• Gaji Guru di Kaltim Bisa Mencapai 15 Juta/Bulan
    Dengan gaji yang besar kinerja guru harus lebih baik (ilustrasi setkab.go.id)
    Gaji guru di provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sekarang sudah lebih tinggi. Guru Kaltim bisa mendapat Rp 8 juta sampai Rp 15 juta/bulan. Itu diperoleh dari kalkulasi gaji, tunjangan, serta dana insentif dari provinsi dan kabupaten/kota. Besarnya insentif antara Rp 1 juta sampai Rp 3 juta, di Kutai Kartanegara bisa sampai Rp 3 juta.

    "Mereka sudah lebih sejahtera. Bayangkan saja, seorang guru PNS dengan pangkat IIIA saja bergaji Rp 8 juta/bulan. Bisa lebih, bisa sampai Rp 15 juta, tergantung besar-kecilnya insentif pemda," kata Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Timur Musyahrim yang SekolahDasar.Net kutip dari Tribunnews (16/09/2014).

    Seorang guru dengan pangkat IIIA bisa memperoleh pendapatan sebesar Rp 9 juta sampai Rp 12 juta. Untuk pangkat yang lebih tinggi dapat mencapai Rp 15 juta. Gaji guru dengan pangkat IIIA adalah Rp 4 juta ditambah tunjangan sertifikasi sebesar satu bulan gaji, sehingga Rp 8 juta masih ditambah lagi insentif antara Rp 1 juta sampai Rp 3 juta.

    Dengan gaji yang sudah tinggi itu, Musyahrim meminta para guru menjunjung tinggi martabat dan profesinya sebagai seorang pendidik yang harus mencerdaskan anak bangsa. Guru lebih bersungguh-sungguh dalam mendidik siswa. Guru lebih kreatif dalam mencari metode mengajar agar siswa dapat lebih secara utuh memahami materi pelajaran.

    "Jangan justru sebaliknya, mentang-mentang sudah dapat tunjangan profesi lantas jadi seenaknya," kata Musyahrim.

    Pemerintah bisa mencabut sertifikasi profesi guru apabila kinerja guru terbukti buruk. Tunjangan profesi tidak dibayarkan jika guru tidak dapat memenuhi syarat jumlah mengajar 24 jam/minggu. Oleh sebab itu, dinas pendidikan harus bisa melakukan redistribusi guru agar guru tidak menumpuk di satu-dua sekolah tertentu. Banyak sekolah di pinggiran yang masih kekurangan guru.

    more
  • Inilah Materi Soal Tes Seleksi CPNS Tahun 2014
    Soal TKD seleksi CPNS disusun oleh tim ahli dari konsorsium Perguruan Tinggi Negeri (ilustrasi: antara)
    Materi tes seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2014 terdiri dari dua, yaitu: Tes Kompetensi Dasar PNS (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB). TKD meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

    TWK pada tes seleksi CPNS 2014 untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai 4 pilar kebangsaan ndonesia yang meliputi:
 Pancasila
, Undang Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Materi TKW juga terdiri dari sistem tata negara Indonesia, baik pada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sejarah perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, dan kemampuan berbahasa indonesia secara baik dan benar.

    TIU dimaksudkan untuk menilai peserta tes seleksi CPNS 2014 yaitu kemampuan verbal, numerik, berpikir logis, dan kemampuan berpikir analitis. Sedangkan TKP untuk menilai integritas diri,
 semangat berprestasi,
 kreativitas, inovasi,
 dan sejenisnya.

    Nilai ambang batas (passing grade) dari masing-masing tes TKD yang terdiri dari sub TWK, TIU dan TKP ditetapkan oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Soal TKD seleksi CPNS disusun oleh tim ahli dari konsorsium Perguruan Tinggi Negeri.

    Untuk pelamar umum, instansi dapat melakukan tes kompetensi bidang dalam arti tes kompetensi bidang tidak wajib diadakan sehingga dapat melakukan TKD saja atau TKD dan TKB, sesuai kebutuhan jabatan.

    Tes TKB adalah tes sesuai bidang tugas masing-masing jabatan, misalnya untuk jabatan guru dengan tes bidang kependidikan. Soal TKB disusun oleh instansi pembina jabatan fungsional, contohnya oal tes bidang kependidikan disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    more
  • Dana BOS Habis Untuk Beli Buku Kurikulum 2013
    Banyak pos penggunaan dana BOS lainnya yang dikorbankan demi tersedianya buku Kurikulum 2013 (ilustrasi: tempo)
    Kurikulukm 2013 yang diterapkan di seluruh sekolah mulai tahun ajaran 2014/2015 dinilai bermasalah hampir di setiap lini, salah satunya urusan buku. Pengiriman buku Kurikulum 2013 ke sekolah-sekolah banyak yang terlambat. Sebagai solusinya, banyak sekolah yang memfotokopi buku kurikulum baru itu.

    "Akibatnya sampai ada sekolah yang dana BOS-nya habis untuk fotokopi buku kurikulum baru," kata Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti yang SekolahDasar.Net kutip dari JPNN (14/09/2014).

    Sekolah-sekolah dengan jumlah siswa kecil, banyak yang mendapatkan dana BOS sekitar Rp 19 juta. Tetapi setelah memesan buku kurikulum 2013, ternyata tagihannya mencapai Rp 24 juta. Pembayaran tagihan buku Kurikulum 2013 menyedot banyak dana BOS sehingga banyak pos penggunaan dana BOS lainnya jadi korban.

    FSGI berharap agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pemerintah baru nanti mengevaluasi ulang implementasi Kurikulum 2013 dan melakukan perbaikan menyeluruh pada tahun ajaran mendatang. Sehingga, tujuan pemberlakukan kurikulum baru ini bisa tercapai.

    Menanggapi masalah distribusi buku Kurikulum 2013 yang amburadul, Irjen Kemendikbud Haryono Umar mengatakan tim Itjen Kemendikbud sudah turun ke lapangan untuk investigasi. Sampai sekarang investigasi itu masih berlangsung, sehingga pihaknya belum bisa menyampaikan hasil temuan di lapangan.

    more
  • Cara Cetak Kartu NUPTK Bukti Keaktifan Guru
    Kartu NUPTK dapat dicetak mandiri oleh guru melalui PADAMU NEGERI.
    Sebagati bukti keaktifan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), setiap PTK akan diberikan Kartu Identitas. Kartu Digital NUPTK ini masa berlaku aktifnya setiap semester dan diberikan mulai tahun ajaran 2014/2015. Setiap guru berkewajiban melaporkan status keaktifan NUPTK masing-masing secara online di PADAMU NEGERI menggunakan akun masing-masing.

    Pelaksanaan agenda kegiatan pelaporan atau dulu dikenal dengan Verval NUPTK semester 1 tahun ajaran 2014/2015 berlangsung hingga 31 Desember 2014. Guru yang masih memiliki PegID juga harus melaporkan status keaktifannya. Ini dilakukan agar agar guru terdaftar aktif di BPSDMPK-PMP Kemdikbud tahun 2014/2015.

    Tahapan yang harus dilakukan sebelum mencetak kartu NUPTK di Layanan PADAMU NEGERI adalah mengisi angket Evaluasi Diri Sekolah (EDS) secara online, mengisi survei Kurikulum 2013 bagi sudah mengikuti pelatihan, mengupload foto guru, mengecek portofolio atau data pribadi guru baru kemudian kartu NUPTK bisa dicetak.

    Langkah-Langkah Mencetak Kartu Digital NUPTK
    1. Login ke layanan PADAMU PTK masing-masing melalui http://padamu.siap.web.id


    2. Ikuti instruksi yang muncul pada dasbor PADAMU PTK. Klik tombol Isi Angket untuk memulai melengkapi data.


    3. Isi angket EDS dengan lengkap, klik tombol Lanjut untuk menuju ke pertanyaan selanjutnya.


    4. Klik tombol Simpan jika telah selesai mengisi EDS, klik Ke Langkah Sebelumnya jika ingin mengoreksi isian EDS


    5. Selanjutnya,silakan memeriksa kembali Data Portofolio Anda. Klik tombol Status Keaktifan seperti pada gambar


    6. Pada halaman Beranda Anda, status isian Angket EDS Anda telah berubah seperti pada gambar di bawah ini


    7. Selanjutnya, lengkapi Survey Kurikulum, klik tombol Isi Survey


    8. Pilih Tidak kemudian klik Simpan jika Anda bukan sebagai peserta yang telah mengikuti Diklat Kurikulum 2013 periode Juni – Juli 2014.


    9. Pilih Ya Bagi Anda peserta yang telah mengikuti Diklat Kurikulum 2013 periode Juni – Juli 2014. Kemudian isi dengan lengkap Kuisoner Pelaksanaan Diklat Kurikulum 2013 yang telah Anda ikuti sebagai bahan masukan pelaksanaan selanjutnya. Klik Simpan untuk melanjutkan.


    10. Selanjutnya, Cek Portofolio Anda, ikuti instruksi pada tahap tiga. Klik tombol Upload Foto seperti pada gambar di bawah ini


    11. Unggah foto PTK Anda, pastikan File yang akan Anda unggah adalah file JPG, PNG, dan GIF dengan ukuran maksimum yang diijinkan 250 X 400 pixel. Klik tombol Unggah untuk menyimpan foto Anda.


    12. Setelah Anda berhasil meng-unggah foto PTK, Selanjutnya pada tahap tiga, Anda diminta untuk cek/memeriksa kelengkapan data rinci Anda, klik tombol Aktifkan Data seperti pada gambar di bawah ini


    13. Periksa lembar portofolio Anda, klik tombol Edit kembali jika masih ada yang perlu dilengkapi, klik tombol Aktifkan jika sudah benar.


    14. Setelah berhasil mengaktifkan PTK, cetak kartu digital Anda menggunakan menu yang sudah disediakan. Klik tombol Cetak seperti pada gambar berikut


    15. Selesai, Kartu Digital Anda telah berhasil dicetak.

    more
  • DKI Jakarta Membutuhkan 6.000 Guru SD
    DKI Jakarta butuh banyak guru untuk di tingkat SD karena jumlah SD di provinsi tersebut juga banyak sekali (ilustrasi: dakta)
    Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Lasro Marbun mengatakan pemerintah provinsi setempat membutuhkan banyak guru Sekolah Dasar (SD). Tahun ini saja, DKI Jakarta membuka lowongan sebanyak 350 guru dalam penerimaan CPNS. Mereka akan ditempatkan di SD wilayah Kepulauan Seribu.

    "Kami butuh banyak guru untuk di tingkat SD karena jumlah SD di Jakarta juga banyak sekali," kata Lasro yang SekolahDasar.Net kutip dari Republika (12/09/2014).

    DKI Jakarta masih membutuhkan sekitar 6.000 guru pada tahun ini. Sebanyak 5.757 orang akan diangkat menjadi guru bantu dan akan ditempatkan di seluruh sekolah negeri dan swasta di Jakarta.

    "Memang benar kami butuh banyak guru secara bertahap, rencananya tahun ini akan terisi 5.757 orang untuk guru bantu dan 350 orang formasi dari penerimaan umum. Jadi, totalnya sekitar 6.000 guru," kata Lasro.

    Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta telah menerima 4.150 guru yang terdiri 3.800 guru dari jalur Kategori 2 (K-2) dan 350 dari penerimaan umum. Dengan demikian masalah tenaga kependidikan di DKI Jakarta dapat terselesaikan secara bertahap.

    more
  • Pelatihan Kurikulum 2013 Masih Sebatas Teori
    Pelatihan kurikulum 2013 yang diikuti guru selama ini bentuknya hanya teori saja (ilustrasi : kemdikbud)
    Pelatihan kurikulum 2013 yang diikuti guru selama kurang lebih lima hari bentuknya masih hanya sebatas teori saja. Hal ini dikatakan salah seorang Tim Usaid Prioritas Subang, Rukasim, menurutnya itu membuat tidak semua guru mengerti mengajar dengan Kurikulum 2013.

    “Pelatihan kurikulum 2013 yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu oleh pemerintah itu sifatnya hanya teori saja", kata Rukasim yang SekolahDasar.Net lansir dari JPNN (11/09/2014).

    Pelatihan guru mengenai kurikulum 2013 yang telah dilakukan beberapa waktu lalu belum memastikan setiap guru memahami dan mampu mengajar dalam Kurikulum 2013. Untuk itu pelatihan perlu dilakukan kembali, khususnya dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 ketika mengajar.

    Kurikulum 2013 yang diterapkan di semua sekolah dari tingkat SD hingga SMA se-Indonesia di tahun ajaran 2014/2015 belum berjalan dengan baik. Selain masalah pelatihan guru, distribusi buku Kurikulum 2013 yang lambat juga menjadikan penerapan Kurikulum 2013 terkesan dipaksakan.

    more

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Informasi Terbaru