• Kurikulum 2013, Benarkah Ada yang Salah?
    Tujuan perubahan kurikulum salah satunya adanya perubahan pada aspek pengembangan afektif, kognitif dan psikomotorik.
    Fungsi Pendidikan adalah salah satu usaha manusia untuk memanusiakan manusia. Memanusiakan manusia mempunyai arti mengarahkan manusia agar menjadi manusia yang sebenarnya. Tujuan pendidikan pada hakikatnya membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa kapada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, cerdas, berperasaan, berkemauan, dan mampu berkarya; mampu memenuhi berbagai kebutuhan secara wajar, mampu mngendalikan hawa nafsunya; berkepribadian, bermasyarakat dan berbudaya.

    Untuk itu, pendidikan harus berfungsi untuk mewujudkan (mengembangkan) berbagai potensi yang ada pada manusia dalam konteks dimensi keberagaman, moralitas, individualitas/personalitas, sosialitas dan keberbudayaan secara menyeluruh dan terintegrasi.

    Tujuan pendidikan tiap bangsa diwujudkan sesuai dengan ideologinya melalui perumusan tujuan pendidikan nasional. Perumusan pendidikan nasional ini menjadi sebuah kurikulum nasional yang memberikan pedoman dan arah bagi pelaku pendidikan. Sejak berdirinya bangsa Indonesia hingga kini telah terjadi enam kali perubahan kurikulum semua tentu mengacu pada tujuan bangsa Indonesia untuk menciptakan masyarakat yang madani.

    Bergulirnya kurikulum 2013 menuai pro dan kontra. Disana-sini muncul komentar-komentar yang beragam. Komentar semakin bertambah carut marut dengan munculnya kasus operasi bilangan (perkalian) pada media jejaring sosial yang berdampak pada siapa yang pantas dipersalahkan. Beberapa komentar menyalahkan guru sebagai pelaku kurikulum, bahkan tidak tanggung-tanggung menyalahkan kurikulum 2013. Kondisi seperti ini seyogyanya tidak terjadi jika kita mau benar-benar memahami atau mau memahami arti perubahan itu sendiri. Setiap perubahan tentu berakar pada tujuan yang akan kita capai

    Tujuan perubahan kurikulum salah satunya adanya perubahan pada aspek pengembangan afektif, kognitif dan psikomotorik. Aspek ini berhubungan erat dengan proses pembelajaran guru di lapangan. Sejak kurikulum pertama hingga kurikulum 13 aspek pengembangan ini tidak pernah berubah yaitu meliputi ranah afektif, kognitif dan psikomotorik. Pencapaian perubahan tersebut dalakukan dalam proses pembelajaran.

    Proses pembelajaran dari waktu ke waktu dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran saat itu. Tujuan pembelajaran sebelum kurikulum 2013 banyak mengarah pada kemampuan kognitif. Kemampuan kognitif dianggap sebagai satu tolok ukur keberhasilan siswa dalam menyelesaikan proses pembelajaran. Hal ini ditandai dengan mumculnya siswa mencapai nilai 10 pada UN tanpa kita ketahui bagaimana proses siswa menjawab soal-soal yang diujikan.

    Sedangkan pada kurikulum 2013 tampaknya keberhasilan siswa diukur dengan berbagai aspek pengembangan yaitu lebih mengedepankan keseimbangan aspek sikap, kognitif dan psikomotorik menuju siswa yang produktif, kreatif dan inovatif (Nuh).

    Implementasi proses pembelajaran dalam kurikulum 2013 memberi nuansa yang berbeda bagi guru. Hal ini dibuktikan dengan peluncuran buku guru dan buku siswa secara nasional sehingga minimal yang dilakukan guru sama dari Sabang sampai Merauke yang nota bene dalam proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik.. Keadaan inipun lagi-lagi menimbulkan gejolak sehingga menimbulkan kesan yang salah terhadap kurikulum.

    *) Ditulis oleh Sumiatun, Guru SD Muhammadiyah 9 Malang

    more
  • Pemerintah Akan Evaluasi Tunjangan Profesi Guru
    Pemerintah Akan Evaluasi Tunjangan Profesi Guru
    Anggaran tunjangan profesi guru dinilai membebani negara, pemerintah akan mengevaluasi penyalurannya.
    Dianggap anggaran tunjangan profesi guru membebani negara, pemerintah akhirnya akan mengevaluasi penyaluran tunjangan profesi bagi guru bersertifikat itu. Kementeri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadikan data pokok pendidikan (Dapodik) supaya anggaran yang dibagikan tepat sasaran.

    Menurut Mendikbud Mohammad Nuh, peran Dapodik semakin strategis karena jumlah anggaran terutama tunjangan profesi guru ini akan selalu meningkat setiap tahunnya. Dapodik akan dijadikan dasar untuk membuat kebijakan bidang pendidikan. Untuk menyusun perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan pendidikan.

    "Dapodik menjadi kunci untuk membuat kebijakan, di mana di dalamnya terdapat sekitar 200 ribu satuan pendidikan dan kalau ditambah yang ada di bawah Kemenag ada sekitar 250 ribu satuan pendidikan, tiga juta guru, dan lebih 50 juta siswa. Yang setiap tahunnya selalu dinamis," kata Nuh yang SekolahDasar.Net kutip dari Sindo (20/10/2014).

    Salah satu syarat memperoleh tunjangan profesi adalah jumlah jam mengajar dan rasio jumlah siswa dalam rombel. "Maka kita akan gunakan Dapodik (data pokok pendidikan) ini supaya kita tahu guru itu sudah pensiun, pindah, dan sudah memenuhi syarat atau belum," imbuh Nuh.

    more
  • Pencairan Tunjangan Profesi Guru Diperketat
    Dengan data poko pendidikan anggaran tunjangan profesi guru dicairkan tepat sasaran.
    Dengan data pokok pendidikan anggaran tunjangan profesi guru dicairkan tepat sasaran (ilustrasi via bisnis.com)
    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperketat pencairan tunjangan profesi guru (TPG). Bagi guru yang bedasarkan data pokok pendidikan (dapodik) tidak memenuhi syarat menerima TPG tidak akan dicairkan tunjangannya, meski guru tersebut PNS dan memiliki sertifikat pendidik.

    Dilansir dari JPNN (19/10/2014), Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Ditjen Pendidikan Dasar Kemendikbud, Sumarna Surapranata mengatakan rekaman data dapodik ini dapat mengecek apakah guru di suatu sekolah berhak mendapatkan TPG atau tidak.

    Syarat yang harus dipenuhi bagi guru penerima TPG diantaranya jumlah jam mengajar. Guru yang telah sertifikasi harus memiliki jumlah jam mengajar minimal 24 jam per minggu. Selain itu, saat ini rasio jumlah siswa dalam rombel akan mulai diterapkan, untuk guru SD minimal memiliki 20 siswa.

    Pranata menegaskan bahwa guru-guru yang menumpuk di perkotaan sehingga kekurangan jam mengajar, harus bersedia ditempatkan ke daerah yang kekurangan guru. Jika tidak bersedia mengikuti program penataan ulang itu, guru tadi tidak akan mendapatkan TPG yang besarnya setara satu gaji pokok.

    Kemendikbud sedang menyiapkan aturan lebih tegas tentang program redistribusi guru. Aturan selama ini yang berupa surat keputusan bersama (SKB) 5 Menteri dinilai tidak efektif. Aturan itu akan diganti dengan Peraturan Pemerintah (PP) atau bahkan Undang-Undang (UU).

    more
  • Download Kumpulan Soal TKD Tes CPNS 2014
    Kisi-kisi tes TKD berserta contoh soalnya
    Kisi-kisi Tes Kompetensi Dasar (TKD) seleksi CPNS dan contoh soalnya.
    Tes seleksi penerimaan Calon Pegawai Ngeri Sipil (CPNS) tahun 2014 terdiri dari Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB). Berdasarkan kisi-kisi soal tes CPNS, tes TKD terdiri dari tiga kelompok, yaitu: Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

    Para peserta seleksi CPNS 2014 harus lolos tes TKD. Jika mampu memenuhi nilai ambang batas kelulusan (passing grade) yang ditetapkan berdasarkan formasi, baru selanjutnya mengikuti tes TKB. Namun, tidak semua instansi atau formasi melaksanakan tes TKB. Tes seleksi CPNS 2014 dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).

    Untuk lolos menjadi CPNS 2014 para peserta harus bersaing dengan ribuan peserta lainnya. Peserta tes seleksi CPNS 2014 harus mempersiapkan diri dengan banyak belajar, khususnya materi tes TKD. Berikut rincian kisi-kisi tes TKD dan contoh soal yang bisa didownload secara gratis untuk belajar, persiapan menghadapi ujian seleksi CPNS 2014:

    TES WAWASAN KEBANGSAAN (TWK)
    Tes ini dimaksudkan untuk menilai penguasaan pegetahuan dan kemampuan mngimplementasikan nilai-nilai 4 pilar kebangsaan Indonesia, meliputi:
    1. Pancasila | Download Contoh Soalnya
    2. Undang-Undang Dasar 1945 | Download Contoh Soalnya
    3. Bhineka Tunggal Ika | Download Contoh Soalnya
    4. NKRI yang meliputi:
    • Sistem tata negara, baik pusat maupun daerah | DOWNLOAD
    • Sejarah perjuangan bangsa | DOWNLOAD
    • Peranan Indonesia dalam tatanan regional maupun global | DOWNLOAD
    • Kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar | DOWNLOAD



    TES INTELEGENSI UMUM (TIU)
    Tes intelegensi umum terdiri dari:
    1) Tes Kemampuan Verbal

    2) Tes Kemampuan Numerik

    3) Tes Kemampuan Berpikir Logis (Download Contoh Soalnya)

    4) Tes Kemampuan Berpikir Analitis (Download Contoh Soalnya)

    TES KARAKTERISTIK PRIBADI (TKP)
    Tes karakteristik pribadi dimaksudkan untuk menilai:
    1) Integritas diri;
    2) Semangat berprestasi;
    3) Orientasi pada pelayanan;
    4) Kemampuan beradaptasi;
    5) Kemampuan mengendalikan diri;
    6) Kemampuan bekerja mandiri dan tuntas;
    7) Kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan;
    8) Kemampuan bekerja sama dalam kelompok;
    9) Kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain;
    10) Orientasi kepada orang lain; dan
    11) Kreativitas dan inovasi.


    Soal tes TKD seleksi CPNS 2014 dibuat oleh Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri. Komposisi soal tes TKD yang berjumlah 200 soal terbagi menjadi 3 bagian yaitu 25% tes pengetahuan umum, 25% tes wawasan kebangsaan, dan 50% tes karakteristik pribadi. Waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal TKD biasanya selama 180 menit.

    more
  • Data Calon Peserta UN Diambil dari Dapodik
    Data CaIon Peserta UN Diambil dari Dapodik
    Surat edaran PDSP tentang Pemberitahuan Verifikasi dan Validasi Data Calon Peserta UN Tahun Pelajaran 2014/2015.
    Data caIon peserta Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2014/2015 akan diambil dari data pokok pendidikan (Dapodik). Periode pengiriman data Dapodik dari sekolah untuk calon peserta UN akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2014.

    "Penjaringan data dilakukan melalui mekanisme pendataan Dapodik Dikdas dan Dikmen", sebagaimana tertulis dalam surat edaran nomor 3640/P3/LL/2014 tanggal 8 Oktober 2014 tentang pemberitahuan verifikasi dan validasi data calon peserta UN 2014/2015 yang ditujukan kepada seluruh Kepala Sekolah.

    Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) akan mengirim data peserta UN ke Pusat Penilaian Pendidikan, Balitbang Kemdikbud. Sekolah harus memastikan data sekolah, data PTK khusus Kepala Sekolah, data peserta didik dan data rombongan belajar sudah terisi dengan lengkap dan benar.

    Operator sekolah yang ditugasi Kepala Sekolah dengan pemberian surat tugas/surat keputusan segera melakukan verifikasi dan validasi (verval) data peserta didik di sekolahnya melalui laman http://vervalpd.data.kemdikbud.go.id. Kepala Sekolah adalah penanggung jawab data di sekolahnya.

    Pada tahun sebelumnya, ujian akhir UN di SD berubah menjadi Ujian Sekolah (US). Mekipun demikian, mata pelajaran yang diujikan tetap sama, yaitu: Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Tahun pelajaran 2014/2015 ini jenjang kelas 6 SD juga masih memakai kurikulum lama, KTSP.

    more
  • Indonesia Butuh 54 Ribu Guru Penjaskes di SD
    Guru Penjaskes SD
    Kekurangan guru Penjaskes di SD tidak bisa disepelekan, totalnya mencapai 54 ribu orang.
    Persebaran guru di Indonesia tidak merata, di satu sisi kelebihan guru tetapi di sisi lain Indonesia kekurangan guru pendidikan jasmani dan kesehatan (Penjaskes). Indonesia membutuhkan guru Penjaskes di SD mencapai 54 ribu orang.

    Dirjen Pendidikan Dasar Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan kekurangan ini tidak bisa dibiarkan. Tujuan pendidikan di SD untuk membentuk siswa yang berkarakter, sehat, dan menjalankan perilaku hidup bersih akan mudah dicapai jika jumlah guru Penjaskes mencukupi.

    Proses rekrutmen CPNS guru yang saat ini sedang berlangsung diharapkan dapat memenuhi kebutuhan guru Penjaskes secara bertahap. Selain itu Kemendikbud juga meminta perguruan tinggi untuk mencetak calon guru Penjaskes yang berkualitas.

    Dari data Kemendikbud, jumlah guru SD secara nasional menunjukkan jumlah yang berlebih. Jumlah guru SD di Indonesia mencapai hampir 1,6 juta orang. Namun, 519 ribu orang diantaranya adalah guru tidak tetap (GTT) atau honorer.

    Hasil pemetaan Kemendikbud, ada empat masalah utama terkait pendidik. Masalah itu antara lain; distribusi yang belum merata, kualitas pedagogik, guru mengajar tidak sesuai kompetensi, dan urusan kesejahteraan.

    more

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Informasi Terbaru