Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Tips Bagi Guru Dampingi Siswa Agar Belajar dari Rumah Bermakna

Tips Bagi Guru Dampingi Siswa Agar Belajar dari Rumah Bermakna

Sebagai fasilitator belajar dari rumah saat pandemi Covid-19, guru punya peran penting. Guru harus mampu memberi pengalaman siswa belajar yang bermakna untuk siswa. Berikut tips dan panduan bagi guru mendampingi siswa belajar dari rumah dengan bermakna melalui penerapan pembelajaran aktif.

1. Ajak anak mengalami sendiri 


Anda dapat mengajak siswa mengamati sesuatu. Tidak sulit, cukup memakai alat dan bahan yang ada di rumah. Siswa bisa eskplorasi lingkungan di sekitar rumah seperti mengamati pertumbuhan tanaman dalam jangka waktu tertentu. Guru juga bisa menunjukkan tayangan video lalu membahasnya bersama siswa.

Tips lain membuat anak mengalami saat belajar bisa juga dengan meminta siswa wawancara dengan keluarga di rumah. Guru bisa membuat tema khusus. Misalnya, siswa berperan sebagai wartawan yang mewawancarai orang tuanya sebagai nara sumber tentang pencegahan penuluran Covid-19 di lingkungan masyarakat.

Selain dengan memberi tugas lewat pertanyaan-pertanyaan yang produktif, guru juga harus mendorong siswa berimajinasi. Misalnya, melukis cita-citanya dan membuat cerita bergambar. Siswa bisa diajak berpikir alternatif dan kreatif dengan memberi pertanyaan yang jawabannya bisa lebih dari satu.

2. Menciptakan interaksi dengan siswa


Meski proses pembelajaran dilakukan jarak jauh. Jarak fisik bukan membatasi interaksi sosial. Guru bisa mengunakan banyak fitur teknologi digital untuk saling bertukar gagasan dan ide selama proses belajar berlangsung. Guru dapat memanfaatkan beberapa aplikasi yang digunakan, yaitu: Chatting WhatsApp grup, Google Classroom, dan Zoom.

3. Komunikasi memanfaatkan media sosial


Hasil karya siswa biasanya berupa laporan pengamatan, percobaan, wawancara, puisi, gambar atau poster. Hasil belajar dari pembelajaran jarak jauh ini bisa dikumpulkan dalam bentuk suara, foto, dan video. Sehingga hasil tugas tersebut bisa dikirim melalui ragam fitur aplikasi smartphone sebagai alternatif komunikasi.

Guru dan siswa bisa juga memanfaatkan media sosial untuk mempublikasikan hasil karya. Nantinya, guru bisa mengajak siswa berkomentar pada unggahan karya teman mereka. Cara itu dapat melatih siswa mengungkap gagasan. Selain itu siswa lebih percaya diri dengan karya mereka. Siswa pun menjadi tertantang dan memiliki inisiatif sendiri, tanpa diminta guru. 

4. Refleksi melibatkan guru dan siswa


Dalam melakukan refleksi mengacu pada evaluasi proses belajar. Refleksi dapat dilakukan dengan guru dan siswa dengan melihat kembali pengalaman belajar yang telah dilakukan sebagai bahan evaluasi agar lebih baik di kemudian hari. Guru dapat membantu memandu siswa melakukan refleksi sendiri. 

Refleksi bisa dilakukan dengan membuka ruang diskusi atau tanya jawab untuk melihat kesulitan dan minta usulan siswa dari proses belajar. Guru juga dapat melibatkan orang tua dalam refleksi. Caranya dengan meminta saran untuk efektivitas belajar di rumah, jika dibutuhkan.

Itulah beberapa panduan bagi guru mendampingi siswa belajar dari rumah. Yang perlu dihindari memberikan tugas yang sekadar mengisi waktu seperti, mencatat, meringkas, dan menjawab soal dari buku paket. Jangan lupa, guru tetap jadi fasilitator yang mengarahkan jalannya pembelajaran agar tujuan belajar tercapai.

Berlangganan via Email