Jumlah Mata Pelajaran di SD akan Dikurangi, Tetapi ....

Pemberian mata pelajaran hanya akan diberikan paling banyak tiga mata pelajaran per hari dengan durasi waktu tiga kali 45 menit.
Sistem pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD) mulai tahun ajaran 2017/2018 mendatang akan mengalami perubahan cukup drastis. Guru dan siswa SD wajib berada di sekolah selama 8 jam per hari, namun sistem ajar tidak boleh lagi semata-mata diisi dengan pemberian mata pelajaran di ruang kelas.

Nantinya pemberian mata pelajaran oleh guru di ruang kelas hanya akan diberikan paling banyak tiga mata pelajaran per hari dengan durasi waktu tiga kali 45 menit. Setelah itu, pendidikan diisi dengan kegiatan yang sifatnya lebih ditekankan pada penguatan pendidikan karakter siswa.

Dengan kewajiban lama kegiatan belajar 8 jam per hari, maka pada Sabtu dan Ahad akan menjadi hari libur bagi siswa dan guru. Kecuali bila pada Sabtu diadakan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan belajar setiap hari akan dimulai pukul 07.00, dan pulang pukul 15.00. Ketentuan ini, berlaku untuk semua sekolah SD di Indonesia, baik negeri maupun swasta.

Baca: Contoh Jadwal Full Day School untuk Sekolah Dasar

Terkait perubahan kegiatan belajar tersebut, telah dikeluarkan surat edaran (SE) yang ditujukan pada pemerintah daerah. Berdasarkan SE tersebut, untuk pendidikan dasar, kegiatan belajar yang dilaksanakan harus 70 persen menekankan pada pendidikan karakter dan 30 persen ilmu pengetahuan.

"Tujuan perubahan kegiatan belajar ini, semata-mata untuk meningkatkan porsi penguatan pendidikan karakter bagi siswa," jelas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi saat menghadiri acara pencanangan penguatan pendidikan karakter di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Kamis (27/4).

Baca Selengkapnya

Mulai Tahun Ajaran Baru Guru Harus Delapan Jam di Sekolah

Mulai tahun ajaran baru 2017-2018 pemerintah menjalankan reformasi pendidikan
Mulai tahun ajaran baru nanti, guru-guru harus delapan jam berada di sekolah.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan mulai tahun ajaran baru 2017-2018 pemerintah menjalankan reformasi pendidikan. Salah satunya adalah mulai diterapkan sekolah selama delapan jam dan lima hari masuk sekolah dalam seminggu.

"Mulai tahun ajaran baru nanti, guru-guru harus delapan jam berada di sekolah," kata Mendikbud saat membuka Pameran Pendidikan dan Peluncuran Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Siswa Sekolah Dasar di halaman Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Baca: Modul Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Guru

Kegiatan belajar mengajar di sekolah harus diselenggarakan minimum delapan jam dalam sehari. Pada hari Sabtu dan Minggu siswa libur namun sekolah diizinkan menjalankan kegiatan-kegiatan tambahan seperti ekstrakurikuler, pramuka, atau latihan kepemimpinan.

Mendikbud berharap perubahan itu tidak disalahtafsirkan sehingga seolah-olah anak-anak harus berada di kelas terus menerus selama delapan jam atau penambahan mata pelajaran. Ia menginginkan jumlah kegiatan siswa untuk penguatan karakter lebih banyak.

"Bahkan, saya cenderung mata pelajaran SD dan SMP akan dikurangi. Jadi jumlah mata pelajaran dikurangi, tetapi jumlah kegiatannya semakin banyak," kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu yang SekolahDasar.Net kutip dari Antara (27/04/2017).

Terkait dengan pendidikan karakter, Mendikbud mengatakan Presiden telah mengamanatkan dalam Nawa Cita bahwa untuk siswa SD porsi pendidikan karakter 70 persen dan ilmu pengetahuan 30 persen dan bagi siswa SMP, pendidikan karakter porsinya 60 persen dan ilmu pengetahuan 40 persen.

Baca Selengkapnya

Soal Olimpiade Sains Nasional (OSN) SD Tahun 2017

Download soal asli OSN Matematika dan IPA SD tahun 2017.
Download soal asli OSN Matematika dan IPA SD tahun 2017.
Olimpiade Sains Nasional (OSN) adalah ajang berkompetisi dalam bidang sains bagi para siswa SD di Indonesia. Untuk jenjang SD bidang studi yang dilombakan adalah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Siswa yang mengikuti OSN adalah siswa yang telah lolos seleksi tingkat kabupaten dan provinsi dan karenanya adalah siswa-siswa terbaik dari provinsinya masing-masing.

Untuk bisa mengikuti OSN diperlukan persiapan yang matang. Belajar soal-soal OSN SD dapat dilakukan dengan cara beli buku ataupun mendownload kumpulan soal OSN SD yang disertai juga dengan pembahasannya. Mulai dari latihan soal olimpiade Matematika dan IPA tingkat kabupaten, tingkat provinsi hingga tingkat nasional. Soal asli OSN SD tingkat provinsi dapat didownload di sini:

1. Download Soal Asli OSN IPA SD Tahun 2017

2. Download Soal Asli OSN Matematika SD Tahun 2017

OSN SD diadakan sekali dalam satu tahun digelar di kota yang berbeda-beda. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian seleksi untuk mendapatkan siswa-siswi terbaik dari seluruh Indonesia yang akan dibimbing lebih lanjut oleh tim bidang kompetisi masing-masing dan akan diikutsertakan pada olimpiade-olimpiade tingkat internasional.

Dengan latihan yang maksimal tentu juga akan menghasilkan yang maksimal pula. Dengan memiliki dan mengerjakan soal-soal olimpiade sains SD yang sudah lalu ini bisa dijadikan latihan yang jitu untuk menghadapi OSN SD yang akan datang. Sehingga bisa mengikuti olimpiade sampai ke tingkat Nasional dan berkesempatan mewakili Indonesia tingkat internasional.

Baca Selengkapnya

Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan Siswa SD

-Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan Siswa SD
Berikut kriteria kenaikan kelas dan kriteria kelulusan siswa SD sesuai Panduan Penilaian untuk SD.
Setiap akhir tahun pelajaran, guru selalu disibukkan dengan nilai raport siswa. Guru akan menyeleksi, siswa siswi yang pantas naik kelas dan yang tidak pantas naik kelas. Bagi yang naik kelas, tentu alasannya karena nilai atau prestasi yang baik. Lalu, bagaimana dengan siswa yang tidak naik kelas? Tentu juga punya alasan tersendiri. Berikut kriteria kenaikan kelas dan kriteria kelulusan siswa SD sesuai Panduan Penilaian di SD yang disusun Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kriteria Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas siswa ditetapkan melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang telah disepakati oleh seluruh warga satuan pendidikan, seperti minimal kehadiran, ketaatan pada tata tertib, dan peraturan lainnya yang berlaku di satuan pendidikan tersebut. Siswa dinyatakan tidak naik kelas apabila hasil belajar dari paling sedikit 3 (tiga) mata pelajaran pada kompetensi pengetahuan keterampilan belum tuntas dan/atau sikap belum baik.

Baca juga: Siswa SD Tidak Naik Kelas, Sistem Pendidikan Tidak Konsisten

Siswa diupayakan mengikuti proses pembelajaran dan penilaian yang maksimal. Oleh karena itu apabila ada siswa yang terpaksa harus tidak naik kelas, maka hal ini harus menjadi umpan balik bagi guru, sekolah, dan orangtua sehingga diharapkan semua siswa pada akhirnya dapat naik kelas.

Kriteria Kelulusan dari Satuan Pendidikan

Kelulusan dan kriteria kelulusan peserta didik dari SD ditetapkan melalui rapat dewan guru. Siswa dinyatakan lulus dari Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah setelah memenuhi syarat berikut:

(1) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;

(2) Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal Baik; dan

(3) Lulus Ujian Sekolah seluruh muatan/mata pelajaran.

Baca Selengkapnya

Panduan Penilaian Kurikulum 2013 Revisi Untuk SD

Panduan Penilaian Edisi Revisi Untuk SD
Download Panduan Penilaian Kurikulum 2013 Edisi Revisi untuk Sekolah Dasar (SD).
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud telah mengirimkan dokumen Panduan Penilaian di Sekolah Dasar (SD) Edisi Revisi tahun 2016. Pedoman ini menggantikan Panduan Penilaian yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah pada Desember 2015.

Panduan Penilaian Edisi Revisi ini mengakomodasi beberapa hal, antara lain:

1). Perkembangan kebijakan dalam bidang pendidikan, khususnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 53 tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menegah dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian

2). Hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kurikulum 2013 di sekolah pelaksana; dan

3). Masukan dari berbagai pihak dalam proses revisi dan uji coba dokumen Panduan Penilaian.

Dokumen Panduan Penilaian Edisi Revisi dapat dipergunakan sebagai acuan pelaksanaan proses penilaian mulai semester genap tahun ajaran 2016/2017. Panduan Penilaian Kurikulum 2013 Edisi Revisi untuk SD dapat didownload di tautan berikut ini:


Panduan penilaian tersebut dipergunakan sebagai rambu-rambu bagi para pendidik dan satuan pendidikan dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian hasil belajar peserta didik yang meliputi penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan, juga menjadi pedoman untuk merencanakan, melaksanakan, mengolah, dan membuat laporan hasil penilaian secara akuntabel dan informatif.

Mulai tahun pelajaran 2013/2014, Pemerintah memberlakukan Kurikulum 2013 yang merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2006. Hasil kajian pelaksanaan Kurikulum 2013 menunjukkan bahwa salah satu kesulitan pendidik dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 adalah dalam perencanaan, pelaksanaan, pengolahan, pemanfaatan dan pelaporan penilaian.

Pada perencanaan penilaian, pendidik kesulitan merumuskan indikator instrumen penilaian, menentukan teknik penilaian yang tepat sesuai dengan kompetensi dasar yang diajarkan, mengembangkan butir-butir instrumen penilaian dan rubrik penilaian. Baca juga: Guru Kesulitan Cara Penilaian Kurikulum 2013

Pada pelaksanaan penilaian, pendidik kesulitan melakukan penilaian sikap dengan berbagai teknik penilaian dalam waktu yang terbatas. Pendidik juga mengalami kesulitan dalam mengolah dan mendeskripsikan capain hasil penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Satuan pendidikan mengalami kesulitan dalam menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), merumuskan kriteria kenaikan kelas, dan kriteria kelulusan peserta didik. Permasalahan lain yang sering muncul adalah penetapan KKM dan secara teknis menerapkannya pada setiap Kompetensi Dasar (KD) sebagai kompetensi minimal untuk selanjutnya menjadi KKM mata pelajaran. Di samping itu, pendidik mengalami kesulitan dalam menentukan nilai hasil remedial berkaitan dengan KKM.

Memperhatikan permasalahan-permasalahan di atas, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Pusat Penilaian Pendidikan dan Pusat Kurikulum dan Perbukuan) menyusun Panduan Penilaian pada SD. Panduan penilaian ini diharapkan dapat memudahkan pendidik dan satuan pendidikan dalam merencanakan, melaksanakan, dan melaporkan serta memanfaatkan hasil penilaian baik aspek sikap, aspek pengetahuan, maupun aspek keterampilan.

Baca Selengkapnya

Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2017

Tema Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2017
Tema Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2017 adalah “Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas”.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah merilis Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2017. Kemendikbud menetapkan bulan Mei 2017 sebagai Bulan Pendidikan dan Kebudayaan, yang diperingati dengan kegiatan-kegiatan bernuansa pendidikan dan kebudayaan sejak bulan April 2017 dengan konsep pelibatan semua unsur masyarakat serta memasang spanduk atau publikasi berisi tema Hari Pendidikan Nasional Tahun 2017.

Tema Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2017 adalah “Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas”. Upacara bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2017 secara serentak pada hari Selasa, 2 Mei 2017. Selain melaksanakan upacara bendera, setiap institusi pada tanggal 2 Mei 2017 diselenggarakan kegiatan-kegiatan yang menyemarakkan peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2017, pedoman pelaksanaan Upacara Bendera dapat diunduh melalui tautan berikut ini:


Melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor: 21046/MPK/TU/2017 Perihal Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2017, untuk lebih memupuk rasa patriotisme, selain mengadakan upacara bendera, panitia nasional peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2017 akan turut serta melakukan ziarah ke makam Ki Hadjar Dewantara di Yogyakarta. Berkenaan dengan itu, dihimbau kiranya Gubernur dan Bupati/Walikota juga berkenan melakukan ziarah ke taman makam pahlawan di wilayah masing-masing.

Baca Selengkapnya