Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Guru Sangat Ingin Membuat Siswa Berhasil, Inilah Harapan Mereka untuk Orang Tua

Guru Sangat Ingin Membuat Siswa Berhasil, Inilah Harapan Mereka untuk Orang Tua

Pendidikan anak bukanlah sepenuhnya tanggung jawab guru. Dalam perkembangannya, harus ada peran guru dan orang tua dalam pendidikan sehingga siswa dapat berhasil dan berprestasi di sekolah. Guru memiliki harapan orang tua dapat bersinergi bersama demi kepentingan anak-anak mereka. Apa saja yang diharapkan guru terhadap orang tua? Ini dia selengkapnya.

1. Membudayakan Membaca


Orang tua perlu menjadikan membaca sebagai budaya di keluarga. Sejak anak masih kecil, bacakan buku di waktu senggang atau sebelum tidur. Selain itu, orang tua juga harus memberi contoh gemar membaca, mengajak anak ke perpustakaan atau toko buku, hingga membuat perpustakaan keluarga di rumah. 

2. Menjaga Komunikasi


Selama di sekolah, guru menjadi pengganti orang tua sehingga orang tua harus menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan guru. Caranya dapat dengan bertemu secara langsung secara berkala, telepon, atau berkirim pesan. Dengan komunikasi yang terjaga, orang tua dan guru lebih mudah dalam bekerja sama untuk pendidikan anak. 

Sikap komunikatif akan mempermudah guru mengenal kepribadian anak dan tahu bagaimana memberikan penanganan terhadap mereka. Umumnya, guru ingin mengetahui bagaimana kebiasaan dan perilaku siswa di rumah. Dengan begitu, jika terjadi masalah di sekolah, guru dapat berkomunikasi dengan orang tua untuk memperbaikinya.

3. Aktif dalam Program yang Diadakan Sekolah


Ketika pihak sekolah mengadakan pertemuan, orang tua harus hadir jika tidak benar-benar berhalangan. Jika memang tidak dapat hadir, sebaiknya menanyakan apakah bisa bertemu langsung dengan pihak sekolah di lain waktu. Kehadiran orang tua tentu sangat berpengaruh bagi kemajuan sekolah di mana anaknya belajar. 

Selain pertemuan, sekolah juga biasanya mengadakan kegiatan seperti bazar, pentas seni, dan peringatan keagamaan. Meskipun tidak dapat hadir, Anda tetap harus berkontribusi seperti mengantar anak ke tempat acara, memberikan sumbangan, atau mengajukan orang lain sebagai wakil Anda. Guru sangat mengharapkan orang tua juga kooperatif dalam memberikan fasilitas belajar di sekolah baik kelengkapan untuk anak sendiri ataupun untuk sekolah seperti buku-buku dan alat peraga pendidikan.

4. Memberikan Edukasi Kepada Anak


Tempat belajar tak hanya di sekolah. Di rumah pun Anda dapat mengajarkan anak tentang pengetahuan dan keterampilan. Misalnya memasak, merawat tanaman dan hewan peliharaan. Sambil melakukan kegiatan tersebut, Anda dapat mengajak anak mempraktikkan materi pelajaran yang didapat di kelas. Kegiatan belajar juga dapat dilakukan sambil olahraga, liburan, atau saat santai bersama di rumah. Orang tua perlu memberikan perhatian kepada anak mereka, jangan menyerahkan urusan pendidikan anak sepenuhnya kepada sekolah. 

5. Mengajarkan Nilai dan Etika Kepada Anak


Ketika anak bersikap tidak sopan, berkata kasar, atau membantah kepada guru, tentu yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana orang tua mengajarnya. Maka, sebagai orang tua Anda harus mengajarkan anak bagaimana bersikap terhadap guru, teman-teman, dan warga sekolah yang lain. Selain itu, ajarkan anak menjaga kebersihan, membuang bungkus makanan setelah makan, dan merapikan alat tulis sebelum meninggalkan tempat belajar.

Kekompakan antara guru dan orang sangat penting untuk pendidikan anak. Oleh sebab itu, orang tua harus meningkatkan kesabaran dalam mendidik anak, terutama anak yang aktif. Jika di rumah orang tua tidak dapat mendidiknya, tentu akan berpengaruh pada proses belajar di sekolah. Selain itu, orang tua perlu lebih memahami anak, membimbing dan memotivasi mereka serta menumbuhkan kebiasaan baik di rumah.

Berlangganan via Email