Program Semester 1 Kelas 5 SD/MI Kurikulum 2013

Program Semester 1 Kelas 5 SD/MI Kurikulum 2013
Download program semester 1 untuk kelas 5 SD/MI sesuai dengan Kurikulum 2013 terbaru.
Program semester atau ada yang menyebutnya Promes dan Prosem adalah penjabaran dari program tahunan (Prota) yang telah dibuat oleh guru. Program semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut.

Sesuai dengan Kurikulum 2013 (K-13) SD yang menggunakan metode tematik terpadu. Promes disusun tidak lagi berdasarkan mata pelajaran, melainkan tema. Setiap tema terdiri dari beberapa sub tema, dan setiap sub tema terdapat 6 pembelajaran.

Program semester Kurikulum 2013 untuk kelas 5 SD/MI merupakan rencana waktu yang akan dilaksanakan guru dalam pelaksanaan pembelajaran dalam satu semester. Termasuk waktu ulangan harian, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester.

Program semester 1 untuk kelas 5 SD/MI sesuai dengan Kurikulum 2013 terbaru dapat Anda download melalui tautan berikut ini. Selanjutnya Anda dapat mengubah atau menyusun kembali Program semester tersebut sesuai dengan tema dan alokasi waktu sesuai dengan kalender pendidikan.


Tema-tema pembelajaran kelas 5 SD/MI semester 1 Kurikulum 2013 adalah; Tema 1 : Organ Gerak Hewan dan Manusia, Tema 2 : Udara Bersih, Tema 3 : Makanan Sehat, Tema 4 : Organ Peredaran Darah Hewan dan Manusia, dan Tema 5 : Ekosistem.

Baca Selengkapnya

KKM Kelas 5 SD/MI Kurikulum 2013 Revisi Terbaru

KKM Kelas 5 SD/MI Kurikulum 2013 Revisi Terbaru
Download Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kurikulum 2013 kelas 5 SD/MI.
Pada tahun pelajaran 2017/2018 ini, Kurikulum 2013 (K13) mulai kembali diterapkan pada kelas 4 Sekolah Dasar (SD). Salah satu kelengkapan perangkat pembelajaran yang harus dibuat guru, khususnya guru kelas 5 SD/MI adalah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

KKM adalah kriteria paling rendah untuk menyatakan siswa mencapai ketuntasan. Dengan Kurikulum 2013, guru dapat lebih leluasa dalam menentukan nilai KKM. Persentase tingkat pencapaian kompetensi dasar dalam KKM dinyatakan dengan angka 1 - 100.

Meskipun pada Kurikulum 2013 kelas 5 SD/MI menggunakan metode tematik terpadu, untuk KKM kelas 5 SD/MI yang dibuat pada awal tahun pelajaran ini tetap dibuat permata pelajaran, yakni muatan pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan SBdP.

Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan KKM kelas 5 SD/MI adalah: Kompleksitas, Daya Dukung, Intake (Kemampuan Siswa). KKM untuk kelas 5 SD/MI sesuai dengan Kurikulum 2013 edisi revisi terbaru dapat didownload melalui tautan berikut ini:


Anda dapat mengubah atau menyusun kembali KKM kelas 5 SD/MI Kurikulum 2013 sesuai dengan daya dukung dan intake. Sekolah harus melakukan sosialisasi KKM agar informasi dapat diakses oleh siswa dan orang tuanya, sebab mereka berhak untuk mengetahui.

Baca Selengkapnya

Kemendikbud Akan Benahi UKG, Seperti Ini Skemanya

Kemendikbud Akan Benahi UKG, Seperti Ini Skemanya
Kemendikbud akan membenahi Uji Kompetensi Guru (UKG) yang menilai batas nilai 80 terlalu tinggi.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan membenahi Uji Kompetensi Guru (UKG). Nilai UKG dapat diambil dari konversi pengalaman kerja. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy hal itu mengomentari keluhan sejumlah guru yang menilai batas nilai 80 terlalu tinggi dalam UKG.

"Kalau 80 itu berlaku untuk guru muda yang masih melek komputer. Kalau yang sudah tua, tak usah 80, bisa pakai konversi pengalaman kerja," kata Mendikbud Muhadjir yang SekolahDasar.Net kutip dari Republika (19/09/17).

Selama ini kenaikan pangkat dihubungkan dengan pengalaman kerja. Hal itu merupakan upaya menghargai pengalaman kerja guru itu. Mendikbud menginstruksikan pada Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi untuk membenahi proses UKG. Pasalnya, lulus tidaknya UKG seorang guru berhubungan dengan tunjangan yang diberikan.

"UKG minta benahi, 80 tetap bagi mereka yang baru lulus," kata dia.

Selain itu, Mendikbud meminta ada pengalihan syarat menerima tunjangan sertifikasi guru, dari 24 jam tatap muka menjadi 40 jam bekerja sesuai beban kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia meyakini model beban kerja itu tidak akan mempersulit guru mendapat Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Baca Selengkapnya

Porsi Gaji Guru Honorer Naik 30 Persen Dana BOS

Porsi Gaji Guru Honorer Naik 30 Persen Dana BOS
Porsi gaji Guru Honorer diusulkan naik menjadi 30 persen dari Dana BOS.
Pemerintah diminta menaikkan porsi gaji guru honorer di dalam komponen dana bantuan operasioanl sekolah (BOS) hingga 30 persen. Selama ini, porsi gaji guru honorer di dalam postur dana BOS dinilai terlalu kecil. Saat ini dana BOS untuk gaji guru honorer maksimal 15 persen.

Usulan itu mengemuka di tengah rencana Kemendikbud menaikkan satuan biaya (unit cost) dana BOS. Seperti diberitakan unit cost dana BOS untuk SD diusulkan naik dari Rp 800 ribu/siswa/tahun menjadi Rp 1 juta/siswa/tahun dan untuk SMP naik dari Rp 1 juta/siswa/tahun jadi Rp 1,4 juta/siswa tahun.

Wakil Ketua Komisi X DPR Ferdiansyah seperti yang SekolahDasar.Net lansir dari laman JPNN (18/09/17) mengatakan pemerintah boleh saja mengusulkan kenaikan dana BOS itu. Alasannya Kemendikbud meminta kenaikan dana BOS untuk mengimbangi inlasi. Apalagi, dana BOS tidak pernah mengalami kenaikan sejak 2015.

Pemerintah diminta juga menaikkan porsi pembayaran gaji guru honorer dari dana BOS. Saat ini dana BOS diperbolehkan untuk membayar gaji guru honorer hanya 15 persen. Porsi ini dinilai terlalu kecil, apalagi di sekolah yang jumlah siswa dan guru honorernya sedikit.

Di daerah-daerah terntentu masih banyak SD yang guru negerinya hanya satu sampai dua orang saja. Selebihnya posisi guru diisi oleh guru-guru honorer. Pemerintah tidak boleh menyalahkan sekolah karena memiliki banyak guru honorer. Sebab pemerintah sendiri tidak bisa memenuhi kebutuhan guru PNS di sekolah tersebut.

Baca Selengkapnya

Pembelajaran Sub Tema Proyek Bersama Orangtua Ahli

Pembelajaran Sub Tema Proyek Bersama Orangtua Ahli
Siswa dilatih dan diasah secara langsung menyelesaikan beberapa proyek pembelajaran.
Kurikulum 2013 edisi revisi 2017 tidak banyak berbeda dengan kurukulum 2013 sebelumnya. Kurikulum 2013 edisi revisi 2017, muatan matematika dan muatan PJOK terlepas dari muatan tematik holistik. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada kurikulum 3013 edisi revisi 2017 harus terdapat empat macam hal yaitu; PPK, Literasi, 4C, dan HOTS.

Khusus pembelajaran di kelas 5 setiap tema pada buku siswa kurikulum 2013 edisi revisi 2017 terdapat 4 sub tema yang sebelumnya hanya terdiri dari 3 sub tema. Khusus sub tema 4 pembelajaran hanya berbasis proyek, perubahan ini adalah perubahan yang luar biasa. Dalam sub tema 4 siswa dalam seminggu dilatih dan diasah secara langsung menyelesaikan beberapa proyek pembelajaran yang mampu memfasilitasi penerapan pembelajaran PPK, 4C dan sarana pengembangan keterampilan berfikir tingkat tinggi siswa (HOTS).

Pelaksanaan pembelajaran proyek sangat tepat sebagai sarana penerapan pembelajaran berbasis masyarakat bekerja sama dengan orang tua ahli. Orang tua siswa sangat beragam dengan keahlian masing- masing, hal tersebut bisa digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran siswa dengan tepat sekaligus untuk melengkapi, mengembangkan kemamuan, keahlian dan keterampilan guru.

Pembuatan proyek boneka jari tangan adalah proyek dimana siswa membuat boneka jari tangan berbentuk hewan dari bahan kain flanel yang dijahit dan dimodifikasi dengan baik. Proyek boneka jari tangan ini dalam rangka pembuatan media untuk mengasah keterampilan siswa dalam mengembangkan motorik halus, motorik kasar siswa sekaligus sarana penerapan 4C serta PPK pada siswa.

Contoh nyata penerapan 4C, pembuatan boneka jari tangan membutuhkan kemampuan berfikir kritis dan kreatif dalam rangka menyusun bentuk yang tepat antara badan hewan dan bentuk telinga yang tepat agar hasil boneka jari baik. Pembuatan boneka jari tangan juga memerlukan kemampuan kolaborasi yang sangat tinggi yaitu kemampuan kolaborasi memilih warna kombinasi boneka jari dengan tepat ataupun kolaborasi dengan teman sejawat dalam rangka melengkapi bahan dan kemampuan siswa dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan kelas dari sisa pembuatan boneka jari tangan.

Proyek boneka jari tangan juga merupakan sarana siswa mampu menciptakan sebuah karya media pembelajaran untuk mengkonkritkan wujud hewan, alat gerak hewan sehingga bisa sebagai media bercerita untuk memperjelas materi alat gerak hewan untuk dirinya sendiri, teman sejawat, atau untuk adiknya.

Proses pembuatan proyek boneka jari tangan terdiri atas beberapa tahapan yaitu:

1. Tahapan pelatihan guru dan pendamping kelas oleh orang tua ahli. Tim kelas 5 mendatangkan salah satu orang tua yang ahli dan terampil membuat boneka dan souvenir untuk memberikan pelatihan khusus terhadap guru dan pendamping di jam mengaji dan istirahat sekolah. Kegiatan ini memeberikan bekal kepada guru dan pendamping kelas agar mampu memberi contoh dan mendampingi siswa saat proses pembuatan proyek jari tangan di kelas nantinya.

2. Tahapan pelaksanaan proyek, pada tahapan ini tim kelas 5 tetap bekerja sama dengan orang tua ahli yaitu beberapa wali murid yang mempunyai keahlian menjahit dan membuat sauvenir. Tujuan kerja sama agar pelaknaan proyek pembuatan boneka jari tangan akan lebih efektif dan evisien, karena setiap kelompok akan terdampingi dengan baik oleh guru,pendamping dibantu beberapa wali murid ahli.

3. Tahapan pemajangan hasil dan pemanfaatan hasil siswa. Media pembelajaran berupa boneka jari tangan bisa langsung digunakan siswa untuk presentasi dongeng atau cerita berdasarkan bentuk boneka jari tangan yang dihasilkan.

Semoga tulisan ini bermanfaat dalam pengintegrasian proses pembelajaran antara warga sekolah dengan masyarakat ahli, sekaligus sarana silaturohim dan sarana berbagi keahlian dalam proses peningkatan mutu pendidikan.

*) Ditulis oleh Louis Ifka Arishinta, M.Pd. Guru SD Muhammadiyah 9 Malang

Baca Selengkapnya

Inflasi Tinggi, Kemendikbud Usulkan Dana BOS Naik

Inflasi Tinggi, Kemendikbud Usulkan Dana BOS Naik
Kenaikan BOS sebagai kompensasi inflasi yang tinggi dan tidak mengalami kenaikan sejak 2015.
Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bakal ditingkatkan pada 2018 mendatang. Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam rapat kerja Komisi X DPR RI.

“Kami mengusulkan kenaikan satuan biaya untuk BOS sebagai kompensasi inflasi yang tinggi, dan mengingat biaya satuan BOS ini tidak mengalami kenaikan sejak 2015,” kata Mendikbud Muhadjir.

Mendikbud menjelaskan, alokasi anggaran fungsi pendidikan dalam pagu anggaran meningkat cukup tinggi. Yakni, dari Rp 419,8 triliun pada 2017 menjadi Rp 440,9 triliun untuk 2018.

Adapun porsi dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU) yang ditransfer ke daerah, yang SekolahDasar.Net lansir dari JPNN (16/09/17) mencapai 63 persen atau sebesar Rp 279,3 triliun.

DAK dibagi menjadi dua, yakni fisik dan nonfisik. DAK Fisik untuk pendidikan di dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2018 sebesar Rp 9,141 triliun. Sedangkan jumlah alokasi untuk DAK nonfisik mencapai Rp 112,166 triliun.

DAK nonfisik direncanakan untuk pemberian BOS, bantuan operasional penyelenggaraan pendidikan anak usia dini (PAUD), tunjangan profesi guru pegawai negeri sipil daerah (PNSD), tunjangan khusus guru PNSD di daerah khusus, dan dana tambahan penghasilan (tamsil) guru PNSD.

Baca Selengkapnya

Suka dan Ikuti SekolahDasar.Net