Kisi-kisi Soal Pretest PPG dalam Jabatan Tahun 2018

Kisi-kisi Soal Pretest PPG dalam Jabatan Tahun 2018
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerapkan aturan baru dalam program sertifikasi guru. Mulai tahun 2018, program sertifikasi guru dilaksanakan melalui pola Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sertifikasi guru melalui pola PPG dalam Jabatan (PPGJ) bagi guru yang sudah mengajar ini membutuhkan waktu lebih lama dibanding dengan pola sertifikasi guru sebelumnya, Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG).

Seleksi calon peserta PPGJ dilakukan melalui ujian (pretest) yang akan dilaksanakan pada bulan Mei mendatang. Kemenristek Dikti bersama Kemendikbud telah menerbitkan kisi-kisi soal pretest PPGJ tahun 2018. Untuk mendapatkan kisi-kisi soal pretest PPGJ sertifikasi guru tahun 2018 dapat didownload melalui laman SIM PKB Guru. Terlebih dulu guru harus login ke akun SIM PKB untuk mendapatkan link/tautan untuk mendownloadnya.

Kisi-kisi soal pretest PPGJ 2018 masih mengacu pada kisi-kisi pretest PPG versi rilis terakhir. Untuk sekedar mengatuhi lingkup materi yang diujikan, guru dapat mempelajari kisi-kisi prestest PPG. Walaupun cakupan materi dalam kisi-kisi tersebut sangat luas atau tidak operasional setidaknya dapat menjadi bahan bagi guru untuk menentukan materi yang dipelajari. Kisi-kisi seleksi pretest PPGJ 2018 dapat didownload melalui tautan berikut ini:


Untuk mempermudah bguru dalam menghadapi ujian pretest PPGJ tahun 2018, dapat dilakukan dengan mendownload kumpulan atau contoh soal latihan pretest PPGJ yang dilengkapi dengan kunci jawaban. Sehingga bisa dipelajari untuk persiapan menghadapi pretest PPG dan akhirnya mendapatkan nilai yang memuaskan serta bisa mengikuti sertifikasi guru tahun 2018. Soal yang diujikan pada pretest PPG terdiri dari kompetensi pedagogik dan profesional.

Baca: Soal dan Kunci Jawaban Pretest PPG untuk Guru SD

Pretest PPGJ tahun 2018 akan dilakukan secara online dengan sistem komputerisasi. Setiap guru harus mempersiapkan diri sebaik mungkin akar dapat mengerjakan soal pretest PPGJ dengan baik dan memperoleh nilai yang bagus dan dapat lulus seleksi calon peserta PPGJ. Bagi guru yang mengikuti PPGJ yang diselenggarakan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan lulus akan mendapatkan sertifikat pendidik dan berhak mendapatkan tunjangan profesi guru.

Baca Selengkapnya

Kuota 100.000 Guru CPNS Bukan Hanya untuk Honorer

Kuota 100.000 Guru CPNS Bukan Hanya untuk Honorer
Kuota 100.000 untuk guru pada rekrutmen CPNS tahun 2018 terbuka untuk umum bukan hanya untuk honorer.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah mengusulkan kuota 100.000 untuk guru pada rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018.

Plt Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan kebutuhan 100.000 guru ini terbuka untuk umum. Guru honorer yang usianya di bawah 35 tahun juga bisa ikut dalam rekrutmen CPNS nanti.

"100.000 ini tidak spesifik untuk guru honorer tapi kalangan umum," kata Hamid yang SekolahDasar.Net kutip dari JPNN (24/04/18).

Kemendikbud berharap usulan tersebut disetujui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Pasalnya, kesenjangan jumlah guru PNS dan non PNS semakin melebar.

Setiap tahun kekurangan guru PNS semakin bertambah. Menurutnya kebutuhan guru PNS semakin besar karena setiap tahun sekitar 60 ribuan guru yang pensiun.

Baca: Format Pengangkatan Honorer Jadi PNS Belum Jelas

Saat ini, Kemendikbud tengah menunggu formasi resmi dari KemenPAN-RB. Namun, dari hasil pendataan ada tiga provinsi yang paling membutuhkan guru yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Kalau usulan 100.000 itu bisa disetujui akan dialokasikan ke Jabar, Jateng, dan Jatim," kata Hamid.

Sedangkan di luar tiga provinsi itu, jumlahnya sedikit. Pasalnya, penyebaran guru PNS terbesar di tiga daerah sehingga ketika banyak yang pensiun berdampak besar pada proses belajar mengajar.

Baca Selengkapnya

Setiap Tahun Pemerintah akan Mengangkat 100 Ribu Guru

Direncanakan setiap tahun pemerintah akan mengangkat sekitar 100 ribu guru untuk menutupi kekurangan guru.
Kekurangan guru di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia menjadi permasalahan serius dalam dunia pendidikan di negeri ini. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi mengakui setiap tahun ada puluhan ribu guru yang pensiun, sehingga setiap tahun masalah kekurangan guru semakin serius.

Angka pasti penerimaan guru belum disetujui. Namun direncanakan setiap tahun pemerintah akan mengangkat sekitar 100 ribu guru untuk menutupi kekurangan guru. Paling lama sekitar tujuh tahun ke depan, tenaga guru sudah terpenuhi. Kemendikbud saat ini memberikan perhatian khusus kepada daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Indonesia.

Untuk mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain, Mantan Rektor Universitas MUhammadiyah Malang (UMM) itu mengajak segenap pemangku kepentingan dapat memahami pentingnya peningkatan standar pendidikan. Salah satunya diawali dengan kalibrasi kemampuan tenaga pendidik agar setara dan semakin baik, serta peningkatan kualitas penilaian hasil belajar siswa.

"Standar yang kita gunakan untuk mendidik anak-anak kita itu di bawah standar negara-negara yang tergolong baik di PISA (Programme for International Student Assessment). Maka suka tidak suka, kita harus meningkatkan standar kita," kata Muhadjir yang SekolahDasar.Net kutip dari Republika (23/04/2018).

Pemerintah secara bertahap mendorong pembelajaran abad 21 yang salah satu cirinya adalah penalaran. Sejak beberapa tahun terakhir, guru-guru dilatih untuk mampu mengajar dan melakukan evaluasi atau penilaian hasil belajar siswa dengan metode yang mendorong penalaran tingkat tinggi.

Baca: 4 Hal yang Mencerminkan Pembelajaran Abad 21

"Kita harus menyiapkan generasi muda kita agar sesuai dengan zamannya. agar mereka jauh lebih baik dari kita. Saya berharap para pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan di Jawa Timur selalu bersinergi. Ada tiga hal yang perlu menjadi fokus bersama, yakni kompetensi, karakter, dan literasi," kata Mendikbud.

Baca Selengkapnya

Buku Panduan Supervisi Pembelajaran di Sekolah Dasar

Buku Panduan Supervisi Pembelajaran di Sekolah Dasar
Buku Panduan Supervisi Pembelajaran di Sekolah Dasar.
Keberhasilan sebuah program apabila pelaksanaannya dilakukan secara sungguh-sungguh, berkesinambungan, pengawasan, pendampingan serta evaluasi. Untuk itu diperlukan layanan supervisi dalam kelangsungan pendidikan terutama dalam proses pembelajaran.

Supervisi merupakan suatu layanan dari atasan kepada bawahan dengan memberikan pengarahan guna mengembangkan kinerja menjadi lebih baik. Kegiatan supervisi disebut pula sebagai kegiatan mengawasi atau pengawasan.

Supervisi pembelajaran tidak terlepas dari penilaian kinerja guru dalam mengelola pembelajaran. Esensi supervisi pembelajaran sama sekali bukan menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran,melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalisme guru dalam pelaksanaan tugasnya.

Berdasarkan bagaimana cara memahami atau memastikan masalah, darimana datanya diperoleh dan dengan cara apa memperbaikinya, maka dibedakan tiga model supervisi pembelajaran, yaitu model saintifik, model artistik dan model Klinis.

Sedangkan berdasarkan cara bagaimana pengawas dan kepala sekolah bersama guru melakukan perbaikan dan siapa yang lebih dominan di antara keduanya, maka dibedakan tiga macam pendekatan, yaitu direktif, kolaboratif dan non-direktif.

Baca: Kontribusi Kepala Sekolah Terhadap Disiplin Kerja Guru

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan Panduan Supervisi Pembelajaran di Sekolah Dasar. Buku panduan ini disusun sebagai acuan bagi kepala sekolah, pengawas sekolah, dan guru dalam menyusun program/kegiatan terkait dengan pelaksanaan supervisi di sekolah dasar. Panduan Supervisi Pembelajaran di Sekolah Dasar dapat didownload melalui tautan berikut ini:


Panduan ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak dalam mengoptimalkan pelaksanaan supervisi pembelajaran sekolah dasar dalam upaya peningkatan mutu pendidikan secara umum, mutu pembelajaran secara khusus. Di samping itu dapat dimanfaatkan sebagai upaya dalam meningkatkan program pengoptimalisasi pelaksanaan supervisi di sekolah.

Baca Selengkapnya

Kumpulan Soal Penilaian Harian Kelas 5 Tema 9

Kumpulan Soal Penilaian Harian Kelas 5 Tema 9
Download soal penilaian harian atau ulangan harian Kurikulum 2013 untuk kelas 5 SD semester 2 tema 9 subtema 1-3.
Kelas 5 jenjang Sekolah Dasar (SD) dan sederajat telah menggunakan Kurikulum 2013 (K13). Kurikulum baru ini menggunakan pendekatan tematik terpadu. Setiap tema terdiri dari 3 subtema dan setiap subtema dilaksanakan sebanyak 6 pembelajaran dan di akhir subtema dilaksanakan penilaian atau ulangan harian.

Pada kelas 5 SD/MI tema 9 adalah Benda-benda di sekitar kita dilaksanakan pada semester 2, ada tiga subtema pada tema 9 kelas 5 Kurikulum 2013 revisi terbaru yaitu Subtema 1 Benda Tungggal dan Benda Campuran, Subtema 2 Benda dalam Kegiatan Ekonomi, dan Subtema 3 Manusia dan Benda di Lingkungannya.

Contoh Soal Penilaian Harian Kelas 5 Tema 9

MUATAN PPKn KD 3.4
Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar!
1. Perilaku yang mencerminkan persatuan dan kesatuan di sekolah adalah ….
a. tawuran
b. mengejek teman
c. kerja bakti
d. acuh tak acuh
2. Jika ada temanmu yang sakit maka sikapmu sebaiknya ….
3. Bergotong royong membersihkan lingkungan merupakan contoh sikap ….
4. Sebutkan 3 contoh perilaku yang mencerminkan persatuan dan kesatuan di lingkungan sekitarmu!

MUATAN IPS KD 3.3
Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar!
1. Kebutuhan manusia yang harus dipenuhi sebelum terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan lainnya disebut kebutuhan ….
a. tersier
b. sekunder
c. primer
d. tambahan
2. Usaha atau kegiatan yang mengubah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau barang jadi disebut ….
3. Sebagian besar masyarakat di daerah pegunungan bekerja sebagai ….
4. Apa yang dimaksud dengan kegiatan ekonomi? Berikan 3 contohnya!

MUATAN SBdP KD 3.4
Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar!
1. Kain yang dibuat dengan bahan benang dan lunsin adalah kain ….
a. batik
b. tenun
c. ulos
d. songket
2. Alat yang digunakan untuk menenun dari Bali terkenal dengan sebutan ….
3. Warna khas batik Bangoan adalah ….
4. Mengapa harga kain tenun tradisional lebih mahal disbanding dengan lainnya?

Selengkapnya soal penilaian harian atau ulangan harian Kurikulum 2013 untuk kelas 5 SD semester 2 tema 9 subtema 1-3 dapat didownload melalui tautan berikut ini:




Pembelajaran tema 9y kelas 5 mengandung lima muatan mata pelajaran, yakni PPKn, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan SBdP. Selain kompetensi pengetahuan, siswa juga harus menguasai komptensi ketrampilan sesuai standar isi Kurikulum 2013. [Baca juga: Kumpulan Soal Penilaian Harian Kelas 5 Tema 8]

Baca Selengkapnya

Sekolah Masa Depan dan Guru yang Dibutuhkan

Sekolah Masa Depan dan Guru yang Dibutuhkan
Yang paling dibutuhkan justru guru yang lebih berfungsi sebagai motivator, menjadi role model, yang menginspirasi, serta mampu membangun karakter.
Sistem pendidikan di Indonesia dinilai tidak banyak memberikan ruang untuk pengembangan diri dan cenderung membelenggu kreativitas anak. Saat ini, anak-anak lebih banyak terbebeban materi pelajaran yang membuat daya kritis mereka justru tidak muncul. Hal ini dikarenakan orientasi sekolah hanya untuk memenuhi kebutuhan industrialisasi.

Fungsi pengajar juga belum mampu memberikan perubahan besar bagi peserta didik. Guru belum siap mengantarkan anak didiknya untuk menjawab tantangan pendidikan di masa mendatang. Padahal, di era disrupsi seperti saat ini yang paling dibutuhkan justru guru yang lebih berfungsi sebagai motivator, menjadi role model, yang menginspirasi, serta mampu membangun karakter anak didiknya.

Sehingga, perlu ada transformasi mendasar pada sistem pendidikan di negeri ini. Sistem yang maksud berupa pendidikan yang benar-benar memberikan ruang kreativitas bagi anak dengan para guru yang bisa menjadi motivator dalam meningkatkan kompetensi anak.

Baca: 2 Cara Sederhana untuk Menjadi Guru yang Baik

“Di sinilah, gerakan sekolah menyenangkan hadir dengan menawarkan konsep transformasi melalui penciptaan sebuah ekosistem sekolah yang lebih siap mengantarkan anak-anak didik yang siap menjawab tantangan jaman,” kata Pengamat Pendidikan, Muhammad Nur Rizal yang SekolahDasar.Net kutip dari Republika (17/04/18).

Rizal menjelaskan, ada empat prinsip utama ketika sekolah itu menjadi sebuah ekosistem sekolah yang menyenangkan, yakni learning environment, pedagogical practice, character development, dan school connectedness. Keempat prinsip itu yang patut menjadi perhatian bersama demi tumbuh- kembang segala potensi anak.

Sedangkan ekosistem sekolah menyenangkan antara lain memiliki ruang aktivitas fisik dan emosi, interaksi yang hangat, dan saling menghargai dalam kegiatan belajar, sehigga siswa merasa aman dan percaya diri serta pembelajarannya terhubung pada persoalan nyata.

Sekolah masa depan menggunakan metode belajar yang tidak hanya abstraksi membaca buku lalu ujian. Namun lebih memandang kepada persoalan nyata atau tematik dan itu membutuhkan paradigma yang berkembang di masa mendatang. Sekolah yang memberikan proses pengajaran yang bukan ordering, tapi coaching, melalui pendampingan, guru yang menginspirasi dan memotivasi.

“Oleh karena itu, ekosistem sekolah yang positif ini menjadi penting, demikian halnya pola pengajaran yang berpusat kepada siswa,” kata Pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) tersebut dalam workshop GSM di hadapan 32 perwakilan sekolah dasar (SD) se-Kota Semarang, di aula Gedung Labschool Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Baca Selengkapnya