Kemendikbud Menyederhanakan Administrasi Guru

Kemendikbud Menyederhanakan Administrasi Guru
Proses pelayanan administrasi para guru makin mudah.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus mengupayakan pembenahan kualitas pengajar pendidikan alias guru. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan menyederhanakan proses pelayanan administrasi para guru. Sehingga, proses pelayanan administrasi para guru makin mudah, yang mendorong peningkatan jumlah sertifikasi guru.

Melalui aplikasi tata kelola guru dan tenaga kependidikan (Takola GTK) yang dikembangkan, guru semakin mudah untuk mengetahui status sertifikasi profesi, perkembangan proses penerbitan surat keputusan (SK) kenaikan pangkat dan golongan, status inpassing, serta proses pencairan tunjangan.

Menurut Mendikbud Muhadjir Effendy bahwa selama dua tahun terakhir tercatat ada 6.077 guru normatif dan adaptif telah mengikuti pendidikan keahlian ganda agar dapat menjadi guru produktif. Selain itu pemerintah juga telah memberikan tunjangan profesi kepada 210.269 guru non-PNS, dan tunjangan khusus kepada 23.751 guru non-PNS.

"Pemberian sertifikasi profesi juga semakin meningkat. Pada tahun 2017, pemerintah telah menyertifikasi 1.726 guru," papar Muhadjir dalam jumpa pers 4 Tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, di kantor Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, yang SekolahDasar.Net kutip dari JPNN (23/10/18).

Terkait zonasi yang sudah dimulai sejak 2016 ini mendorong pembenahan pendidikan nasional. Bukan hanya meningkatkan akses pada layanan pendidikan, tetapi juga pada penerapan pendidikan karakter. Mendikbud mengatakan dengan penerapan sistem zonasi persekolahan, kami optimistis target wajib belajar 12 tahun bisa lebih mudah tercapai.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini juga menyampaikan bahwa harapan lama sekolah di semua jenjang semakin meningkat, dan kesenjangan dalam penyediaan akses pada layanan pendidikan antarwilayah juga semakin menurun. Jumlah anak yang putus sekolah di jenjang pendidikan dasar berkurang signifikan, dari 60.066 di tahun 2015/2016 menjadi 32.127 di tahun 2017/2018.

"Sepanjang 2015 sampai dengan 2018 bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar atau PIP telah memperluas akses pada pendidikan dan membantu anak-anak terus mendapatkan pendidikan, baik formal maupun nonformal. Total anggaran yang telah kita salurkan sebesar Rp35,7 triliun," kata Muhadjir.

Baca Selengkapnya

Soal TKB Guru Kelas SD pada Tes Seleksi CPNS 2018

Soal TKB Guru Kelas SD pada Tes Seleksi CPNS 2018
Soal TKB untuk Guru Kelas SD pada tes seleksi CPNS 2018.
Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 telah ditutup. Banyak instansi yang sudah mengumumkan peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi CPNS 2018. Peserta yang sudah dinyatakan lolos sebaiknya segera mempersiapkan untuk mengikuti tahapan selanjutnya, yaitu tes seleksi lewat bantuan komputer (Computer Assisted Test/CAT).

Pemerintah membuka 238.015 formasi pada penerimaan CPNS 2018. Jumlah itu terdiri atas 51.271 formasi untuk instansi Pemerintah Pusat (76 K/L) dan 186.744 formasi untuk instansi Pemerintah Daerah (525 Pemda). Kuota yang diterima pada seleksi penerimaan CPNS 2018 seluruh Indonesia ini terbesar dalam seleksi penerimaan CPNS selama ini.

Berdasarkan data Kemenpan dan RB, terdapat formasi 122.000 guru dan dosen yang dibuka tahun ini. Dari total formasi guru dan dosen itu, formasi khusus guru 88.000 untuk guru kelas dan guru mata pelajaran di instansi pemda, 12.000 untuk guru madrasah di Kementerian Agama, dan 14.454 untuk dosen di Kemenag dan Kemenristekdikti.

Tes CPNS 2018 terdiri atas tes kompetensi dasar (TKD) dan tes kompetensi bidang (TKB). Pertama, peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang harus mengerjakan 100 soal yang terdiri dari soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 35 soal, Tes Intelegensia Umum (TIU) 30 soal, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 35 soal.

Setelah peserta dinyatakan lulus TKD dengan nilai di atas passing grade alias nilainya berada di atas ambang batas, maka selanjutnya dilakukan seleksi tahap dua, yakni TKB. Dalam TKB ini peserta diuji kemampuan pada bidangnya. Kelulusan TKB dilihat dari pencapaian nilai tertinggi. Soal dalam TKB tidak keluar atau sesuai dengan jurusannya.

TKB merupakan salah satu jenis bentuk tes seleksi CPNS 2018. Tes ini untuk mengukur kemampuan atau keterampilan peserta ujian CPNS sesuai dengan kompetensi jabatan formasi yang dibuka. Sehingga materi soal TKB untuk jabatan yang satu berbeda dengan jabatan yang lain. Soal tes TKB disusun oleh instansi pembina jabatan fungsional tertentu.

Contoh peserta CPNS tahun 2018 yang melamar formasi jabatan Guru Kelas SD yang dibuka oleh instansi daerah, maka materi ujian TKB-nya berkaitan dengan pengetahuan substansi yang berkaitan dengan pendidikan sekolah dasar. Tes TKB untuk formasi guru disusun oleh instansi pembina jabatan fungsional guru (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan).

TKB ini adalah mencakup wawasan sebagai seorang guru dalam bidang pengajaran dan juga mencakup wawasan seorang tenaga pendidik dalam memberikan ilmu pengetahuan dan metode pendidikan terhadap siswa didik yang dimiliki. Tes TKB pada seleksi CPNS 2018 ini menguji kompetensi, kemampuan dan kecakapan seorang tenaga pengajar.

Puluhan ribu soal yang disediakan tersebut untuk tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Keduanya memiliki persediaan puluhan ribu soal. Para peserta tidak akan dapat menyontek saat melakukan tes. Sebab, peserta lain yang duduk di sebelahnya juga harus menghadapi soal yang berbeda dari puluhan ribu pertanyaan yang dipersiapkan.

Baca: Daftar CPNS, Guru Sudah Bersertifikasi Lolos TKB

Aturan baru yang diterapkan pada seleksi CPNS 2018 adalah guru yang telah memiliki sertifikat pendidik yang mengikuti seleksi CPNS hanya mengikuti seleksi kemampuan dasar. Kalau nilai TKD di atas passing grade, maka sudah tentu lulus. Sertifikasi yang dimiliki para guru merupakan petanda mereka telah lolos seleksi kompetensi bidang dan dinilai sebagai nilai tertinggi pada TKB.

Baca Selengkapnya

Kumpulan Soal TKD Tes CPNS dan Pembahasannya

Kumpulan Soal TKD Tes CPNS 2018 dan Pembahasannya
Rincian kisi-kisi tes TKD dan contoh soal serta pembahasannya.
Tes seleksi penerimaan Calon Pegawai Ngeri Sipil (CPNS) tahun 2018 terdiri dari Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB). Berdasarkan kisi-kisi soal tes CPNS, tes TKD terdiri dari tiga kelompok, yaitu: Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Para peserta seleksi CPNS 2018 harus lolos tes TKD. Jika mampu memenuhi nilai ambang batas kelulusan (passing grade) yang ditetapkan berdasarkan formasi, baru selanjutnya mengikuti tes TKB. Namun, tidak semua instansi atau formasi melaksanakan tes TKB. Tes seleksi CPNS 2018 dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Untuk lolos menjadi CPNS para peserta harus bersaing dengan ribuan peserta lainnya. Peserta tes seleksi CPNS 2018 harus mempersiapkan diri dengan banyak belajar, khususnya materi tes TKD. Berikut rincian kisi-kisi tes TKD dan contoh soal yang bisa didownload secara gratis untuk belajar, persiapan menghadapi ujian seleksi CPNS 2018:

TES WAWASAN KEBANGSAAN (TWK)

Tes ini dimaksudkan untuk menilai penguasaan pegetahuan dan kemampuan mngimplementasikan nilai-nilai 4 pilar kebangsaan Indonesia, meliputi:
1. Pancasila | Download Contoh Soalnya
2. Undang-Undang Dasar 1945 | Download Contoh Soalnya
3. Bhineka Tunggal Ika | Download Contoh Soalnya
4. NKRI yang meliputi:
  • Sistem tata negara, baik pusat maupun daerah | DOWNLOAD
  • Sejarah perjuangan bangsa | DOWNLOAD
  • Peranan Indonesia dalam tatanan regional maupun global | DOWNLOAD
  • Kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar | DOWNLOAD



TES INTELEGENSI UMUM (TIU)

Tes intelegensi umum terdiri dari:
1) Tes Kemampuan Verbal

2) Tes Kemampuan Numerik

3) Tes Kemampuan Berpikir Logis (Download Contoh Soalnya)

4) Tes Kemampuan Berpikir Analitis (Download Contoh Soalnya)

TES KARAKTERISTIK PRIBADI (TKP)

Tes karakteristik pribadi dimaksudkan untuk menilai:
1) Integritas diri;
2) Semangat berprestasi;
3) Orientasi pada pelayanan;
4) Kemampuan beradaptasi;
5) Kemampuan mengendalikan diri;
6) Kemampuan bekerja mandiri dan tuntas;
7) Kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan;
8) Kemampuan bekerja sama dalam kelompok;
9) Kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain;
10) Orientasi kepada orang lain; dan
11) Kreativitas dan inovasi.


Komposisi soal tes TKD CPNS tahun 2018 yang berjumlah 100 soal terbagi menjadi 3 bagian yaitu 25% tes pengetahuan umum, 25% tes wawasan kebangsaan, dan 50% tes karakteristik pribadi. Waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal TKD biasanya selama 90 menit.

Penyusunan soal dan pengolahan hasil TKD dilakukan oleh panitia pengadaan CPNS nasional, dibantu oleh tim ahli dari konsorsium perguruan tinggi. Penentuan kelulusan TKD, didasarkan pada nilai ambang batas kelulusan (passing grade) yang ditetapkan oleh Menteri PAN-RB.

Baca Selengkapnya

Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Malas Belajar

Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Malas Belajar
Faktor yang menyebakan anak malas belajar dan cara untuk mengatasi hal-hal-tersebut.
Ada banyak faktor yang menyebabkan anak malas belajar. Bisa karena dari anak itu sendiri, misalnya ia sedang kelelahan, atau sedang sedih karena bertengkar dengan teman sekolah. Contoh lainnya misalnya kurangnya waktu yang disediakan untuk bermain. Namun, faktor ekstrinsik lebih sering mempengaruhi anak dalam hal belajar.

Faktor anak malas belajar itu adalah sikap orangtua yang tidak memperhatikan anak dalam belajar. Banyak orangtua yang menuntut anak belajar hanya demi angka (nilai) dan bukan atas dasar kesadaran dan tanggung jawab anak selaku pelajar. Suasana rumah yang kegaduhan dan tersedianya fasilitas yang permainan yang berlebihan juga dapat menganggu minat belajar anak.

Selanjutnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal-hal tersebut yaitu:

1. Menanamkan pengertian yang benar tentang belajar

Terangkan pada anak dengan bahasa yang dimengerti anak., menumbuhkan inisiatif pada anak, kesadaran serta tanggung jawab selaku pelajar pada anak merupakan hal lain yang bermanfaaat jangka panjang.

2. Berikan contoh belajar pada anak

Anak cenderung meniru perilaku orangtua. Ketika menyuruh dan mengawasi anak belajar, orangtua juga perlu untuk terlihat belajar misalnya membaca buku. Sesekali ayah dan ibu perlu berdiskusi mengenai topik-topik yang serius.

3. Berikan insentif jika anak belajar

Insentif atau hadiah yang diberikan ke anak tidak selalu harus berupa materi, tapi juga bias dalam bentuk penghargaan dan perhatian. Pujilah anak saat anak mau belajar tanpa mesti disuruh.

4. Ajukan pertanyaan tentang yang diajarkan di sekolah

Sering mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang hal-hal yang diajarkan di sekolah pada anak bukan dalam keadaan mengetes anak, tapi misalnya sembari ikut menjawab kuis. Dengan cara ini, anak akan merasa dipercaya dan dihargai oleh orangtua karena mau meminta bantuannya.

5. Menggunakan metode sesuai kemampuan anak

Mengajarkan kepada anak pelajaran-pelajaran dengan metode tertentu yang sesuai dengan kemampuannya. Misalnya active learning, atau learning by doing, atau learning trought playing, sehingga anak merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan.

6. Membuka diri dan berkomunikasi dengan anak

Carilah situasi dan kondisi yang tepat untuk berkomunikasi secara terbuka dengan anak. Setelah itu, ajaklah anak mengungkapkan penyebab ia malas belajar. Pergunakan suasana santai, tidak harus formal yang membuat anak tidak bisa membuka permasalahan dirinya.

7. Menciptakan disiplin

Jadikan belajar sebagai rutinitas yang pasti. Bila anak mulai meninggalkan rutinitas yang telah disepakati maka disiplin harus ditegakan. Hindari sanksi yang bersifat fisik, gunakan konsekuensi-konsekuensi logis yang dapat diterima oleh akal pikiran anak.

8. Pilih waktu belajar yang terbaik

Pilihlah waktu belajar yang terbaik untuk anak, ketika anak merasa segar. Mungkin sehabis mandi sore. Anak juga bisa diajak bersama-sama menentukan kapan waktu belajarnya. Kenali pola kemampuan dan perkembangan anak kemudian susunlah suatu jadwal belajar yang sesuai.

9. Menciptakan suasana belajar yang baik dan nyaman

Setidaknya orangtua memenuhi kebutuhan sarana belajar, memberikan perhatian dengan cara mengarahkan dan mendampingi anak saat belajar. Sebagai selingan orangtua dapat pula memberikan permainan-permainan yang mendidik agar suasana belajar tidak tegang dan tetap menarik.

Baca Selengkapnya

PTK dengan Menggunakan Metode Puzzle Jigsaw

Download Penelitan Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Menggunakan Metode Puzzle Jigsaw.
Download Penelitan Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Menggunakan Metode Puzzle Jigsaw.
Metode mengajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar anak. Penggunaan metode mengajar yang menarik dan menyenangkan akan sangat berpengaruh pada iklim belajar di kelas. Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan diperoleh data nilai siswa yang kurang baik. Ini dapat dilihat dari sebagian besar siswa mendapatkan nilai di bawah KKM (kriteria ketuntasan minimal).

Sejalan dengan pemikiran di atas serta melihat hasil belajar yang belum optimal, maka diperlukan perubahan dalam proses pembelajaran yang kondusif sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Guru dianggap sebagai satu-satunya sumber belajar. Metode pembelajaran yang masih bersifat konvensinal, dimana siswa hanya menyimak penjelasan guru, mencatat dan mengerjakan latihan saja. Belum lagi penggunaan metode pembelajaran yang monoton dan hanya menekankan pada penghafalan semata, semakin menambah daftar panjang alasan siswa merasa enggan dalam belajar.

Metode pembelajaran yang aktif dan menyenangkan untuk siswa sehingga pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk pembelajaran adalah puzzle jigsaw. Menurut Adenan (1989:9) dinyatakan bahwa puzzle dan games adalah materi untuk memotivasi diri secara nyata dan merupakan daya penarik yang kuat.

Tarigan (1986:234) menyatakan bahwa pada umumnya para siswa menyukai permainan dan mereka dapat memahami dan melatih cara penggunaan kata-kata, puzzle , crosswords puzzle , anagram dan palindron. Sedangkan Jigsaw adalah salah satu metode kooperatif yang lebih mengetengahkan kerja sama tim dalam memecahkan masalah.

Metode puzzle jigsaw merupakan metode kolaborasi antara permainan puzzle dan metode pembelajaran kooperatif model jigsaw. Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu pembaharuan dalam dunia pendidikan. Pembelajaran kooperatif dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan dapat membangun kerjasama antar individu dalam kelompoknya.

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research yang dilaksanakan dengan mengikuti prosedur penelitian berdasarkan pada prinsip Kemmis dan Taggart (1988) yang mencakup kegiatan perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observation), refleksi (reflection) atau evaluasi. Keempat kegiatan ini berlangsung secara berulang dalam bentuk siklus.

Dalam pelaksanaannya penulis merencanakan menggunakan 3 siklus sebagai dasar penelitian tindakan kelas. Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, (Arikunto. S, 1998:125). Metode yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah metode dokumentasi, tes dan observasi.

Penelitan Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Pelajaran IPS Menggunakan Metode Puzzle Jigsaw Di Kelas II SDN 8 Gedung Air Bandar Lampung, dapat Anda download melalui link berikut ini:

PTK MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN PUZZLE JIGSAW

Metode analisis data pada penelitian ini adalah menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif, dengan tujuan untuk mengetahui kecenderungan peningkatan prestasi belajar siswa dari setiap siklus dalam kegiatan belajar mengajar. Indikator keberhasilan pada penelitian ini yaitu sekurang - kurangnya 85% dari keseluruhan siswa memperoleh nilai 65 untuk prestasi belajar kognitif, (Mulyasa, 2004:99).

Baca Selengkapnya

Pemetaan KD Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2018

Pemetaan KD Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2018
Pemetaan Kompetensi Dasar (KD) kelas 3 untuk jenjang SD.
Kompetensi Dasar (KD) Kelas 3 sesuai dengan KD Kurikulum 2013 (K13) revisi terbaru. Pada setiap tema di kelas 2 Sekolah Dasar (SD) terdapat 4 subtema, masing-masing subtema pembelajaran terdiri dari 6 pembelajaran. Setiap pembelajaran pada pemetaan KD kelas 2 semester 1 disusun berdasarkan buku guru kelas 2 Kurikulum 2013 revisi terbaru.

Berdasarkan Kurikulum 2013 (K13) revisi terbaru pembelajaran tematik terdiri muatan mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, PJOK, dan SBdP. Kompetensi Dasar (KD) kelas 2 SD Kurikulum 2013 terdiri dari K1-1 (sikap spiritual), KD K13 dari KI-2 (sikap sosial), KD K13 dari KI-3 (Aspek Pengetahuan) dan KD K13 dari KI-4 (Aspek Keterampilan).

Pemetaan Kompetensi Dasar (KD) kelas 3 untuk jenjang SD dan sederajat sesuai Kurikulum 2013 (K13) revisi tahun 2018 dilakukan oleh guru kelas karena dapat mempermudah dalam melakukan penilaian hasil belajar peserta didik, mempermudah membuat soal evaluasi, mempermudah dalam membuat kisi-kisi soal serta dapat mempermudah dalam melakukan analisis soal.

DAFTAR TEMA KELAS 3 KURIKULUM 2013

1. Perkembangbiakan Hewan dan Tumbuhan
2. Perkembangan Teknologi
3. Perubahan di Alam
4. Peduli Lingkungan Sosial
5. Permainan Tradisional
6. Indahnya Persahabatan
7. Energi dan Perubahannya
8. Bumi dan Alam Semesta

DOWNLOAD PEMETAAN KD K13 KELAS 3

Dengan pemetaan KD kelas 3 semester 1 Kurikulum 2013 dapat mengetahui Kompetensi Dasar (KD) Kurikulum 2013 revisi 2018 yang muncul pada pembelajaran setiap subtema dan tema semester 1 di kelas 3 SD/MI. Bagi Anda yang membutuhkan pemetaan KD Kelas 3 semester 1 Kurikulum 2013 revisi terbaru dapat didownload melalui link berikut:




Pemetaan KD kurikulum 2013 Kelas 3 semester 1 tersebut setiap muatan pelajaran dikutip langsung dari buku guru kelas 3 semester 1 Kurikulum 2013 edisi revisi terbaru. Pemetaan kompetensi dasar (KD) kurikulum 2013 kelas 3 semester 1 dibuat dalam format excel yang disusun berdasarkan pembelajaran 1 sampai pembelajaran 6 dalam setiap subtema.

Baca Selengkapnya

Kepala Sekolah dan Pengawas Menentukan Hitam Putihnya Pendidikan

Kepala Sekolah dan Pengawas Menentukan Hitam Putihnya Pendidikan
Tata kelola pengawas dan kepala sekolah sebaiknya terus menerus mengalami pembaharuan selaras tuntutan perubahan dan tantangan zaman.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan kepala sekolah dan pengawas sekolah merupakan dua unsur penting dalam pengelolaan layanan pendidikan di satuan pendidikan. Mereka memiliki peran strategis yang tidak saja menentukan hitam putihnya pendidikan di sekolah tapi juga cetak biru generasi bangsa.

Menteri Muhadjir juga mengatakan tata kelola pengawas dan kepala sekolah sebaiknya terus menerus mengalami pembaharuan selaras tuntutan perubahan dan tantangan zaman. Pemerintah harus berani melakukan otokritik yang tajam dalam keseluruhan proses pembinaan tenaga pendidik, khususnya pengawas sekolah mulai dari proses rekrutmen, pengembangan, dan pemberdayaannya.

“Saat ini perlu ide-ide baru, bahkan paradigma baru ketika kita berbicara dalam konteks pembinaan tenaga kependidikan. Oleh karena itu, kedua unsur ini harus disesuaikan dengan tuntutan perubahan dan tantangan kekinian,” ujar Mendikbud yang SekolahDasar.Net kutip dari JPNN (17/10/18).

Terkait pelatihan dan penguatan kompetensi yang selama ini dilakukan, menurut Muhadjir diperlukan review yang menyeluruh. Baik yang berkaitan dengan kesiapan dan kelayakan lembaga penyelenggara, metode maupun substansi pelatihan. Analisis lebih lanjut adalah esensi dan eksistensi pelatihan di era digital, era millenia dengan generasi industri 4.0 serta era disrupsi.

Dari analisis tersebut melahirkan konklusi bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan kapasitas nilainya dan kapasitas profesionalnya. Sehingga mampu memberi tantangan transformasi karakter bagi peserta serta kesempatan bertumbuh secara kognisi, emosi dan estetika

Dia berharap pelatihan yang akan dikembangkan tidak lagi sekadar sebagai pelatihan konvensional yang selama ini dilaksanakan. Pelatihan yang benar-benar menyentuh sisi intristik dan inner motivation para peserta. Pelatihan yang futuristik dan berbasis pada problematika dunia baru, abad milenial.

Baca Selengkapnya