Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Beberapa Dampak Anak Sering Dimarahi, Orangtua Wajib Tahu

Beberapa Dampak Anak Sering Dimarahi, Orangtua Wajib Tahu

Dampak anak sering dimarahi penting untuk anda ketahui. Apalagi, jika anda memarahinya di depan umum atau orang lain. Sebagai orangtua yang baik, seharusnya bisa bersikap lebih bijak saat tingkah laku buah hati membuat anda kewalahan atau tak jarang mengakibatkan sakit kepala. 

Inilah Dampak Anak Sering Dimarahi

Anak anda sering memancing emosi, terutama saat anda sedang sibuk? Tingkah lakunya yang tidak sesuai dengan harapan seringkali membuat anda selaku orang tua marah. Namun, terdapat faktor atau penyebab seorang ibu atau ayah yang memarahi anak.

Menurut Esta Gracia, ahli relasi keluarga dan parenting, jika seorang wanita yang kemudian menjadi ibu harus mempunyai peran tambahan.

Bukan hanya sebagai istri dan anak dari orangtuanya, namun juga menjadi seorang ibu. Kemudian, faktor yang memicu stres dapat berasal dari 3 hal yang juga disebut dengan biopsikososial, yaitu:

  • Faktor Biologis, dimana ketika ibu, terutama ibu dari balita, memiliki hormon yang tidak stabil.
  • Faktor Stres dan rasa jenuh, yang bisa menjadikan faktor pemicu amarah saat lelah mengurus keluarga, fokus pada pekerjaan dan lain sebagainya.
  • Faktor Sosial, yang rentan terjadi saat bantuan yang mereka dapatkan tak sesuai dengan harapan mereka. Inilah mengapa ibu yang marah cenderung tak mau mencari bantuan.

Namun, perlu anda ketahui, meskipun banyak faktor yang menimbulkan amarah terhadap anak, terdapat dampak buruk atas psikologisnya. Diantara dampak anak sering dimarahi tersebut adalah sebagai berikut.

Anak Menjadi Pribadi yang Tidak Percaya Diri

Dampak buruk yang pertama adalah tidak lagi mempunyai rasa percaya terhadap diri mereka sendiri. Hal ini karena munculnya rasa takut salah karena terlalu sering dimarahi. Kemudian, sang buah hati akan lebih memilih dalam zona aman menurut mereka, yakni tidak melakukan apapun.

Anak Menjadi Egois dan Keras Kepala

Dengan anda memarahi anak secara terus-menerus, maka akan berdampak si anak tumbuh menjadi pribadi yang keras kepala dan egois.

Ia cenderung akan melindungi diri sendiri serta membenci perasaan tersakiti dari omelan anda. Dengan demikian, dampak anak sering dimarahi, ia akan menjadi pribadi yang hanya memikirkan dirinya, tak mau menerima masukan orang lain, serta keras kepala.

Anak Suka Menentang

Keadaan ini mengakibatkan anak mau membela diri sendiri yang nantinya akan mengakibatkan perilaku suka menentang. Anak kemudian, akan menjadi mudah berani dan berkata kasar dengan orang tua.

Lihat juga: 8 Penyebab dan Solusi Anak Suka Melawan

Selain itu, mereka juga tidak mau untuk diatur dalam semua hal. Rasa menentang ini muncul karena sudah terlalu sering anda marahi. Sehingga, anak akan memiliki rasa ingin bebas dan membuat dirinya untuk berani menentang.

Meniru Ucapan Orang Tua

Dampak anak sering dimarahi adalah akan menirukan apa yang anda ucapkan, karena anda adalah contoh untuk anak. Jadi, jika ia tumbuh dengan omelan anda, maka bukan hal mustahil jika ia akan menirunya. Kemungkinan besar anak anda akan meniru dan mempraktikkannya kepada teman atau adik.

Berlangganan via Email