Tips Sahur Serta Pemahaman Makna Puasa yang Perlu Dipahami Anak
Cari Berita

Atas


Tips Sahur Serta Pemahaman Makna Puasa yang Perlu Dipahami Anak

Minggu, 26 April 2020

Ada baiknya orangtua mulai menerapkan tips sahur serta pemahaman makna puasa yang perlu dipahami anak.

Setelah penantian satu tahun lamanya, Ramadhan pun tiba lagi. Semangat puasa di bulan suci harus selalu digaungkan. Bukan hanya orang dewasa, anak juga wajib diajarkan soal puasa. Karena itu orangtua bisa mempelajari beberapa tips sahur serta pemahaman makna puasa yang perlu dipahami anak.

Meskipun memang pada dasarnya, anak yang belum baligh tidaklah wajib melakukan ibadah puasa. Menurut Ratih Zulhaqqi selaku psikolog anak kepada HaiBunda, orangtua bisa mulai mengajarkan puasa kepada anak usia 4-5 tahun. Tentunya pemahaman puasa Ramadhan harus dimulai dengan sederhana seperti dikenalkan pada aktivitas sahur dan tidak makan serta minum seharian.

Ajarkan pada buah hati bahwa makna puasa Ramadhan sesungguhnya adalah sebagai latihan bersyukur, baik untuk kesehatan, melatih empati, menciptakan kebahagiaan, hingga memperoleh cinta dari Allah SWT. Untuk itulah supaya anak bisa memaknai puasa secara utuh bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, orangtua haruslah memberi contoh yang tepat.

Lihat juga: Selain Bentuk Ibadah, Ini 6 Manfaat Puasa Bagi Anak

Ita D. Azly selaku psikolog keluarga mengungkapkan bahwa cara terbaik untuk mengajarkan puasa Ramadhan ke anak bukanlah dengan meminta atau menyuruhnya, tapi membiarkannya meniru kegiatan orangtuanya puasa Ramadhan. Termasuk juga dengan sahur yang biasanya cukup sulit dilakukan. Agar anak mulai paham, berikut beberapa tips sahur yang bisa dicoba ke buah hati.

1. Ajarkan Bahwa Sahur itu Penting


Supaya buah hati tidak malas bangun sahur, Anda harus memberikan penjelasan padanya jika sahur itu memang penting. Selain merupakan sunah Rasul, sahur adalah cara terbaik untuk memiliki sumber cadangan makanan selama berpuasa seharian.

Ajarkan anak untuk bangun saat sahur dan dampak jika melewatkan sahur yang bisa bikin lemas seharian. Dengan sahur dan bangun di pagi hari, anak akan tahu bahwa puasa itu melatih kesabaran, keikhlasan dan tentunya mengharap ridho dari Allah SWT.

2. Disiplin Jam Tidur


Kegiatan sahur dan salat Tarawih di malam hari selama bulan Ramadhan memang membuat jadwal tidur anak akan berubah. Supaya tidak berdampak buruk di pagi hari terutama karena buah hati sekolah, atur jam tidur mereka selama puasa. Jangan biarkan anak tidur terlalu malam, jika perlu jauhkan gawai, TV dan ceritakan kisah pengantar agar anak mudah tertidur.

Anak yang di dalam kamarnya terdapat TV atau smartphone pribadi, akan lebih sulit untuk tertidur. Jika anak malah tidur terlalu malam waktu Ramadhan, maka jelas akan membuatnya sulit bangun sahur. Anak yang bangun sahurnya sulit, bisa membuat mood rusak dan malah tidak bisa berlatih puasa Ramadhan secara ikhlas.

3. Bangunkan Secara Lembut


Tips sahur yang cukup ampuh berikutnya adalah pastikan membangunkan anak secara lembut. Beberapa orangtua ada yang membuka pintu kamarnya secara kasar, membuka selimut dan membangunkan anak secara kencang. Suara keras itu justru hanya akan membuat anak jadi kaget dan malah sebal harus bangun waktu sahur. Akhirnya, anak jadi drama dan tak mau puasa.

4. Siapkan Makanan Favorit


Bagi anak, sahur adalah kegiatan yang berat. Mereka harus bangun lebih cepat dan menyantap makanan. Rasa kantuk yang kuat kadang membuat anak enggan makan sahur. Supaya mereka bisa segera memperoleh kesadaran, ada baiknya kalau Anda menyiapkan makanan favorit si kecil selama sahur. Jika perlu, tanyakan kepada buah hati apa yang diinginkan untuk sahur.

Rasa tidak nyaman waktu sahur akan bisa hilang ketika mereka mencium aroma makanan favorit, seperti misalnya sop sosis. Satu hal yang harus diingat, sekalipun Anda menyediakan makanan atau minuman favoritnya untuk sahur, pastikan asupan itu kaya akan nutrisi dan vitamin. Sehingga tubuh si kecil kuat menahan puasa.

Jika Anda sudah menerapkan tips sahur serta pemahaman makna puasa yang perlu dipahami anak secara tepat, maka Ramadhan tentu bukan masalah lagi. Anda sebagai orangtua akan tenang lantaran buah hati mulai belajar puasa secara ikhlas. Tidak ada lagi masalah saat sahur dan si kecil siap menahan lapar dan haus hingga jam berbuka tiba. Selamat berpuasa Ramadhan, ya!