Pembelajaran dengan Metode Pemberian Tugas
Cari Berita

Atas


Pembelajaran dengan Metode Pemberian Tugas

Kamis, 23 Mei 2019

Pembelajaran dengan Metode Pemberian Tugas
Pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode pemberian tugas harus dirancang dan dilaksanakan sebaik mungkin.

Metode pemberian tugas didefinisikan oleh beberapa ahli yaitu Muthoharoh (2010) ”pemberian tugas atau resitasi berasal dari bahasa Inggris to cite yang artinya mengutip (re=kembali), yaitu siswa mengutip atau mengambil sendiri bagian-bagian pelajaran itu dari buku-buku tertentu, lalu belajar sendiri dan berlatih hingga sampai siap sebagaimana mestinya”. Dengan kata lain metode resitasi yaitu guru menyajikan bahan pelajaran dengan cara memberikan tugas kepada siswa, untuk dikerjakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan kesadaran. Amriawan (2008) ”metode resitasi adalah metode penyajian bahan di mana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar”. Metode ini tidak sama dengan pekerjaan rumah, tetapi jauh lebih luas. Masalah tugas yang dilaksanakan oleh siswa dapat dilakukan di dalam kelas, halaman sekolah, laboratorium, perpustakaan, di rumah ataupun di mana saja.

Lihat: Metode Pembelajaran Puzzle Jigsaw

Sejalan dengan pengertian metode pemberian tugas di atas, Wijaya Kusumah juga mengemukakan bahwa ”dalam metode pemberian tugas biasanya guru memberikan tugas itu sebagai pekerjaan rumah. Akan tetapi sebenarnya ada perbedaan antara pekerjaan rumah dan pemberian tugas”. Seperti halnya yang dikemukakan Roestiyah (dalam Wijaya Kusumah) ”Untuk pekerjaan rumah, guru menyuruh membaca dari buku dirumah, dua hari lagi memberikan pertanyaan di kelas. Tetapi dalam pemberian tugas guru menyuruh membaca dan juga menambah tugas (1),cari buku lain untuk membedakan(2), pelajari keadaan orangnya”. Selain itu Roestiyah (dalam Wijaya Kusumah) mengatakan ”teknik pemberian tugas memiliki tujuan agar siswa menghasilkan hasil belajar yang lebih mantap, karena siswa melaksanakan latihan-latihan selama melakukan tugas, sehingga pengalaman siswa dalam mempelajari sesuatu menjadi lebih terintegrasi”.

Berdasarkan pengertian di atas dapat diketahui bahwa metode pemberian tugas atau resitasi adalah metode pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dengan cara memberikan tugas kepada siswa agar siswa melakukan kegiatan belajar dan menggali pengetahuan melalui tugas yang telah diberikan. Tugas yang diberikan bukan hanya berupa tugas rumah, akan tetapi bisa juga berupa tugas yang dikerjakan di sekolah. Tempat pelaksanaan tugas juga tidak harus di ruang kelas, akan tetapi dapat dikerjakan di tempat-tempat lain seperti perpustakaan, laboratorium, halaman sekolah dan lain-lain yang dapat mendukung penyelesaian tugas tersebut.

Keunggulan dan Kelemahan Metode Pemberian Tugas

Metode pemberian tugas memiliki keunggulan dan kelemahan. Adapun keunggulan metode pemberian tugas menurut Wijaya Kusumah adalah:

• Memupuk rasa percaya diri sendiri
• Membina kebiasaan siswa untuk mencari, mengolah menginformasikan dan dan mengkomunikasikan sendiri
• Mendorong belajar, sehingga tidak cepat bosan
• Membina tanggung jawab dan disiplin siswa
• Mengembangkan kreativitas siswa
• Mengembangkan pola berfikir dan ketrampilan siswa.

Sedangkan kelemahan metode pemberian tugas Menurut Wijaya Kusumah kelemahan metode pemberian tugas adalah:

• Tugas tersebut sulit dikontrol guru kemungkinan tugas itu dikerjakan oleh orang lain yang lebih ahli dari siswa
• Pemberian tugas terlalu sering dan banyak, akan dapat menimbulkan keluhan bagi siswa
• Dapat menurunkan minat belajar siswa kalau tugas terlalu sulit
• Pemberian tugas yang monoton dapat menimbulkan kebosanan siswa apabila terlalu sering
• Khusus tugas kelompok juga sulit untuk dinilai siapa yang aktif.
• Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu siswa.

Tahap dan Langkah-Langkah Metode Pemberian Tugas

Metode pemberian tugas dalam pelaksanaannya memiliki tahap-tahap yang harus dilaksanakan agar pelaksanaannya dapat mencapai hasil yang baik. Muthoharoh (2010) mengemukakan langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam penerapan metode pemberian tugas adalah:

  1. Merumuskan tujuan secara operasinal/spesifik mengenai target yang akan dicapai,
  2. Memperkirakan apakah tujuan yang telah dirumuskan itu dapat dicapai dalam batas-batas waktu, tenaga serta sarana yang tersedia, 
  3. Dapat mendorong siswa secara aktif dan kreatif untuk mempelajari dan mempraktekan pelajaran yang telah diberikan, agar siswa mempunyai pengetahuan yang integral/terpadu.

Sedangkan menurut Chanan (2010) langkah-langkah penerapan metode pemberian tugas adalah

(1) guru menjelaskan tujuan yang ingin dicapai dari pemberian tugas tersebut
(2) guru memberikan tugas kepada siswa
(3) siswa mempelajari dan melaksanakan tugas
(4) siswa mempertanggungjawabkan atau melaporkan hasil pekerjaannya
(5) guru bersama siswa menilai hasil yang telah dicapai.

Metode pemberian tugas yang dilaksanakan berdasarkan langkah-langkah yang telah dipaparkan di atas siswa akan mencapai hasil yang optimal. Keberhasilan pelaksanaan metode pemberian tugas juga akan membawa dampak yang baik bagi hasil belajar siswa. Oleh karena itu pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode pemberian tugas harus dirancang dan dilaksanakan sebaik mungkin.