Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

7 Tips Bagi Guru untuk Membentuk Kemampuan Literasi Siswa

Agar murid bisa rajin membaca, berikut ini dibahas 7 tips bagi guru untuk membentuk kemampuan literasi siswa yang bisa coba diterapkan.

Kalau bicara soal tingkat literasi pelajar Indonesia, hasilnya memang belum memuaskan. Dari hasil survei PISA (Programe for International Student Asessment) tahun 2018, Indonesia ada di posisi ke-72 dari 77 negara. Hal inilah yang akhirnya membuat para guru wajib meningkatkan kemampuan literasi para pelajar, terutama murid-murid SD yang akan mempengaruhi pendidikan mereka ke depannya.

Sebagai pilar utama pendidikan, guru memang mempunyai tanggung jawab untuk menumbuhkan minat baca pelajar Indonesia yang rendah. Tentu menjadi sebuah tantangan apalagi mulai tahun 2021, Mendikbud Nadiem Makarim resmi mengganti UN (Ujian Nasional) menjadi AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) yang tentunya bakal dipengaruhi oleh kemampuan literasi.

Tips-Tips Agar Guru Bisa Meningkatkan Minat Baca Siswa


Menurut Sekolahmu, kemampuan literasi bukanlah sekadar bisa baca. Apalagi bagi siswa SD yang harus juga sudah bisa menulis dan menalar. Bagi Anda yang berprofesi sebagai guru, berikut 7 tips untuk membantu meningkatkan minat baca murid:

1. Gerakan Rutin Baca Buku


Agar kemampuan literasi siswa benar-benar bisa meningkat, jangan melakukannya secara musiman. Agar efektif, sekolah harus mulai menciptakan program khusus seperti membaca selama 15 menit setiap hari secara senyap, sebelum memulai kegiatan belajar-mengajar.

2. Diskusi Soal Buku atau Novel


Tips terbaik untuk membentuk minat baca siswa adalah dengan melakukan kegiatan diskusi. Di sini, guru akan meminta para murid untuk membaca sebuah buku non-pembelajaran sesuai minatnya, dan menuliskan resensi singkatnya. Kemudian dari resensi singkat itu, dilakukan diskusi dengan teman-teman sekelas di setiap akhir pekan.

3. Program Perpustakaan Kelas


Tips berikutnya yang bisa diterapkan adalah menciptakan perpustakaan kelas. Ajak seluruh murid untuk terlibat dengan menyumbangkan satu buku non-pelajaran. Tentunya perpustakaan kelas ini akan mendukung kebiasaan rutin literasi tiap hari dan diskusi isi buku.

4. Reward Baca Buku


Memberikan hadiah atau reward dari kebiasaan literasi juga bisa dilakukan guru untuk muridnya. Misalkan saja, untuk siswa yang berhasil membaca empat judul buku dalam dua minggu, akan memperoleh kupon makan gratis di kantin selama sepekan. Hal ini akan jadi motivasi agar siswa-siswa SD makin rajin membaca. Begitu pula dengan memberikan hadiah lomba berupa buku.

5. Rajin Menulis


Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kemampuan literasi bukanlah hanya membaca. Para siswa SD ini juga sudah harus bisa menalar dan menulis. Karena itu, guru bisa membentuk kemampuan literasi siswa lewat kebiasaan menulis. Dimulai dari menceritakan pengalaman liburan, sampai bebaskan muris menulid kisah-kisah fiksi yang ada dalam imajinasi mereka.

6. Memanfaatkan Teknologi


Hidup di era 4.0 seperti saat ini tidak bisa lepas dari teknologi dan internet. Guru juga harus paham atas teknologi dan mulai memanfaatkannya dalam meningkatkan literasi siswa. Biarkan murid membaca e-book dari gawai secara sarana literasi. Guru bisa mengirimkan materi yang harus dibawa lewat gawai sehingga perkembangan teknologi dan literasi saling menguntungkan.

7. Membiasakan dengan Soal HOTS


Dengan sistem pendidikan yang berubah dan lebih fokus pada penalaran, maka guru harus mulai membiasakan diri untuk mengajar dengan konsep HOTS (Higher Order of Thinking Skill). Kenalkan soal-soal HOTS supaya murid jadi kritis, logis dan kreatif sejalan dengan kemampuan literasinya meningkat.

Lihat juga: Cara Agar Kegiatan Anak Membaca Buku Jadi Menyenangkan

Bagaimana? Tidak sulit bukan dalam menerapkan tips-tips agar kemampuan literasi siswa meningkat? Tentunya guru sangat mungkin menerapkan tips-tips di atas bersama dengan seluruh tenaga pendidik di sekolah. Meskipun tidak singkat, menumbuhkan kebiasaan literasi sejak dini akan membuat pelajar Indonesia makin berkualitas dan siap bersaing di dunia global.