Yang Mempengaruhi Perkembangan Jasmani Anak Usia 6 – 14 Tahun
Cari Berita

Atas


Yang Mempengaruhi Perkembangan Jasmani Anak Usia 6 – 14 Tahun

Sabtu, 14 Maret 2020

Yang Mempengaruhi Perkembangan Jasmani Anak Usia 6 – 14 Tahun
Faktor yang mempengaruhi perkembangan jasmani anak usia 6 – 14 tahun bisa dioptimalkan dengan mempertimbangkan hal berikut ini.

Apakah Anda memiliki anak usia 6 hingga 14 tahun? Di usia inilah anak Anda akan mengalami puncak dari perkembangan jasmani, terlebih sebagian besar anak akan mulai masuk ke fase pubertas. Agar perkembangan jasmani dapat optimal, Anda perlu memperhatikan faktor yang mempengaruhi perkembangan jasmani anak usia 6 – 14 tahun.

Perkembangan Jasmani Anak Usia 6 – 14 tahun


Perkembangan jasmani anak akan mempengaruhi perkembangan motoriknya. Seiring bertambahnya usia anak, maka anak akan lebih terampil dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Meskipun saat usia bertambah, perkembangan jasmani antar anak tidaklah sama. Hal ini dikarenakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan jasmani anak. Untuk lebih jelasnya, berikut hal yang mempengaruhi perkembangan jasmani anak usia 6 - 14 tahun.

1. Faktor Genetik

Faktor genetik menjadi faktor dasar yang mempengaruhi pertumbuhan anak. Gen dari orang tua akan diwariskan kepada anak. Jika orang tua memiliki postur tinggi dan besar, maka kemungkinan besar anak juga akan memiliki postur yang tinggi dan besar seperti orang tuanya.

Meskipun faktor genetik menjadi faktor dasar perkembangan jasmani anak, Anda tidak perlu cemas jika proporsi tubuh Anda atau pasangan jauh dari kebanyakan orang. Selain faktor genetik, ada beberapa faktor lain yang akan mempengaruhi perkembangan jasmani anak.

2. Faktor dari Dalam Kandungan

Apa yang dikonsumsi ataupun digunakan oleh ibu hamil akan berpengaruh pada janin yang dikandungnya, termasuk perkembangan jasmani anak kelak saat masuk usia sekolah. Jika Anda menginginkan anak yang memiliki perkembangan jasmani yang optimal, Anda harus mengonsumsi nutrisi yang baik untuk ibu hamil.

Mengonsumsi makanan yang bernutrisi untuk ibu hamil juga dapat menghindarkan risiko kelainan pada janin. Selain itu, untuk ibu hamil juga harus menghindari zat berbahaya yang akan berpengaruh pada perkembangan janin. Jika Anda ingin pertumbuhan jasmani anak bisa maksimal, Anda bisa mengoptimalkannya sejak dalam kandungan.

3. Faktor dari Luar Tubuh

Faktor dari luar tubuh anak yang mempengaruhi perkembangan jasmani anak usia 6 – 14 tahun perlu Anda perhatikan. Hal ini dikarenakan ada campur tangan orang tua untuk mengoptimalkannya. Nah, berikut ini merupakan faktor yang harus Anda perhatikan untuk perkembangan jasmani anak.

a. Status Gizi

Anak dengan gizi yang baik akan memiliki perkembangan jasmani yang lebih optimal dibandingkan dengan anak yang mengalami kekurangan gizi. Anda bisa memberikan makanan bernutrisi seimbang untuk anak. Agar perkembangan jasmani dapat berkembang, Anda bisa memberikan makanan yang kaya nutrisi untuk perkembangan tulang, seperti kalsium, fosfor, dan zinc.

Meski ada anggapan yang mengatakan bahwa anak yang makan banyak akan menjadi anak sehat, hal ini tentu saja tidak sepenuhnya benar. Terlebih jika berat badan anak terlalu berlebih yang akan membuat terhambatnya perkembangan jasmani anak.

Status gizi anak tak hanya berdampak pada perkembangan jasmani anak saja. Anak dengan gizi yang baik juga akan berpengaruh pada perkembangan kognitif anak yang akan berdampak pada prestasi anak di sekolah.

b. Gangguan Kesehatan

Anak yang sering sakit tentunya akan berpengaruh pada perkembangan jasmaninya. Sel pada tubuh akan berfokus pada perlindungan diri dari mikroba yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini akan menghambat perkembangan sel pertumbuhan anak

Agar anak tidak mudah sakit, ada baiknya Anda menjaga daya tahan tubuh anak. Anda bisa memberikan makanan yang banyak mengandung antioksidan ataupun vitamin C. Selain itu, perhatikan pula kebiasaan istirahat anak dan kelola stres anak agar kekebalan tubuhnya tetap terjaga.

c. Stimulasi

Perkembangan jasmani anak juga erat hubungannya dengan stimulasi yang anak lakukan. Stimulasi pada anak bisa diberikan dengan beragam pemainan fisik ataupun olahraga. Stimulasi fisik pada anak akan merangsang sel-sel pertumbuhan untuk berkembang secara optimal. Selain itu, stimulasi fisik juga akan menghindarkan anak dari berbagai serangan penyakit.

Meski stimulasi fisik pada anak sangat baik untuk perkembangan jasmaninya, Anda juga harus mengingatkan anak untuk tidak melakukannya secara berlebihan. Aktivitas yang berlebihan akan membuat anak kelelahan yang berdampak pada gangguan kesehatan pada anak.

Dengan memperhatikan faktor yang mempengaruhi perkembangan jasmani anak usia 6 – 14 tahun akan membuat fisik anak dapat berkembang dengan lebih optimal. Faktor dari luar tubuh dapat membantu Anda untuk lebih mengoptimalkan masa pertumbuhan anak.