Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Cara Mendidik Anak Saat Berkelahi, Jangan Menggunakan Kekerasan

Cara Mendidik Anak Saat Berkelahi, Jangan Menggunakan Kekerasan

Cara mendidik anak saat berkelahi bukan dengan memarahi dan kekerasan tentunya, namun dengan berbagai cara yang ramah anak. Dengan demikian, anak tidak akan mengulangi perbuatan dengan berkelahi dan menyakiti temannya.

Cara Mendidik Anak Saat Berkelahi 


Sebagai orangtua, sudah menjadi kewajiban untuk menjaga dan mendidik anak agar kelak menjadi anak yang baik. Oleh karena itu, orangtua bisa mengajarkan anak ketika anak berkelahi dengan temannya. Karena setiap interaksi tentu akan berpotensi menimbulkan pertengkaran, termasuk pertemanan anak.

Namun hal tersebut bisa orangtua hindari dengan mengarahkan agar perkelahian anak tidak melebar dan segera bisa berbaikan. Anda bisa melakukan tips ini untuk membuat anak mengerti jika perbuatan menyakiti teman itu tidak baik dan bisa merugikan dirinya.

• Tidak Langsung Ikut Campur


Anda bisa memberikan waktu kepada anak untuk menyelesaikan permasalahan mereka. Tentu melihat anak berkelahi akan membuat orangtua menjadi jengkel, namun harus anda tahan agar anak bisa menyelesaikan masalah sendiri.

Amati dari kejauhan ketika anak bertengkar, namun jika sudah mengarah kekerasan fisik, maka orangtua bisa turun tangan untuk melerainya. Namun perlu diingat tetap tidak menggunakan kekerasan karena bisa membuat anak semakin marah.

• Dengarkan Alasan


Bila sudah melerai anaknya, tanyakan anda alasan mengapa mereka berkelahi. Pastikan untuk melihat masalah dari sudut pandang anak ya orangtua. Karena baik orang dewasa dan anak-anak akan berkelahi jika ada sebabnya. 

Untuk itu, dengarkan dengan baik alasan anak terlebih dahulu. Misalnya dengan mengatakan iya setiap alasan kepada anak. Dengan demikian, anak merasa jika pendapatnya didengarkan oleh kita orangtuanya. Sehingga emosi anak bisa mereda dengan mengutarakan alasannya.

• Beri Pemahaman


Apabila anak usai memberikan alasan perkelahian dan menyakiti temannya, maka perasaan anak sudah mulai mereda. Sehingga orangtua bisa memberikan pemahaman kepada anak mengenai tindakan yang anak lakukan tersebut tidak baik. 

Perlu diingat anda untuk menggunakan kalimat yang lembut, bukan dengan amarah. Misalnya anak menjambak, maka berikan penjelasan jika tindakan tersebut tidak baik dan termasuk kekerasan. Akan lebih baik jika menyelesaikan masalah dengan baik-baik.

Atau bisa anda lakukan pemahaman lain dimana memberikan contoh dengan menarik rambut anaknya sehelai saja dan tanyakan kepada anaknya apakah sakit jika rambutnya ditarik demikian. Apabila anak mengatakan sakit, maka secara tidak langsung anda memberitahukan jika tindakan anak anda dengan temannya bukan suatu tindakan yang benar.

• Ajarkan Keluarkan Kata-kata 


Cara mendidik anak saat berkelahi bisa dengan mengajarkan anak untuk mengeluarkan kata-kata. Hal ini menjadi dasar dari cara kita untuk mendidik anak sejak kecil, terutama menghindarkan anak dari sikap agresivisme.

Dengan demikian, anda bisa mengajarkan anak untuk menyelesaikan masalah dengan baik, yaitu berdiskusi dan mengutarakan pendapatnya. Hal ini akan mencegah anak untuk melakukan tindakan kasar karena anak bisa memberikan sikap menyelesaikan masalah dengan jalan berbicara.  Sehingga cara mendidik anak saat berkelahi dengan cara membicarakan masalah bersama temannya.

Berlangganan via Email