Kisi-Kisi Soal Ujian Sekolah (US) SD/MI Tahun 2017

Kisi-Kisi Soal Ujian Sekolah (US) SD/MI Tahun 2017
Download kisi-kisi Ujian Sekolah mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA untuk SD/MI tahun 2017.
Kisi-Kisi Ujian Sekolah (US) untuk SD/MI tahun pelajaran 2016/2017 yang sudah dirilis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dapat segera didownload. Kisi-kisi ini digunakan sebagai acuan dalam penyusunan soal Ujian Sekolah tahun 2016.

Kisi-kisi soal Ujian Sekolah untuk SD/MI tahun 2017 terdiri beberapa kompetensi yang dijabarkan menjadi beberapa indikator. Ujian sekolah tahun ini masih tetap menggunakan materi sesuai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013 (K-13).

Kisi-kisi Ujian Sekolah mencangkup 3 mata pelajaran, yaitu:
1. Kisi-kisi Ujian Sekolah SD/MI Bahasa Indonesia tahun 2017
2. Kisi-kisi Ujian Sekolah SD/MI Matematika tahun 2017
3. Kisi-kisi Ujian Sekolah SD/MI IPA tahun 2017

Selengkapnya kisi-kisi Ujian Sekolah yang mencangkup 3 mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk SD/MI tahun 2017 bisa didownload di tautan berikut:


Perlu diketahui, Sejak tahun 2014 Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SD dan sederajat diganti dengan Ujian Sekolah. Pelaksanaan ujian akhir tingkat SD/MI ini tidak lagi diurus oleh pemerintah pusat, kewenangannya diserahkan ke Dinas Pendidikan masing-masing daerah.

Dengan mendownload kisi-kisi soal Ujian Sekolah 2017 SD/MI dan sederajat ini, guru dapat segera memanfaatkan kisi-kisi soal tersebut sebagai acuan untuk mengajarkan materi pelajaran yang sesuai kisi-kisi kepada peserta didiknya. Sehingga bisa mendapatkan nilai yang masksimal.

Baca Selengkapnya

Tujuan Kemendikbud Terapkan PPK Pada SD

Orang berilmu penting tapi orang berakhlak itu lebih penting.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy melakukan reformasi pendidikan untuk membenahi mentalitas sekolah melalui program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Kemendikbud menerapkan PPK pada tingkat pendidikan dasar, yaitu Sekolah Dasar (SD). PPK meliputi lingkungan kelas, sekolah dan masyarakat.

Baca juga: Pendidikan Karakter Juga Menyasar Guru

“Sikap dan juga tata cara mengelola sekolah harus dibenahi kalau ingin maju bersama negara lain. Orang berilmu penting tapi orang berakhlak itu lebih penting," kata Menteri Muhadjir yang SekolahDasar.Net kutip dari Jawa Pos (16/01/17).

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu menegaskan 70 persen pendidikan SD bermuatan pendidikan karakter. Sedangkan sisanya adalah pengetahuan dan lifeskill dari jumlah kurikulum. Gerakan perubahan pendidikan ini harus segera dilakukan untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju khususnya ASEAN.

"Untuk membangun generasi yang siap pada abad 21, siswa harus memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis dan kreatif, memiliki keterampilan komunikasi yang baik, kolaborasi bukan kompetitif dan harus bisa membangun jaringan yang baik," jelanya.

Baca Selengkapnya

Inilah Empat Alasan Anak Merasa Bosan di Sekolah

Inilah Empat Alasan Anak Merasa Bosan di Sekolah
Rasa bosan anak di sekolah dapat timbul karena gabungan penyebab.
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi mood anak ke sekolah. Bosan di sekolah biasanya melekat pada anak, khususnya bagi yang memang malas sekolah. Seperti dikutip SekolahDasar.Net dari laman VeryWell, terdapat empat alasan anak merasa bosan di sekolah.

1. Kurang termotivasi

Anak yang kurang termotivasi umumnya tidak mengerjakan tugas atau tidak memperhatikan pelajaran karena merasa bosan. Namun hal ini bukan pertanda anak malas. Bisa jadi anak merasa apa yang dipelajarinya tidak penting. Atau bisa jadi hal ini pertanda anak mengalami depresi atau mengidap attention deficit hyperactive disorder (ADHD).

2. Kurang tertantang

Anak yang mampu menangkap materi pembelajaran dengan cepat sering mengeluh bosan di sekolah. Penyebabnya, mereka merasa kurang tertantang dengan tugas yang diberikan. Namun, meski tergolong cerdas, anak-anak ini perlu tetap diawasi karena cenderung ceroboh dalam mengerjakan tugas dan jarang belajar, meski memperoleh nilai yang baik.

3. Merasa tidak dekat dengan guru atau teman

Anak akan merasa terisolasi dan tidak mempunyai orang lain yang bisa membantunya di sekolah, sehingga ia menerjemahkannya sebagai rasa bosan. Jika ini yang menjadi masalah, yakinkan anak bahwa ia merupakan bagian dari teman-teman dan guru di kelasnya.

4. Mengalami kesulitan dalam proses belajar

Biasanya, anak mengeluh bosan karena menemui kesulitan dalam proses belajar, sehingga ia tidak terdorong untuk belajar. Hal yang paling nampak adalah pada perbedaan kemampuannya berjalan lebih lambat dibanding anak lainnya. Kemungkinan anak mengalami kesulitan akibat keterbatasannya atau belum menemukan metode belajar yang tepat.

Baca juga: Dengan Metode dan Motivasi yang Hebat, Tak Ada Anak Bodoh

Rasa bosan anak dapat timbul karena gabungan penyebab tersebut. Misalnya anak mengeluh bosan karena merasa pelajaran di sekolah terlalu mudah untuknya, sehingga ia merasa tak termotivasi, apalagi ia juga tidak dekat dengan teman-teman di sekolahnya.

Baca Selengkapnya

Ini Akibat Jika Sekolah Diizinkan Lakukan Pungutan

Ini Akibat Jika Sekolah Diizinkan Lakukan Pungutan
Pemerintah harusnya lebih fokus untuk membenahi penyaluran dana pendidikan yang 20 persen dari total APBN.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengizinkan pihak sekolah melakukan pungutan , baik dari orang tua siswa maupun masyarakat sekitar. Namun, kebijakan ini dinilai kembali membuka lebar pintu pungli yang berusaha keras dicegah. Selain itu, keputusan Mendikbud ini juga bertentangan dengan undang-undang sistem pendidikan nasional.

Baca juga: Mendikbud Izinkan Sekolah Himpun Dana Masyarakat

Pengamat Pendidikan Abdul Zein menolak keras keputusan Mendikbud. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus menjamin tersedianya pendidikan dasar sembilan tahun yang bermutu tanpa memungut biaya. Sesuai undang-undang sistem pendidikan nasional, harusnya siswa yang bersekolah di SD dan SMP harusnya bisa menuntut ilmu tanpa khawatir pungutan.

"Pungutan sudah seharusnya dihapuskan dari lingkungan sekolah pada periode wajib belajar. Karena prinsipnya akses pendidikan memang harus merata," kata Zein yang SekolahDasar.Net kutip dari JPNN (13/01/17).

Menurutnya, selama ini pungutan yang ada di sekolah sudah hampir pasti berbuntut kepada praktek pungli yang merugikan siswa kurang mampu. Hanya karena pungutan tersebut, siswa pintar dari keluarga kurang mampu tergeser dengan siswa anak orang kaya.

Baca juga: Anggaran Pendidikan Tersedot Untuk Gaji dan Tunjangan Guru

Daripada mengizinkan pungutan, Zein menilai bahwa pemerintah harusnya lebih fokus untuk membenahi penyaluran dana pendidikan yang 20 persen dari total APBN. Dengan begitu, pemerintah bakal punya dana cukup untuk memeratakan pendidikan wajib belajar.

"Tahun lalu saja, Menkeu mengungkapkan ada dana berlebih senilai Rp 23,3 triliun untuk sertifikasi guru," ujar Zein.

Baca Selengkapnya

Mendikbud Izinkan Sekolah Himpun Dana Masyarakat

Mendikbud Izinkan Sekolah Himpun Dana Masyarakat
Mulai tahun ini semua sekolah diizinkan menghimpun dana masyarakat.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera mengeluarkan peraturan menteri (Permen) yang memperbolehkan sekolah menghimpun dana dari masyarakat. Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, kegiatan menghimpun dana dapat dilakukan mulai 2017.

"Mulai tahun ini semua sekolah diizinkan menghimpun dana masyarakat, seperti dari donatur dan alumni yang sudah sukses," kata Muhadjir yang SekolahDasar.Net kutip dari Republika (12/01/17).

Muhadjir menyebut, pada dasarnya sekolah diperbolehnya menghimpun dana dari masyarakat, asal tidak memaksa. Tujuannya, yakni untuk memperkuat kemampuan pendanaan sekolah dengan semangat gotong royong.

Penerbitan permen tersebut sudah dikonsultasikan dengan Mekopolhukam, Wiranto untuk menjelaskan posisi dan langkah Kemedikbud. Muhadjir mengatakan ini tidak masalah asal resmi dan tak melanggar UU. Dan pemanfaatannya untuk pengembangan sekolah harus transparan.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu meminta pihak-pihak terkait agar cermat membedakan antara pungutan liar dan pungutan tidak liar, terutama yang berkaitan dengan sekolah.

Baca juga: 47 Jenis Tarikan di Sekolah yang Termasuk Pungli

Penghimpunan dana secara gotong royong akan berdampak positif bagi pendidikan siswa yang tidak mampu. Menurutnya, dana dari masyarakat juga akan dimanfaatkan untuk meningkatkan daya tahan dan memajukan sekolah. Pasalnya, jika sekolah hanya mengandalkan BOS, sekolah tidak akan maju.

Baca Selengkapnya

Metode Pembelajaran Paikem Gembot

Metode Pembelajaran Paikem Gembot
Peserta didik aktif menemukan, memproses, dan mengonstruksi ilmu pengetahuan dan ketrampilan.
Metode pembelajaran PAIKEM GEMBOT (Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, Gembira, dan Berbobot). Metode ini menggunakan pendekatan proses aktif membangun makna dan pemahaman masalah yang berkait informasi, ilmu pengetahuan dan pengalaman peserta didik. Peserta didik aktif menemukan, memproses, dan mengonstruksi ilmu pengetahuan dan ketrampilan.

AKTIF
Guru memfasilitasi peserta didik
Untuk melakukan percobaan
Melibatkan peserta didik mencari informasi tentang topik/materi yang sedang dipelajari

INOVATIF
Dapat memunculkan ide /gagasan baru dalam penyelesaian masalah

KREATIF
Menemukan berbagai cara /jalan dalam pembelajaran

EFEKTIF
Penggunaan waktu yang terbatas untuk menyelesaikan masalah dalam KBM sesuai rencana/tujuan yang akan dicapai.

MENYENANGKAN
Peserta didik belajar dalam suasana menyenangkan (tidak tertekan, tidak takut)

GEMBIRA
Suasana yang gembira tanpa tekanan
Sesuai perkembangan peserta didik

BERBBOBOT
Proses belajar mengajar yang sesuai dengan rencana dan tujuan
Mengarah pada keberhasilan proses belajar mengajar sesuai kompetensi dasar

Prinsip Metode Pembelajaran Paikem Gembot
1. Guru memahami karakteristik peserta didik: sifat ingin tahu dan berimajinasi (modal dalam perkembangan sikap, berpikir kritis dan kreatif)
2. Guru mengenal peserta didik secara individu (latar belakang dan kemampuannya)
3. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif
4. Menciptakan ruang kelas sebagai linkungan belajar yang menarik (fisik,sosial, budaya)
5. Umpan balik untuk meningkatkan kegiatan (interaksi antara guru dan peserta didik)

Baca Selengkapnya