Soal Ulangan Semester 2 Kelas 5 Kurikulum 2013

Soal Ulangan Semester 2 Kelas 5 Kurikulum 2013
Download Soal UKK Kurikulum 2013 penilaian akhir tahun kelas 5 SD semester 2.
Pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun atau Ujian Akhir Semester (UAS) semakin dekat. Untuk bahan persiapan anak-anak menghadapi ujian kenaikan kelas (UKK), khususnya kelas 5 SD yang menggunakan Kurikulum 2013 dapat mengerjakan soal-soal latihan UKK atau UAS. Jadwal pelaksanaan ujian ditentukan oleh Dinas Pendidikan masing-masing kabupaten/kota.

Hasil nilai penilaian akhir semester atau UKK ini akan menjadi salah satu komponen penilaian rapor Kurikulum 2013 bagi siswa kelas 5, selain nilai ulangan harian, nilai tugas, dan nilai tengah semester (UTS). Semua materi pelajaran yang telah diajarkan pada siswa kelas 5 semester 2 akan dijadikan bahan penyusunan soal UKK.

Kelas 5 SD dan sederajat telah menggunakan Kurikulum 2013 (K13). Kurikulum baru pengganti KTSP ini menggunakan pendekatan tematik terpadu. Setiap tema terdiri dari 3 subtema dan setiap subtema dilaksanakan sebanyak 6 pembelajaran dan di akhir subtema dilaksanakan penilaian atau ulangan harian.

Tema-tema semester 2 kelas 5 pada Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut; Tema 6 Panas dan Perpindahannya, Tema 7 Peristiwa dalam Kehidupan, Tema 8 Lingkungan Sahabat Kita, dan Tema 9 Benda-Benda di Sekitar Kita. Soal UKK Kurikulum 2013 untuk kelas 5 SD semester 2 dapat didownload melalui tautan berikut ini:




Soal UKK semester 2 kelas 5 Kurikulum 2013 dibuat berdasarkan kisi-kisi yang sudah disusun. Setiap pembelajaran tematik kelas 5 mengandung lima muatan mata pelajaran, yakni PPKn, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan SBdP. Selain kompetensi pengetahuan, siswa juga harus menguasai kompetensi ketrampilan sesuai standar isi Kurikulum 2013.

Baca Selengkapnya

Pengumuman Kelulusan Siswa SD/MI Tahun 2018

Pengumuman Kelulusan Siswa SD/MI Tahun 2018
Jadwal Pengumuman Hasil Nilai USBN dan Kelulusan Siswa SD/MI Tahun 2018.
USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) tingkat SD/MI baik swasta maupun negeri telah berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis sampai Sabtu (3-5 Mei 2018). Terdapat tiga pelajaran yang diujikan yakni matematika, bahasa Indonesia, dan IPA. Pelaksanaan ujian USBN SD/MI masih dalam bentuk paper based test (PBT) atau tes tertulis.

Tahun ini masuk pelaksanaan USBN yang pertama, sebelumnya hanya Ujian Sekolah (US). Namun ada perbedaan dari pelaksanaan sebelumnya, soal USBN tahun ini terdiri dari pilihan ganda dengan bobot nilai 75 persen dan uraian sebesar 25 persen. Siswa mendapat dua lembar jawaban. Yaitu, lembar jawaban komputer (LJK) untuk pilihan ganda dan lembar jawaban khusus untuk uraian.

Proses Pemeriksaan dan Pengolahan Hasil USBN SD/MI

Soal USBN bentuk pilihan ganda dapat diperiksa secara manual atau menggunakan alat pemindai. Sedangkan soal bentuk uraian diperiksa secara manual oleh dua orang guru sesuai mata pelajarannya, mengacu pada pedoman penskoran. Nilai USBN merupakan gabungan nilai soal pilihan ganda dan nilai soal uraian, dengan rentang nilai 0 - 100.

Kriteria Kelulusan dan Penetapan Kelulusan

Kriteria kelulusan dari satuan pendidikan minimal mempertimbangkan hal-hal berikut.
1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
2. Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik;
3. Mengikuti Ujian Nasional; dan
4. Lulus USBN sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Kriteria nilai kelulusan USBN dan kelulusan siswa dari satuan pendidikan ditetapkan melalui rapat dewan guru.

Jadwal Pengumuman Kelulusan Siswa SD/MI Tahun 2018

Pengumuman kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan. Jika melihat petunjuk teknis (juknis), rencananya pengumuman kelulusan siswa SD/MI sederajat akan dilaksanakan pada 4 Juni 2018. Nantinya nilai hasil USBN ini menjadi andalan siswa untuk mendaftar di jenjang SMP.

Baca Selengkapnya

Lebih Baik Angkat Guru Honorer Daripada Naikan Gaji PNS

Lebih baik angkat guru honorer daripada kenaikan gaji PNS.
Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim meminta pemerintah tidak mengabulkan permintaan kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS). Karena, menurut dia, lebih baik pemerintah memprioritaskan pemenuhan kualitas SDM pendidikan. Salah satunya dengan mengangkat guru honorer menjadi PNS.

"Lebih baik angkat guru honorer daripada kenaikan gaji PNS. Dalam UUD '45 saja ditegaskan bahwa cita-cita kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Jadi, guru atau tenaga pendidik tentu harus jadi prioritas," kata Ramli yang SekolahDasar.Net kutip dari Republika (12/05/2018).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyatakan saat ini tercatat ada 736 ribu orang guru honorer di seluruh Indonesia. Menurutnya, jumlah guru honorer yang belum bisa diangkat menjadi PNS bisa mencapai 736 ribu karena selama ini ada moratorium (penundaan) pengangkatan guru.

"Karena adanya moratorium pengangkatan guru, maka guru yang pensiun tidak bisa diganti. Sebagai gantinya, kepala sekolah mengangkat guru honorer, sehingga sekarang menumpuk sampai sekitar 736 ribu," kata Muhadjir.

Baca: Penjelasan BKN Terkait Pemberkasan Honorer Jadi PNS

Selama ini guru honorer menerima gaji kecil karena yang menggaji mereka adalah pihak sekolah. Pemerintah daerah pun tidak bisa mengeluarkan gaji untuk guru honorer. Kalau kepala daerah mengeluarkan anggaran untuk gaji guru honorer, bisa menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dia berharap, mulai tahun ini secara bertahap guru honorer bisa diangkat menjadi PNS. Jumlah guru honorer saat ini sekitar 736 ribu orang. Kalau misalnya setiap tahun pemerintah mengangkat 100 ribu orang guru honorer, maka butuh waktu tujuh tahun lebih untuk bisa menyelesaikan permasalahan guru honorer.

Baca Selengkapnya

Butuh 7 Tahun untuk Angkat Semua Guru Honorer

Butuh 7 Tahun untuk Angkat Semua Guru Honorer
Jumlah guru honorer di Indonesia mencapai 736 ribu orang.
Butuh waktu 7 tahun untuk mengangkat guru honorer di seluruh Indonesia menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Jumlah guru honorer di Indonesia mencapai 736 ribu orang.

"Kalau misalnya setiap tahun pemerintah mengangkat 100 ribu orang guru honorer, maka butuh waktu tujuh tahun lebih untuk bisa menyelesaikan permasalahan guru honorer," kata Muhadjir yang SekolahDasar.Net kutip dari Republika (11/05/2018).

Banyaknya guru honorer tersebut sebagai akibat dari adanya moratorium (penundaan) pengangkatan guru. Sehingga, guru yang pensiun tidak dapat diganti dengan mengangkat guru baru. Untuk menutupi kekurangan itu akhirnya kepala sekolah mengangkat guru honorer.

"Karena adanya moratorium pengangkatan guru, maka guru yang pensiun tidak bisa diganti. Sebagai gantinya, kepala sekolah mengangkat guru honorer, sehingga sekarang menumpuk sampai sekitar 736 ribu," tutur Muhadjir.

Baca: Tidak Ada Pengangkatan Honorer jadi CPNS Tanpa Tes

Mantan Rektor Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) itu menyadari gaji guru honorer sangat kecil karena yang menggaji mereka adalah kepala sekolah. Dia berharap, mulai tahun ini secara bertahap guru honorer bisa diangkat menjadi ASN.

"Karena yang mengangkat mereka kepala sekolah, maka pemerintah daerah tidak bisa mengeluarkan gaji untuk guru honorer. Kalau kepala daerah mengeluarkan anggaran untuk gaji guru honorer, bisa menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan, bupatinya bisa ditangkap KPK," jelas Muhadjir.

Baca Selengkapnya

Soal Latihan UAS atau UKK Kelas 4 Kurikulum 2013

Soal Latihan UAS atau UKK Kelas 4 Kurikulum 2013
Download soal penilaian akhir (PAT) atau ujian kenaikan kelas (UKK) Kurikulum 2013 untuk kelas 4 SD semester 2.
Pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun atau Ujian Akhir Semester (UAS) semakin dekat. Untuk bahan persiapan anak-anak menghadapi ujian kenaikan kelas (UKK), khususnya kelas 4 SD yang menggunakan Kurikulum 2013 dapat mengerjakan soal-soal latihan UKK atau UAS. Jadwal pelaksanaan ujian ditentukan oleh Dinas Pendidikan masing-masing kabupaten/kota.

Hasil nilai penilaian akhir semester atau UKK ini akan menjadi salah satu komponen penilaian rapor Kurikulum 2013 bagi siswa kelas 4, selain nilai ulangan harian, nilai tugas, dan nilai tengah semester (UTS). Semua materi pelajaran yang telah diajarkan pada siswa kelas 4 semester 2 akan dijadikan bahan penyusunan soal UKK.

Kelas 4 SD dan sederajat telah menggunakan Kurikulum 2013 (K13). Kurikulum baru pengganti KTSP ini menggunakan pendekatan tematik terpadu. Setiap tema terdiri dari 3 subtema dan setiap subtema dilaksanakan sebanyak 6 pembelajaran dan di akhir subtema dilaksanakan penilaian atau ulangan harian.

Soal penilaian akhir semester Kurikulum 2013 untuk kelas 4 SD semester 2 dapat didownload melalui tautan berikut ini:


  • Soal UAS Kelas 4, Tema 6, Cita-citaku, DOWNLOAD
  • Soal UAS Kelas 4, Tema 7, Indahnya Keberagaman di Negeriku, DOWNLOAD
  • Soal UAS Kelas 4, Tema 8, Daerah Tempat Tinggalku, DOWNLOAD
  • Soal UAS Kelas 4, Tema 9, Kayanya Negeriku, DOWNLOAD


Soal UKK semester 2 kelas 4 Kurikulum 2013 dibuat berdasarkan kisi-kisi yang sudah disusun. Setiap pembelajaran tematik kelas 4 mengandung lima muatan mata pelajaran, yakni PPKn, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan SBdP. Selain kompetensi pengetahuan, siswa juga harus menguasai kompetensi ketrampilan sesuai standar isi Kurikulum 2013.

Baca Selengkapnya

Mengapa Anak Masuk SD Harus Usia 7 Tahun?

Mengapa Anak Masuk SD Harus Usia 7 Tahun?
Pada usia 7 tahun, anak dianggap sudah siap secara fisik, psikis, kognitif dan emosi untuk masuk Sekolah Dasar (SD).
Memasuki tahun ajaran baru orang tua mulai mendaftrakan anaknya ke sekolah. Secara umum, anak-anak yang masuk ke sekolah dasar (SD) berusia 7 tahun. Namun seperti diketahui, tidak sedikit juga orang tua menyekolahkan anaknya di bawah usia tersebut.

Menurut Psikolog anak, Ratih Zulhaqqi, M.Psi, bahwasannya pada usia 7 tahun, anak dianggap sudah siap secara fisik maupun psikis. Gerakan motorik, anak sudah lebih bagus, otot dan sarafnya juga sudah terbentuk. Salah satu contohnya seperti memegang pensil.

Selain itu, dikutip dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), menuliskan mengapa anak usia 7 tahun harus masuk SD:

1. Aspek Fisik
Pada usia 7 tahun secara fisik anak sudah bisa diam di kelas dan memegang pensil secara mandiri. Di mana, gerakan motorik anak sudah bagus, otot dan sarafnya sudah terbentuk. Berbeda dengan usia satu tahun di bawahnya. Anak usia 6 tahun terkadang masih selalu ingin bermain.

2. Aspek Kognitif
Saat masuk ke SD anak diharapkan mampu membaca, menulis, berhitung sederhana. Selain itu anak juga diharapkan mampu mengikuti instruksi, paham dan bisa mengerjakan soal-soal yang diberikan.

3. Aspek Psikologis
Dalam dunia perkembangan, anak mulai bisa berkonsentrasi dengan baik pada usia di atas 6 tahun. Semakin bertambah usianya kemampuan konsentrasi meningkat, semakin mampu memilah materi mana yang harus diperhatikan dan harus diabaikan.

Anak yang terlalu dini masuk SD umumnya masih bermasalah khususnya di kelas satu, karena ia belum siap untuk belajar berkonsentrasi. Dia masih mengembangkan keterampilan geraknya.

4. Aspek Emosi
Umumnya anak yang terlalu dini masuk SD memang cukup matang secara akademik. Namun biasanya kematangan emosi dan kemandirian belum maksimal. Padahal dijenjang SD anak tidak lagi akan mendapat perhatian seperti di TK. Anak diharapkan lebih mandiri dan juga tidak lagi terlalu tergantung pada orangtuanya.

Baca: Syarat Seleksi Penerimaan Siswa Baru Kelas 1 SD

Sehingga masalah yang terlihat adalah anak bisa mengikuti pelajaran di sekolah, tapi disisi lain misalnya anak masih minta ditunggui dan mudah menyerah terhadap tugas yang diberikan atau tidak mau mengerjakan PR karena masih kebih suka bermain dan sebagainya.

Melihat berbagai aspek tersebut, sebaiknya orang tua jangan terlalu dini menyekolahkan anak tetapi melihat kondisi anak.

Baca Selengkapnya