Silabus Semester 1 Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 SD

Silabus Semester 1 Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 SD
Berikut Silabus dan RPP lengkap semua mata pelajaran SD untuk kelas 1 sampai 6.
Untuk melaksanakan proses pembelajaran yang terarah, diperlukan adanya sebuah kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sebagai rambu-rambu yang dijadikan acuan dalam penyusunan silabus serta Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Tahun pelajaran 2015/2016 ini, sekolah-sekolah kembali menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yaitu operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Silabus yang digunakan semester 1 ini pun kembali menggunakan silabus KTSP.

Dalam menyusun silabus dapat menggunakan salah satu format yang sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan. Pada dasarnya ada dua jenis, yaitu jenis kolom (format 1) dan jenis uraian (format 2).

Dalam menyusun format urutan Kompetensi dasasr (KD), materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator dan seterusnya dapat ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan, sejauh tidak mengurangi komponen-komponen dalam silabus.

Setelah menyusun silabus sebagai program pembelajaran, guru harus mengimplementasikan program yang telah disusunnya itu dengan membuat RPP sebagai pegangan dan pedoman bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas.

Berikut contoh silabus dan RPP lengkap semua mata pelajaran SD yang bisa didownload, mulai Silabus dan RPP PKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPS, IPA, untuk guru kelas SD mulai dari kelas 1 sampai 6.


Selanjutnya, guru diharapkan mampu untuk mengembangkannya sendiri, dengan disesuaikan kondisi serta karakter peserta didik di satuan pendidikan tempatnya mengabdi.

Baca Selengkapnya

Anies Ajak Guru Berikan Keteladanan Kepada Siswa

Anies Ajak Guru Berikan Keteladanan Kepada Siswa
Anies Baswedan mengajak guru memberikan keteladanan dalam berbudi pekerti.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengajak guru memberikan keteladanan dalam berbudi pekerti dan menumbuhkan karakter kepemimpinan siswa. Anies juga mengajak untuk mengembangkan budaya sekolah yang bisa menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi efektif, bekerja sama, dan berkreativitas bagi semua siswa.

“Mulai hari ini, mari kita kuatkan jalinan silaturahmi sekolah dengan keluarga melalui interaksi yang baik dan rutin antara Kepala Sekolah, Guru, Siswa, dan Orang Tua/Wali. Mari kita kembangkan semua itu melalui kegiatan intra-kurikular, ekstra-kurikuler maupun kegiatan non-kurikuler,” kata Anies dalam sambutan pada hari pertama sekolah tahun pelajaran 2015/2016.

Anies meminta sekolah menjadi taman dan ekosistem pendidikan yang penuh tantangan namun menyenangkan bagi semua warganya. Kepala Sekolah bersemangat membangun budaya baik di sekolahnya serta membina warganya, guru-guru tulus dan gembira dalam mendidik serta menginspirasi, dan siswa senang belajar di sekolah.

Anies berharap, kebiasaan-kebiasaan baik semestinya dikerjakan dengan rutin agar membentuk budi pekerti dan menjadi karakter serta budaya warga sekolah. Bukan hanya budi pekerti siswa, tetapi juga budi pekerti dari Guru, Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan lainnya.

Mulai tahun ini, Kemendikbud mencanangkan gerakan penumbuhan budi pekerti melalui sekolah. Diharapkan, melalui gerakan tersebut, siswa memiliki karakter kemepimpinan yang mulia sebagai generasi emas penerus bangsa menuju 100 tahun Indonesia Merdeka pada 2045.

Baca Selengkapnya

Mendikbud: Sekolah Wajib Gelar Upacara Setiap Senin

Sekolah Wajib Gelar Upacara Setiap Senin
Mulai tahun ini kita minta seluruh sekolah melaksanakan upacara bendera tiap hari Senin.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mewajibkan seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta untuk menggelar upacara bendera setiap hari Senin. Bagi sekolah yang melanggar aturan tersebut, Kemendikbud akan memberikan sanksi.

"Mulai tahun ini kita minta seluruh sekolah melaksanakan upacara bendera tiap hari Senin. Kepala sekolah harus memberikan arahan setiap pekan," kata Anies yang SekolahDasar.Net kutip dari Kompas (29/07/15).

Anies meminta upacara jangan hanya dijadikan kegiatan seremoni, tetapi kesempatan bagi guru, siswa dan seluruh warga sekolah untuk berinteraksi. Setidaknya, interaksi secara menyeluruh tersebut dilalukan seminggu sekali, melalui upacara.

Upacara memiliki fungsi mendidik bagi siswa. Upacara melatih siswa untuk menjadi seorang pemimpin yang mampu mengatur kelompoknya. Upacara juga mengajarkan rasa kebersamaan antarsiswa, di mana masing-masing kelas secara bergiliran menjadi bagian dari petugas upacara.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad mengatakan, imbauan untuk melaksanakan upacara setiap hari Senin kembali dilakukan karena beberapa sekolah swasta tidak lagi menggelar upacara bendera.

Menurut Hamid, aturan mengenai kewajiban menyelenggarakan upacara telah diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Nomor 23 Tahun 2015. Kemendikbud akan memberikan peringatan dan sanksi bagi sekolah yang tetap melanggar aturan tersebut.

Baca Selengkapnya

Download Program Semester 1 Kelas 1-6 SD

 Program Semester 1 Kelas 1-6 SD
Program Semester (Promes) semester 1 jenjang SD untuk semua kelas, mulai untuk kelas 1 sampai kelas 6 SD.
Memasuki awal semester 1 tahun pelajaran 2015/2016 guru harus membuat Program Semester (Promes) sesuai dengan Program Tahunan (Prota) yang telah dirancang. Selain itu dalam membuat program ini harus juga memperhatikan kalender pendidikan tahun pelajaran 2015/2016.

Promes berisi ini  mengenai hal-hal yang akan dilaksanakan guru dan target yang dicapai dalam semester tersebut. Pada semester 1 tahun pelajaran 2015/2016 ini masih tetap menggunakan kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Pada umumnya Promes pada kurikulum KTSP memuat Identitas (satuan pendidikan, mata pelajaran, kelas/semester, tahun pelajaran). Format isian Promes mencakup; standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, jumlah jam pertemuan, dan bulan (tanggal).

Berikut contoh Promes semester 1 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) untuk semua kelas yang bisa didownload, mulai Promes untuk kelas 1 sampai kelas 6 SD. Serta promes untuk guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), Bahasa Inggris, Seni Budaya dan Ketrampilan (SBK) dan Penjaskes.

PROGRAM SEMESTER KELAS 1
Program Pembelajaran Dan Matrik Hubungan Kompetensi Kelas 1 Semester 1

PROGRAM SEMESTER KELAS 2
Program Pembelajaran Dan Matrik Hubungan Kompetensi Kelas 2 Semester 1

PROGRAM SEMESTER KELAS 3
Program Pembelajaran Dan Matrik Hubungan Kompetensi Kelas 3 Semester 1

PROGRAM SEMESTER KELAS 4
Program Pembelajaran / Program Semester Kelas 4 Semester 1

PROGRAM SEMESTER KELAS 5
Program Pembelajaran / Program Semester Kelas 5 Semester 1

PROGRAM SEMESTER KELAS 6
Program Pembelajaran / Program Semester Kelas 6 Semester 1

PROGRAM SEMESTER BAHASA INGGRIS
Program Pembelajaran/Program Semester Bahasa Inggris Semester 1

PROGRAM SEMESTER PAI
Program Pembelajaran / Program Semester PAI Semester 1

PROGRAM SEMESTER PENJASKES / PJOK
Program Pembelajaran / Program Semester Penjas / PJOK Semester 1

Promes merupakan rencana waktu yang akan dilaksanakan guru dalam pelaksanaan pembelajaran dalam satu semester. Termasuk waktu ulangan harian, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester sesuai alokasi waktu yang didasarkan pada kalender pendidikan.

Baca Selengkapnya

Inilah yang Baru dari Aplikasi Dapodikdas Versi 4.00

Aplikasi Dapodikdas Versi 4.00
Dengan aplikasi Dapodikdas Versi 4.0.0 entri dan atau update data dapat dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu komputer.
Aplikasi Data Pokok Pendidikan Dasar (Dapodikdas) versi terbaru 4.0.0 segera dirilis. Aplikasi yang bisa mulai diunduh 30 Juli mendatang ini menggantikan aplikasi Dapodikdas versi sebelumnya, yaitu v 3.0.3.

Kepala Subagian Data dan Informasi, Bagian Perencanaan dan Penganggaran, Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Supriyatno mengatakan hal ini untuk peningkatan performa Dapodikdas.

Yang baru dari aplikasi Dapodikdas Versi 4.0.0 yaitu ada penambahan referensi baru yang meliputi wilayah dan operasional serta pencantuman Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sekolah pada formulir sekolah. Selain itu, dengan aplikasi Dapodikdas Versi 4.0.0 entri dan atau update data dapat dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu komputer.

“Seiring dengan rilis Aplikasi Dapodik terbaru itu, operator sekolah diwajibkan untuk melakukan update atau penyempurnaan data, baik yang berhubungan dengan siswa, guru, serta sarana dan prasarana,” kata Supriyatno yang SekolahDasar.Net kutip dari laman dikdas.kemdikbud.go.id (27/07/15).

Dengan diperbaruinya Aplikasi Dapodikdas juga dibarengi dengan peluncuran wajah baru laman Aplikasi Data Pokok Pendidikan Menengah (Dapodikmen). Untuk menambah peserta didik baru, kelas 7 (SMP) dapat secara online melalui Dapodikdasmen, sehingga operator sekolah tidak entri ulang data peserta didik.

Baca Selengkapnya

Siswa Wajib Baca Buku 15 Menit Sebelum Belajar

Siswa Wajib Baca Buku 15 Menit Sebelum Belajar
Siswa diwajibkan membaca buku minimal 15 menit sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mewajibkan para siswa untuk membaca buku minimal 15 menit sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah setiap hari. Kegiatan ini merupakan salah satu yang akan dilakukan dalam menerapkan program Penumbuhan Budi Pekerti (PBP).

Baca juga: Mendikbud Minta Kebiasaan Ini Diterapkan di Sekolah

Anies mengatakan jenis buku yang akan dibaca siswa itu bebas. Kemendikbud menyerahkan penetapan ini kepada pihak sekolah terutama Kepala Sekolah (Kepsek). Hal yang terpenting, kata dia, buku itu harus pantas dan disukai oleh para siswa sesuai dengan tingkatannya.

Terkait metode membaca, hal ini juga menjadi tugas sekolah untuk menentukannya. Pihak sekolah bisa menerapkan metode membaca nyaring, dalam hati dan sebagainya. Bahkan, menurut Anies, para siswa juga boleh membaca dengan sambil tidur-tiduran.

Program membaca yang dimulai tahun pelajaran baru ini diharapkan bisa menumbuh kembangkan potensi utuh para siswa. Terutama, pada kemampuan siswa melalui kegiatan membaca buku tersebut. Dengan begitu, budaya membaca di Indonesia bisa berkembang ke depannya.

Anies mengatakan efek dari kegiatan membaca sebelum melakukan kegiatan belajar di sekolah ini bisa dilihat dari kunjungan para siswa ke Perpustakaan. “Kalau kunjungannya meningkat, hal ini berarti kegiatan kita berpengaruh,” kata dia yang SekolahDasar.Net kutip dari Republika (26/07/15).

Baca Selengkapnya

Terpopuler