Manfaat Ketika Membiarkan Anak Mengambil Risiko
Cari Berita

Atas


Manfaat Ketika Membiarkan Anak Mengambil Risiko

Rabu, 22 Mei 2019

Manfaat Ketika Membiarkan Anak Mengambil Risiko
Membiarkan anak mengambil risiko akan bermanfaat bagi rasa percaya diri anak.

Anak-anak cenderung memaksa untuk melakukan sesuatu hal yang ingin dilakukan. Namun, beberapa orang tua merasa cemas ketika anak mereka sedang melakukan sesuatu hal yang dirasa membahayakan hingga akhirnya memberikan batasan berlebihan. Padahal membiarkan anak mengambil risiko sebenarnya memiliki beberapa manfaat. Berikut akan dijelaskan mengenai kecemasan para orang tua dan mengambil risiko bermanfaat bagi rasa percaya diri anak.

Kecemasan Para Orangtua

Banyak sekali para orangtua yang merasa cemas dengan anak-anak mereka ketika sedang bermain atau melakukan sesuatu hal. Hal yang ditakutkan oleh orangtua adalah anak mengalami cidera serius. Bahkan, beberapa dari mereka khawatir nantinya akan dilaporkan ke pihak yang berwenang karena telah membiarkan anak mereka mengambil risiko.

Kecemasan seperti ini bisa membuat mereka kesulitan untuk membiarkan anak mengambil risiko dari apa yang dilakukannya. Selain itu, bisa menyebabkan proteksi yang berlebihan. Proteksi yang berlebihan akan membuat anak menjadi merasa tertekan karena segala apa yang ingin dilakukannya dilarang.

Beberapa hal yang Bisa Orangtua Lakukan

Sebagai orangtua sangat penting memberikan batasan yang secukupnya. Jangan sampai membuat batasan yang berlebihan atau mendorong anak-anak untuk terlalu jauh dalam mengambil risiko. Berikanlah kebebasan kepada anak untuk bermain sesuai dengan pilihan mereka. Dukunglah mereka mengelola bahaya serius yang bisa mengancam keselamatan mereka.

Permainan yang tepat menyesuaikan dengan kondisi anak. Anda bisa memberikan anak permainan yang memberikan kesempatan mereka untuk tersesat. Bisa juga membiarkan anak bersembunyi di semak-semak agar ia merasa bahwa sebagai seorang petualang hutan. Tugas orangtua adalah mengawasinya sambil memberikan mereka perasaan mandiri.

Anda sebagai orangtua harus bisa mengelola ketakutan serta menyusun rencana agar anak bisa memperoleh lebih banyak kesempatan untuk memainkan permainan yang sifatnya berisiko. Berikanlah kesempatan anak untuk mengelola sendiri permainan yang mereka lakukan. Hal ini akan menumbuhkan sikap mandiri yang akan bermanfaat untuk anak kelak.

Membiarkan Anak Mengambil Risiko Memicu Rasa Percaya Diri Anak

Para orangtua tentunya ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Berbagai macam cara pun dilakukan untuk memastikan anak dalam keadaan nyaman dan aman. Bahkan, seringkali orangtua ikut terlibat dengan kehidupan anak.Melindungi anak memang bukanlah sesuatu hal yang buruk. Namun, ternyata pola asuh yang dikenal dengan istilah helicopter parenting ini bisa menyebabkan timbulnya dampak negatif.

Keterlibatan para orangtua tersebut malah mengarah ke sikap berlebihan pada suatu perilaku pengendalian, pengawasan serta keinginan supaya anak menjadi individu yang sempurna. Anak-anak yang dibesarkan atau diasuh dengan gaya pengasuhan ala helikopter akan mengalami kesulitan pada saat memasuki usia dewasa.

Sebaiknya Anda janganlah terlalu membatasi anak dalam melakukan sesuatu hal karena bisa menimbulkan dampak berupa:

• Membunuh rasa percaya diri.
• Melemahkan daya juang anak.
• Memupus inisiatif.
• Menjadi tidak bisa mandiri.

Akibat yang ditimbulkan adalah anak pada masa depan akan mengalami kecemasan serta kegelisahan yang sulit untuk diatasi. Bahkan, juga bisa mengarah kepada depresi. Jadi, Anda sebaiknya memberikan batasan sewajarnya kepada anak. Sesekali Anda pun harus membiarkan anak mengambil risiko. Jangan mengkhawatirkan hal ini.

Jika Anak terbiasa mengambil risiko, maka ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh, antara lain yaitu:

• Menjadi individu yang percaya diri.
• Menjadi terlatih untuk mengambil keputusan yang dianggapnya tepat.
• Meningkatkan inisitaif.
• Menjadi individu yang mandiri dan bertanggung jawab.

Jadi, Anda harus bisa membiarkan anak mengambil risiko untuk melatih rasa percaya diri, mandiri, inisiatif dan tanggung jawabnya terhadap sesuatu hal. Jangan terlalu membatasi anak karena akan berdampak kurang baik kedepannya. Semoga bermanfaat.