» » » » Berilah Anak Kesenangan dalam Belajar

Berilah Anak Kesenangan dalam Belajar

Berilah Anak Kesenangan dalam Belajar
Belajar akan lebih menyenangkan jika penyampaian materi yang akan diajarkan menggunakan metode-metode yang menyenangkan.
Belajar merupakan sebuah aktivitas fisik untuk mengetahui sesuatu. Belajar bukan hanya duduk manis sambil mendengarkan guru menerangkan. Akan tetapi, belajar adalah melakukan. Jika kita ingin membatik, maka kita akan membuat batik lengkap dengan peralatannya. Begitu pula jika kita ingin lancar berbicara dengan menggunakan bahasa asing maka kita harus berani berbicara dengan menggunakan bahasa asing tersebut.

Senang dalam belajar tentang segala sesuatu tidak datang dengan sendirinya. Tetapi, hal tersebut merupakan sebuah proses pembiasaan sejak kecil yang dilakukan secara terus menerus. Pepatah Jawa mengatakan “ana trisno jalaran saka kulina” artinya segala sesuatu yang dilakukan secara terus menerus dan dijadikan sebuah rutinitas maka akan memunculkan rasa senang atau rasa suka. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana anak-anak dapat merasa senang dalam belajar? Terutama belajar tentang materi pelajaran di sekolah?

Dunia anak adalah dunia bermain dan penuh dengan warna. Begitu juga dengan belajar. Belajar akan lebih menyenangkan jika penyampaian materi yang akan diajarkan menggunakan metode-metode yang menyenangkan seperti menggunakan metode permainan, metode teka-teki, atau mungkin metode cerita bergambar. Begitu pula media yang digunakan juga media yang menarik minat anak-anak untuk belajar seperti media gambar, audio visual, yang disesuaikan dengan usia mereka. Hal tersebut tidak terlepas dari peran guru di sekolah dan peran orang tua di rumah.

Baca juga: Inilah Alasan Tidak Boleh Memaksa Anak Belajar

Guru di sekolah merupakan kepanjangan tangan dari orang tua di rumah dalam memberikan pendidikan dan pengajaran kepada anak. Guru mendampingi anak belajar di sekolah dari mereka tidak bisa apa-apa menjadi mengerti sedikit demi sedikit tentang segala sesuatu sesuai dengan perkembangan otak mereka.

Guru yang baik adalah guru yang selalu memberi semangat kepada anak-anak untuk terus belajar dengan memberikan penguatan ketika mereka berhasil dalam mengerjakan sesuatu dengan mengatakan “Wow, kamu hebat!” atau hanya sekedar “Bagus!” dan selalu menjadi penopang anak ketika anak belum mengerti dengan hanya mengatakan “Ayo, kamu pasti bisa!” atau hanya sekedar Kita coba lagi, yuk!”

Sementara orang tua juga harus dapat bekerjasama dengan guru di sekolah dalam memberikan pengajaran kepada anak. Guru dan orang tua harus selaras dan sepaham tentang bagaimana menyampaikan pengajaran dengan menyenangkan sehingga anak senang belajar di mana pun mereka berada. Misalnya di sekolah anak diwajibkan mengafalkan surat Al Lahab (Api Yang Menyala) sebagai bagian dari pembiasaan pelajaran agama. Maka guru di sekolah dapat menggunakan audio visual sebagai media dan orang tua di rumah menggunakan kinestetik (bahasa tubuh) dengan cara memperagakan tiap ayat sesuai dengan artinya sehingga anak dapat menghafal dengan mudah. Memori tentang materi hafalan surat Al Lahab yang diperoleh dari tanyangan audio visual di sekolah kemudian digambarkan secara visual oleh orang tua di rumah dengan gerakan-gerakan yang diperagakan oleh orang tua akan mempermudah anak menghafal sekaligus membuat mereka tidak merasa terbebani dengan tugas-tugas dari sekolah.

Metode, media yang menarik akan membuat anak senang dalam belajar jika si penyampai materi pembelajaran dalam hal ini guru dan orang tua mau menyelami dunia anak yang penuh dengan kecerian. Menggunakan bahasa yang ringan, tidak berbelit-belit, lugas, dan mudah dicerna maknanya akan membuat anak semakin mengerti pelajaran apa yang akan mereka terima hari ini. Jangan pelit dengan pujian dan dukunglah anak-anak selalu jika mereka berada dalam kesulitan.

Sebagai guru jadikanlah mereka sebagai subyek penentu keberhasilan pembelajaran hari ini di sekolah. Jangan jadikan mereka sebagai obyek yang hanya menerima pembelajaran saja. Jelaskan manfaat dari pelajaran hari ini misalnya dengan mengetahui dongeng tentang Malin Kundang mereka akan mengerti bahwa setiap anak harus menghargai dan menghormati orang tua apa pun kondisinya. Ajaklah mereka ke dalam masa Malin Kundang dengan menggunakan metode menggambar sambil bercerita di papan tulis yang tentunya akan sangat menyita perhatian anak dan membuat anak ingat seumur hidupnya tentang kisah Malin Kundang yang melegenda. Anak akan merasa sangat senang dan menikmati pembelajaran hari itu di sekolah.

Sebagai orang tua luangkanlah waktu untuk anak kita saat mereka pulang sekolah, tanyalah kepada anak-anak apakah mereka senang belajar hari ini di sekolah. Secara otomatis anak akan mencari-cari hal-hal yang menyenangkan selama mereka belajar di sekolah. Sehingga ketika kita bertanya tentang kesulitan mereka belajar di sekolah hari ini, anak-anak pasti akan berkata “tidak ada” atau “hanya sedikit, tapi aku bisa” Mintalah mereka bercerita sedikit tentang pembelajaran hari ini. Berilah mereka ruang untuk mengeluarkan suka duka mereka belajar hari ini di sekolah. Dengan dukungan yang kita berikan, secara otomatis anak akan merasa bahwa belajar adalah sesuatu yang wajib mereka lakukan dan pantas untuk mereka banggakan.

*) Ditulis oleh Komaria Rahayu, S.Pd. Guru SD Muhammadiyah 9 Malang



SekolahDasar.Net | 21 Maret 2015
Ketik email Anda untuk:

KOMENTAR ANDA