8 Cara Mengajarkan Anak Membela Diri saat Menghadapi Bullying
Cari Berita

Atas


8 Cara Mengajarkan Anak Membela Diri saat Menghadapi Bullying

Minggu, 03 Mei 2020

8 Cara Mengajarkan Anak Membela Diri saat Menghadapi Bullying
Supaya tidak jadi korban perundungan, ada baiknya Anda melakukan 8 cara mengajarkan anak membela diri saat menghadapi bullying dengan tepat.

Tak ada orangtua di dunia ini yang bersedia melihat anak mereka jadi korban bullying alias perundungan. Tentu rasa marah, sedih dan tidak terima bakal dirasakan ketika tahu buah hati memperoleh intimidasi dari rekan-rekannya. Namun sebagai orangtua, Anda harus tenang. Cobalah berpikir terbuka dan kenali 8 cara mengajarkan anak membela diri saat menghadapi bullying berikut ini.

1. Bangun Kepercayaan Diri Anak


Menurut Ayoe Sutomo, M.Psi selaku psikolog dari Citra Ardhita Psychological Services, membangun konsep diri yang baik adalah dasar dari cara mengajarkan anak membela diri saat menghadapi bullying. Agar konsep diri bisa terbentuk, Anda haruslah membangun kepercayaan diri pada anak. Ciptakan lingkungan yang suportif dan mendukung minat serta bakat buah hati.

2. Ikut Kelas Bela Diri


Selain kalimat negatif, perundungan juga sering berupa aksi kekerasan. Penindasan seperti ini kerap dilakukan kepada anak yang tampak lemah dantak memiliki kekuatan. Jika dibiarkan, dampak fisiologis kepada anak sangalah buruk. Untuk itulah menurut Protectivity, ada baiknya kalau Anda mulai mengajak buah hati mengikuti kelas seni bela diri.

Tidak bertujuan agar anak menang saat baku hantam, seni bela diri juga mengajarkan bagaimana cara menghindar dari pukulan atau tendangan. Seanak makin terampil dan kuat. Dengan kemampuan bela diri, anak akan bisa bertindak benar sembari mempertahankan haknya supaya tidak ditindas.

3. Anak Harus Lebih Peka pada Lingkungan


Mayoritas aksi perundungan terjadi di tempat yang sepi, jalan yang buntu hingga sudut-sudut sekolah yang tak banyak aktivitas. Hal ini dilakukan oleh pelaku supaya korban semakin ketakutan. Agar anak tidak takut, ada baiknya kalau Anda mengajarkan buah hati untuk peka terhadap lingkungan sekitar. Buat mereka mengenali daerah-daerah baru, supaya lebih waspada.

4. Bentuk Grup Pertemanan


Ada satu kesamaan dari korban bullying, apa itu? Tepat, mereka tidak memiliki teman. Karena memang pelaku lebih senang menyerang seseorang yang selalu sendirian. Untuk itulah demi mencegah buah hati jadi korban bulan-bulanan di sekolah, ajarkan mereka agar membuka diri dan menjalin pertemanan secara luas. Anak pun akan merasa nyaman jika memiliki teman-teman.

5. Anak Diajari Bersuara Tegas


Salah satu dari 8 cara mengajarkan anak membela diri saat menghadapi bullying yang sangat penting adalah dengan mengajarkannya bersuara tegas serta lantang. Menurut Melbourne Child Psychology, ketegasan adalah keterampilan yang wajib dimiliki anak. Anak yang selalu bertindak dan bersuara tegas tak akan bisa diintimidasi oleh siapapun, termasuk orang yang lebih besar.

Lihat juga: 9 Masalah Psikis Anak Sekolah Dasar

Dengan suara yang tegas, anak akan lebih bisa membela diri sekalipun mungkin dirinya begitu takut. Pelaku perundungan akan mundur dan malah balik kabur saat mengetahui korban memiliki nada suara yang tegas, sebagai bentuk kepercayaan diri yang kuat. Untuk itu, orangtua wajib melatih buah hati secara khusus agar bisa bersuara tegas dan lantang dalam kondisi darurat.

6. Hindari Perkelahian


Professor Mike Boulton dari Universitas Chester, Inggris menyebutkan bahwa orangtua tidak boleh membuat situasi makin kacau. Contohnya seperti orangtua malah menyuruh anak membalas aksi perundungan dengan mengajaknya berkelahi. Kekerasan bukanlah jalan keluar, begitu pula bersikap pasif. Lagi-lagi ajari konsep diri pada anak supaya mereka tidak jadi pelaku perundungan.

7. Beri Dukungan Penuh ke Anak


Yang namanya korban bully tentu tidak berdaya dan sulit menolak perlakuan buruk padanya. Untuk mencegah kondisi ini, orangtua haruslah bisa mengajari anak untuk berani mengatakan ‘tidak’. Dengan begitu, saat anak diintimidasi, bisa membela dirinya. Agar mereka bisa berkata ‘tidak’, anak harus diajarkan untuk memiliki rasa empati dengan dukungan penuh dari orangtua.

8. Pentingnya Lapor ke Guru


Terakhir yang cukup penting juga untuk dipahami anak adalah, mereka harus berani untuk melaporkan aksi perundungan yang dialami ke guru. Professor Peter Smith dari Universitas London berpendapat bahwa jika kasus perundungan sudah makin parah, guru haruslah dilibatkan sehingga kebijakan sekolah bisa berpihak kepada korban.

Lantaran dampak dari aksi perundungan sangatlah buruk untuk pertumbuhan mental dan fisik anak, memahami 8 cara mengajarkan anak membela diri saat menghadapi bullying sangat penting. Karena pada dasarnya, orangtua manapun tak akan rela jika buah hati mereka jadi korban kekerasan. Untuk itulah ada baiknya melakukan langkah pencegahan, daripada nanti sudah jadi korban.