Cara Agar Anak Suka Matematika dan Meyakinkannya Matematika itu Mudah
Cari Berita

Atas


Cara Agar Anak Suka Matematika dan Meyakinkannya Matematika itu Mudah

Selasa, 26 Maret 2019

Cara Agar Anak Suka Matematika dan Meyakinkannya Matematika itu Mudah
Kenalkan matematika lewat dunia anak-anak dari yang mereka alami, salah satunya melalui aktivitas bermain.

Matematika kerap kali menjadi pelajaran yang tak disukai anak didik. Mereka terkadang menyerah, bahkan baru mendengar namanya saja enggan. Matematika sering menjadi pelajaran yang paling ditakuti di sekolah. Tak jarang guru matematika juga kerap kali tidak dirindukan anak didiknya.

Lantas, bagaimana caranya agar anak-anak menyukai dan meyakinkan bahwa matematika itu mudah? Berikut tips yang SekolahDasar.Net lansir dari laman Sahabat Keluarga mengenalkan matematika kepada anak:

1. Tunjukkan benda konkret untuk memulai

Tumbuhkan kreativitas mereka. Seperti yang mereka alami saat bermain seperti bola, kelereng, mobil-mobilan dan sebagainya.

2. Masuk ke dalam dunianya

Dunia anak-anak adalah dunia bermain, penuh keceriaan dan ketulusan. Kenalkan matematika lewat dunia anak-anak dari yang mereka alami, salah satunya melalui aktivitas bermain.

Sentuh mereka dengan kapasitasnya sebagai anak-anak. Di situ kita menyelami dunianya. Maka kita bisa membangun aspek pengetahuan mereka.

3. Aplikasikan lewat pengalaman

Kemampuan setiap anak berbeda. Untuk memahami matematika perlu ada penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

Bisa melalui media gambar maupun elektronik sebagaimana fungsi media untuk membantu peserta didik dari hal yang abstrak ke hal yang konkret. Anda bisa dilihat dari gaya belajar anak, ada visual, audio atau psikomotorik.

4. Kenalkan konsep visual

Bisa diawali dengan benda-benda konkret yang dilakukan secara visual. Hal ini cepat menangkap aspek kognitif mereka. Karena untuk anak usia SD/MI masih dalam pemahaman konkret.

5. Jangan bosan mengulang

Karena pembelajaran akan berhasil apabila dilakukan secara berulang-ulang. Bisa itu karena biasa. Berikan dukungan dan motivasi kepada anak-anak didik kita agar mereka giat dalam aktivitas belajar dan berkreasi.

6. Eksplorasi kemampuan kognitif

Melalui latihan soal, kuis atau tugas mandiri/ kelompok. Eksplorasi kemampuan matematika bisa dituangkan lewat serangkaian tugas baik secara mandiri maupun struktural. Tugas-tugas ini untuk mengevaluasi hasil pembelajaran mereka.

7. Belajar rutin dan kontinu

Belajar matematika akan berhasil jika dilakukan secara rutin karena pengetahuan yang mereka dapat akan melekat dan membekas.

8. Berikan penghargaan

Ketika anak didik kita bisa mengerjakan matematika, berilah penghargaan. Tak harus materi, penghargaan bisa berupa acungan jempol, tepuk tangan dan kata-kata luar biasa seperti hebat, oke, pintar, dan sebagainya.

Baca: Darurat Matematika, Guru Harus Mengubah Pola Ajar

Indonesia dinilai sudah gawat darurat dalam matematika. Ini didasarkan atas sejumlah penelitian yang dilakukan peneliti kredibel dunia. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada kemampuan siswa dalam berpikir dan bernalar, serta menyelesaikan permasalahan sehari-hari.

Studi Indonesian National Assessment Program (INAP) yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2016 menjelaskan, kompetensi matematika siswa SD merah total. Sekitar 77,13 persen siswa SD di seluruh Indonesia memiliki kompetensi matematika yang sangat rendah (kurang).