Soal UTS Semester 1 Bahasa Inggris K13 Kelas 5

Soal UTS Semester 1 Bahasa Inggris K13 Kelas 5
Download Soal UTS Semester 1 Bahasa Inggris Kelas 5 SD/MI Kurikulum 2013.
Sesuai dengan kalender pendidikan, pada minggu-minggu bulan Oktober pada SD/MI akan dilaksanakan Ulangan Tengah Semester (UTS). Jadwal pelaksanaan UTS semeter 1 jenjang Sekolah Dasar (SD) ini ditetapkan oleh masing-masing Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

Untuk mendalami materi pelajaran Bahasa Inggris pada Kurikulum 2013 (K13) kelas 5 SD/MI sebagai persiapan UTS semester genap dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan mengerjakan soal-soal latihan UTS Bahasa Inggris sesuai dengan kisi-kisi.

Contoh Soal UTS Semester 1 Bahasa Inggris Kelas 5 SD/MI Kurikulum 2013

I. Pilihlah huruf a, b, c, atau d di depan jawaban yang paling tepat!
2. My ....... is eleven years old
a. addres
b. nationality
c. Age
d. Old

II. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!
2. Let's play a ............ . in the flied. We can fly it.

III. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar!
3. Mention 3 kind of hobbies, please!
4. Your friend is sick. What will you say?

Selengkapnya latihan soal UTS semester 1 untuk kelas 5 SD/MI mata pelajaran Bahasa Inggris sesuai Kurikulum 2013 yang belum dilengkapi dengan kunci jawaban, dapat didownload melalui tautan berikut ini:


Nilai Ulangan Harian (UH), Ujian Akhir Semester (UAS), dan nilai UTS akan diolah menjadi nilai akhir semester atau nilai rapor. Untuk mendapatkan hasil maksimal, download soal UTS Bahasa Inggris semester 1 kelas 5 SD/MI di atas.

Baca Selengkapnya

295 Ribu Guru Pensiun, Peluang Honorer jadi PNS

295 Ribu Guru Pensiun, Peluang Honorer jadi PNS
Selama memenuhi syarat, sangat memungkinkan bagi guru honorer untuk menjadi PNS.
Data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan guru yang akan pensiun mencapai 295 ribu orang lebih. Gelombang pensiun guru PNS dalam jumlah besar ini bakal terjadi dalam kurun 2017 – 2021. Kondisi ini menjadi peluang bagi tenaga honorer untuk naik status menjadi guru PNS.

Untuk mencari solusi pengisian kekosongan guru PNS itu, Kemendikbud segera berkoordinasi lintas kementerian. Diantaranya dengan Kementerian PAN-RB, Kemendagri, Kemenkeu, dan Kemenag. Kekosongan guru PNS itu tidak bisa diisi hanya dari rekrutmen guru garis depan (GGD).

Teknis rekrutmen guru PNS belum bisa disampaikan. Sebab pembahasan lintas kementerian masih belum dilaksanakan. Namun, ada kesempatan bagi para guru honorer untuk menjadi PNS. Dengan catatan guru honorer itu memenuhi syarat menjadi guru PNS. Di antaranya minimal berijazah S1 atau Diploma IV.

"Syarat untuk jadi PNS itu sudah ditetapkan Kementerian PAN-RB. Bukan kewenangan Kemendikbud," kata Sekretaris Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Nurzaman yang SekolahDasar.Net kutip dari JPNN (18/10/17).

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi menjelaskan pemerintah pusat harus secepatnya membuat analisis kebutuhan riil guru di lapangan. Selama ini pemerintah menyebut rasio guru di Indonesia sudah ideal. Ternyata dalam menghitung rasio tersebut, juga diikutsertakan para guru honorer.

Dia berharap untuk pengisian kekosongan guru PNS akibat pensiun itu memprioritaskan guru honorer. Sebab guru honorer banyak yang sudah puluhan tahun membantu pemerintah menambal kebutuhan guru di sekolah negeri. Guru honorer jangan seperti habis manis sepah dibuang.

Data Pensiun Guru PNS 2018

(5 Pemprov dan 5 Pemkab/Pemkot Terbanyak)

1. Pemprov DKI Jakarta : 2.328 orang
2. Pemprov Jawa Barat : 874
3. Pemprov Jawa Timur : 817
4. Pemprov Jawa Tengah : 781
5. Pemprov Sulawesi Selatan : 525

1. Pemkot Palembang : 614 orang
2. Pemkab Malang : 612
3. Pemkot Bandung : 548
4. Pemkab Jember : 540
5. Pemkab Bandung : 537

Jumlah Guru PNS Pensiun 2017-2021

2017 : 38.829
2018 : 51.458
2019 : 62.759
2020 : 72.976
2021 : 69.757
Total : 295.779 orang

Baca Selengkapnya

RPP Kurikulum 2013 Kelas 2 SD Tema 1 Subtema 1

RPP Kurikulum 2013 Kelas 2 SD Tema 1 Subtema 1
Download Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013 kelas 2 SD/MI tema 1 subtema 1.
Kurikulum 2013 pada jenjang tingkat SD/MI menggunakan metode pembelajaran tematik integratif. Dalam metode ini, materi ajar disampaikan dalam bentuk tema-tema yang mengintegrasikan seluruh muatan mata pelajaran. Kompetensi dari berbagai mata pelajaran diintegrasikan ke dalam berbagai tema.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013 berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Tema pada pembelajaran kelas 2 Tema 1 Hidup Rukun meliputi Subtema 1. Hidup Rukun di Rumah, Subtema 2. Hidup Rukun dengan Teman Bermain, Subtema 3. Hidup Rukun di Sekolah, dan Subtema 4. Hidup Rukun di Masyarakat

Pada kelas 2 SD/MI Kurikulum 2013, kompetensi dasar juga mengalami revisi, begitu pun buku guru dan buku siswa hingga pemetaan Kompetensi Inti (KI) dan kompetensi Dasar (KD) pada pembelajaran berubah. Sehingga pembuatan RPP Kurikulum 2013 Revisi Terbaru untuk kelas 2 SD juga mengalami sedikit perubahan.

RPP Kurikulum 2013 kelas 2 SD/MI tema 1 subtema 1 dapat didownload melalui tautan berikut ini:




Guru harus mempersiapkan perangkat pembelajaran sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Guru terlebih dulu membuat RPP sebagai pedoman untuk mendukung pelaksanaan kegiatan proses belajar menegajar. Guru yang membutuhkan referensi atau contoh dapat mendownload RPP Kelas 2 tema 1 subtema 1 di atas.

Baca Selengkapnya

Pengangkatan PNS melalui Penyesuaian/Inpassing

Pengangkatan PNS melalui Penyesuaian/Inpassing
Pengangkatan PNS dalam Jabatan Fungsional melalui penyesuaian atau inpassing.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka pendaftaran bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan mengisi formasi jabatan fungsional. Ini dalam rangka melaksanakan Peraturan Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Nomor 26 Tahun 2016 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Jabatan Fungsional melalui Penyesuaian/Inpassing.

Formasi jabatan fungsional yang dibuka adalah: 1. Pengembang Teknologi Pembelajaran; 2. Pamong Belajar; 3. Penilik; dan 4. Pamong Budaya. Informasi lengkap tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Jabatan Fungsional melalui Penyesuaian/Inpassing di Kemendikbud, dapat dilihat pada laman: http://jabfung.kemdikbud.go.id.

Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melakukan kegiatan pengembangan teknologi pembelajaran. Jabatan Fungsional Pamong Belajar adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan belajar mengajar, pengkajian program, dan pengembangan model pendidikan nonformal dan informal.

Jabatan Fungsional Penilik adalah Jabatan Fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan pengendalian mutu dan evaluasi dampak program pendidikan anak usia dini dan pendidikan kesetaraan. Jabatan Fungsional Pamong Budaya adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk pembinaan kebudayaan.

Baca Selengkapnya

Big Book “Di Dalam Hutan” Media Pembiasaan Literasi

Big Book “Di Dalam Hutan” Media Pembiasaan Literasi
Big book “ di dalam hutan” adalah media pembiasaan membaca.
Pembiasaan pada kegiatan literasi adalah bagian tahapan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang bertujuan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik terhadap buku (bacaan) dan kegiatan membaca sesuai dengan Permendikbud No 23 tahun 2015. Kegiatan pembiasaan bisa dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu kegiatan pembiasaan jenjang SD kelas bawah dan jenjang SD kelas atas.

Big book atau buku besar adalah media pembelajaran membaca dengan pendekatan membaca bersama (shared reading) yang memiliki ukuran, tulisan dan gambar yang besar dengan tujuan bisa dilihat oleh peserta didik dengan jelas, dibuat dengan menyesuaikan kebutuhan siswa baik kebutuhan SD jenjang kelas atas ataupun kelas bawah dan terdapat prinsip pengulangan bacaan dengan tujuan untuk mengenalkan rangkain huruf, kata, serta menghubungkan dengan bunyi karena disajikan dalam bentuk lisan (Wardhani, 2015).

Fakta di lapangan peserta didik kelas 1 SD Muhammadiyah 9 mempunyai kecenderungan kemampuan motorik yang sangat tinggi dengan dibarengi tingginya kemampuan linguistik peserta didik sehingga kecenderungan suasa kelas sangat ramai. Karakteristik peserta didik tersebut berpengaruh pada kemampuan fokus dalam membaca apalagi membaca yang butuh waktu lama dan teks bacaan yang panjang.

Fakta dilapangan berikutnya, kemampuan membaca pada peserta didik kelas 1 SD Muhammadiyah 9 sangat beragam mulai dari yang sudah lancar membaca, perlu pendampingan dalam membaca sampai peserta didik yang belum mampu merangkai huruf atau kata secara mandiri. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh program Full Day School (FDS) yang masih di selenggarakan di SD Muhammadiyah 9, karena berdasarkan informasi guru kelas 1 dengan program Full Day School (FDS) waktu pembinaan membaca personal bagi peserta didik yang belum mampu membaca kurang, karena pendampingan hanya bisa dilakukan di sela-sela pembelajaran, waktu tambahan pulang sekolah sudah tidak memungkingkan baik fisik maupun kemampuan menerima tambahan pendampingan baik dari sisi peserta didik maupun tenaga guru.

Berdasarkan fakta di lapangan masih perlunya media untuk melatih pembiasaan membaca pada peserta didik kelas 1 atau pemula sehingga peserta didik kelas 1 mampu menyimak cerita, meprediksi gambar, membaca nyaring dan senyap dengan menggunakan teks sederhana dengan baik. Big book “ di dalam hutan “ salah satu media pembiasaan membaca tepat karena Big book atau buku besar dengan judul di dalam hutan berisi gambar dengan teks sederhana, memuat prinsip pengulangan bacaan dengan pemdekatan membaca bersama (shared reading).

Analisis Masalah

Pembiasaan membaca selama 15 menit setiap hari sebelum proses pembelajaran untuk membaca buku selain buku mata pelajaran dan mendorong peserta didik gemar membaca merupakan kegiatan wajib pengembangan potensi diri yang merupakan bentuk kegiatan gerakan Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) di Sekolah sebagai upaya penghargaan terhadap keunikan potensi peserta didik untuk dikembangkan (Permendikbud No 23 tahun 2015).

Tahapan pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) terdiri dari 3 tahapan yaitu pembiasaan untuk penumbuhan minat baca, tahapan pengembangan melalui kegiatan menanggapi buku pengayaan, dan tahapan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran. Kegiatan pembiasaan jenjang SD kelas bawah terdiri dari menyimak cerita, meprediksi gambar, membaca nyaring dan senyap dengan menggunakan buku cerita bergambar tanpa teks ataupun buku cerita bergambar dengan teks sederhana. Konten bacaan yang sesuai dengan jenjang SD kelas bawah adalah: buku bacaan berukuran besar (big book), buku mengadung pesan moral, buku bergenre fantasi dengan tokoh binatang (fabel), informasi sederhana, cerita mengandung nilai optimis, inspiratif, dan mengembangakan imajinatif (Faizah, 2016).

Big book “ di dalam hutan” adalah media pembiasaan membaca yang dibuat untuk media pembelajaran jenjang SD kelas bawah yang bertujuan untuk:

1. Membuat peserta didik senang terhadap buku yaitu buku bacaan jenis big book “di dalam hutan” dan senang membaca, tertihat dari ketertarikan peserta didik terhadap buku.

2. Merangsang imajinasi peserta didik tentang hutan dari gambar latar hutan yang terdiri dari tumbuhan yang besarnya beragam, terdapat aliran sungai, padang rumput dengan harapan yang mampu mendiskripsikan kondisi hutan sebenarnya pada peserta didik.

3. Mengenalkan keragaman jenis hewan yang terdapat dihutan sekaligus sumber kosakata nama-nama hewan mulai dari hewan yang bertubuh kecil sampai besar, dan dari hewan jenis pemakan rumput sampai pemakan hewan lain,

4. Menganalkan tentang kalimat perintah secara tidak langsung yaitu melalui penyajian dalam bentuk lisan dan bunyi dari intonasi guru dalam memberi contoh membaca. Sekaligus mengenalkan ciri kata perintah yang diakhiri tanda seru, dikenalkan secara tidak langsung karena melalui prinsip pengulangan dan penulisan yang mampu dilihat oleh peserta didik secara langsung.

5. Melatih analisis sekaligus ketelitian peserta didik melalui sajian gambar yang letaknya berpindah-pindah sehingga peserta didik mampu membedakan posisi hewan. Selain itu di akhir rangkaian teks sederhana pada gambar muncul raja hutan yaitu singa yang merupakan hewan pemakan daging, dan bertepatan hilangnya kelinci dari hutan. Gambar dan teks sederhana akan merangsang munculnya analisa siswa tentang peristiwa tersebut Kemampuan analisa ini adalah salah satu indikator high-order thinking skill (HOTS) (Anderson, 2015).

Hasil observasi lapangan tentang big book “Di dalam hutan” sebagai media pembiasaan literasi. Penggunaan big book “Di dalam hutan” pada kelas 1 Ibnu Kaldun terlihat berjalan dengan baik, awal guru memperlihatkan big book dan memberi informasi kalau akan belajar membaca bersama, semua peserta didik langsung menempati bangku masing-masing. Guru membaca judul “Di dalam hutan,” yang ditirukan oleh semua peserta didik dengan baik. “Apa benar di dalam hutan?” secara responsif beberapa peserta didik menjawab, ”Benar, kan ada banyak pohonnya.”

Guru melanjutkan membaca dengan sangat baik intonasi tanda baca koma, intonasi kata perintah sangat di perhatikan serta guru membaca dengan artikulasi kata sangat jelas sehingga peserta didik menirukan dengan tepat. Pada kelas Ibnu Kaldun umpan balik bisa di respon oleh beberapa peserta didik yaitu berupa menyebutkan jenis hewan yang terdapat di hutan.

Pada akhir observasi peserta didik ada yang bertanya, “Kenapa kelinci suruh pergi dari hutan?” Teman yang lain merespon, “Karena ada elang atau hutan bukan tempatnya kelinci.” Hasil analisis peserta didik sangat baik. (Obs 1 Ibnu Kaldun).

Hasil observasi berikutnya di kelas 1 Ibnu Sina. Guru menginformasikan bahwa kegiatan belajar akan diawali dengan membaca nyaring bersama-sama. Guru menginformasikan kesepakatan membaca dan mulai memperlihatkan media big book “Di dalam hutan,” semua peserta didik merespon dengan kompak meminta buku dikelilingkan. Hal tersebut merupakan bukti ketertarikan peserta didik dengan buku. Pada kelas Ibnu Sina ketertarikan lebih tinggi dengan buku, ketika guru membacakan setiap lembaran teks bacaan peserta didik banyak yang mendekat pada media dan banyak yang merespon dengan memberikan pertanyaan. “ Ustazah setelah ini hewan apalagi yang ada di hutan?” ungkapan rasa ingin tahu peserta didik terhadap media. Dengan kondisi seperti itu guru secara cepat melakukan pengembangan materi,” Ayo siapa yang tahu hewan apalagi ya yang ada di hutan?”. Peserta didik pun merespon dengan cepat, meskipun hewan yang disebutkan peserta didik tidak sesuai teks dan gambar, hal tersebut merupakan bukti kemampuan pengembangan materi dari sisi peserta didik.

Pertanyaan serupa di kelas 1 Ibnu Sina, “Kenapa kelinci suruh pergi dari hutan?” Jawaban dari temannya, “ Karena ada singa jadi semua takut terus lari”. Teman lain menjawab, “ Singa adalah hewan buas, jadi bisa makan hewan lain.”( Obs 2 Ibnu Sina).

Data observasi di atas dapat diihtisarkan bahwa big book “Di dalam hutan,” merupakan media pembiasaan literasi yang tepat karena mampu menumbuhkan minat peserta didik terhadap bacaan dan kegiatan membaca. Selaian itu big book “Di dalam hutan,” bisa memfasilitasi kegiatan membaca pada tahap pembiasaan karena terdapat proses menyimak baik pada gambar, teks bacaan ataupun menyimak pertanyaan dan menyimak respon teman sejawat. Peserta didik mengalami perkembangan dalam kemampuan memprediksi baik melalui gambar ataupun umpan balik guru. Proses pengembangan imajinasi peserta didik juga terfasilitasi dalam big book “Di dalam hutan,” buktinya peserta didik mampu mengimajinasikan kelinci ada di mana saat keberadaannya tidak ada di hutan.
Pembiasaan literasi melalui big book “Di dalam hutan,” terbukti mampu menerapkan pendekatan membaca bersama (shared reading) terbukti satu media mampu memfasilitasi klasikal secara bersama dengan memperkaya jumlah kosakata peserta didik tentang jenis hewan yang hidup di hutan. Big book “Di dalam hutan,” juga menerapkan prinsip pengulangan bacaan dengan tujuan untuk mengenalkan rangkain huruf dan kata, sehingga kadang juga menimbulkan kebosanan bagi siswa yang sudah pintar membaca dengan respon refleknya, “Kenapa kok gituu terus? Kelinci, pergilah dari hutan, gitu lagi.” Big book “Di dalam hutan,” mampu menghubungkan dengan bunyi karena disajikan dalam bentuk lisan faktor ini dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam menyajikan proses membaca nyaring pada peserta didik, karena membaca nyaring memerlukan intonasi, artikulasi, penekanan kata yang baik sehingga mendukung bacaan lebih jelas dan mudah dimengerti (Wardhani, 2015).

Kesimpulan

Kesimpulan dari kegiatan penggunaan media big book “Di dalam hutan,”terbukti mampu sebagai media pembiasaan literasi di kelas 1 SD Muahammadiyah 9 Malang dengan bukti data sebagai berikut:

1. Big book “Di dalam hutan,”mampu menumbuhkan minat peserta didik terhadap bacaan dan kegiatan membaca peserta didik.
2. Big book “Di dalam hutan,” mampu sebagai media yang menerapkan semua prinsip tahap pembiasaan kegiatan literasi.
3. Big book “Di dalam hutan,” memenuhi syarat menjadi konten bacaan yang sesuai dengan peserta didik jenjang SD kelas rendah.

Daftar Pustaka

Anderson, L.,David, K. 2015. Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Faizah, U,D. 2016. Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan dasar dan MenengahKementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 23 Tahun2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.
Wardhani, L. 2015. Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Melalui Media Big Book. Online. Tersedia di http://megawardhani.blogspot.co.id/2015/12/meningkatkan-keterampilan-membaca.html. (11-10-2017)

*) Ditulis oleh Louis Ifka Arishinta, M.Pd. Guru SD Muhammadiyah 9 Malang

Baca Selengkapnya

Atasi Kekurangan Guru PNS, Honorer Akan Direkrut

Atasi Kekurangan Guru PNS, Honorer Akan Direkrut
Untuk mengatasi kekurangan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS)  akan merekrut pegawai honorer.
Untuk mengatasi kekurangan guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merekrut pegawai honorer. Hal ini untuk menutup kekurangan guru PNS tersebut.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Agus Suradika, daerahnya kekurangan sekitar 14.000 guru PNS karena banyak yang pensiun dan belum ada lagi pengangkatan guru PNS.

"Kami akan buat strategi darurat menggunakan regulasi yang ada, tetapi dengan lebih banyak pada diskresi gubernur. Substansinya sedang kami diskusikan termasuk dengan DPRD juga," kata Agus yang SekolahDasar.Net kutip dari Kompas (12/10/17).

Rekrutmen pegawai non-PNS dengan sistem pengadaan jasa dilakukan karena Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) belum mencabut moratorium penerimaan guru PNS.

"Kami buat ketentuan yang lebih spesifik dengan kekhasan pertimbangan proses pembelajaran di kelas, profesionalisme, keuangan, dan aspek lain yang perlu kami lihat lebih detail lagi," kata Agus.

Rekrutmen akan dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. BKD DKI Jakarta telah mengusulkan penambahan PNS, termasuk guru, kepada Kemenpan RB. Namun, Kemenpan RB belum menyetujui kuota yang diusulkan.

Baca Selengkapnya

Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018

Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018
Jumlah Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2018 sebanyak 21 hari.
Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2018 telah ditetapkan Pemerintah dan telah ditandatangani kementerian terkait. Keputusan tersebut ditandatangani masing-masing menteri, yaitu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur.

Keputusan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2018 itu tertuang dalam surat Nomor 707 Tahun 2017, Nomor 256 Tahun 2017, Nomor:01/Skb/Menpan-Rb/09/2017 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018. Keputusan tersebut diketuk setelah melalui serangkaian proses pembahasan yang dikoordinasikan oleh Kemenko PMK dengan beberapa kementerian terkait.

"Penerbitan Keputusan Bersama tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018 adalah dalam rangka efisiensi dan efektivitas hari kerja serta memberi pedoman bagi instansi pemerintah dan swasta dalam melaksanakan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2018," tulis Kemenko PMK dalam keterangannya (10/10/2017).

Adapun jumlah Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2018 yaitu sebanyak 21 hari, dengan rincian Hari Libur Nasional sebanyak 16 hari dan cuti bersama sebanyak lima hari untuk Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah dan Hari Raya Natal. Berikut rincian Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2018:

Hari Libur Nasional Tahun 2018

1 Januari, Senin (Tahun Baru 2018 Masehi)

16 Februari, Jumat (Tahun Baru Imlek 2569 Kongzili)

17 Maret, Sabtu (Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940)

30 Maret, Jumat (Wafat Isa Al Masih)

14 April, Sabtu (Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW)

1 Mei, Selasa (Hari Buruh Internasional)

10 Mei, Kamis (Kenaikan Isa Al Masih)

29 Mei, Selasa (Hari Raya Waisak 2562)

1 Juni, Jumat (Hari Lahir Pancasila)

15-16 Juni, Jumat-Sabtu (Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah)

17 Agustus, Jumat (Hari Kemerdekaan Republik Indonesia)

22 Agustus, Rabu (Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriyah)

11 September, Selasa (Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah)

20 November, Selasa (Maulid Nabi Muhammad SAW)

25 Desember, Selasa (Hari Raya Natal)

Cuti Bersama Tahun 2018 :

13, 14, 18, dan 19 Juni Rabu, Kamis, Senin dan Selasa (Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah)

24 Desember, Senin (Hari Raya Natal)

Baca Selengkapnya