Jadwal Pencairan TPG Triwulan II Tahun 2015

Jadwal Pencairan TPG Triwulan II Tahun 2015
Kemendikbud mengupayakan pencairan TPG sebelum lebaran.
Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk triwulan II tahun 2015 dicairkan ke rekening guru paling lambat pada akhir Juli 2015. Guru yang telah menerima SK TPG awal semester tahun pelajaran lalu akan menerima TPG triwulan II untuk pembayaran bulan April – Juni.

Seperti yang SekolahDasar.Net beritakan sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengupayakan pencairan TPG sebelum lebaran yang tahun ini jatuh pada tanggal 18 Juli 2015. Sehingga sebagian bisa digunakan untuk kebutuhan lebaran.

Baca juga: Tunjangan Profesi Guru Cair Sebelum Lebaran

Meskipun demikian, Kemendikbud tidak bisa mengintervensi secara lebih dalam pencairan TPP atau tunjangan sertifikasi untuk guru PNS. Sebab, dananya langsung masuk ke rekening daerah, baru kemudian dicairkan ke rekening guru penerima tunjangan.

Pencairan TPG untuk guru PNS daerah rawan macet karena uangnya mampir dulu ke rekening pemda. Anggaran untuk TPG triwulan II guru PNS sekitar 17,5 triliun. Proses pembayaran harus memperhatikan pemenuhan syarat penerima tunjangan.

Baca Selengkapnya

Sanksi Bagi PNS yang Tidak Ikut Pendataan Ulang

Sanksi Bagi PNS yang Tidak Ikut Pendataan Ulang
Pendataan Ulang bagi PNS (e-PUPNS) secara elektronik wajib dilakukan semua PNS, dan jika tidak dilakukan maka sanksi  berat siap menunggu.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan melaksanakan Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil secara elektronik atau disebut e-PUPNS. Pendataan ini wajib diikuti oleh seluruh PNS, termasuk guru PNS. Bagi PNS yang tidak mengikuti pendataan online ini maka akan mendapatkan sanksi.

e-PUPNS merupakan proses pendataan ulang yang ditujukan bagi para PNS dengan memanfaatkan sistem teknologi informasi. Tahapan pendataan ini meliputi tahap pemutaktriran data oleh setiap PNS, dan validasi dan verifikasi (verval) data secara keeluruhan oleh instansi pusat maupun daerah berdasar dengan kewenangan yang dimiliki.

Baca juga: Cara Registrasi Pendataan Ulang PNS (PUPNS)

Apabila PNS tidak melaksanakan pemutakhiran data melalui e-PUPNS pada periode yang telah ditentukan, data PNS tersebut akan dikeluarkan dari database kepegawaian nasional. Akibat dari sanksi ini maka pelayanan mutasi kepegawaian yang bersangkutan tidak akan diproses.

Pelaksanaan e-PUNPS ini bertujuan agar diperoleh data PNS yang akurat, terpercaya serta terintegrasi. Landasan hukum dari pelaksanaan e-PUPNS adalah UU No. 5 Tahun 2015 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), sedangkan pedoman teknis berdasarkan peraturan Kepala BKN nomor 19 Tahun 2015.

Jadwal pelaksanaan e-PUPNS tahun 2015 adalah persiapan pelaksanaan e-PUPNS dilakukan oleh user admin sistem paling lambat akhir bulan Agustus 2015. Pengisian formulir e-PUPNS dilalrukan sampai dengan akhir bulan November 2015. Proses verifikasi dilakukan sampai dengan akhir bulan Desember 2015.

Baca Selengkapnya

Inilah Sistem Baru Rekrutmen Guru PNS

Inilah Sistem Baru Rekrutmen Guru PNS
Bagi yang berminat menjadi guru PNS, wajib mengikuti program SM3T dan pendidikan di asrama.
Pemerintah bakal menerapkan sistem baru dalam rektrutmen guru PNS. Tak cukup lulusan dari lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK), calon guru PNS juga harus mengikuti program sarjana mengajar di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (SM3T). Tidak hanya itu, setelah mengikuti program SM3T calon guru wajib mengikuti pendidikan berasrama.

Baca juga: Sarjana Lulusan FKIP Tidak Otomatis Jadi Guru

Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Dirdiktendik) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Supriadi Rustad mengatakan, pada prinsipnya sarjana guru yang ingin melamar menjadi PNS wajib lulus program pendidikan profesi guru (PPG), yaitu praktek mengajar di daerah pedalaman (SM3T) dan pendidikan di asrama.

Sistem baru rekrutmen guru PNS yang rencananya akan mulai diterapkan tahun depan ini, hampir mirip dengan proses seorang yang ingin menjadi dokter. Karena sama-sama harus mengabdi di daerah terpencil dahulu. Seperti diketahui untuk menjadi dokter PNS, calon dokter harus mengikuti program pegawai tidak tetap (PTT) di daerah terpencil.

Menurut Supriadi, selama ini untuk menjadi guru tidak ada seleksi. Yang ada seleksi CPNS baru bukan seleksi guru. Pilihan menjadi guru adalah pilihan setelah tidak diterima melamar kerja di mana-mana. Sehingga banyak guru PNS yang tidak memiliki kualifikasi sebagai seorang guru professional akibatnya pembelajaran tidak berjalan dengan baik.

Dengan sistem baru rekrutmen guru ini, maka pemerintah akan memetakan kebutuhan guru baru secara nasional. Kemudian Kemenristekdikti melalui kampus LPTK membuka seleksi peserta PPG. Jumlah yang diterima PPG ini disesuaikan dengan kebutuhan nasional. Sarjana pendidikan maupun sarjana non pendidikan boleh mendaftar seleksi PPG.

Menteri Ristekdikti Muhammad Nasir mendukung program baru rekrutmen guru PNS ini. Menurutnya program SM3T benar-benar menggembleng calon guru. Begitupun dengan Guru Besar Universitas Negeri Semarang (Unnes), dia mengatakan calon guru PNS harus orang-orang hebat. Sistem baru rekrutmen guru PNS ini pun juga mendapat sambutan positif dari kepala daerah.

Mendikbud Anies Baswedan seperti SekolahDasar.Net lansir dari JPNN (28/06/15) mengatakan selama ini rekrutmen guru begitu longgar. Siapa saja bisa menjadi guru, tanpa ada seleksi kompetensi, akibatnya sulit dalam proses pembinaan dan pengawasan. Dia sepakat jika rekrutmen guru diperketat untuk mendapatkan guru-guru yang berkualitas.

Baca Selengkapnya

Ada yang Salah, Skema Pemberian TPG Akan Diubah

Ada yang salah dalam penyaluran TPG. Itu sebabnya pemerintah sedang menyusun ulang skema pemberian TPG.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengubah skema pemberian tunjangan profesi guru (TPG). Pasalnya, pengukuran pemberian tunjangan belum dilakukan secara benar. Selama ini TPG diberikan merata, yaitu sebesar satu kali gaji tanpa mengukur profesionalitas tenaga pendidiknya.

Plh Kepala Subdirektorat Program Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dikdas Kemendikbud Tagor Alamasyah mengatakan pemberian TPG seharusnya sesuai capaian kinerja dan prestasi guru. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Guru dan Dosen Nomor 15 Tahun 2005.

"Ada yang salah dalam penyaluran TPG. Itu sebabnya pemerintah sedang menyusun ulang skema pemberian TPG," kata Tagor yang SekolahDasar.Net kutip dari JPNN (27/06/15).

TPG tidak akan lagi diberikan merata, tetapi akan diubah dengan dihitung secara profesional dengan memperhitungkan prestasi dan kinerja yang telah dicapai oleh guru.

Baca juga: Kemendikbud Evaluasi Guru yang Sudah Sertifikasi

Menurut Tagor, Kemendikbud akan menyiapkan instrumen pencapaian guru profesional yang bisa dilihat dari jumlah guru, pembinaan karir, penghargaan dan perlindungan yang diberikan.

"Selama ini UU belum dijalankan dengan benar, karena infrastruktur belum memadai. Sekarang kami siapkan paralel, infrastruktur dan mekanisme pemberian tunjangannya," kata Tagor.

Idealnya guru memiliki beban kerja 24 jam per minggu dan linieritas dengan sertifikasi. Untuk pembinaan karir, guru harus memenuhi kualifikasi akademik, kompetensi, dan jenjang karir.

Sebagai penghargaan, guru akan mendapatkan tunjangan profesi dan maslahat tambahan. Selain itu, menurut Tagor guru yang profesioanal juga akan mendapat perlindungan hukum.

Baca Selengkapnya

Jadwal Pelaksanaan PLPG Sertifikasi Guru 2015

Jadwal Pelaksanaan PLPG Sertifikasi Guru 2015
Jadwal pelaksanaan PLPG sertifikasi guru tahun 2015 masing-masing kabupaten/kota berbeda sesuai jadwal yang ditetapkan LPTK.
Sertifikasi guru tahun 2015 ini kembali dilaksanakan melalui pola Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), meskipun begitu, jadwal pelaksanaannya belum dirilis resmi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). PLPG tahun 2015 diperkirakan akan dimulai akhir Juli 2015 dan berakhir bulan November 2015.

Jadwal pelaksanaan PLPG sertifikasi guru tahun 2015 masing-masing kabupaten/kota berbeda sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan (LPTK) yang ada di rayonnya. LPTK akan membuat jadwal pelaksanaan PLPG tahun 2015 setelah anggaran untuk pelatihan guru telah disahkan.

Di LPTK mana peserta sertifikasi guru tahun 2015 akan mengikuti PLPG dapat dilihat melalui informasi detail peserta di laman situs http://sergur.kemdiknas.go.id/sg13/. Untuk melihat lokasi LPTK, kunjungi laman situs tersebut, pilih menu pencarian ketik Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) peserta.

Peserta sertifikasi guru melalui PLPG 2015 adalah guru telah mengajar sebelum tahun 2006. Guru yang telah memenuhi syarat akan mengikuti PLPG di LPTK yang ditunjuk selama 10 hari dengan alokasi waktu 90 jam pembelajaran. Guru yang lulus program PLPG akan memperoleh sertifikat pendidik dan mendapat tunjangan profesi.

Baca juga: Peserta Sergur 2015 Melalui Pola PLPG dan PPGJ

Selain melalui pola PLPG, tahun 2015 ini juga akan dilaksanakan sertifikasi guru melalui pola Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan (PPGJ) yang diikuti guru yang diangkat sesudah tahun 2005. Setifikasi guru melalui pola PLPG tahun 2015 akan dilaksanakan lebih dulu, baru kemudian dilaksanakan PPGJ.

Baca Selengkapnya

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Trending Content Hari Ini