Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Model Pembelajaran yang Menyenangkan Berbasis Peminatan Siswa

*) Oleh Kevin Nursanty

Setiap siswa memiliki minat, bakat, dan kemampuan yang berbeda. Perbedaan tersebut merupakan sunnatullah dan tidak perlu dipertentangkan. Keberagaman tersebut merupakan suatu kekayaan yang tidak ternilai. Untuk mengembangkan kekayaan berupa minat, bakat, dan kemampuan yang ada pada diri setiap siswa tersebut dibutuhkan suatu konsep, modal, dan strategi dalam pembelajaran.

Pelaksana pendidikan diperlukan memiliki pemahaman yang komprehensip tentang hakikat minat (interest), bakat (talent), dan kemampuan (capability). Ketiganya memiliki hubungan yang sangat terkait satu sama lain, walaupun sebenarnya ketiganya memiliki makna masing-masing yang berbeda.

Lihat juga: Guru Seharusnya Mencari Potensi Anak, Bukan Memvonis Pintar dan Bodoh

Dari website Psychology Mania, tertulis bahwa minat (interest) adalah (1) satu sikap yang berlangsung terus menerus yang menjadi pola perhatian seseorang sehingga membuat dirinya jadi selektif terhadap objek minatnya, (2) perasaan yang menyatakan bahwa satu aktivitas, pekerjaan, atau objek itu berharga atau berarti bagi individu, (3) satu keadaan motivasi, atau satu set motivasi, yang menuntun tingkah laku menuju satu arah (sasaran) tertentu.

Sementara itu, bakat (talent) adalah kemampuan yang dimiliki seseorang sejak lahir. Kemampuan itu sendiri, adalah the ability to perform actions. Atau dalam kata lain, capability is the sum of capacity and ability. Seseorang bisa jadi memiliki minat terhadap sesuatu namun belum tentu sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Biasanya, seseorang akan sangat berminat terhadap suatu bidang tertentu (pelajaran) karena memang mereka mengerti betul akan kemampuan dan bakatnya terhadap bidang tersebut.


Untuk itulah, satu sisi yang harus diikutkan dalam pembicaraan sebuah minat adalah bakat dan kemampuan. Jika seseorang memiliki sebuah minat terhadap satu bidang tertentu, sudah seharusnya untuk diberikan kesempatan mempelajarinya. Tetapi jika kita berbicara sebuah sistem dan sistem tersebut memiliki banyak pendukung di dalamnya, sesungguhnya semuanya harus dikembalikan kepada seluruh pendukung sistem tersebut agar semua bisa berjalan seperti yang diinginkan.

Pembelajaran Yang Menyenangkan Berbasis Peminatan 


Minat siswa terhadap suatu pelajaran sekolah tidak bergantung pada materi pembelajaran, tetapi bergantung pada cara guru mengajar. Materi pelajaran yang sulit bisa menjadi menyenangkan apabila disampaikan oleh guru yang menyenangkan. Sebaliknya, materi pelajaran yang sebenarnya mudah bisa menjadi membosankan apabila disampaikan oleh guru yang tidak menyenangkan.

Oleh karena itu, seorang guru harus memiliki metode-metode dan strategi khusus yang dapat membuat para siswa senang mengikuti kelasnya. Hakekat peminatan dalam pembelajaran kurikulum 2013 adalah fasilitasi bagi perkembangan peserta didik agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga mencapai perkembangan optimum. Proses pengambilan pilihan dan keputusan oleh peserta didik dalam bidang keahlian yang didasarkan atas pemahaman potensi diri dan peluang yang ada.

Bimbingan dan konseling membantu peserta didik untuk memahami diri, menerima diri, mengarahkan diri, mengambil keputusan diri, merealisasikan keputusannya secara bertanggung jawab. Model pembelajaran diharapkan dapat membantu mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan yang dimilikinya.

Beberapa model pembelajaran yang menyenangkan bisa dilakukan dengan permainan (game). Permainan ini dikaitkan dengan materi pelajaran yang diajarkan sehingga siswa tidak bosan, dan secara periodik dievaluasi, sehingga diketahui minat masing-masing siswa dalam memahami materi pelajaran yang diajarkan.

Selain itu model pembelajaran dengan humor adalah sesuatu yang bersifat dapat menimbulkan atau menyebabkan pendengarannya merasa tergelitik perasaan lucunya, sehingga terdorong untuk tertawa . Pengaruh humor di ruang kelas diantaranya:
(1) Humor membangun hubungan dan meningkatkan komunikasi.
(2) Humor sebagai alat pengurang stress.
(3) Humor membuat pelajaran menjadi menarik.
(4) Humor memperkuat daya ingat.

Humor juga memiliki manfaat dalam pendidikan, diantaranya adalah :
(1) Humor sebagai pemikat perhatian siswa.
(2) Humor mengurangi kebosanan dalam belajar.
(3) Humor membantu mencairkan ketegangan di dalam kelas.
(4) Humor membantu mengatasi kelelahan fisik dan mental dalam belajar.
(5) Humor memudahkan komunikasi dan interaksi.

Manfaat humor dalam pendidikan tidak bias dilepaskan dari kaitan kecerdasan emosional, otak dan humor itu sendiri. Kaitan kecerdasan emosional,otak dan humor dalam proses pembelajaran adalah : otak (neocortex) bereaksi setelah melalui proses internalisasi pada otak emosi (mamalia). Jika otak emosi dapat berfungsi dengan baik maka otak berpikir akan mampu melaksanakan tugasnya dalam memproses informasi.

Pemrosesan informasi akan efektif apabila suasana menyenangkan. Salah satu cara untuk pembelajaran menyenangkan adalah dengan menciptakan humor saat berinteraksi dengan siswa. Potensi humor dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan perlu didukung oleh kecerdasan emosional yang memadai. Karena kecerdasan emosional ikut menentukan keberhasilan proses dan hasil belajar.

*) Penulis adalah Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Berlangganan via Email