Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

5 Cara Mencegah Perilaku Boros Pada Anak

Setiap orangtua harus mulai menerapkan trik mencegah sifat boros pada anak. Kenapa? Agar buah hati lebih pandai mengelola keuangan.

Tak ada orangtua di dunia ini yang anaknya hidup kekurangan. Bahkan banyak orangtua yang ingin mengabulkan segala keinginan buah hati. Eits, wajib waspada karena itu justru bisa membuat anak tumbuh jadi pribadi yang boros. Tidak mau, kan? Karena itu orangtua harus tahu bagaimana cara mencegah sifat boros pada anak.

Sifat boros yang sudah melekat pada anak sejak kecil, justru akan makin buruk ketika dewasa kelak. Menurut Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si selaku psikolog anak dan keluarga seperti dilansir Woop, sifat boros bisa membuat finansial tidak terkontrol yang justru memicu kecemasan berlebihan dan akhirnya depresi.

Lihat juga: Cara Ampuh Mengajarkan Anak untuk Berhemat

Kebiasaan boros bisa terjadi karena pengaruh lingkungan baik lingkungan pertemanan yang konsumtif, atau orangtua boros. Bahkan ada gangguan kesehatan mental yang mencari kesenangan diri lewat berbelanja tanpa kontrol. Agar buah hati tidak demikian, cobalah menerapkan cara mencegah perilaku boros pada anak berikut ini:

1. Bikin Catatan Pengeluaran


Trik pertama yang bisa dilakukan agar anak terhindar dari sifat boros adalah dengan membuat catatan pengeluaran. Ajarkan tahapan ini kepada buah hati dengan memintanya menulis barang apa saja yang dibeli setiap hari, pada sebuah buku khusus.

2. Lakukan Diskusi Finansial


Melalui catatan pengeluaran yang ditulis si kecil, Anda harus mulai mengajaknya diskusi dalam hal keuangan. Tentu bukan diskusi yang berat, karena lakukan secara ringan sambil memberikan koreksi. Misalkan saja jika anak terlalu banyak membeli jajan, ingatkan itu tidak baik karena bisa berdampak ke pencernaannya.

Lewat diskusi ini, orangtua bisa mengajarkan skala prioritas. Tekankan pengeluaran hanya dilakukan untuk sesuatu yang mereka butuhkan, alih-alih cuma sekadar diinginkan. Bahkan jika perlu, pisahkan uang untuk tabungan terlebih dulu baru sisanya untuk belanja. Dengan begitu, anak akan terhindar dari pemborosan.

3. Kenalkan Barang dengan Harga Lebih Murah


Termasuk yang suka membeli barang branded berharga mahal? Sesekali mungkin boleh, tapi ajarkan pada anak bahwa ada banyak barang sejenis yang harganya jauh lebih murah tapi kualitas tidak kalah. Untuk itulah alih-alih selalu beli fast-food, coba ajarkan membeli makanan yang harganya lebih murah tapi tak kalah lezat.

Kenalkan tempat-tempat yang menyediakan produk berkualitas dengan harga lebih murah, sehingga anak bisa berpikir kalau tidak selamanya barang berharga mahal pasti bagus. Begitu pula tidak semua barang murah, adalah produk tak berkualitas.

4. Jangan Beri Uang Saku Berlebihan


Yang namanya anak kecil, tentu bakal sangat senang beli jajan atau mainan yang sedang ada di hadapanya. Apalagi kalau mereka merasa uang saku yang diberikan orangtua bisa untuk membeli segalanya. Untuk itulah, jika Anda tidak ingin anak jadi pribadi yang boros, cobalah untuk tidak berlebihan dalam memberi uang saku.

Berilah uang saku yang sesuai dengan kebutuhannya di sekolah atau saat bermain dengan temannya. Dengan uang saku yang cukup, anak yang sudah paham skala prioritas tentu tidak akan merengek karena uang jajannya sedikit.

5. Ajak Anak Lakukan Kegiatan Sosial


Tips agar anak tidak boros terakhir adalah dengan mengajaknya gabung kegiatan sosial. Melalui cara ini, anak akan lebih bersyukur karena banyak orang lain yang kondisi perekonomiannya lebih buruk. Sehingga dengan begitu, anak bakal selektif dalam membelanjakan uangnya.

Bagaimana? Sebetulnya tidak sulit bukan dalam menerapkan trik mencegah sifat boros pada anak? Tentunya supaya lebih maksimal, orangtua juga harus pandai dalam mengelola keuangan. Karena ketika melihat orangtuanya sangat disiplin dalam pembelanjaan harian, anak akan meniru dan akhirnya dia terhindar dari sifat boros.

Berlangganan via Email