Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Ciri-ciri Anak yang Memiliki EQ Tinggi

Ciri-ciri Anak yang Memiliki EQ Tinggi
Anak memiliki EQ tinggi akan lebih mampu mengontrol emosinya.

Emosional quotient
atau EQ, dan sering disebut juga emotional intelligence (EI) dalam bahasa Indonesia artinya kecerdasan emosional. Dalam banyak literasi, EQ dikatakan lebih utama daripada IQ  atau intelligence quotient.

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan seseorang  untuk mengidentifikasi, mengukur, dan mengontrol emosi diri sendiri, orang sekitarnya dan kelompok. Anak memiliki EQ tinggi akan lebih mampu mengontrol emosinya.

Anak yang ber-EQ tinggi mampu menahan emosi dan perilakunya ketika harus berbeda pendapat dengan orang lain, termasuk orangtuanya. Lalu apakah tanda-tanda anak yang memiliki EQ tinggi? Berikut ciri-ciri anak dengan EQ tinggi.

1. Mampu mengenali dan membedakan emosi 


Anak yang memiliki EQ tinggi bisa mengenali, menyatakan, serta membedakan emosi yang ia rasakan. Misalnya ketika anak sedang marah, kesal, sedih, ia memiliki “cara” untuk membedakan emosi-emosi itu tanpa memberontak.

2. Mampu meredam dan mengontrol emosi


Anak yang memiliki EQ tinggi mampu untuk meredam dan mengontrol emosinya. Misalnya ketika ia marah atau kesal, ia bisa mengontrol emosinya dengan tidak melakukan hal-hal buruk seperti memberontak. Jika orang tua memberikan pengertian yang tepat maka anak pun bisa mengontrol emosinya.

3. Dapat memotivasi dirinya sendiri


Ciri anak yang mempunyai EQ tinggi lainnya adalah memiliki kemampuan untuk memotivasi dirinya. Misalnya ketika ia merasa pesimis tidak bisa melakukan sesuatu. Lalu orang tua memotivasi anak serta memberi dukungan, maka ia pun turut bersemangat. Bahkan ia justru bisa memotivasi dirinya sendiri untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

4. Memiliki empati terhadap sesama


Anak bisa berempati terhadap sesama dan meresponnya dengan sikap yang tepat, baik melalui ucapan maupun tindakan. Kalimat “jangan bersedih” , “jangan menangis” adalah salah satu kalimat empati yang menunjukan rasa sayang terhadap sesama. Jika anak sudah dapat mengatakan hal itu dalam suasana yang tepat artinya ia miliki EQ yang tinggi.

5. Dapat menentukan keputusan dan bernegosiasi

Saat anak sudah menunjukan keinginannya pada suatu hal. Misalnya jika Anda mencoba menawarkan sesuatu dan anak mulai memilih seperti mulai memilih baju yang ingin dikenakan, memilih warna kesukaan atau menyebutkan makanan yang ia sukai artinya anak sudah memiliki interaksi intrapersonal, mulai bisa menentukan keinginan dan bisa diajak bernegosiasi.


Itulah ciri-ciri anak yang memiliki EQ tinggi. Jika anak belum terlihat memiliki EQ yang cukup, Anda tak perlu sedih. Berikan perhatian pada kondisi kesehatan mentalnya. Memang EQ juga harus dilatih. Jangan lelah untuk menstimulasi kecerdasan emosinya. 

Berlangganan via Email