Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Anak Cenderung Cerdas dan Jenius Bila Punya 7 Ciri-Ciri ini

Buah hati yang tumbuh pintar tentu bikin bangga. Supaya makin tahu anak cenderung cerdas dan jenius, pahami 7 ciri-ciri berikut ini.

Mempunyai buah hati yang sudah terlihat cerdas sejak dini, tentu sangat membanggakan setiap orangtua. Hanya saja kadang orangtua tidak menyadari dan justru salah mengartikan kecerdasannya sebagai tindakan pembangkangan. Supaya tidak keliru menilai anak cenderung cerdas dan jenius, ada 7 ciri-ciri yang wajib diperhatikan orangtua.

Apalagi menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), anak cerdas dan jenius bisa terlihat sedari bayi. Sering bertambahnya usia, kejeniusan itu bisa dibuktikan dengan tingkat kecerdasan (IQ) yang mencapai lebih dari 140. Supaya tidak salah tuding anak jenius sebagai pribadi yang bandel luar biasa, berikut ini adalah ciri-cirinya:

1. Mampu Menyelesaikan Masalah


Ciri-ciri pertama buah hati yang memiliki kecenderungan jenius adalah bisa menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Jika anak seusianya akan meminta bantuan orangtua atau cenderung menyerah, tidak dengan anak-anak jenius. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Wendy Hirsch Weiner selaku pendiri Conservatory Prep Schools.

Weiner yang juga adalah Kepala Sekolah untuk sekolah khusus anak jenius di Florida itu menyebutkan kalau anak-anak jenius bahkan bisa memecahkan masalah kendati petunjuknya minim. Anak-anak cerdas sangat pandai menganalisa, mengumpulkan konsep dan menghubungkannya untuk memperoleh solusi atas masalah itu sendiri.

2. Sangat Sensitif


Tidak banyak yang menyadari kalau anak-anak jenius adalah pribadi yang sensitif. Mereka bahkan cenderung menghindari keramaian dan cukup sebal saat mendengar suara bising, hingga ada di tengah banyak manusia. Dengan kemampuan otak tinggi, anak-anak cerdas justru lebih suka menyendiri dan tampak malu-malu.

3. Sosok yang Kreatif


Sejauh ini salah satu ciri anak cenderung cerdas dan jenius yang paling utama adalah mereka sosok kreatif. Hal ini benar adanya dan memang identik dengan dunia seni. Hal ini dibuktikan oleh para peneliti di King’s College London yang mempelajari 15 ribu gambar hasil karya anak-anak berusia 4 tahun.

Di mana anak yang jago melukis rupanya memiliki IQ tinggi, sehingga terbukti jenius. Kemudian para ahli dari Institute Child Study di Universitas Toronto juga menemukan fakta jika anak berusia 2-17 tahun yang bisa mendongeng, juga mempunyai IQ tinggi.

Lebih lanjut, peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Vermont juga menemukan jika anak berusia 6-18 tahun yang sudah bisa memainkan instrumen musik, mempunyai kecerdasan otak luar biasa.

4. Perkembangannya Cepat


Buah hati yang masih bayi sudah bisa bicara, berjalan atau bahkan ekspresif jauh lebih cepat daripada rekan-rekan sesuainya? Maka bisa saja si kecil memang jenius. Karena memang bayi dengan otak yang cerdas, berkembang lebih cepat. Bahkan saat umur 4-5 bulan, bayi sudah mencoba berbicara. Nanti mendekati 12 bulan, mereka mulai berjalan.

5. Berdaya Ingat Tinggi


Anak dengan potensi jenius, sudah pasti mempunyai daya ingat tinggi. Bahkan sedari kecil, mereka mempu mengingat waktu, lokasi hingga sebuah peristiwa. Jika buah hati Anda sudah paham di mana ruang untuk makan dan kamar tidur sejak masih belia, bukan tak mungkin mereka memang cukup cerdas.

6. Tak Peduli Nilai


Banyak orangtua mengaitkan anak yang mampu meraih peringkat satu di kelas dan mencapai nilai 100 dalam setiap ujian adalah cerdas. Padahal tidak semuanya. Menurut Weiner, anak-anak jenius justru tidak peduli nilai atau mengejar prestasi akademik. Bagi mereka, proses lebih penting daripada hasil yang membuat mereka sering dianggap bodoh.

7. Sulit Berteman


Dibandingkan anak rata-rata normal, anak dengan kencenderungan jenius serta cerdas memang lebih sedikit. Tak heran karena pemikiran mereka yang melaju lebih pesat inilah, membuat anak jenius sulit menjalin pertemanan.

Mereka sering melontarkan candaan atau kalimat yang tidak nyambung, sehingga anak lain enggan berteman. Tak heran kalau anak cerdas justru sering di-bully, seperti yang dialami Maddison Bowden. Remaja asal Inggris ini dianggap aneh dan gila karena IQ 160. Bahkan di usia 4 tahun, Bowden sudah bisa berbicara bahasa Prancis.

Lihat juga: Ingin Anak Cerdas Orang Tua Juga Harus Belajar

Kendati memang anak yang cenderung cerdas dan jenius memiliki ciri-ciri khusus seperti di atas, Anda tentu tak boleh memaksa buah hati harus memperlihatkan tanda-tanda tersebut. Pahamilah bahwa setiap anak terlahir istimewa, sehingga orangtua harus bangga dan memberikan pola pengasuhan serta perawatan yang maksimal untuk buah hati tersayang.

Berlangganan via Email