Cara Mengenalkan Pendidikan Seks Sejak Dini Kepada Anak
Cari Berita

Atas


Cara Mengenalkan Pendidikan Seks Sejak Dini Kepada Anak

Kamis, 09 Januari 2020

Cara Mengenalkan Pendidikan Seks Sejak Dini Kepada Anak
Pendidikan seks penting untuk diketahui anak-anak. Untuk itu, yuk sama-sama pelajari cara mengenalkan pendidikan seks kepada anak.

Kekerasan terhadap anak mengalami peningkatan yang tinggi. Kekhawatiran orang tua bertambah dengan melihat fenomena semacam ini. Apalagi tentang kekerasan seksual yang baru-baru ini muncul yaitu korban pedofil di dunia maya. Untuk itu orang tua memiliki peranan penting dalam mengenalkan pendidikan seks sejak dini.

Seseorang yang melakukan pedofil itu menandakan ada gangguan dalam dirinya. Wah, jadi takut ya membiarkan anak kita pergi jauh sendirian. Lantas, apa langkah yang bisa Anda lakukan melihat kondisi seperti itu? Mungkin Anda bisa dengan mengenalkan pendidikan seks sejak dini. Bagaimana caranya? Berikut cara yang bisa dilakukan dalam mengenalkan pendidikan seks kepada anak:

1. Kenalkan Bagian Tubuh yang Hanya Boleh Dilihat Orang Lain

Cara yang bisa Anda lakukan untuk mengenalkan kepada anak tentang dunia seks adalah dengan mengenalkan bagian tubuh serta fungsinya. Berikan edukasi pada anak-anak bahwa tidak semua bagian tubuh bisa disentuh dan dilihat orang lain terutama yang lawan jenis.

Berikan pemahaman secara halus dan dengan bahasa anak-anak. Pastikan anak-anak dapat memahami dan menerima apa yang Anda sampaikan dengan baik. Beberapa di antara yang perlu diedukasikan seperti pantat, organ reproduksi, bibir, dada dan lainnya.

2. Ajarkan Konsep Perbedaan Jenis Kelamin

Penting bagi orang tua untuk mengajarkan pada anak konsep perbedaan jenis kelamin. Anda bisa memberikan penjelasan melalui contoh yang bisa dinalar oleh anak-anak. Misalnya aja bahwa perempuan seperti ibu dan laki-laki nanti akan seperti ayah. Anda bisa juga mengajarkan penggunaan toilet sesuai dengan jenis kelaminnya.

Hal yang sangat sepele tapi memiliki peranan penting yaitu soal pakaian yang dikenakan. Jika anak Anda berjenis kelamin perempuan, belikan mainan atau benda-benda layaknya anak perempuan serta pakaikan pakaian untuk anak perempuan. Jangan karena ingin punya anak laki-laki, sampai anak perempuan dibelikan mainan dan pakaian untuk anak laki-laki.

3. Tanamkan Budaya Malu Kepada Anak

Rasa malu harus ada pada diri anak. Seorang anak yang merasa punya malu lebih bisa menghargai dirinya sendiri. Anda bisa mengajarkan pada anak tentang batasan dalam bergaul dengan lawan jenis.

Misalnya aja saat ingin buang air kecil jangan sampai ada lawan jenis yang melihatnya, usahakan saat ganti pakaian di ruang tertutup atau toilet dan lainnya. Intinya saat berada di tempat umum harus menjaga sikap, terutama terhadap lawan jenis.

4. Jangan Biarkan Anak Tercandu Game dan Menonton Film

Bermain game untuk anak tidak selamanya buruk jika game yang dimainkan sesuai dengan usianya. Saat ini banyak game dan tontonan film yang mengandung unsur pornografi. Sebagai orang tua harus mengawasi dan membatasi dalam menonton film dan memainkan game.

Anda bisa memilihkan game untuk dimainkan. Jangan biarkan anak Anda men-download permainannya sendiri. Mungkin untuk mengelabuhinya bisa dengan men-download-kan game yang offline. Pastikan gadget Anda dimatikan koneksi internetnya. Jadi anak Anda tidak bisa membuka internet atau pasang game sendiri.

5. Bicarakan Seks Kepada Anak Dengan Bahasa Sederhana

Berbicara seks dengan anak memang memiliki tantangan tersendiri. Anda tidak bisa membicara topik tentang seks seperti saat bicara dengan orang seusia. Anak-anak harus diberikan pengertian dan pemahaman secara halus. Sampaikan fakta yang terjadi di lapangan dengan cara yang sederhana. Jangan sampai ada kesan menakut-nakuti dan bicara terlalu vulgar.

Seiring perkembangan zaman terjadi pula perubahan terhadap peradaban manusia. Kejahatan seksual semakin marak, sehingga dibutuhkan peran orang tua dalam mengawasi dan mengenalkan pendidikan seks sejak dini. Paling tidak anak-anak tahu batasan ketika berbaur dengan teman sebayanya terutama dengan lawan jenis.