Aturan Baru, Ingin Jadi Guru Wajib Ikut PPG

Guru wajib memiliki sertifikat profesi dulu yang nanti diperoleh lewat PPG
Program ini diwajibkan untuk seluruh sarjana pendidikan yang ingin menjadi guru.
Sistem penerimaan tenaga profesi guru diubah. Sarjana pendidikan yang ingin menjadi guru kini wajib mengikuti pendidikan profesi guru (PPG). Sebelumnya untuk bisa mengantongi profesi guru ini, lulusan sarjana pendidikan cukup mengikuti program Sarjana mendidik di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (SM3T).

Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristek Dikti Ali Ghufron Mukti menyampaikan seiring evaluasi yang terus dilakukan hal ini masih dinilai kurang. Untuk penambahan kompetensi akan digenjot dalam program PPG tersebut. Mereka yang ingin menjadi guru wajib mengikuti program dua semester ini.

”Ternyata tidak cukup. Perlu ada tambahan kompetensi pedagogik. Undang-undang juga mengamanatkan untuk wajib memiliki sertifikat profesi dulu yang nanti diperoleh lewat PPG,” kata Ali yang SekolahDasar.Net kutip dari JPNN (30/04/17).

Baca: Bentuk Karakter Pendidik, Guru Perlu Diasramakan

PPG dirancang menganut sistem asrama. Tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi calon guru dari segi sikap, karakter dan cara mengajar juga akan dibentuk saat PPG. Rencananya, ada 10 ribu kuota PPG yang dibuka secara umum. Dengan peningkatan hingga 3 kali lipat. Tentu ini membutuhkan jumlah perguruan tinggi yang lebih banyak.

Kabag Perencanaan Sumber Daya Iptek Kemenristek Dikti Agus Susilo Hadi mengungkapkan, program ini diwajibkan untuk seluruh sarjana pendidikan yang ingin menjadi guru di semua jenjang. Mulai dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat wajib memiliki sertifikat pendidik.

Baca Selengkapnya

Syarat Pengusulan SK Bupati Untuk Guru Honorer

Pendataan untuk pengusulan SK bagi guru honorer
Ppendataan untuk pengusulan SK bagi guru honorer.
Suarat Keputusan (SK) pengangkatan dari Bupati/Walikota bagi guru honorer sangat penting karena merupakan sebagai salah satu syarat mendapatkan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Selain itu jika telah mendapat SK Bupati/Walikota, maka gajinya bisa dari APBD bukan hanya dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Dasar dari pemberian SK Bupati/Walikota bagi guru honorer adalah PERMENDIKBUD Nomor 8 Tahun 2017 tentang Juknis BOS tahun 2017. Disebutkan bahwa guru honor pada sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib mendapatkan penugasan dari pemerintah daerah dan disetujui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Baca: Guru Honorer Bisa Ikuti Sertifikasi, Ini Syaratnya

Salah satu daerah yang melakukan pendataan untuk pengusulan SK bagi guru honorer adalah Pemerintah Kabupaten Tabalong. Pendataan guru honorer dilakukan untuk memenuhi SPM Sekolah. Berikut persyaratan dengan ketentuannya:

1. Guru Honor yang diusulkan adalah guru honor yang telah mempunyai masa kerja 2 (dua) tahun sejak tanggal diangkat menjadi guru honor.

2. Untuk pengusulan tersebut melampirkan masing-masing 1 (satu) rangkap:

1) Daftar usulan honorer diurutkan mulai masa kerja tertinggi
2) Fotokopi Ijazah S1 dilegalisir
3) Fotokopi SK awal dan SK akhir yang telah dilegalisir
4) Surat keterangan aktif mengajar saat ini dari kepala sekolah
5) Fotokopi laporan bulanan bulan

Baca Selengkapnya

Mendikbud Kembali Ingatkan Guru SD Harus Kreatif

Kegiatan belajar yang menyenangkan sekaligus mendidik
Guru harus lebih berperan sebagai motivator, inspirator dan katalisator untuk memancing kreativitas siswa.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan guru harus kreatif mengembangkan metode untuk membangkitkan aktivitas, minat, dan semangat siswa untuk belajar. Ini terkait sistem pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD) akan mengalami perubahan cukup drastis.

Mulai tahun ajaran 2017/2018 mendatang, guru dan siswa SD wajib berada di sekolah selama 8 jam per hari, namun sistem ajar tidak boleh lagi semata-mata diisi dengan pemberian mata pelajaran di ruang kelas. Dengan perubahan porsi kegiatan belajar ini, Mendikbud meminta agar para guru SD bisa melakukan penyesuaian.

"Dengan adanya perubahan ini, guru tidak boleh lagi terlalu banyak ceramah di kelas. Namun guru harus lebih berperan sebagai motivator, inspirator dan katalisator untuk memancing kreativitas siswa," kata Mendikbud yang SekolahDasar.Net kutip dari Republika (29/04/17).

Para guru SD harus mampu mengubah kegiatan belajar di sekolahnya menjadi kegiatan belajar yang menyenangkan sekaligus mendidik. Bukan lagi diisi kegiatan pendidikan yang membuat siswa SD menjadi penat karena dijejali kegiatan ceramah di depan kelas. Menurutnya jika pelajaran banyak gurunya yang ceramah yang pintar gurunya bukan siswanya.

Baca juga: Beginilah Cara Jepang Memperlakukan Guru

"Di Jepang, banyak anak-anak yang bahkan tidak mau pulang ke rumah karena di sekolah sudah merasa nyaman. Ini yang akan sedang kita dorong," kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Baca Selengkapnya

Sekolah Diwajibkan Menyanyikan Lagu Kebangsaan

Pada awal kegiatan belajar para siswa harus menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Pada awal kegiatan belajar para siswa harus menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi menyebutkan, kegiatan belajar di seluruh sekolah dasar dan menengah pada tahun ajaran 2017/2018, diwajibkan menyanyikan lagu kebangsaan.

Antara lain, pada awal kegiatan belajar para siswa harus menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa. Sedangkan pada akhir kegiatan belajar ditutup dengan menyangikan lagu-lagu nasional dan pembacaan doa.

Baca: Program 15 Menit Membaca Buku Sebelum Pelajaran

"Siswa yang memimpin lagu dan doa juga harus bergantian, jangan hanya dipimpi oleh ketua kelas. Hal ini penting dilakukan untuk melatih jiwa kepemimpinan pada anak sedini mungkin," kata Mendikbud yang SekolahDasar.Net kutip dari Republika (28/04/17).

Mendikbud sudah mengeluarkan surat edaran (SE) yang ditujukan pada pemerintah daerah. Berdasarkan SE tersebut, maka untuk pendidikan dasar, kegiatan belajar yang dilaksanakan harus 70 persen menekankan pada pendidikan karakter dan 30 persen ilmu pengetahuan.

Selain itu, mulai tahun ajaran 2017/2018 mendatang, guru dan siswa SD wajib berada di sekolah selama 8 jam per hari, namun sistem ajar tidak boleh lagi semata-mata diisi dengan pemberian mata pelajaran di ruang kelas. Pendidikan diisi dengan kegiatan yang sifatnya lebih ditekankan pada penguatan pendidikan karakter siswa.

Baca Selengkapnya

Jumlah Mata Pelajaran di SD akan Dikurangi, Tetapi ....

Pemberian mata pelajaran hanya akan diberikan paling banyak tiga mata pelajaran per hari dengan durasi waktu tiga kali 45 menit.
Sistem pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD) mulai tahun ajaran 2017/2018 mendatang akan mengalami perubahan cukup drastis. Guru dan siswa SD wajib berada di sekolah selama 8 jam per hari, namun sistem ajar tidak boleh lagi semata-mata diisi dengan pemberian mata pelajaran di ruang kelas.

Nantinya pemberian mata pelajaran oleh guru di ruang kelas hanya akan diberikan paling banyak tiga mata pelajaran per hari dengan durasi waktu tiga kali 45 menit. Setelah itu, pendidikan diisi dengan kegiatan yang sifatnya lebih ditekankan pada penguatan pendidikan karakter siswa.

Dengan kewajiban lama kegiatan belajar 8 jam per hari, maka pada Sabtu dan Ahad akan menjadi hari libur bagi siswa dan guru. Kecuali bila pada Sabtu diadakan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan belajar setiap hari akan dimulai pukul 07.00, dan pulang pukul 15.00. Ketentuan ini, berlaku untuk semua sekolah SD di Indonesia, baik negeri maupun swasta.

Baca: Contoh Jadwal Full Day School untuk Sekolah Dasar

Terkait perubahan kegiatan belajar tersebut, telah dikeluarkan surat edaran (SE) yang ditujukan pada pemerintah daerah. Berdasarkan SE tersebut, untuk pendidikan dasar, kegiatan belajar yang dilaksanakan harus 70 persen menekankan pada pendidikan karakter dan 30 persen ilmu pengetahuan.

"Tujuan perubahan kegiatan belajar ini, semata-mata untuk meningkatkan porsi penguatan pendidikan karakter bagi siswa," jelas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi saat menghadiri acara pencanangan penguatan pendidikan karakter di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Kamis (27/4).

Baca Selengkapnya

Mulai Tahun Ajaran Baru Guru Harus Delapan Jam di Sekolah

Mulai tahun ajaran baru 2017-2018 pemerintah menjalankan reformasi pendidikan
Mulai tahun ajaran baru nanti, guru-guru harus delapan jam berada di sekolah.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan mulai tahun ajaran baru 2017-2018 pemerintah menjalankan reformasi pendidikan. Salah satunya adalah mulai diterapkan sekolah selama delapan jam dan lima hari masuk sekolah dalam seminggu.

"Mulai tahun ajaran baru nanti, guru-guru harus delapan jam berada di sekolah," kata Mendikbud saat membuka Pameran Pendidikan dan Peluncuran Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Siswa Sekolah Dasar di halaman Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Baca: Modul Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Guru

Kegiatan belajar mengajar di sekolah harus diselenggarakan minimum delapan jam dalam sehari. Pada hari Sabtu dan Minggu siswa libur namun sekolah diizinkan menjalankan kegiatan-kegiatan tambahan seperti ekstrakurikuler, pramuka, atau latihan kepemimpinan.

Mendikbud berharap perubahan itu tidak disalahtafsirkan sehingga seolah-olah anak-anak harus berada di kelas terus menerus selama delapan jam atau penambahan mata pelajaran. Ia menginginkan jumlah kegiatan siswa untuk penguatan karakter lebih banyak.

"Bahkan, saya cenderung mata pelajaran SD dan SMP akan dikurangi. Jadi jumlah mata pelajaran dikurangi, tetapi jumlah kegiatannya semakin banyak," kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu yang SekolahDasar.Net kutip dari Antara (27/04/2017).

Terkait dengan pendidikan karakter, Mendikbud mengatakan Presiden telah mengamanatkan dalam Nawa Cita bahwa untuk siswa SD porsi pendidikan karakter 70 persen dan ilmu pengetahuan 30 persen dan bagi siswa SMP, pendidikan karakter porsinya 60 persen dan ilmu pengetahuan 40 persen.

Baca Selengkapnya

Soal Olimpiade Sains Nasional (OSN) SD Tahun 2017

Download soal asli OSN Matematika dan IPA SD tahun 2017.
Download soal asli OSN Matematika dan IPA SD tahun 2017.
Olimpiade Sains Nasional (OSN) adalah ajang berkompetisi dalam bidang sains bagi para siswa SD di Indonesia. Untuk jenjang SD bidang studi yang dilombakan adalah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Siswa yang mengikuti OSN adalah siswa yang telah lolos seleksi tingkat kabupaten dan provinsi dan karenanya adalah siswa-siswa terbaik dari provinsinya masing-masing.

Untuk bisa mengikuti OSN diperlukan persiapan yang matang. Belajar soal-soal OSN SD dapat dilakukan dengan cara beli buku ataupun mendownload kumpulan soal OSN SD yang disertai juga dengan pembahasannya. Mulai dari latihan soal olimpiade Matematika dan IPA tingkat kabupaten, tingkat provinsi hingga tingkat nasional. Soal asli OSN SD tingkat provinsi dapat didownload di sini:

1. Download Soal Asli OSN IPA SD Tahun 2017

2. Download Soal Asli OSN Matematika SD Tahun 2017

OSN SD diadakan sekali dalam satu tahun digelar di kota yang berbeda-beda. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian seleksi untuk mendapatkan siswa-siswi terbaik dari seluruh Indonesia yang akan dibimbing lebih lanjut oleh tim bidang kompetisi masing-masing dan akan diikutsertakan pada olimpiade-olimpiade tingkat internasional.

Dengan latihan yang maksimal tentu juga akan menghasilkan yang maksimal pula. Dengan memiliki dan mengerjakan soal-soal olimpiade sains SD yang sudah lalu ini bisa dijadikan latihan yang jitu untuk menghadapi OSN SD yang akan datang. Sehingga bisa mengikuti olimpiade sampai ke tingkat Nasional dan berkesempatan mewakili Indonesia tingkat internasional.

Baca Selengkapnya

Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan Siswa SD

-Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan Siswa SD
Berikut kriteria kenaikan kelas dan kriteria kelulusan siswa SD sesuai Panduan Penilaian untuk SD.
Setiap akhir tahun pelajaran, guru selalu disibukkan dengan nilai raport siswa. Guru akan menyeleksi, siswa siswi yang pantas naik kelas dan yang tidak pantas naik kelas. Bagi yang naik kelas, tentu alasannya karena nilai atau prestasi yang baik. Lalu, bagaimana dengan siswa yang tidak naik kelas? Tentu juga punya alasan tersendiri. Berikut kriteria kenaikan kelas dan kriteria kelulusan siswa SD sesuai Panduan Penilaian di SD yang disusun Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kriteria Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas siswa ditetapkan melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang telah disepakati oleh seluruh warga satuan pendidikan, seperti minimal kehadiran, ketaatan pada tata tertib, dan peraturan lainnya yang berlaku di satuan pendidikan tersebut. Siswa dinyatakan tidak naik kelas apabila hasil belajar dari paling sedikit 3 (tiga) mata pelajaran pada kompetensi pengetahuan keterampilan belum tuntas dan/atau sikap belum baik.

Baca juga: Siswa SD Tidak Naik Kelas, Sistem Pendidikan Tidak Konsisten

Siswa diupayakan mengikuti proses pembelajaran dan penilaian yang maksimal. Oleh karena itu apabila ada siswa yang terpaksa harus tidak naik kelas, maka hal ini harus menjadi umpan balik bagi guru, sekolah, dan orangtua sehingga diharapkan semua siswa pada akhirnya dapat naik kelas.

Kriteria Kelulusan dari Satuan Pendidikan

Kelulusan dan kriteria kelulusan peserta didik dari SD ditetapkan melalui rapat dewan guru. Siswa dinyatakan lulus dari Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah setelah memenuhi syarat berikut:

(1) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;

(2) Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal Baik; dan

(3) Lulus Ujian Sekolah seluruh muatan/mata pelajaran.

Baca Selengkapnya