Guru SD Ujung Tombak Pembentukan Karakter Bangsa, Ini Alasannya -->
Cari Berita

Atas


Guru SD Ujung Tombak Pembentukan Karakter Bangsa, Ini Alasannya

Kamis, 23 Juli 2020

Guru SD Ujung Tombak Pembentukan Karakter Bangsa, Ini Alasannya
Ada beberapa alasan guru SD jadi ujung tombak pembentukan karakter bangsa. Apa saja? Anda bisa membaca selengkapnya di sini.

Pernah terpikir menjadi guru SD? Meski sekilas tampak mudah, menjadi guru SD sebenarnya merupakan yang paling menantang, dibandingkan guru tingkatan selanjutnya. Sebab di masa inilah anak-anak baru mulai mengenali kehidupan barunya. Akan bagaimana anak nanti, guru SD pasti akan memiliki pengaruh terhadap hal tersebut. Berikut ini beberapa alasan guru SD jadi ujung tombak pembentukan karakter bangsa.

Tantangan sebagai Guru SD


Setiap pekerjaan memang memiliki tantangan dan risikonya masing-masing. Tantangan yang dihadapi oleh guru SD di masa ini antara lain sebagai berikut.

a. Tuntutan untuk menguasai teknologi


Pada tahun 2018, APJII dan Poling Indonesia melakukan survei untuk meneliti berapa banyak pengguna internet di rentang usia tertentu. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat 25,2% anak usia 5-9 tahun juga sudah menjadi pengguna internet.

Hasil survei tersebut juga berarti bahwa saat ini anak usia SD pun sudah akrab dengan teknologi komunikasi. Oleh karena itu, Anda sebagai guru SD juga tidak boleh tertinggal, supaya bisa mengingatkan dan mengawasi anak dalam mengunakan internet.

b. Kompetensi memadai untuk menghasilkan generasi unggul


Dalam kurikulum 2013, diharapkan guru bisa menciptakan siswa yang memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi. Sehingga nanti akan dihasilkan generasi yang memiliki pola pikir, seperti berpikir kritis, kreatif, dan mampu menyelesaikan masalah secara mandiri.

Sebelum mendidik siswa menjadi seperti itu, tentu guru SD harus memulai dari dirinya sendiri dahulu. Bagaimana guru SD menciptakan iklim pembelajaran yang mendukung, dengan siswa yang masih anak-anak, tentu menjadi tantangan tersendiri.

c. Bisa menilai secara komprehensif


Penilaian memang seharusnya tidak hanya bergantung pada aspek kognitif siswa. Aspek lainnya, seperti afektif dan psikomotorik juga tidak boleh luput dari penilaian guru. Sebagai guru SD, di sinilah tantangan bagi Anda untuk membuat penilaian yang mencakup aspek pengetahuan, karakter, dan keterampilan.

d. Penguasaan yang baik terhadap berbagai pendekatan ke siswa SD


Bagaimanapun, siswa SD merupakan anak-anak yang bisa dibilang nyaris sepenuhnya bergantung pada didikan dari guru. Terlebih lagi dengan karakter siswa yang tidak sama, tentu guru harus menguasai berbagai pendekatan terhadap siswa. Pembentukan karakter yang baik akan sangat sulit kalau guru SD sendiri tidak terlalu dekat dengan siswa.

Alasan Guru SD Menjadi Ujung Tombak Pembentukan Karakter Bangsa


Anda telah mengetahui berbagai tantangan yang dihadapi oleh guru SD. Sekarang, mari bahas beberapa alasan guru SD jadi ujung tombak pembentukan karakter bangsa.

1. Usia SD termasuk masa emas tumbuh kembang anak


Salah satu ciri khas perkembangan anak usia SD adalah mulai mengembangkan hati nurani, pengertian moral, tata dan tingkatan nilai. Di sinilah pentingnya peran orang dewasa, terutama gurunya untuk mendidik anak agar karakter yang baik dapat terbentuk.

2. Waktu siswa cukup banyak dihabiskan di sekolah


Ketika anak mulai memasuki masa sekolah, maka cukup banyak waktunya akan dihabiskan di sekolah. Ini berarti bahwa porsi sang anak untuk bertemu gurunya di sekolah juga cukup banyak. Dengan waktu tersebut, tentu kesempatan guru SD dalam membentuk karakter siswa juga cukup banyak.

3. Guru SD merupakan madrasah pertama setelah orang tua


Saat anak baru memasuki sekolah, tentu dia tidak akan langsung menuju tingkat menengah atau atas, bukan? Hal ini membuat guru SD menjadi madrasah pertama untuk seorang anak, setelah orang tuanya. Oleh karena itu, selain meningkatkan kualitasnya, penting juga guru SD memiliki dedikasi dalam mendidik siswa SD tersebut.

Itulah alasan guru SD jadi ujung tombak pembentukan karakter bangsa. Setelah membaca ini, apakah Anda tertarik untuk menjadi seorang guru SD?