Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Sekolah Baru Dibuka, Sudah Muncul 6 Klaster Covid-19

Baru beberapa hari saja pelaksanaan pembukaan sekolah, telah ada klaster baru Covid-19 yang bermunculan.

Melalui revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri Tentang Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi sudah mulai dilakukan di daerah-daerah. Di dalam SKB tersebut, ditegaskan bahwa satuan pendidikan di zona kuning dan hijau berdasarkan Satgas Penanganan Covid-19, boleh melakukan pembelajaran tatap muka secara bertahap.

SKB tersebut menegaskan, sekolah boleh tatap muka jika pemerintah daerah sudah memberi izin melalui dinas pendidikan provinsi atau kabupaten/kota. Namun, baru pelaksanaan beberapa hari saja, telah ada klaster baru Covid-19 yang bermunculan. Ini diungkapkan oleh @LaporCOVID19, berdasarkan catatannya ada 6 klaster penyebaran Covid-19 di sekolah.

“Saat KBM tatap muka dimulai, bermunculan klaster-klaster baru penularan Covid dari Sekolah dari berbagai daerah. Konsekuensi serius dari kebijakan @Kemdikbud_RI !! Apa tindakanmu Kak @Nadiem_Makarim ?,” tulis @LaporCOVID19 di Twitter yang dikutip SekolahDasar.Net (14/08/2020).

Adapun, berikut catatan 6 klaster baru di sekolah adalah sebagai berikut

1. Klaster Sekolah Tulungagung

Siswa berumur 9 tahun warga Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung diduga tertular dari ayahnya yang hasilnya reaktif ketika dites cepat (rapid test).

2. Klaster Sekolah Kalimantan Barat (Kalbar)

14 siswa dan 8 guru di Provinsi Kalbar terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka dari SMA 1 Ketapang, SMA 1 Ngabang, SMA 1 Pontianak, SMPN 1 Pontianak, SMAN 2, SMAN 3

3. Klaster Sekolah Tegal

Siswa SD tertular covid-19 dari kakeknya dan potensial menulari guru dan teman sekelasnya yg sempat mengikuti KBM tatap muka di sekolah. Akibatnya seluruh sekolah di Kecamatan Pangkah, Tegal ditutup kembali.

4. Klaster Sekolah Sumedang

Pelajar berusia 6 tahun Kecamatan Situraja dab pelajar umur 9 tahun dari Kecamatan Sumedang Utara tertular pedagang Pasar Situraja, saat perjalanan ke dan dari sekolah.

5. Klaster Sekolah Pati

26 santri Pondok Pesantren di Kajen, Kec Margoyoso, Pati dinyatakan positif Covid-19.

6. Klaster Sekolah Balikpapan

Dari seorang guru yang positif Covid-19 menulari 28 orang guru dan pegawai sekolah, di 1 SD dan 1 SMP, termasuk batita perempuan 2 tahun, per 6 Agustus 2020 kemudian menulari 17 orang.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, jika suatu kondisi wilayah yang berada di zona hijau Covid-19 makin memburuk akibat pelaksanaan pembelajaran tatap muka, maka kegiatan tersebut akan dihentikan. Proses belajar mengajar kembali lagi ke awal dengan daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Lihat juga: Takut Tertular Corona, Orang Tua Boleh tak Izinkan Anak Masuk Sekolah

Terpisah, Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan COVID-19 Muthia Elma, ST, M.Sc, Ph.D mengemukakan meskipun banyak daerah sudah memasuki zona hijau, pembukaan sekolah tetap sangat tidak aman. Keamanan sekolah memang sangat bergantung pada tingkat penularan di masyarakat. Artinya, ketika penularan di masyarakat masih tinggi, risiko penyebaran di tengah-tengah siswa sekolah juga tinggi.

Sekolah dapat saja dibuka jika daerah sudah mencapai "low community transmission rates" atau tingkat penularan di komunitas sudah rendah. Parameternya adalah kurang dari satu kasus baru per 100.000 orang per hari. Ia mengatakan untuk Indonesia belum terpenuhi, masih harus fokus dalam menjaga pengendalian infeksi tingkat populasi. Oleh karena itu, pembukaan kembali sekolah harus hati-hati. Apalagi, setelah ada peningkatan kasus di sejumlah negara setelah sekolah dibuka.

Berlangganan via Email