Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Ingin Anak Berprestasi Tanpa Terbebani Nilai Akademis, Cobalah 6 Kiat Ini

Ingin Anak Berprestasi Tanpa Terbebani Nilai Akademis, Cobalah 6 Kiat Ini

Setiap orang tua tentu menginginkan anak-anaknya mempunyai motivasi dan semangat belajar yang tinggi. Namun, seringkali anak hanya bersemangat mengejar nilai. Akibatnya, ketika suatu saat nilai akademik tidak memuaskan, anak akan kecewa dan kehilangan semangat belajar. 

Di sinilah peran orang tua dalam memotivasi anak untuk kembali rajin sekaligus memberikan pemahaman bahwa belajar tak hanya untuk mengejar nilai akademik. Untuk kembali meningkatkan minat belajar mereka, inilah kiat-kiat yang dapat Anda lakukan.

1. Ketahui cita-cita anak


Diskusikan dengan anak, apa yang menjadi cita-cita mereka. Mengingatkan mereka kepada cita-cita bisa membangkitkan kembali minat belajar. Jelaskan bahwa belajar dengan giat dapat mengantarkan mereka sampai kepada cita-cita mereka. 

Berikan anak perhatian terhadap minat mereka. Tanyakan juga apa yang sedang mereka pelajari. Lakukan obrolan santai tentang pelajaran dan kaitkan apa yang mereka pelajari dalam kehidupan.

2. Tanamkan pentingnya belajar


Jangan paksakan anak untuk belajar ketika semangatnya sedang turun. Jelaskan kepada anak, mengapa belajar di sekolah penting untuk masa depan mereka. Dengan memahami pentingnya belajar, anak akan lebih termotivasi. 

Selain itu, libatkan diri Anda dalam proses belajar anak. Sesekali, tanyakan kepada guru mereka mengenai perkembangan anak di sekolah. Anda pun dapat berbagi pengalaman positif ketika masih bersekolah untuk membangkitkan minat belajarnya kembali. 

3. Tekankan pentingnya usaha daripada hasil


Sebagai orang tua, Anda pun jangan hanya menilai keberhasilannya dari nilai akademik saja. Ketika anak tidak mendapatkan nilai akademik yang bagus, tetap hargai usaha yang telah ia lakukan. Menghargai usaha anak harus dilakukan agar anak dapat menikmati proses pencapaian targetnya. 

4. Memupuk kepercayaan diri anak


Orang tua harus dapat membuat anak memiliki kepercayaan diri. Maka, ketika anak berhasil di satu bidang dan kurang berhasil di bidang lainnya, berikan semangat kepada mereka. Menghargai kerja keras anak akan membuat mereka lebih percaya diri dan belajar dengan senang hati tanpa tekanan. Ketika ada masalah yang menyebabkan ia patah semangat, bantulah anak menemukan solusi.

5. Jangan terlalu sering mengkritik anak


Kritikan dapat mengurangi kepercayaan diri anak. Mungkin Anda berpikir, dengan mengkritiknya, anak akan menyadari kekurangannya dan berubah jadi lebih baik. Jangan mengkritik kesalahan atau kekurangan anak secara berlebihan agar tidak membuat mereka merasa gagal. Daripada memarahi anak, tanyakan apa kesulitan mereka dan berikan masukan untuk menghadapinya.

Sebaliknya, ketika anak berhasil melakukan sesuatu, berikan pujian kepadanya. Misalnya, ketika anak mendapatkan prestasi bagus berikanlah pujian, bukan memarahinya ketika mendapatkan hasil yang kurang memuaskan. 

6. Berikan contoh yang baik


Anak lebih mudah menangkap apa yang mereka lihat daripada yang Anda katakan kepada mereka. Agar anak termotivasi, Anda harus memperlihatkan kerja keras dan merasa senang meski hasil yang diraih tak seperti yang diharapkan.

Jangan hanya memerintahkan mereka belajar saja, tetapi juga harus mendampingi, mengawal, dan ikut berpartisipasi dalam proses belajar mereka. Jika hanya menyuruh, tentu akan membuat mereka malas belajar. Luangkan waktu untuk membersamai kegiatan belajar mereka. Perhatikan apa yang membuat mereka semangat belajar dan ketahui kebutuhan mereka. 


Demikian kiat-kiat yang perlu Anda coba untuk menyadarkan anak bahwa nilai akademik bukan segalanya. Motivasi dari orang tua akan membuat anak lebih bersemangat belajar. Dukungan orang tua juga akan membuat mereka tidak merasa prestasi akademik adalah sebuah beban yang memberatkan. 

Berlangganan via Email