Aplikasi Raport Kurikulum 2013 Edisi Revisi Terbaru

Aplikasi Raport Kurikulum 2013 Edisi Revisi Terbaru
Download Aplikasi penilaian raport kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar (SD) edisi revisi terbaru.
Laporan hasil belajar atau raport bagi peserta didik pada Kurikulum 2013 (K13) edisi revisi tahun 2016 sedikit mengalami perubahan dari pada format rapor Kurikulum 2013 tahun sebelumnya. Pengisian rapor Kurikulum 2013 edisi revisi 2016 untuk tahun pelajaran 2016/2017 sesuai Permendikbud no 53 tahun 2015.

Aplikasi penilaian kurikulum 2013 versi 2016, berbasis excel. Sehingga memudahkan guru dalam melakukan penilaian, kami lengkapi dengan pemetaan KI dan KD terbaru dengan disertai hasil raport edisi revisi terbaru. Aplikasi penilaian raport kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar (SD) bisa didownload di tautan berikut ini:


Berikut Fitur Aplikasi Raport Kurikulum 2013:
Input Data Siswa
Input Data Sekolah
Input Prestasi Siswa
Format Cetak Raport
Rekap KI-1 dan KI-2
Rekap Spiritual
Rekap Sosial

Kompetensi inti 1 (KI-1) untuk sikap spiritual diambil dari KI-1 pada muatan pelajaran pendidikan agama dan budi pekerti. KI-2 untuk sikap sosial diambil dari KI-2 pada muatan pelajaran PKn. Sedangkan KI-3 dan KI-4 diambil dari KI-3 dan KI-4 pada semua muatan pelajaran. Semua penilaian pada Kurikulum 2013 itu dapat diselesaikan dengan menggunakan Aplikasi.

Sikap ditulis dengan deskripsi, menggunakan kalimat positif, berisi perkembangan sikap/perilaku siswa yang sangat baik dan/atau baik dan yang mulai/sedang berkembang berdasarkan kumpulan hasil observasi (catatan). Pengetahuan dan keterampilan ditulis dengan angka, predikat dan deskripsi untuk masing-masing muatan pelajaran.

Baca Selengkapnya

Kepala Sekolah Tidak Mengajar, Ini Tugas Barunya

Kepala Sekolah Tidak Mengajar, Ini Tugas Barunya
Kepala sekolah harus jadi manajer, cari uang yang banyak untuk sekolahnya, siswanya dibikin pinter, maju, cukup.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan ke depan pihaknya akan membuat aturan-aturan agar tidak ada kepala sekolah yang juga mengajar. Hal ini diungkapkan kepada wartawan di sela-sela mengisi rangkaian kegiatan kunjungan kerja di Kabupaten Kuningan, Kamis, (10/112016).

"Kepala sekolah harus jadi manajer, cari uang yang banyak untuk sekolahnya, siswanya dibikin pinter, maju, cukup. Sehingga kalau ditinggal rapat kepala sekolah, murid tidak terbengkalai," kata Muhadjir yang SekolahDasar.Net kutip dari pikiran-rakyat.com (07/12/16).

Baca juga: Kepala Sekolah, Manager and Leader

Kemudian guru yang sudah mendapat tunjangan profesi dengan syarat memenuhi jam mengajar tatap muka 24 jam per minggu, tidak boleh lagi memenuhi target syarat jam mengajarnya itu ke sekolah-sekolah lain. Cukup diisi di sekolah tempat mengajar tetapnya masing-masing.

"Dua puluh empat jam tatap muka kalau tidak berkecukupan dilaksanakan di sekolahnya, nanti ada peraturan menteri, bisa diganti kegiatan lain yang ada di sekolahnya, tidak di sekolah lain," kata Muhadjir.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penerapan Program Penguatan Pendidikan Karakter (P3K). Program ini mulai diterapkan pada tahun ajaran 2017-2018. Perubahannya adalah guru wajib berada di sekolah 8 jam. Hari sekolahnya lima hari, Sabtu dan Minggu akan diliburkan untuk hari keluarga.

Baca Selengkapnya

Alhamdulillah, Pendidikan Indonesia Rangking 4 Dunia

Alhamdulillah, Pendidikan Indonesia Rangking Empat Dunia
Survei PISA menunjukkan kenaikan pencapaian pendidikan di Indonesia yang signifikan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merilis pencapaian nilai Programme for International Student Assessment (PISA). Hasil survei tersebut menempatkan Indonesia pada posisi ke empat dalam hal kenaikan pencapaian murid dibanding hasil survei sebelumnya.

Hasil survei tahun 2015 yang dirilis Rabu (07/12) bersama dengan 72 negara peserta survei PISA itu menunjukkan kenaikan pencapaian pendidikan di Indonesia yang signifikan yaitu sebesar 22,1 poin dibanding tahun 2012.

Baca juga: Data Ini Menujukkan Pendidikan Indonesia Buruk

Sistem ujian yang diinisasi oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) ini untuk mengevaluasi sistem pendidikan di seluruh dunia. Survei dilaksanakan setiap tiga tahun. Tema survei tahun 2015 fokus temanya adalah kompetensi sains.‎

Mendikbud Muhadjir Effendy mengungkapkan, peningkatan capaian ini patut diapresiasi dan membangkitkan optimisme nasional. Menurutnya jika laju peningkatan capaian ini dapat dipertahankan, lanjutnya, maka pada 2030 capaian kita akan sama dengan rerata OECD.

"Tapi jangan lupa masih banyak PR untuk terus meningkatkan mutu pendidikan karena capaian masih di bawah rerata negara-negara OECD," kata Menteri Muhadjir yang SekolahDasar.Net kutip dari JPNN (07/12/16).

PISA merupakan sistem ujian yang diikuti siswa berusia 15 tahun yang dipilih secara acak. Ada tes kompetensi dasar yaitu membaca, matematika dan sains. PISA mengukur apa yang diketahui siswa dan apa yang dapat dia lakukan (aplikasi) dengan pengetahuannya.

Baca Selengkapnya

Mendikbud: "Tidak Ada Lagi Istilah Sekolah Favorit"

Mendikbud: "Tidak Ada Lagi Istilah Sekolah Favorit"
Dengan ini, tidak ada lagi istilah sekolah favorit atau tidak favorit.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, pihaknya sedang merancang sistem penerimaanya siswa baru menggunakan zona, bukan rayon. Sistem ini bertujuan untuk menghapus kastanisasi sekolah.

"Kalau sekarang, banyak sekolah favorit yang jadi rebutan. Dengan ini, tidak ada lagi istilah sekolah favorit atau tidak favorit," kata Muhadjir yang SekolahDasar.Net kutip dari Republika (06/12/16).

Sistem baru ini akan mempertimbangkan seberapa jauh jarak anak dari sekolah. Aturan sistem penerimaan siswa menggunakan zona ini mewajibkan sekolah negeri menerima anak pintar maupun bodoh.

"Ini pemerataan hak, tak boleh ada diskriminasi," kata Muhadjir.

Sistem penerimaan ini mempertimbangkan jarak dan waktu tempuh setiap anak ke sekolah. Jika saat ini kan mempertimbangkan nilai, maka dengan sistem ini yang penting anak mudah menjangkau sekolah.

Baca juga: Seperti Inilah Sekolah Dasar (SD) di Jepang

Sistem penerimaan siswa menggunakan zona masih dalam perumusan. Namun, Kemdikbud menargetkan aturan tersebut akan selesai pada 2017. Sistem baru itu akan berlaku bagi semua jenjang, baik SD, SMP,  dan SMA sederajat.

Baca Selengkapnya

Kemendikbud Undang 200 Guru SD, Untuk Apa?

Kemendikbud mengundang 200 guru Sekolah Dasar (SD) se- Indonesia.
Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengundang 200 guru Sekolah Dasar (SD) se- Indonesia mengikuti pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Dasar dalam Penguatan Pendidikan Karakter.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Kemdikbud, Ir. Hendarman, M.Sc, Ph.D. Acara ini digelar selama empat hari mulai Kamis-Ahad, 1-4 Desember 2016 di Hotel Mercure Harvestland, Kuta, Bali.

Hendarman mengatakan guru sebagai ujung tombak pendidikan, kepala sekolah dan pengawas sekolah harus memiliki misi yang sama tentang pendidikan karakter, demikian juga dukungan orang tua, komite sekolah serta masyarakat diperlukan karena mempunyai pengaruh pada lingkungan awal pembentukan karakter bagi peserta didik.

"Penguatan pendidikan karakter melalui pendidikan merupakan satu langkah dalam mewujudkan peserta didik yang bisa olah hati, olah pikir, olah rasa dan karsa dan olah raga," kata Hendarman yang SekolahDasar.Net kutip dari Republika (05/12/16).

Baca juga: Mendikbud Ganti Istilah Full Day School dengan PPK

Materi yang akan didapat guru seperti konsep penguatan pendidikan karakter (PPK), PPK berbasis budaya literasi membaca 15 menit, PPK berbasis budaya sekolah dalam kegiatan ekstrakurikuler, PPK Berbasis kelas seperti pengelolaan kelas, metode pembelajaran, intergari PPK dalam pembelajaran, komite sekolah dan peran keluarga, PPK berbasis komunitas, Evaluasi PPK, rencana tindak lanjut dan nilai-nilai utama revolusi mental dalam pendidikan.

Baca Selengkapnya

Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2017

Hari libur nasional dan cuti bersama dalam kalender tahun 2017 telah ditetapkan oleh Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi melalui Surat Keputusan Bersama Nomor 684 Tahun 2016, Nomor 302 Tahun 2016, dan SKB/02/MENPAN-RP/11-2016 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2017. Berikut hari libur nasional tahun 2017 dan cuti bersama tahun 2017.


Surat Keputusan Bersama Nomor SKB/02/MENPAN-RP/11-2016 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2017 dapat didownload di sini.

Baca Selengkapnya