• Agenda Padamu Negeri yang Harus Guru Ketahui
    Agenda Padamu Negeri Tahun 2015
    Surat edaran perihal agenda kegiatan Penjaminan Mutu Pendidikan periode semester 2 tahun pelajaran 2014/2015.
    Semester 2 tahun pelajaran 2014/2015 ini BPSDMPK PMP Kemendikbud melalui layanan Padamu Negeri kembali melaksanakan program penjaminan mutu pendidikan berkelanjutan. Pendataan yang diikuti guru secara online ini akan dilaksanakan mulai 1 Pebruari 2015 sampai 30 Juni 2015.

    Padamu Negeri merupakan singkatan dari Pangkalan Data Penjaminan Mutu Pendidikan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setiap guru di seluruh Indonesia memiliki akun di situs layanan sistem informasi terpadu Padamu Negeri. Agenda kegiatan semester 2 tahun pelajaran 2014/2015 meliputi:

    • Registrasi ulang Nomor Registrasi Guru (NRG) bagi para guru yang telah sertifikasi. Apabila tidak melakukan registrasi ulang NRG, maka NRG yang sebelumnya sudah diterbitkan dianggap tidak valid.
    • Keaktifan NUPTK/PegID periode semester 2 tahun pelajaran 2014/2015. Apabila dalam 2 semester berturut-turut NUPTK/PegID tidak diaktikan mandiri oleh setiap guru maka akan dinonaktifkan secara permanen oleh sistem.
    • Penilaian Kinerja Guru (PKG) periode semester 2 Tahun Pelajaran 2014/2015. PKG berlaku wajib bagi semua Pendidik dan Kepala Sekolah baik negeri maupun swasta naungan Kemdikbud dan Kemenag.
    • Evaluasi Diri Sekolah (EDS) bagi yang belum melengkapinya di periode semester 1 tahun pelajaran 2014/2015. EDS hanya berlaku bagi naungan Kemdikbud.
    • Pemutakhiran data guru dan mencetak kartu digital keaktifan guru semester 2 tahun pelajaran 2014/2015 yang dilakukan mandiri oleh setiap guru.

    Yang harus disiapkan terkait kegiatan di atas diantaranya:

    • Dokumen penjadwalan mingguan pembelajaran di setiap kelas pada semester 2 tahu pelajaran 2014/2015 yang telah berlaku di sekolah saat ini.
    • Piagam sertifikasi guru, SK perubahan kode mapel (bila ada perubahan) dan ijazah pendidikan terakhir bagi guru yang telah memiliki sertifikasi pendidik.

    BPSDMPK PMP Kemdikbud memfasilitasi akses data Padamu Negeri kepada semua pihak terkait menggunakan akun login masing-masing mulai dari tingkat individu (guru) sampai tingkat institusi. Ini dimaksudkan untuk emenuhi kebutuhan para pihak dalam melaksanakan peningkatan mutu pendidikan.

  • Tunjangan Guru Non PNS Didasarkan Inpassing
    Tunjangan Guru Non PNS Didasarkan Inpassing
    Dengan adanya inpassing, maka  mereka harusnya disesuaikan dengan masa kerja, kepangkatan, dan golongan seperti guru PNS.
    Guru non PNS di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) menjadi target peningkatan kesejahteraan. Guru madrasah non PNS yang telah bersertifikat pendidik akan mendapatkan tunjangan profesi berdasarkan pada hasil inpassing.

    Sebelumnya, untuk guru non PNS diberikan tunjangan profesi sebesar Rp1,5juta per bulan dan guru PNS sesuai gaji pokoknya. Kemenag mengusulkan anggaran Rp1,2 triliun untuk pembayaran tunjangan profesi bagi 72 ribu guru penerima inpassing yang sudah sertifikasi.

    “Tuprofnya sudah tersedia untuk guru bukan PNS, Rp1,5 juta/bulan. Dengan adanya inpassing, maka tuprof mereka harusnya disesuaikan dengan masa kerja, kepangkatan, dan golongan seperti guru PNS,” kata Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis yang SekolahDasar.Net kutip dari Antara (28/01/15).

    M. Nur Kholis mengatakan bahwa usulan anggaran untuk pembayaran tunjangan profesi guru non PNS ini sudah dilaporkan secara tertulis oleh Dirjen Pendidikan Islam ke Menteri Agama, dan ditindaklanjuti oleh Sekjen untuk diusulkan ke Bappenas.

    Inpassing guru non PNS diatur dalam Permendiknas Nomor 22/2010 tentang Perubahan atas Permendiknas Nomor 47/2007 tentang Penetapan Inpassing Jabatan Fungsional Guru Bukan PNS (GBPNS) dan Angka Kreditnya.

    Inpassing adalah proses penyetaraan kepangkatan, golongan, dan jabatan fungsional guru Non PNS dengan kepangkatan, golongan, dan jabatan guru PNS.  Inpassing bertujuan untuk tertib administrasi, pemetaan guru dan kepastian pemberian tunjangan yang menjadi hak mereka.

    M. Nur Kholis mengingatkan sertifikasi dan tunjangan profesi bukanlah akhir dari upaya perbaikan pendidikan. Para guru yang sudah terpenuhi haknya, berkewajiban untuk terus meningkatkan kinerja dalam mengawal proses belajar mengajar di sekolah untuk kemajuan bangsa.

  • Kisi-Kisi UN 2015 Untuk Satuan Pendidikan Dasar
    Kisi-kisi UN tahun pelajaran 2014/2015 untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.
    Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) telah merilis kisi-kisi Ujian Nasional (UN) untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Kisi-kisi UN tahun pelajaran 2014/2015 ini disusun berdasarkan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang sesuai dengan standar isi Kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

    Kisi-kisi UN tahun pelajaran 2014/2015 untuk satuan pendidikan dasar dan menengah yang dikeluarkan BNSP adalah untuk jenjang SMP dan sederajat serta untuk jenjang SMA dan yang sederajat. UN SMP akan dilaksanakan pada 4-6 Mei 2015, sedangkan UN SMA pada 13-15 April 2015. Kisi-kisi UN tahun 2015 dapat didownload di tautan berikut ini:


    Kisi-kisi soal UN tahun pelajaran 2014/2015 tersebut digunakan sebagai acuan dalam penyusunan soal UN pada satuan pendidikan dasar dan menengah. Jumlah peserta UN tahun 2015 ini mencapai 7,3 juta siswa dari semua jenjang.

    Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), pelaksanaan UN diserahkan ke masing-masing provinsi. Hal tersebut sama seperti yang dilakukan tahun lalu. Mulai tahun pelajaran 2013/2014, UN untuk SD berganti dengan Ujian Sekolah (US). Kelulusan siswa ditentukan sepenuhnya oleh sekolah melalui rapat dewan guru. Kisi-kisi US untuk SD dan sederajat dapat dilihat di sini.

  • Kabar Gembira, Tahun Ini Gaji PNS Kembali Naik
    Gaji PNS Naik
    Kabar gembira bagi PNS, TNI dan Polri, pemerintah kembali menaikkan gajinya.
    Tahun 2015 ini pemerintah berencana menaikkan gaji PNS, TNI dan Polri. Saat ini besaran persentase kenaikan gaji PNS, TNI dan Polri saat ini pemerintah tengah digodok Kementeri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) dan Kementerian Keungan (Kemenkeu).

    "Saya ingin menyampaikan kabar gembiranya. Kenaikan gaji sementara dibahas KemenPAN-RB dan Kemenkeu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah didapat formulasinya," kata MenPAN-RB, Yuddy Chrisnandi yang SekolahDasar.Net kutip dari JPNN (25/01/2015).

    Melalui penghematan anggaran negara yang ditargetkan pada tahun pertama sebesar Rp 100 triliun, itu akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk untuk menaikkan gaji para abdi negara.

    Dikabarkan sebelumnya, Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah akan menaikkan gaji PNS sebesar 6 persen pada 2015. Menurutnya itu adalah kenaikan rutin per tahun yang menyesuaikan dengan inflasi.

    "Ya tetaplah (gaji PNS naik). Itu kan menyesuaikan dengan biaya hidup, dengan inflasi," kata Bambang yang SekolahDasar.Net kutip dari Tribunnews (13/12/2014).

  • Keindahan Di Balik Kurikulum 2013
    Keindahan Di Balik Kurikulum 2013
    Kurikulum 2013 mendorong siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan.
    Setiap kurikulum pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kurikukulum 2013 memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb, sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika. Materi pelajaran tersebut (terutama Matematika) disesuaikan dengan materi pembelajaran standar Internasional sehingga pemerintah berharap dapat menyeimbangkan pendidikan di dalam negeri dengan pendidikan di luar negeri. (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum_2013). Namun sangat disayangkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, menyatakan menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 bagi sekolah-sekolah yang baru melaksanakan kurikulum ini selama satu semester pada tanggal 5 Desember 2014 lalu. Walapun begitu, ada momen-momen keindahan yang masih tertinggal, ketika kita sudah menerapkannya, dan mulai mengenali dan memahaminya serta terbiasa dengan kurikulum baru ini. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang mampu memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia agar tercipta peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia dan sesuai dengan Pancasila demi memenuhi perkembangan zaman.
    Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang melakukan penyederhanaan, dan menggunakan pola pendekatan tematik-integratif, melalui penambahan jam pelajaran yang bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran dan diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif serta terampil, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, sehingga mampu memasuki masa depan yang lebih baik.

    SDIT Al Ittihad .adalah salah satu contoh sekolah yang menerapkan pembelajaran kurikulum 2013. Lebih spesifiknya yakni penerapan di kelas Satu (1) dan Empat (4). Dengan 4 orang guru pada jenjang kelas paralel 1 dan 4. Pada akhir semester satu (I) tahun lalu, mereka telah melakukan aktifitas mengadakan pameran hasil proyek untuk tema 1 Indahnya Kebersamaan. Siswa dikumpulkan di samping halaman sekolah, membawa berbagai bahan maupun peralatan untuk membuat minuman khas daerah yang terdapat di wilayah Nusantara. Siswa sangat senang melaksanakan kegiatan ini, karena mereka bisa bersama-sama berkreasi membuat minuman khas daerah yang telah ditentukan. Ada yang membuat minuman khas Sumatra, minuman khas dari Jawa bahkan minuman khas dari daerah Aceh. Kerjasama dengan orang tua juga terlihat sangat akrab, membantu para guru kelas untuk mengatur hasil karya pameran anak-anak. Semua siswa boleh mencicipi, dan diberikan secara gratis bagi warga sekolah yang ingin mengenal minuman khas daerah ini.

    Banyak manfaat dan fungsi yang dirasakan dari pola pembelajaran tematik terpadu - integratif ini, diantaranya adalah 1. Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, 2.Siswa mampu menjalin kerjasama dan saling membantu sesama temannya, 3. Siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran karena dibahas secara mendalam dan berkesan, 4. Siswa dapat dilatih memiliki kejujuran dan mampu menerima kekurangan dari temannya, 5. Siswa mampu merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas, 6. Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari mata pelajaran yang lain. 7. Siswa menjadi lebih terampil dan cekatan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan. 8. Siswa dididik menjadi manusia pembelajar, yang menganggap bahwa belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.

    Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya dan dalam pembelajaran tematik juga sangat berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar.

    Salah satu ungkapan dari Bianca salah seorang siswa kelas 4, mengungkapkan bahwa kurikulum baru ini membuatnya merasa lebih senang dan gembira dalam belajar, ia merasakan bahwa pembelajaran dulu ketika di kelas 3 sangat berbeda jauh dengan sekarang, sebab pembelajaran di kurikulum 2013 ini lebih menyenangkan, tidak banyak harus menghafal berbagai mata pelajaran, karena semua sudah dikemas dalam 1 tema yang menarik, hal ini membuatnya sangat senang dalam belajar dan teman-temannya pun menyukainya. Setiap hari Bianca dan teman-temannya tidak perlu lagi membawa buku yang bertumpuk dalam tasnya, namun dengan satu buku untuk satu tema yang bisa digunakan untuk belajar di sekolah selama 1 bulan. Hal ini sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b).

    Namun, maraknya kontroversi yang mewarnai penerapan Kurikulum 2013, SDIT Al Ittihad adalah salah satu di antara sekolah yang merasakan banyaknya manfaat kurikulum baru tersebut. “Di Kurikulum 2013 ini, cara berpikir siswa lebih berkembang. Di sanalah peran guru untuk mendampingi serta mengarahkan mereka, dan guru kelas lebih fokus membimbing siswanya karena hanya memegang satu kelas,” tutur Hani (nama samaran) salah seorang guru. Menurutnya Kurikulum 2013 ini lebih banyak dirasakan manfaatnya dibandingkan sistem belajar dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang semuanya terpisah-pisah, baik dari segi mata pelajarannya, maupun guru-gurunya. Bahkan Munif Chatib, seorang praktisi pendidikan yang professional menulis dalam fbnya mengatakan bahwa “Kurikulum 2013 justru menjadikan jumlah mata pelajaran sedikit, tidak terlalu banyak. Dan standar isinya ringan disesuaikan dengan perkembangan usia anak. Selamat tinggal mata pelajaran yang banyak dan menumpuk, namun tidak sesuai dengan usia perkembangan anak. Dan beban isi kurikulum yang berat buat anak kita (KTSP). Sampai-sampai orangtua yang sudah doktor pun kesulitan membantu mengerjakan soal-soal anaknya yang SD.” ujarnya.

    Terkait pengetahuan tentang lingkungan dan spiritual, siswa tidak pernah dilepaskan dari materi agama. Terlebih lagi, dalam Kurikulum 2013 ini, durasi untuk mata pelajaran agama ditambah dibanding tahun lalu. Pendekatan spiritualnya lebih terasa dibandingkan pola pembelajaran yang lalu.

    Saat ini, Hani melihat siswa SDIT Al Ittihad, terutama kelas 4 lebih bersemangat dalam belajar. baik dalam pembelajaran tematik maupun mata pelajaran tambahan seperti bahasa Arab & Inggris, serta pembelajaran Al Qur’an, karena bisa dipantau secara kontinu oleh guru kelasnya, walaupun masih perlu adanya pembenahan-pembenahan di sisi lain agar proses penerapan kurikulum ini lebih sempurna.

    “Yang namanya barang baru, memang tidak lantas sempurna. Tapi kita sebagai praktisi pendidikan jangan sampai menyerah. Jika semua ini ditujukan untuk memperbaiki kualitas akhlak dan budi pekerti siswa, mari kita berupaya untuk melaksanakan yang terbaik,” ujarnya memberi masukan dan motivasi. Sebenarnya, begitu banyak keindahan dan hikmah yang bisa kita ambil dari kurikulum ini, selama kita masih punya akal untuk mau belajar, punya hati untuk mau merasa, punya mata untuk mau melihat dan punya telinga untuk mau mendengar.

    Pesan yang ditulis oleh Munif Chatib di bawah ini, barangkali bisa membuat kita tersadar. Berikut isi pesannya.

    JANGAN ADA LAGI GENERASI ROBOT
    By Munif Chatib
    Robot-robot rapi berbaris
    Menunggu perintah menunggu tombol ditekan
    Lalu bergerak sesuai program
    Tak pernah meleset pasti tepat
    Itulah robot ...
    Namun robot tak punya hati
    Juga robot tak peduli
    Hidupnya hanya ikuti alur program
    Tak pusing dengan dampak
    Tak penting dengan penyebab
    Akhirnya para robot punya tipe
    Yang paling canggih tipe terbaru
    Akhirnya dunia robot punya kasta
    Robot usang harus pulang
    Berakhir di tempat sampah
    Anak kita jangan jadikan robot...
    Sekolah kita jangan jadi pabrik robot
    Guru kita jangan jadi pencetak robot
    Anak kita adalah manusia
    Saling berbeda dan punya makna
    Lihat di TV ...
    Banyak pejabat robot
    Banyak politikus robot
    Banyak ahli robot
    Negeri ini jadi negeri robot
    Yang tak peduli dengan dirinya sendiri
    Sungguh ...jangan ada lagi generasi robot

    *) Ditulis oleh: Delta Nia, S.Pd, M.Pd. Guru SDIT Al Ittihad Rumbai
     Anda juga dapat mengirim tulisan Anda ke SekolahDasar.Net

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Baca Informasi Terbaru

Trending Content