Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Sering Mendengar "Kurikulum Cambridge" Apa Bedanya dengan Kurikulum Indonesia?

Sering Mendengar "Kurikulum Cambridge" Apa Bedanya dengan Kurikulum Indonesia?
Perbedaan kurikulum cambridge dengan kurikulum Indonesia.

Pendidikan di Indonesia telah semakin maju dan memiliki banyak pilihan, mulai dari jenis sekolahnya hingga kurikulum yang digunakan. Kurikulum sendiri merupakan hal penting yang memengaruhi tercapainya kesuksesan dalam hal pembelajaran. 

Hingga saat ini, kurikulum yang digunakan di sekolah nasional telah mengalami perkembangan sebagai konsekuensi majunya zaman. Selain kurikulum Indonesia, ada juga sekolah yang menggunakan sistem internasional seperti Cambridge. 

Keberadaan kurikulum internasional ini dapat menjadi pilihan orang tua dan murid untuk memutuskan sekolah mana yang akan dipilih. Di Indonesia sendiri, kurikulum Cambridge telah digunakan di lebih dari 200 sekolah. Karena berbasis internasional, tentu saja kurikulum ini berbeda dengan kurikulum nasional.

Beda Kurikulum Cambridge dan Indonesia

Kurikulum Cambridge lebih banyak mengacu pada kemajuan dunia secara global dan disesuaikan dengan tuntutan dunia dibandingkan dengan kurikulum nasional yang lebih lokal. Apa saja perbedaan di antara kedua kurikulum ini dapat Anda simak di sini.

1. Paket Mata Pelajaran

Perbedaan mendasar antara kurikulum Cambridge dan Indonesia yaitu dari paket mata pelajaran yang didapat oleh peserta didik. Pada kurikulum Cambridge, peserta didik dibebaskan untuk memiliki mata pelajaran yang diminatinya. 

Hal ini akan membuat mereka lebih bersemangat dalam belajar dan dapat lebih menguasai karena mata pelajaran yang diambil adalah yang menurutnya mampu dikuasai.

Pada kurikulum Indonesia, seperti yang kita ketahui bersama, semua peserta didik akan mendapatkan semua mata pelajaran. Kesemuanya ini harus dipelajari dan siswa harus mendapatkan nilai sesuai dengan standar agar bisa naik kelas. 

Keuntungan kurikulum ini adalah peserta didik akan mendapatkan lebih banyak pengetahuan. Sayangnya, hal ini membuat mereka sering malas belajar dan merasa berat untuk bersekolah.

2. Jenjang Pembelajaran

Perbedaan kurikulum Cambridge dan Indonesia lainnya adalah dalam hal jenjang belajar. Sekolah nasional pada umumnya yang menerapkan sistem kurikulum Indonesia yang dibagi dalam tiga jenjang pembelajaran, yaitu:

  • Sekolah Dasar (SD) untuk rentang usia antara 7-12 tahun;
  • Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk rentang usia antara 13-15 tahun; dan
  • Sekolah Menengah Atas (SMA) bagi rentang usia antara 16-19 tahun. 

Setelah menyelesaikan ketiga jenjang pendidikan tersebut, barulah sang anak melanjutkan ke perguruan tinggi.

Sekolah-sekolah yang menerapkan kurikulum Cambridge memiliki empat jenjang pendidikan, yaitu:

  • Cambridge Primary (rentang usia 5-11 tahun);
  • Cambridge Lower Secondary (rentang usia 11-14 tahun);
  • Cambridge Upper Secondary (rentang usia 14-16 tahun); dan 
  • Cambridge Advance (rentang usia 16-19 tahun).

3. Materi Pembelajaran

Materi atau isi pembelajaran merupakan perbedaan kurikulum Cambridge dan Indonesia yang lainnya. Sekolah-sekolah yang menerapkan kurikulum Cambridge umumnya menyajikan materi pembelajaran yang lebih menarik dan mudah dipahami. 

Hal ini akan membuat peserta didik mereka mudah menguasai mata pelajaran yang sedang dipelajari. Untuk itu, pendidiknya pun diwajibkan dapat memberikan materi degan cara yang menarik.

Sementara itu, sekolah yang menerapkan kurikulum Indonesia pada umumnya telah memiliki rambu-rambu dalam membuat materi pembelajaran. Hal ini terkadang membuat pendidik harus berpikir lebih keras untuk membuat materi yang menarik. 

4. Bahasa Pengantar

Hal paling membedakan antara kurikulum Cambridge dan Indonesia adalah bahasa pengantar yang digunakan. Sebagai kurikulum yang banyak digunakan di berbagai belahan dunia, sekolah yang menerapkan kurikulum Cambridge menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris. 

Selain Bahasa Inggris, ada juga yang menggunakan bahasa Mandarin dan Jerman. Cara ini akan menuntut dan membuat anak didiknya mampu menguasai berbagai bahasa asing.

Untuk kurikulum nasional, tentu saja bahasa pengantar yang digunakan adalah Indonesia. Hal ini sesuai dengan aturan bernegara yang berlaku dan wajib ditaati. Namun, bahasa asing juga dipelajari sebagai salah satu mata pelajaran. Selain itu, di berbagai daerah, siswa juga mempelajari bahasa daerahnya sebagai muatan lokal.

Lihat juga: Cara Menggali Kreativitas Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru

Selain keempat perbedaan kurikulum Cambridge dan Indonesia di atas, ada lagi yang membedakan sekolah internasional dan nasional, yaitu fasilitas yang disediakan. Sekolah-sekolah yang menerapkan kurikulum Cambridge memberikan fasilitas yang lebih lengkap karena disesuaikan standar global dibandingkan sekolah nasional. 

Karena fasilitas yang lebih lengkap, sekolah dengan kurikulum Cambridge ini biayanya lebih mahal daripada sekolah nasional.

Berlangganan via Email