Yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Memberi Tugas ke Siswa
Cari Berita

Atas


Yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Memberi Tugas ke Siswa

Kamis, 15 Agustus 2019

Yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Memberi Tugas ke Siswa
Yang harus dipertimbangkan sebelum memberi tugas ke siswa mencakup teknik pemberian tugas tanpa membebani anak didik.

Bila Anda berprofesi sebagai seorang guru, pasti pernah mengalami dilema memikirkan beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memberi tugas ke siswa. Terlebih untuk pengajar di sekolah-sekolah berbasis full day school. Memberikan tugas untuk diselesaikan di sekolah berpotensi menambah tekanan di atas kelelahan fisik mereka. Sedangkan memberi pekerjaan rumah pun dilarang.

Pertimbangan Sekaligus Solusi Pemberian Tugas Pada Anak Didik


Jadi, bagaimana solusi terbaik untuk situasi seperti itu? Berikut adalah beberapa pertimbangan berikut jalan keluar agar pemberian tugas tetap di bawah kontrol guru dan tidak membebani peserta didik :

1) Kemampuan Murid, Baik Secara Akademik Maupun Fisik

Pertimbangan pertama tentunya dititikberatkan pada anak didik yang bersangkutan. Sebagai guru, ketika memberi tugas, Anda harus mengukur apakah murid bisa menyelesaikannya. Tolak ukur utama tentu dari kemampuan akademisnya. Kemudian baru dari kekuatan fisiknya. Kedua aspek tersebut sebaiknya dalam kondisi stabil dan seimbang. Dengan demikian, tugas dapat terselesaikan tanpa kendala berarti.

Jangan sampai ternyata murid mampu secara akademis, namun dari kondisi fisiknya sudah kelelahan. Bila dipaksakan memberi tugas dalam situasi semacam itu, akan berdampak buruk terhadap psikologis anak. Bukan tidak mungkin kemudian tekanan demikian menimbulkan kebencian murid terhadap pemberian tugas dan menimbulkan hasrat untuk membangkang.

2) Mengukur Tingkat Kesukaran Tugas dan Prakiraan Waktu Penyelesaian

Kedua, yang menjadi pertimbangan dalam pemberian tugas adalah tingkat kesulitannya. Guru harus paham benar level kesukarannya agar dapat memberi waktu yang cukup bagi para murid untuk menyelesaikannya. Jangan sewenang-wenang memberikan waktu yang singkat untuk tugas yang sulit. Selalu perhitungkan kedua hal tersebut secara matang.

3) Variasi Tugas

Variasi tugas juga merupakan hal yang harus dipertimbangkan sebelum memberi tugas ke siswa. Jangan sampai Anda memberikan tugas yang bersifat monoton setiap harinya. Hal tersebut pasti memancing kebosanan anak didik. Terutama anak-anak zaman sekarang menyukai tantangan baru dan membenci stagnansi. Jadi, carilah tugas-tugas yang variatif, namun tetap mengedukasi dan menghibur.

4) Pemberian Petunjuk Atau Arahan Penyelesaian Tugas

Pada era pendidikan terdahulu, anak dituntut untuk menelaah sendiri tugas yang diberikan atau guru bersikap pasif dalam pengarahan penyelesaian. Namun, metode seperti itu tidak lagi cocok untuk pendidikan masa kini. Guru harus benar-benar memperhitungkan petunjuk untuk disertakan pada tugas agar dapat diselesaikan dengan baik dan mudah oleh anak didik.

5) Korelasi Tugas dengan Jadwal KBM

Guru juga perlu mempertimbangkan pemberian tugas dengan kalender pendidikan. Ketika anak-anak menjelang ujian atau selama liburan, jangan menjadi egois dan memberikan beban tambahan berupa tugas. Baik di sekolah, apalagi untuk dikerjakan di rumah selama liburan. Hal itu merupakan tindakan yang tidak bijaksana, apa pun alasan baik di baliknya.

Sebab, menjelang ujian, anak sudah cukup tertekan. Tidak perlu menambahnya dengan tumpukan tugas yang justru dapat memecah belah konsentrasi sekaligus menguras energi mereka. Sedangkan liburan adalah hak pelajar untuk bersantai setelah melewati kegiatan belajar mengajar (KBM) aktif yang panjang. Jadi sudah semestinya tidak diganggu oleh tugas berupa pekerjaan rumah.

Memberikan Tugas Tanpa Membebani Anak


Anda mungkin sedikit bingung dibuatnya. Bagaimana mungkin bisa memberikan tugas tanpa membuat anak didik merasa terbebani. Bisa, caranya dengan mengolah tugas sedemikian rupa hingga terasa seperti permainan yang harus ditaklukkan. Contohnya tugas dalam pelajaran Geografi. Guru bisa memberikan puzzle bergambar peta Indonesia untuk disusun guna mengukur pengetahuan sekaligus kemampuan motoriknya.

Dengan memerhatikan poin-poin yang harus dipertimbangkan sebelum memberi tugas ke siswa, Anda akan tersugesti untuk mencari alternatif tugas tanpa mereka merasa terbebani. Dengan demikian, Anda dapat menguji kompetensi tanpa menambah tekanan anak didik.