• Aktivitas Guru di Luar Kelas Dihitung Jam Mengajar
    Aktivitas guru di luar kelas itu bisa dihitung sebagai beban mengajar.
    Aktivitas guru di luar kelas itu bisa dihitung sebagai beban mengajar.
    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menetapkan aktivitas pembelajaran di luar kelas dapat dihitung sebagai jam mengajar. Hal ini untuk menghilangkan kekhawatiran guru tidak lagi mendapat tunjangan profesi akibat diterapkannya Kurikulum 2013 yang mengurangi beban mengajar guru.

    Untuk mendapat tunjangan profesi, guru mengajar minimal 24 jam tatap muka per pekan. Pada penerapan Kurikulum 2013 perhitungan jam mengajar guru di kelas bisa jadi berkurang dan tidak sampai 24 jam mengajar per pekan. Tetapi kekurangan tatap muka di dalam kelas itu bisa diganti dengan aktivitas di luar kelas.

    "Aktivitas guru di luar kelas itu bisa dihitung sebagai beban mengajar, ada hitungannya sendiri," kata Nuh yang SekolahDasar.Net kutip dari JPNN (26/07/2014).

    Menteri mantan rektor ITS itu menjamin bahwa penerapan Kurikulum 2013 tidak akan mengubah status guru yang awalnya berhak mendapatkan tunjangan profesi menjadi tidak berhak lagi. Aktivitas pembelajaran di luar kelas dapat dimanfaatkan semua guru yang merasa jumlah jam mengajar di kelas masih kurang.

    Dengan perhitungan itu, menurut Nuh dapat dijadikan sebagai solusi banyaknya guru yang berlari-lari mengajar di banyak sekolah demi mengejar target beban mengajar 24 jam tatap muka per pekan. Mereka dapat menutupi kekurangan beban mengajar itu dengan aktivitas pembelajaran di luar kelas.

    more
  • Guru Kesulitan Cara Penilaian Kurikulum 2013
    Guru banyak mengeluhkan sulitnya memberi penilaian secara otentik.
    Guru banyak mengeluhkan sulitnya memberi penilaian secara otentik.
    Meski sudah dilaksanakan pelatihan Kurikulum 2013 kurang lebih selama satu minggu tetapi masih banyak guru yang mengaku kesulitan menguasai kurikulum baru ini, khususnya cara penilaian kepada para siswa.

    Dalam pelatiah kurikulum baru, guru dinilai kemampuannya memahami konsep kurikulum, tujuan kurikulum, cara penilaian otentik, pembuatan RPP. Dari berbagai sisi penilaian itu, guru paling susah membuat penilaian otentik.

    "Dalam membuat penilaian otentik guru tidak hanya menyebut angka 8. Namun harus menunjukkan fakta-fakta pendukung mengapa siswa tersebut bisa mendapat nilai 8," kata Mohammad Nuh yang SekolahDasar.Net dari Republika (25/07/2014).

    Menurut Nuh, selama ini guru sering memberikan nilai pada siswa berdasarkan kira-kira. Makanya ketika pada Kurikulum 2013 diminta melakukan penilaian otentik mereka kesulitan. Perlu dibiasakan agar secara bertahap guru mampu membuat penilaian otentik.

    "Tidak apa-apa, karena belum terbiasa. Bagi guru di sekolah yang biasa menggunakan penilaian otentik tidak ada masalah. Jadi kita butuh dibiasakan. Para guru kita perlu waktu untuk pembiasaan, beradaptasi," kata Nuh.

    more
  • 11 Jabatan CPNS Ini Terbuka Bagi Semua Jurusan
    Ada 11 jabatan CPNS yang bisa dilamar oleh sarjana dari semua jurusan.
    Ada 11 jabatan CPNS yang dapat dilamar oleh sarjana dari semua jurusan.
    Tahun 2014 ini pemerintah menyediakan 5 persen formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk lintas jurusan. Akan dibuka lowongan 11 jabatan CPNS yang dapat diikuti oleh sarjana dari semua jurusan. Pengumuman penerimaan CPNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPK) rencananya pada bulan Agustus mendatang.

    11 jabatan yang terbuka bagi sarjana semua jurusan seleksi CPNS 2014 itu adalah Analis Kebijakan, Perencana, Auditor, Pengawas Penyelenggara Urusan Pemerintahan daerah, Penggerak Swadaya Masyarakat, Widyaiswara, Peneliti, Pekerja sosial, Penyuluh sosial, Perekayasa, dan Pemeriksa.

    Dilansir SekolahDasar.Net dari laman Sekretariat Kabinet (24/7/2014), Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB Herman Suryatman menyampaikan, banyak instansi pemerintah pusat maupun daerah yang belum mengalokasikan untuk jabatan 5 persen yang dapat dilamar sarjana dari semua jurusan.

    Herman menambahkan, bagi instansi pemerintah yang belum mengalokasikan formasi untuk 11 jabatan yang dapat dilamar oleh sarjana dari semua jurusan tersebut supaya segera mengalokasikannya. Sehingga proses verifikasi formasi CPNS segera rampung dan dapat diumumkan.

    “Kalau ijin prinsip sudah ada diharapkan segera bisa diumumkan lowongan jabatan yang dibuka di masing-masing kementerian, lembaga maupun pemda,” kata Herman.

    Tahun ini pemerintah berencana akan menerima 40.000 CPNS dan 25.000 PPPK. Pendaftaran dilaksanakan secara online. Tes seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang dilaksanakan pada bulan September mendatang.

    more
  • Tunjangan Profesi Guru Cair Sebelum Lebaran
    Seluruh uang TPG bagi guru-guru diupayakan bisa cair sebelum lebar.an
    Seluruh uang TPG bagi guru-guru diupayakan bisa cair sebelum lebar.an
    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengupayakan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebelum lebaran. Hal ini dikatan Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Ditjen Pendidikan Dasar Kemendikbud Sumarna Surapranata.

    Menurut Sumarna uang untuk pembayaran TPG bagi guru swasta sudah ada di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Anggaran yang disiapkan untuk TPG guru swasta mencapai Rp 578 miliar.

    "Sekarang revisi sudah hampir selesai. Uang untuk membayar TPG bagi guru swasta juga sudah ada di KPPN", kata Sumarna yang SekolahDasar.Net kutip dari JPNN (23/07/2014).

    Anggaran untuk membayar TPG khusus guru swasta di jenjang pendidikan dasar, SD dan SMP mencapai Rp 328,8 miliar. Menurut Sumarna, anggaran tersebut disalurkan kepada 81.520 orang guru swasta yang sudah mendapatkan SK pencairan TPG.

    Sedangkan TPG untuk guru PNS daerah yang ada di pemerintah kabupaten/kota, belum diketahui perkembangan pencairannya. Sumarna meminta untuk menanyakan sendiri kapan pencairannya ke pemerintah kabupaten/kota. Berbeda dengan guru swasta, uang untuk pembayaran TPG ada di tangan Kemendikbud.

    Setelah dilakukan perbaikan data oleh Kemendikbud, uang TPG sudah bisa dicairkan. Diharapkan seluruh uang TPG bagi guru-guru swasta bisa cair sebelum lebaran. Sehingga dapat digunakan tambahan biaya untuk kebutuhan lebaran.

    more
  • Mendikbud Yakin Kurikulum 2013 Diterima Guru
    Mohammad Nuh yakin Kurikulum 2013 dapat diterima baik oleh guru.
    Mohammad Nuh yakin Kurikulum 2013 dapat diterima baik oleh guru.
    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh yakin Kurikulum 2013 yang tahun ini dimplementasikan di seluruh Sekolah Dasar (SD) dapat diterima baik oleh guru. Menurutnya Kurikulum 2013 ini telah dipersiapkan sejak setahun yang lalu.

    "Sejak setahun yang lalu, kami sudah melatih 1,1 juta guru. Sebelumnya, kami juga melihat persiapan guru, instruktur nasional, maupun narasumber. Hasilnya, semua berjalan dengan baik," kata Nuh yang SekolahDasar.Net kutip dari Antara (22/07/2014).

    Menurut menteri yang akan berakhir jabatannya Oktober mendatang ini, implementasi kurikulum baru pada tahun ajaran 2013/2014 telah berjalan dengan baik. Dari penilaian Nuh, rata-rata untuk SD sudah di atas 70.

    Penilaian yang masih kurang yaitu perhatian konsep dan penilaian otentik. Ini hal yang wajar, karena perubahan metode pembelajaran. Menurut Nuh, jika dulu guru lebih banyak berbicara, berubah dengan menjadikan siswa sebagai subjek dan objek pembelajaran.

    Mendikbud optimistis kurikulum baru yang mulai tahun ini diimplementasikan pada kelas 1, 2, 4, dan 5 SD itu akan berjalan lancar. Saat tahun ajaran baru dimulai 4 Agustus mendatang, penerapan kurikulum baru di sekolah-sekolah tidak akan menghadapi masalah.

    more
  • Belum Banyak Guru yang Memiliki Jiwa Mendidik
    Pendidikan karakter terwujud jika guru memiliki jiwa mendidik.
    Pendidikan karakter terwujud jika guru memiliki jiwa mendidik.
    Saat ini belum banyak dihasilkan guru yang memiliki jiwa mendidik. Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dinilai belum memiliki prioritas untuk mencetak guru berjiwa pendidik dan belum bisa memberikan pendidikan karakter yang baik.

    Menurut rektor Universitas Negeri Jakarta Prof Dr Djaali, LPTK belum bisa menghasilkan pendidik yang ideal. Guru lulusan dari LPTK belum bisa menjadi guru yang patut dicontoh. Belum banyak pendidikan karakter hadir di sekolah disebabkan kesiapan gurunya kurang.

    "Harus diakui guru yang berjiwa pendidik sampai saat ini belum banyak kita hasilkan. Jadi jangan harap guru sekarang bisa mengajarkan pendidikan karakter," kata Djaali yang SekolahDasar.Net kutip dari Republika (20/07/2014).

    Untuk mewujudkan pendidikan karakter harus ada guru yang berjiwa pendidik. Menurut Djaali, pendidikan karakter itu bukan diajarkan tetapi diberikan melalui contoh. Untuk menghadirkan pendidikan karakter di sekolah harus dihadirkan pula guru berkarakter bagus.

    more

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Baca Informasi Terbaru