Sampai 2024, Setiap Tahun Ada Angkatan 100 Ribu Guru

Untuk Penuhi Kekurangan Setiap Tahun Angkat 100 Ribu Guru
Untuk memenuhi kekurangan guru, Kemendikbud mengusulkan pengangkatan sekitar 100 ribu guru kepada KemenPAN-RB.
Upaya untuk memenuhi kebutuhan guru di sekolah negeri, khususnya di sekolah-sekolah yang masih mengalami kekurangan guru terus dilakukan. Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud, Ari Santoso, jumlah guru sekolah negeri saat ini sebanyak 2.114.765 orang. Terdiri atas guru aparatur sipil negara (ASN) 1.378.940 orang, dan guru non ASN berjumlah 735.825 orang.

"Untuk memenuhi kebutuhan guru saat ini, dibutuhkan sebanyak 988.133 guru ASN. Namun, dengan asumsi ada guru yang bisa mengajar lebih dari satu mata pelajaran dan bisa mengajar di tingkat kelas yang berbeda maka bisa diupayakan cukup dengan 707.324 guru PNS saja,” kata Ari yang SekolahDasar.Net kutip dari JPNN (12/06/18).

Untuk memenuhi kekurangan guru akibat adanya yang pensiun, mutasi, promosi, meninggal, penambahan ruang kelas baru, penambahan unit sekolah baru, dan sebagainya, Kemendikbud tahun ini mengusulkan penambahan sekitar 100 ribu guru ASN kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

“Usulan pemenuhan kekurangan guru setiap tahun mulai dari 2018 sampai 2024 untuk menggantikan guru yang pensiun dan karena kenaikan akses pendidikan berjumlah 707 ribu guru ASN dengan asumsi dipenuhi dalam 7 tahun, maka Kemendikbud untuk tahun ini mengusulkan pengangkatan sekitar 100 ribu guru kepada KemenPAN-RB," jelas Ari.

Baca: Kuota 100.000 Guru PNS Bukan Hanya untuk Honorer

Rekrutmen guru sesuai dengan pola yang ditentukan dan berkualitas. Sebab guru akan mendidik anak-anak menjadi generasi bangsa yang unggul dan berdaya saing. Kemendikbud membuat urutan atau peringkat berdasarkan kriteria yang ditentukan, seperti ketersediaan ASN, status daerah tertinggal, rasio guru dan murid, mata pelajaran prioritas, dan fiskal.

Baca Selengkapnya

Soal dan Kunci Jawaban Modul PKB Guru SD KK A dan KK B

Download soal latihan dan kunci jawaban Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) kelompok kompetensi (KK) A dan B.
Pengembangan profesionalitas guru melalui Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) merupakan upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam upaya peningkatan kompetensi guru. Sejalan dengan hal tersebut, pemetaan kompetensi guru telah dilakukan melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) untuk kompetensi pedagogik dan profesional.

Peta profil hasil UKG menunjukkan kekuatan dan kelemahan kompetensi guru dalam penguasaan pengetahuan pedagogik dan profesional. Peta kompetensi guru tersebut dikelompokkan menjadi 10 (sepuluh) kelompok kompetensi. Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru.

Adapun perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah modul Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru untuk semua mata pelajaran dan kelompok kompetensi. Dengan modul ini diharapkan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) memberikan sumbangan yang sangat besar dalam peningkatan kualitas kompetensi guru.

Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru jenjang Sekolah Dasar telah terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Penilaian Berbasis Kelas, serta berisi materi pedagogik dan profesional yang akan dipelajari oleh peserta selama mengikuti Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru jenjang Sekolah Dasar kelompok kompetensi (KK) A untuk materi pedagogiknya adalah Karakteristik dan Pengembangan Potensi Peserta Didik, dan untuk profesionalnya adalah Penguasaan dan Ketrampilan Berbahasa Indonesia.

Sedangkan Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru jenjang Sekolah Dasar kelompok kompetensi (KK) B untuk materi pedagogiknya adalah TEORI BELAJAR DAN PRINSIP PEMBELAJARAN, dan untuk materi profesionalnya adalah GENRE DAN APRESIASI SASTRA.

Contoh soal latihan Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru jenjang Sekolah Dasar kelompok kompetensi (KK) A dan B adalah sebagai berikut:

23. Penalaran moral didasarkan pada hukuman. Anak-anak taat karena menghindari hukuman, menaruh
hormat karena melihat sifat yang memberi aturan yang bersangkutan. Merupakan perkembangan moral pada tahap....
A. Orientasi ganjaran
B. Orientasi hukuman dan ketaatan
C. Orientasi otoritas
D. Orientasi kontrak social

24. Kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan disebut,,,,
A. kecerdasan majemuk
B. kecerdasan intelegensi
C. kecerdasan spiritual
D. kecerdasan natural

28. Pada umur empat bulan Difa sudah mengucapkan kata ma ma ma dan da, da,da. Tahap pemerolehan bahasa yang terjadi pada Difa adalah...
A. Cooing
B. Babling
C. Holofrastis
D. Telegrafik

36. Kami melaksanakan diskusi di dalam kelas. Kalimat yang memiliki pola yang sama dengan kalimat tersebut adalah:
A. Ibu guru mengajar di kelas
B. Para siswa membaca buku di perpustakaan
C. Adik sedang berenang di Ancol
D. Ayah membaca di teras rumah

48. Pendekatan pengolahan KBM yang berfokus pada pelibatan secara aktif dan kreatif dalam proses pemerolehan hasil belajar adalah pendekatan....
A. keterampilan proses
B. konstruktivisme
C. inqury
D. Whole Language

Selengkapnya 100 soal latihan dan kunci jawaban Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru jenjang Sekolah Dasar kelompok kompetensi (KK) A dan B dapat didownload melalui tautan berikut:


Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) jenjang Sekolah Dasar ini diharapkan dapat menjadi bahan bacaan wajib bagi para guru untuk dapat meningkatkan pemahaman tentang kompetensi pedagogik dan profesional terkait dengan tugas pokok dan fungsinya sehingga mampu meningkatkan prestasi pendidikan anak didik.

Baca Selengkapnya

Memahami Karakteristik Peserta Didik Melalui Pendekatan Teman Sebaya

Memahami karakteristik peserta didik melalui pendekatan teman sebaya
Pendidikan pada hakekatnya adalah memanusiakan manusia. Untuk mencapai harapan ini, kehadiran Guru menjadi tumpuan harapan para orang tua anak tersebut. Berbagai upaya memanusiakan manusia telah dilakukan oleh guru di sekolah. Jika seorang Peserta didik sukses dalam studinya maka semua keluarga bahkan lingkungan akan membanggakan nama anak tersebut dan seluruh keluarga berbesar hati. Ini merupakan karakteristik manusia pada umumnya. Akan tetapi bila Peserta Didik tersebut gagal dalam sebuah lembaga Pendidikan maka orang pertama yang dicoreng namanya adalah Guru yang membimbing dan mengajar Peserta Didik tersebut. Hal semacam ini yang masih terbawa sepanjang ini di berbagai daerah di belahan Indonesia tercinta ini.

Memperhatikan budaya kekeliruan yang sulit diperbaiki ini maka sebagai Guru harusnya membangun berbagai konsep strategis guna memperkecil berbagai prasangka buruk yang ungkapkan oleh berbagai kalangan masyarakat selama ini. Salah satu konsep yaitu pendekatan teman sebaya. Teknik pendekatan ini diawali dengan langkah-langkah berikut:

a. Guru meminta Peserta Didik dengan mengajukan satu pertanyaan sederhana sebagai berikut:-
- Siapa saja teman berbain Anda setiap hari ? Kelas Rendah [Belum lancar membaca dan menulis]
- Tulislah teman-teman dekat Anda minimal nama 3[tiga] teman ! Kelas atas [yang lancar membaca dan menulis]

b. Menanyakan kesukaan Peserta Didik dari teman sebaya Peserta Didik tersebut dari daftar nama yang diterima

c. Mencatat semua informasi dari semua teman yang disebutkan/dituliskan dalam daftar secara lengkap.

d. Membaca dan menganalisa serta mengkaji pendapat yang dikumpulkan

e. Guru membuat simpulan sementara karakter Peserta Didik bersangkutan

f. Mulai menyusun strategi baru guna mempengaruhi serta memasukan konsep baru yang dapat mengubah konsep dasar Peserta Didik sesuai harapan Guru.

g. Menemukan karakteristik baru Peserta Didik berdasarkan hasil karja guru.

Baca: Strategi untuk Mengenal Karakter Peserta Didik

Inilah beberapa langkah yang dapat membantu Guru dalam menghadapi Karakter Peserta Didik yang sulit diatur. Selamat mencoba semoga bermanfaat demi memperkecil prasangka buruk dari berbagai pihak.

Maju Terus Pantang Mundur, Guru mengmang Pahlawan Tanpa Jasa namun Karya Guru merupakan goresan Kecil yang tetap membekas di hati Peserta Didik sampai diujung penghabisan Riwayat Pendidikan ikut dibacakan di depan Khalayak.

*) Ditulis oleh Paulus Pobas,S.Pd
Guru Non PNS di SMAS Kristen 1 SoE-Kab.Timor Tengah Selatan-Nusa Tenggara Timur.

Baca Selengkapnya

Aplikasi Penilaian Raport K13 Kelas 1 Semester 2

Aplikasi Penilaian Raport K13 Kelas 1 Semester 2
Download aplikasi pengolah penilaian dan cetak raport kelas 1 SD semester 2 Kurikulum 2013.
Laporan hasil belajar atau raport bagi peserta didik pada Kurikulum 2013 (K13) edisi revisi 2017 sedikit mengalami perubahan dari pada format rapor Kurikulum 2013 tahun sebelumnya. Pengisian rapor Kurikulum 2013 untuk tahun pelajaran 2017/2018 sesuai Permendikbud nomor 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian.

Sejak awal implementasi Kurikulum 2013, kurikulum pengganti KTSP ini sudah mengalami revisi yang ke empat. Pada semester 2 tahun pelajaran 2017/2018 kurikulum 2013 revisi tahun 2017 diterapkan pada kelas 1 jenjang Sekolah Dasar (SD). Proses penilaian Kurikulum 2013 sangat berbeda dengan kurikulum sebelumnya.

Untuk memudahkan membuat raport kelas 1 SD semester 2 dapat menggunakan aplikasi pengolah nilai dan cetak raport Kurikulum 2013 revisi tahun 2017 untuk ini berbasis excel. Sehingga memudahkan guru dalam melakukan penilaian, dilengkapi dengan pemetaan KI dan KD terbaru dengan disertai cetak raport edisi revisi terbaru.

Aplikasi pengolah penilaian dan cetak raport kelas 1 SD semester 2 Kurikulum 2013 dapat didownload melalui tautan berikut ini:


Seperti yang SekolahDasar.Net kutip dari tulisan pembuatnya di kangmartho.com, ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan sebelum mengerjakan Aplikasi Raport K13 revisi 2017 khusus kelas 1 semester 2 ini, diantaranya sebagai berikut:

  • Nilai yang diinput adalah nilai akhir yaitu hasil pengolahan dari beberapa hasil nilai seperti nilai ulangan harian, penilaian tengah semester (PTS), penilaian akhir semester (PAS).
  • Untuk Kompetensi Dasar (KD) yang tidak sesuai dengan aplikasi silakan diubah sesuai dengan kebutuhan atau juknis yang ada.
  • KKM yang diinput adalah nilai KKM Satuan Pendidikan yaitu nilai KKM terendah dari semua nilai KKM yang ada dalam suatu lembaga sekolah.
  • Pada deskripsi raport sudah ada nama siswa dan nomor halaman yang berada di bawah raport untuk memudahkan dalam mengumpulkan raport, jadi tidak akan tertukar dengan siswa lain.
  • Aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat input data yang dapat mengolah data tersebut secara otomatis. Namun juga dilengkapi dengan fitur cetak raport Kurikulum 2013.

Baca Selengkapnya

Aplikasi Penilaian Raport K13 Kelas 2 Semester 2

Download aplikasi pengolah penilaian dan cetak raport kelas 2 SD semester 2 Kurikulum 2013.
Laporan hasil belajar atau raport bagi peserta didik pada Kurikulum 2013 (K13) edisi revisi 2017 sedikit mengalami perubahan dari pada format rapor Kurikulum 2013 tahun sebelumnya. Pengisian rapor Kurikulum 2013 untuk tahun pelajaran 2017/2018 sesuai Permendikbud nomor 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian.

Sejak awal implementasi Kurikulum 2013, kurikulum pengganti KTSP ini sudah mengalami revisi yang ke empat. Pada semester 2 tahun pelajaran 2017/2018 kurikulum 2013 revisi tahun 2017 diterapkan pada kelas 2 jenjang Sekolah Dasar (SD). Proses penilaian Kurikulum 2013 sangat berbeda dengan kurikulum sebelumnya.

Untuk memudahkan membuat raport kelas 2 SD semester 2 dapat menggunakan aplikasi pengolah nilai dan cetak raport Kurikulum 2013 revisi tahun 2017 untuk ini berbasis excel. Sehingga memudahkan guru dalam melakukan penilaian, dilengkapi dengan pemetaan KI dan KD terbaru dengan disertai cetak raport edisi revisi terbaru.

Aplikasi pengolah penilaian dan cetak raport kelas 2 SD semester 2 Kurikulum 2013 dapat didownload melalui tautan berikut ini:


Seperti yang SekolahDasar.Net kutip dari tulisan pembuatnya di kangmartho.com, ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan sebelum mengerjakan Aplikasi Raport K13 revisi 2017 khusus kelas 2 semester 2 ini, diantaranya sebagai berikut:

  • Nilai yang diinput adalah nilai akhir yaitu hasil pengolahan dari beberapa hasil nilai seperti nilai ulangan harian, penilaian tengah semester (PTS), penilaian akhir semester (PAS)
  • Untuk Kompetensi Dasar (KD) yang tidak sesuai dengan aplikasi silakan dirubah sesuai dengan kebutuhan atau juknis yang ada
  • KKM yang diinput adalah nilai KKM Satuan Pendidikan yaitu nilai KKM terendah dari semua nilai KKM yang ada dalam suatu lembaga sekolah
  • Di dalam deskripsi raport sudah ada nama siswa dan nomor halaman yang berada di bawah raport untuk memudahkan dalam mengumpulkan raport, jadi tidak akan tertukar dengan siswa lain
  • Aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat input data yang dapat mengolah data tersebut secara otomatis. Namun juga dilengkapi dengan fitur cetak raport Kurikulum 2013.

Baca Selengkapnya

Aplikasi Penilaian Raport K13 Kelas 4 Semester 2

Aplikasi Penilaian Raport K13 Kelas 4 Semester 2
Download aplikasi pengolah penilaian dan cetak raport kelas 4 SD semester 2 Kurikulum 2013.
Laporan hasil belajar atau raport bagi peserta didik pada Kurikulum 2013 (K13) edisi revisi 2017 sedikit mengalami perubahan dari pada format rapor Kurikulum 2013 tahun sebelumnya. Pengisian rapor Kurikulum 2013 untuk tahun pelajaran 2017/2018 sesuai Permendikbud nomor 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian.

Sejak awal implementasi Kurikulum 2013, kurikulum pengganti KTSP ini sudah mengalami revisi yang ke empat. Pada semester 2 tahun pelajaran 2017/2018 kurikulum 2013 revisi tahun 2017 diterapkan pada kelas 4 jenjang Sekolah Dasar (SD). Proses penilaian Kurikulum 2013 sangat berbeda dengan kurikulum sebelumnya.

Untuk memudahkan membuat raport kelas 4 SD semester 2 dapat menggunakan aplikasi pengolah nilai dan cetak raport Kurikulum 2013 revisi tahun 2017 untuk ini berbasis excel. Sehingga memudahkan guru dalam melakukan penilaian, dilengkapi dengan pemetaan KI dan KD terbaru dengan disertai cetak raport edisi revisi terbaru.

Aplikasi pengolah penilaian dan cetak raport kelas 4 SD semester 2 Kurikulum 2013 dapat didownload melalui tautan berikut ini:


Seperti yang SekolahDasar.Net kutip dari tulisan pembuatnya di kangmartho.com, ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan sebelum mengerjakan Aplikasi Raport K13 revisi 2017 khusus kelas 4 semester 2 ini, diantaranya sebagai berikut:

  • Nilai yang diinput adalah nilai akhir yaitu hasil pengolahan dari beberapa hasil nilai seperti nilai ulangan harian, penilaian tengah semester (PTS), penilaian akhir semester (PAS)
  • Untuk Kompetensi Dasar (KD) yang tidak sesuai dengan aplikasi silakan dirubah sesuai dengan kebutuhan atau juknis yang ada
  • KKM yang diinput adalah nilai KKM Satuan Pendidikan yaitu nilai KKM terendah dari semua nilai KKM yang ada dalam suatu lembaga sekolah
  • Di dalam deskripsi raport sudah ada nama siswa dan nomor halaman yang berada di bawah raport untuk memudahkan Anda dalam mengumpulkan raport, jadi tidak akan tertukar dengan siswa yang lain
  • Aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat input data yang dapat mengolah data tersebut secara otomatis. Namun juga dilengkapi fitur cetak raport.

Baca Selengkapnya