-aspek sebagai berikut: (1.) Manusia, Tempat, dan Lingkungan, (2.) Waktu, Keberlanjutan, dan Perubahan (3.) Sistem Sosial dan Budaya (4.) Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan.

    Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran IPS Kelas VI Semester 2, terdiri dari 2 SK dan 4 KD, berikut rinciannya:

    2. Memahami gejala alam yang terjadi di Indonesia dan sekitarnya
    2.1 Mendeskripsikan gejala (peristiwa) alam yang terjadi di Indonesia dan negara tetangga
    2.2 Mengenal cara-cara menghadapi bencana alam

    3. Memahami peranan bangsa Indonesia di era global
    3.1 Menjelaskan peranan Indonesia pada era global dan dampak positif serta negatifnya terhadap kehidupan bangsa Indonesia
    3.2 Mengenal manfaat ekspor dan impor di Indonesia sebagai kegiatan ekonomi antar bangsa

    Untuk mengetahui tingkat ketercapaian siswa mengenai materi IPS yang sudah diajarkan, dan untuk memperbaiki program pembelajaran maka perlu diadakan evaluasi. Setiap akhir KD yang diajarkan peserta didik akan diberikan soal evaluasi. Berikut Kumpulan Soal Ulangan Harian (Tes Formatif) IPS Kelas 6 Semester 2 yang bisa didownload:

    * Soal Ulangan Harian 1 IPS KELAS VI Semeter 2 | Download
    * Soal Ulangan Harian 2 IPS KELAS VI Semeter 2 | Download
    * Soal Ulangan Harian 3 IPS KELAS VI Semeter 2 | Download
    * Soal Ulangan Harian 4 IPS KELAS VI Semeter 2 | Download

    Untuk mendownload kumpulan soal ulangan harian (formatif), klik tautan download, kemudian Anda akan dibawa ke situs berbagi dokumen, lalu tinggal mengikuti intruksi langkah selanjutnya. Kami harapkan, Anda tidak hanya sekedar menyalin kumpulan soal IPS kelas 6 itu, tetapi juga mengembangkannya sendiri.

    more
  • Kumpulan Soal Bahasa Indonesia Kelas VI
    Kumpulan Soal Bahasa Indonesia Kelas VI
    Pelajaran Bahasa Indonesia yang mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra di kelas VI memiliki 4 standar kompetensi (SK) dan 9 kompetensi dasar (KD). SekolahDasar.Net akan memberikan tautan untuk mendownload soal-soal ulangan harian atau soal formatif untuk kelas VI semester 2. Sebelumnya, kita simak dulu SK dan KD yang harus diajarkan di kelas VI semester 2.

    Standar Kompetensi & Kompetensi Dasar
    Mendengarkan
    5. Memahami wacana lisan tentang berita dan drama pendek
    5.1 Menyimpulkan isi berita yang didengar dari televisi atau radio
    5.2 Menceritakan isi drama pendek yang disampaikan secara lisan

    Berbicara
    6. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dengan berpidato, melaporkan isi buku, dan baca puisi
    6.1 Berpidato atau presentasi untuk berbagai keperluan (acara perpisahan, perayaan ulang tahun, dll.) dengan lafal, intonasi, dan sikap yang tepat
    6.2 Melaporkan isi buku yang dibaca (judul, pengarang, jumlah halaman, dan isi) dengan kalimat yang runtut
    6.3 Membacakan puisi karya sendiri dengan ekspresi yang tepat

    Membaca
    7. Memahami teks dengan membaca intensif dan membaca teks drama
    7.1 Menemukan makna tersirat suatu teks melalui membaca intensif
    7.2 Mengidentifikasi berbagai unsur (tokoh, sifat, latar, tema, jalan cerita, dan amanat) dari teks drama anak

    Menulis
    8. Mengungkapkan pikiran dan informasi secara tertulis dalam bentuk naskah pidato dan surat resmi
    8.1 Menyusun naskah pidato/sambutan (perpisahan, ulang tahun, perayaan sekolah, dll.) dengan bahasa yang baik dan benar, serta memperhatikan penggunaan ejaan
    8.2 Menulis surat resmi dengan memperhatikan pilihan kata sesuai dengan orang yang dituju

    Kumpulan Soal Ulangan Harian (Tes Formatif) Bahasa Indonesia Kelas VI Semester 2
    * Soal Ulangan Harian 1 Bahasa Indonesia | DOWNLOAD
    * Soal Ulangan Harian 2 Bahasa Indonesia | DOWNLOAD
    * Soal Ulangan Harian 3 Bahasa Indonesia | DOWNLOAD
    * Soal Ulangan Harian 4 Bahasa Indonesia | DOWNLOAD
    * Soal Ulangan Harian 5 Bahasa Indonesia | DOWNLOAD
    * Soal Ulangan Harian 6 Bahasa Indonesia | DOWNLOAD

    Anda tinggal mengklik download, kemudian akan di bawa ke halaman situs berbagi dokumen, dan mengikuti petunjuk langkah selanjutnya. Besar harapan kami, anda tidak hanya menyalin, tetapi juga mampu mengembangkan kumpulan soal tersebut. Jangan lupa untuk memberikan komentar, atau bergabung dengan komunitas guru SEKOLAH DASAR. Semoga bermanfaat!

    more
  • Pendidikan Indonesia Ada di Peringkat ke-69
    Pendidikan Indonesia Ada di Peringkat ke-69
    Pendidikan menjadi pondasi kemajuan suatu bangsa. Pendidikan menjadi sarana untuk membentuk generasi penerus bangsa. Semakin maju kualitas pendidikan semakin maju pula negara tersebut. Pendidikan merupakan faktor utama dalam membangun karakter bangsa dan faktor untuk menggerakkan perekonomian suatu bangsa. Pendidikan adalah sebuah sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang saling terkait. Kemajuan pendidikan tidak terlepas dari peran semua elemen masyarakat.

    Pendidikan di Indonesia masih jauh dari kata baik. Menurut Education For All Global Monitoring Report 2011, menyebutkan pendidikan Indonesia masih tertinggal. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh UNESCO, yang dikeluarkan setiap tahun yang berisi hasil pemantauan pendidikan dunia, pendidikan Indonesia ada di peringkat ke-69.

    Perkembangan pendidikan Indonesia masih kalah bila dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya. Indonesia yang ada di posisi ke-69 berdasarkan Education Development Index (EDI), kalah dengan negara tetangga, yaitu Brunei yang ada di peringkat ke-34 dan Malaysia di peringkat ke-65.

    Tidak meratanya pendidikan juga mengakibatkan kualitas masyarakat Indonesia tertinggal dibandingkan dengan negara lain. Padahal pendidikan merupakan faktor utama dalam membangun karakter bangsa dan faktor untuk menggerakkan perekonomian suatu bangsa.

    Selain tidak meratanya pendidikan, akses pendidikan di Indonesia juga perlu mendapat perhatian, lebih dari 1,5 juta anak tiap tahun tidak dapat melanjutkan sekolah. Sementara dari sisi kualitas guru dan komitmen mengajar terdapat lebih dari 54 persen guru memiliki standar kualifikasi yang perlu ditingkatkan dan 13,19 persen bangunan sekolah dalam kondisi perlu diperbaiki.

    Untuk memajukan pendidikan tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak saja, semua elemen masyarakat harus ikut bergerak untuk memperbaiki kuliatas pendidikan. Semakin besar kesempatan masyarakat Indonesia dapat mendapatkan pendidikan berkualitas, akan mampu mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi serta mampu menjawab tantangan global.

    more
  • Kumpulan Contoh Judul PTK PKn SD Sudah pernah membuat penelitian tindakan kelas (PTK)? Kalau sudah pernah mari ditingkatkan dan konsisten melakukannya, jika belum pernah masih ada kesempatan untuk membuatnya. Kilas balik kembali, apa itu PTK? Ciri khas PTK adalah adanya identifikasi masalah pembelajaran kemudian dilakukan tindakan perbaikan untuk memecahkan masalah dalam kelas yang diajar tersebut.

    Dalam menyusun PTK dimulai dari permasalahan yang dihadapi guru di dalam proses belajar mengajar, indikasi permasalahan itu bisa berasal dari aktivitas siswa selama proses belajar mengajar atau hasil belajar siswa. Guru merelekfesi kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, mengapa terjadi permasalahan tersebut. Kemudian membuat perencanaan untuk perbaikan dengan menerapakan model, metode dan media pembelajaran untuk memperbaikinya.

    Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn) merupakan salah satu mata pelajaran yang dapat membentuk diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia, untuk menjadi warga negara yang cerdas, terampil dan berkarakter yang dilandasi oleh UUD 1945 (Sudjana, 2003: 4).

    Dalam mata pelajaran PKn, seorang siswa bukan saja menerima pelajaran berupa pengetahuan, tetapi pada diri siswa juga harus berkembang sikap, keterampilan dan nilai-nilai. Untuk mencapai tujuan PKn tersebut, maka guru berupaya melalui kualitas pembelajaran yang dikelolanya. Guru berusaha mengarahkan dan membentuk sikap serta perilaku siswa sebagaimana yang dikehendaki dalam pembelajaran PKn.

    Kumpulan Contoh Judul PTK Pkn SD

    PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATAPELAJARAN PKn KELAS 4 SD DI GUGUS IV SANANWETAN KOTA BLITAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DDCT DAN KELILING KELOMPOK

    Peningkatan Hasil Belajar PKn Melalui Model Pembelajaran Role Playing Bagi Siswa kelas III SDN Plosoarang I Kabupaten Blitar

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS V SDN GARUM 03 KABUPATEN BLITAR

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI JURISPRUDENSIAL UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn KELAS IV SDN KASREMAN KECAMATAN KANDANGAN KABUPATEN KEDIRI

    Peningkatan Hasil Belajar PKn Melalui Model Mind Mapping Pada Siswa Kelas IV SDN Kamulan 01 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS III SDN BARENG 5 KOTA MALANG

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS 3 SDN TANJUNGREJO 5 MALANG

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NON DIREKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN KELAS III MI YASPURI KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG

    Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn dengan Metode CORE (Connecting, Organizing, Refleting, Extending) pada siswa Kelas IV SDN Polehan 2 Kecamatan Blimbing Kota Malang.

    Penerapan Model Pembelajaran Deep Dialogue Critical Thinking Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PKn dan Keaktifan Siswa Kelas IV SDN Randumerak Probolinggo

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI NILAI PADA SISWA KELAS IV SDN BERU 0I WLINGI KABUPATEN BLITAR

    Penerapan Model Pembelajaran Giving Question and Getting Answer untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar PKn Siswa Kelas IV SDN Kidul Dalem 2 Kecamatan Klojen Kota Malang.

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER PADA SISWA KELAS IV SDN NGARINGAN 4 GANDUSARI KABUPATEN BLITAR

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn KELAS V MELALUI METODE SIMULASI DI SDN PLOSOKEREP 1 KOTA BLITAR

    Peningkatan Hasil Belajar PKn melalui Model pembelajaran Investigasi Kelompok pada kelas IV SDN 02 Bangunmulyo. Pakel Kabupaten Tulungagung

    Penggunaan Model Mnemonik untuk Meningkatkan Kemampuan Menghafal dengan Efektif dan Menyenangkan Pada Pelajaran PKn Kelas IV SDN Sumbersari 1 Malang

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN VCT (VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE) PADA SISWA KELAS II SDN PLOSOKEREP 01 KOTA BLITAR

    Peningkatan Hasil Belajar PKn Melalui Model TGT (Teams Game Tournaments) Bagi Siswa Kelas IV SDN Tondowulan II Jombang

    Penerapan Strategi Direct Reading Thinking Activities untuk Meningkatkan Hasil Belajar PKn bagi Siswa Kelas III SDN Sumbersari II Malang

    Penerapan Model Pembelajaran Concept Attainment untuk Meningkatkan Hasil Belajar PKn Siswa Kelas IV SDN Madyopuro 3 Kota Malang

    Peningkatan Hasil Belajar PKn Materi Pokok Lembaga Pemerintahan Menggunakan Media Komputer Siswa Kelas IV SDN Tunggulwulung 3 Malang

    PENERAPAN MODEL SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS IVB SDN TLOGOMAS 02 KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG

    Penerapan Model Directive Learning untuk Meningkatkan Kreatifitas dan Hasil Belajar PKn Siswa Kelas V SDN kedungkandang 1 Kota Malang

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI MODEL DEEP DIALOGUE/CRITICAL THINKING PADA SISWA KELAS V DI SDN ARJOWILANGUN 07 KALIPARE KABUPATEN MALANG

    Peningkatan Hasil Belajar PKn Dengan Model Experiential Learning Pada Siswa Kelas 5 SDN 2 Dandangan Kota Kediri

    Sumber: http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/KSDP/issue/view/239

    more
  • Kumpulan Soal Ulangan Harian Kelas 5 Semester 1 Saat untuk merekap kumpulan soal untuk kelas 5 semester 1, setelah beberapa hari yang lalu telah dipublikasikan kumpulan soal ulangan harian atau formatif untuk masing-masing mata pelajaran. Untuk mempermudah menemukan atau menelusuri, kami akan merekapnya dalam postingan ini. Berikut adalah link-link yang mengarah untuk mendownload kumpulan soal untuk kelas 5 semester 1 berdasarkan mata pelajaran:


    Materi pokok:
    1. Kerajaaan Hindu, Budha Dan Islam Di Indonesia
    2. Tokoh-Tokoh Sejarah Pada Masa Hindu, Budha Dan Islam Di Indonesia
    3. Keanekaragaman Kenampakan Alam Dan Buatan Di Indonesia Serta Pembagian Waktu
    4. Menghargai Suku Dan Bangsa Dan Budaya Di Indonesia
    5. Kegiatan Ekonomi


    Materi pokok:
    1. Organ Pernafasan Manusia
    2. Organ Pernafasan Hewan
    3. Organ Pencernaan Manusia
    4. Organ Peredaran Darah Manusia
    5. Penyakit Menyerang Organ Peredaran Darah Manusia
    6. Tumbuhan Hijau
    7. Ketergantungan Manusia dan Hewan Terhadap Tumbuhan hijua
    8. Penyesuaian Hewan dengan Lingkungannya
    9. Penyesuaian Tumbuhan dengan Lingkungannya
    10. Struktur Bahan
    11. Perubahan Kimia dan Fisika


    Materi Pokok:
    1. Penjelasan narasumber
    2. Teks cerita rakyat
    3. Masalah atau peristiwa yang terjadi di sekolah
    4. Menceritakan hasil pengamatan
    5. Wawancara dengan narasumber
    6. Teks percakapan
    7. Teks Bacaan
    8. Puisi karya anak


    Materi pokok:
    1. Negara Kesatuan Republik Indonesia
    2. Kesatuan dan Persatuan
    3. Perilaku dalam menjaga keutuhan NKRI
    4. Peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah
    5. Contoh peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah


    Materi Pokok:
    1. Operasi hitung bilangan bulat
    2. KPK dan FPB
    3. Opersai hitung campuran hitungan bilangan bulat
    4. Perpangkatan dua dan penarikan akar pangkat dua
    5. Operasi hitung KPK dan FPB
    6. Pengukuran waktu
    7. Pengukuran sudut
    8. Hubungan waktu dan kecepatan
    9. Pengukuran jarak, waktu dan kecepatan
    10. Luas bangun datar
    11. Volume bangun ruang.

    more
  • Kumpulan Soal Matematika Kelas 5 Semester 1 Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit, karena kadang ketika mengerjakan soal evaluasi nilainya kurang baik. Bagi guru pun dalam mengajarkan dan memberikan evaluasi juga harus lebih variatif. Selain penanam konsep matematika yang menyenangkan dan kreatif, hendaknya guru juga rajin memberikan soal-soal latihan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik

    Mengutip dari standar isi kurikulum matematika SD, latar belakang matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Mata pelajaran Matematika pada satuan pendidikan SD/MI meliputi aspek-aspek: 1. Bilangan, 2. Geometri dan pengukuran, dan 3. Pengolahan data. Berikut untuk link untuk mendownload soal matematika kelas 5 SD.


    Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
    Bilangan
    1. Melakukan operasi hitung bilangan bulat dalam pemecahan masalah
    1.1 Melakukan operasi hitung bilangan bulat termasuk penggunaan sifat-sifatnya, pembulatan, dan penaksiran
    1.2 Menggunakan faktor prima untuk menentukan KPK dan FPB
    1.3 Melakukan operasi hitung campuran bilangan bulat
    1.4 Menghitung perpangkatan dan akar sederhana
    1.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi hitung, KPK dan FPB

    Geometri dan Pengukuran
    2. Menggunakan pengukuran waktu, sudut, jarak, dan kecepatan dalam pemecahan masalah
    2.1 Menuliskan tanda waktu dengan menggunakan notasi 24 jam
    2.2 Melakukan operasi hitung satuan waktu
    2.3 Melakukan pengukuran sudut
    2.4 Mengenal satuan jarak dan kecepatan
    2.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan waktu, jarak, dan kecepatan

    3. Menghitung luas bangun datar sederhana dan menggunakannya dalam pemecahan masalah
    3.1 Menghitung luas trapesium dan layanglayang
    3.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar

    4. Menghitung volume kubus dan balok dan menggunakannya dalam pemecahan masalah
    4.1 Menghitung volume kubus dan balok
    4.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan volume kubus dan balok

    more
  • Download Kumpulan Soal PKn Kelas 5 Semester 1 Setelah sebelumnya SekolahDasar.Net memposting kumpulan soal IPA dan Bahasa Indonesia untuk kelas V, kini untuk melengkapinya dengan kumpulan soal pendidikan kewarganegaraan (Pkn) untuk kelas 5 SD semester 1, untuk soal-soal ulangan harian atau formatif.

    Pkn merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.

    Stándar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas V, Semester 1
    1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
    1.1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia
    1.2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
    1.3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia

    2. Memahami peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah
    2.1 Menjelaskan pengertian dan pentingnya peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah
    2.2 Memberikan contoh peraturan perundangundangan tingkat pusat dan daerah, seperti pajak, anti korupsi, lalu lintas, larangan merokok

    Berikut adalah link atau tautan untuk mendownload kumpulan soal Pkn kelas 5 semester 1, untuk ulangan harian atau untuk latihan soal. Nantinya, bapak ibu guru SD/MI bisa mengembangkannya lagi.

    Materi pokok Pkn kelas 5 semester 1, terdiri atas:
    1. Negara Kesatuan Republik Indonesia
    2. Kesatuan dan Persatuan
    3. Perilaku dalam menjaga keutuhan NKRI
    4. Peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah
    5. Contoh peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah

    more
  • Hasil UKA dan UKG: Kompetensi Guru SD Terendah
    Hasil UKA dan UKG Kompetensi Guru SD Terendah
    Kompetensi guru untuk jejang sekolah dasar (SD) tidak lebih baik dari kompetensi guru taman kanak-kanak (TK). Kompetensi guru-guru SD memprihatinkan, kalah dengan guru TK. Rendahnya kompetensi guru yang bisa berpengaruh terhadap kualitas layanan pendidikan siswa SD ini umumnya terjadi di kalangan guru kelas rendah atau kelas 1-3.

    Berdasarkan hasil uji kompetensi awal (UKA) yang digunakan untuk menyeleksi guru yang boleh ikut kuota sertifikasi guru tahun 2012 secara nasional melalui pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG), kompetensi guru SD terendah dibanding guru jejang yang lain, bahkan di bawahnya yaitu guru TK. Kompetensi guru SD rata-rata adalah 36,85, sedangkan guru TK rata-ratanya 58,87.

    Begitu pun pada hasil uji kompetensi guru (UKG) yang diikuti oleh guru SD bersertifikat, juga menunjukan kompetensi guru SD tetap terendah. Dikutip dari kompas.com (06/09/12) kompetensi pedagogik guru SD rata-rata 42,10, sedangkan guru TK rata-rata 44,31. Adapun kompetensi profesional guru SD rata-rata 41,26, sedangkan guru TK rata-rata 45,77.

    Bagi guru yang tidak lolos dalam UKA harus mengikuti Diklat Pasca-UKA yaitu guru-guru yang skornya di bawah 30 pada pelaksanaan ujian untuk menentukan guru yang layak ikut kuota sertifikasi tahun ini yang diikuti 32.000 guru. Sebagian besar ketidaklulusan dialami guru-guru SD. Sebagian besar terjadi untuk guru-guru kelas rendah, yang memang usianya sudah 40 tahun ke atas.

    Uji kompetensi guru yang diadakan pemerintah sebenarnya untuk menguji kompetensi minimal dalam penguasaan materi yang diajarkan di jenjang SD yakni Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pegetahuan Sosial, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia. Ada juga soal penguasaan materi kebijakan pengembangan profesi, pendidikan karakter bangsa, dan hakikat pendidikan di SD.

    Penyebab rendahnya nilai uji kompetensi disebabkan para guru SD ini memang minim diklat rutin untuk menyegarkan pengetahuan mereka. Para guru juga terlihat tidak memiliki sikap profesional untuk mengembangkan diri sendiri karena minimnya motivasi dan inspirasi dari penanggung jawab pendidikan.

    Pada ujian kompetensi guru yang dilaksanakan pemerintah, materinya juga mencakup kelas tinggi. Pada kenyataan di lapangan, banyak guru kelas rendah yang umumnya berusia lebih tua tetap mengajar di kelas rendah selama belasan hingga puluhan tahun. Sedangkan guru yang lebih muda umumnya senang mengajar di kelas atas karena mengajar di kelas bawah dianggap sulit.

    Sumber: Kompas

    more
  • Mengelola Kelas dengan Profesional
    Kelas adalah taman belajar bagi anak, tempat mereka tumbuh dan berkembangnya fisik, intelektual dan emosional anak. Di kelas, segala aspek pendidikan pengajaran bertemu dan berproses. Guru dengan segala kemampuannya, anak dengan segala latar belakang dan sifat-sifat individualnya; kurikulum dengan segala komponennya; dan materi serta sumber pelajaran dengan segala pokok bahasanya bertemu dan berpadu serta berinteraksi di kelas.

    Salah satu ciri guru yang profesional adalah guru yang mampu mengelola kelas dengan baik. Tingkah laku dan perbuatan anak selalu berubah. Hari ini anak dapat belajar dengan baik dan tenang, tetapi besok belum tentu. Kemarin terjadi persaingan yang sehat dalam kelompok, sebaliknya di masa mendatang boleh jadi persaingan itu menjadi kurang sehat. Kelas selalu dinamis dalam bentuk perilaku, perbuatan, sikap, mental, dan emosional anak. Oleh sebab itu sudah selayaknyalah kelas dikelola dengan profesional.

    Djamarah (2006:185) menyebutkan untuk memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan kelas, sehingga tercipta iklim kelas yang aktif, kreatif dan menyenangkan dapat dipergunakan prinsip-prinsip pengelolaan kelas sebagai berikut.

    1). Hangat dan Antusias
    Hangat dan Antusias diperlukan dalam proses belajar mengajar. Guru yang hangat dan akrab pada anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada aktifitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas.

    2). Tantangan
    Penggunaan kata-kata, tindakan, cara kerja, atau bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan gairah anak untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang.

    3). Bervariasi
    Penggunaan alat atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan, meningkatkan perhatian anak. Kevariasian ini merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan.

    4). Keluwesan
    Keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan anak serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif. Keluwesan pengajaran dapat mencegah munculnya gangguan seperti keributan anak, tidak ada perhatian, tidak mengerjakan tugas dan sebagainya.

    5). Penekanan pada Hal-Hal yang Positif
    Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik, guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negatif. Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku anak yang positif daripada mengomeli tingkah laku yang negatif. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar.

    6). Penanaman Disiplin Diri
    Tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik dapat mengembangkan dislipin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi teladan mengendalikan diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal bila ingin anak didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal.

    Agar tujuan pengajaran berhasil, guru tidak hanya cukup berbekal pengetahuan tentang kurikulum, metode mengajar, media pengajaran, dan wawasan tentang materi yang akan disampaikan kepada anak didik. Di samping itu guru harus menguasai kiat manajemen atau pengelolaan kelas. Guru hendaknya dapat menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang menguntungkan bagi anak didik supaya tumbuh iklim pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

    more
  • Kumpulan Soal Bahasa Indonesia Kelas 5 Semester 1 Bentuk tes evaluasi mata pelajaran Bahasa Indonesia di SD semestinya beragam, tidak hanya tes tulis. Karena ruang lingkup Bahasa Indonesia mencakup komponen berbahasa dan mengapresiasi sastra. Ruang lingkup Bahasa Indonesia di SD meliputi: mendengarkan, berbicara, menulis dan membaca.

    Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia.

    Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Standar kompetensi ini merupakan dasar bagi peserta didik untuk memahami dan merespon situasi lokal, regional, nasional, dan global.

    Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas V, Semester 1
    Mendengarkan
    1. Memahami penjelasan narasumber dan cerita rakyat secara lisan
    1.1 Menanggapi penjelasan narasumber (petani, pedagang, nelayan, karyawan, dll.) dengan memperhatikan santun berbahasa
    1.2 Mengidentifikasi unsur cerita tentang cerita rakyat yang didengarnya

    Berbicara
    2. Mengungkapkan pikiran, pendapat, perasaan, fakta secara lisan dengan menanggapi suatu persoalan, menceritakan hasil pengamatan, atau berwawancara
    2.1 Menanggapi suatu persoalan atau peristiwa dan memberikan saran pemecahannya dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa
    2.2 Menceritakan hasil pengamatan/kunjungan dengan bahasa runtut, baik, dan benar
    2.3 Berwawancara sederhana dengan narasumber (petani, pedagang, nelayan, karyawan, dll.) dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa

    Membaca
    3. Memahami teks dengan membaca teks percakapan, membaca cepat 75 kata/menit, dan membaca puisi
    3.1 Membaca teks percakapan dengan lafal dan intonasi yang tepat
    3.2 Menemukan gagasan utama suatu teks yang dibaca dengan kecepatan 75 kata per menit
    3.3 Membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat

    Menulis
    4. Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman secara tertulis dalam bentuk karangan, surat undangan, dan dialog tertulis
    4.1 Menulis karangan berdasarkan pengalaman dengan memperhatikan pilihan kata dan penggunaan ejaan
    4.2 Menulis surat undangan (ulang tahun, acara agama, kegiatan sekolah, kenaikan kelas, dll.) dengan kalimat efektif dan memperhatikan penggunaan ejaan
    4.3 Menulis dialog sederhana antara dua atau tiga tokoh dengan memperhatikan isi serta perannya

    Berikut adalah link/tautan untuk mendownload kumpulan soal Bahasa Indonesia kelas 5 semester 1. Nantinya, bisa bapak ibu guru SD/MI bisa kembangkan lagi.


    Materi Pokok Bahasa Indonesia Kelas 5 Semester 1
    1. Penjelasan narasumber
    2. Teks cerita rakyat
    3. Masalah atau peristiwa yang terjadi di sekolah
    4. Menceritakan hasil pengamatan
    5. Wawancara dengan narasumber
    6. Teks percakapan
    7. Teks Bacaan
    8. Puisi karya anak

    more
  • Penyebab Banyak Daerah Kekurangan Guru
    Penyebab Banyak Daerah Kekurangan Guru
    Dalam sebuah berita disebutkan kalau 94 persen daerah kekurangan guru khususnya SD. Sebagai salah satu jenjang pendidikan dasar, sudah seharusnya masalah kekurangan guru segera diselesaikan. Seperti yang kita ketahui, guru memiliki peran besar dalam keberhasilan pendidikan. Tetapi jika masalah kekurangan guru ini belum ada solusinya tentu keinginan besar untuk memajukan pendidikan tidak maksimal.

    Jika salah salah indikator program wajib belajar 12 tahun adalah pemerataan dalam mendapatkan pendidikan, maka kekurangan guru di berbagai jenjang khususnya SD membuat program wajib belajar tersebut bisa dikatakan belum berhasil. Banyak daerah yang mengeluhkan kekurangan guru, bukan jumlahnya yang kurang melainkan distribusi atau pemerataan guru yang jelek.

    Penyebab utama banyak daerah yang kekurangan guru adalah masalah distribusi guru. Jumlah guru yang tersedia sebenarnya melebihi dari jumlah yang diperlukan sekolah. Terjadi ketimpangan dalam pendistribusian guru sehingga pemerataan guru jadi tidak setara. Apalagi jika ditambah dengan guru-guru honorer, jumlah guru sudah lebih dari cukup.

    Distibusi guru yang tidak merata, ada kaitannya dengan pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak merata. Banyak guru memilih mengajar di kota karena selain sarana dan prasanara sekolah memadai, tunjangan yang diterima juga lebih tinggi dibanding di daerah. Sehingga guru memilih dan meminta ditempatkan di kota. Sebaliknya guru enggan untuk ditempatkan di daerah (terpencil) karena sarana dan prasarana yang kurang, belum lagi kesejahteraan yang juga kurang mendapat perhatian.

    Hendaknya selain melakukan pemerataan jumlah guru, pemerintah juga segera melakukan pemerataan fasilitas yang memadai untuk para guru di daerah. Masalah serius dalam sistem pemerataan guru ini harus disikapi dan ditangani segera. Instruksi kepada pemerintah daerah yang termuat dalam surat keterangan bersama (SKB) lima menteri yang menyebutkan daerah diberikan wewenang untuk mengatur pendistribusian guru. Dengan penegasan, pemerintah daerah dan dinas pendidikannya bisa segera menyelesaikan persoalan tersebut.

    Sumber: Kompas
    Editor: Kurnia Septa

    more
  • Download Kumpulan Soal IPA Kelas 5 Semester 1 Untuk mengetahui sejauh mana peserta didik meyerap dan memahami materi pembelajaran IPA kelas 5 SD diperlukan sebuah evaluasi. Salah satu bentuk evaluasi yaitu dengan tes tulis. Inilah beberapa soal-soal IPA atau ilmu pengetahuan alam untuk kelas 5 semester 1. Dengan melakukan evaluasi, guru bisa memperbaiki program pengajaran sehingga didapatkan hasil maksimal hasil belajar siswa dan kemampuan guru mengajar.

    Sesuai standar isi, IPA di SD/MI terdapat Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) merupakan standar minimum yang secara nasional harus dicapai oleh peserta didik dan menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum di setiap satuan pendidikan. Pencapaian SK dan KD didasarkan pada pemberdayaan peserta didik untuk membangun kemampuan, bekerja ilmiah, dan pengetahuan sendiri yang difasilitasi oleh guru.

    Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPA Kelas 5 Semester 1
    Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan
    1. Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan hewan
    1.1 Mengidentifikasi fungsi organ pernapasan manusia
    1.2 Mengidentifikasi fungsi organ pernapasan hewan misalnya ikan dan cacing tanah
    1.3 Mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan
    1.4 Mengidentifikasi organ peredaran darah manusia
    1.5 Mengidentifikasi gangguan pada organ peredaran darah manusia

    2. Memahami cara tumbuhan hijau membuat makanan
    2.1 Mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan
    2.2 Mendeskripsikan ketergantungan manusia dan hewan pada tumbuhan hijau sebagai sumber makanan

    3. Mengidentifikasi cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan
    3.1 Mengidentifikasi penyesuaian diri hewan dengan lingkungan tertentu untuk mempertahankan hidup
    3.2 Mengidentifikasi penyesuaian diri tumbuhan dengan lingkungan tertentu untuk mempertahankan hidup

    Benda dan Sifatnya
    4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses
    4.1 Mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya, misalnya benang, kain, dan kertas
    4.2 Menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap

    Berikut adalah link/tautan untuk mendownload kumpulan soal IPA kelas 5 semester 1. Nantinya, bapak ibu guru SD/MI bisa mengembangkannya lagi.

    Materi pokok IPA kelas 5 semester 1, terdiri atas:
    1. Organ Pernafasan Manusia
    2. Organ Pernafasan Hewan
    3. Organ Pencernaan Manusia
    4. Organ Peredaran Darah Manusia
    5. Penyakit Menyerang Organ Peredaran Darah Manusia
    6. Tumbuhan Hijau
    7. Ketergantungan Manusia dan Hewan Terhadap Tumbuhan hijua
    8. Penyesuaian Hewan dengan Lingkungannya
    9. Penyesuaian Tumbuhan dengan Lingkungannya
    10. Struktur Bahan
    11. Perubahan Kimia dan Fisika

    more

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Informasi Terbaru