• Berikan Masukan Pada Uji Publik Kurikulum 2013
    Perubahan kurikulum baru sudah memasuki tahap uji publik. Dengan dimulainya uji publik pengembangan kurikulum 2013 berarti semua elemen masyarakat dapat berpendapat dan memberi masukan. Kurikulum yang akan diterapkan tahun ajaran baru 2013/2014 untuk penyempurnaan calon kurikulum pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

    Pengembangan Kurikulum 2013 dilakukan dalam empat tahap, yaitu tahap pertama penyusunan kurikulum di lingkungan internal Kemdikbud. Tahap kedua adalah pemaparan desain Kurikulum 2013 di depan Wakil Presiden dan Komisi X DPR RI. Tahap ketiga, pelaksanaan uji publik guna mendapatkan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satu cara yang ditempuh adalah melalui saluran daring (on-line).

    Untuk memberikan masukan dan pendapat terhadap pengembangan kurikulum baru masyarakat umum bisa menyampaikannya melalui situs http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id. Di laman website tersebut, masyarakat bisa mendapatkan atau men-download draf kurikulum baru dan alternatif yang ditawarkan oleh Kemendikbud terkait teknis pelaksanaannya.

    Selain dilakukan secara online, uji publik yang dijadwalkan dari tanggal 29 November-23 Desember itu rencananya juga akan dilakukan melalui roadshow ke lima kota besar dan 33 kabupaten/kota di Indonesia. Sebelumnya akhirnya, pada tahap keempat, dilakukan penyempurnaan untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Kurikulum 2013.

    Mendikbud M Nuh mengatakan, pendapat masyarakat luas sangat dibutuhkan agar dapat mengoreksi kekurangan yang ada pada kurikulum yang akan diluncurkan pada pertengahan 2013 mendatang itu. Masukan tersebut akan digunakan untuk menyempurnakan formula kurikulum 2013.

    Untuk perubahan kurikulum sekolah dasar (SD) mengalami banyak kontroversi, mulai dari dari dihilangkannya mata pelajaran bahasa Inggris, sampai pengurangan mata pelajaran yang tidak mengikutkan IPA dan IPS sebagai mata pelajaran wajib di SD. Bagi Bapak Ibu yang ingin memberikan masukan atau pendapatnya mengenai perubahan atau pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan mulai Juni 2013 itu, bisa menyampaikannya di website di atas.

    more
  • Inilah Alasan Dilakukannya Perubahan Kurikulum
    Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) akan segera diganti dengan kurikulum baru, yang rencananya akan mulai diterapkan tahun ajaran baru 2013/2014. Dalam perubahan kurikulum tersebut, khusus untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) mengalami banyak perubahan standar isi kurikulum. Di SD akan diterapkan sistem pembelajaran berbasis tematik integratif.

    Banyak yang mempertanyakan dengan sikap pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang melakukan perubahan kurikulum. Di kalangan masyarakat atau pendidik memang sudah sering terdengar jika ganti menteri maka akan juga ganti kurikulum. Kontroversi terhadap perubahan kurikulum ini terus bermunculan. Banyak pihak menanyakan alasan digantinya kurikulum.

    Penataan kurikulum pendidikan yang akan diterapkan Juni 2013 ini adalah salah satu target yang harus diselesaikan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 di sektor pendidikan. Perubahan kurikulum dilakukan untuk menjawab tantangan zaman yang terus berubah agar peserta didik mampu bersaing di masa depan.

    Alasan lain dilakukannya perubahan kurikulum adalah kurikulum sebelumnya dianggap memberatkan peserta didik. Terlalu banyak materi pelajaran yang harus dipelajari oleh peserta didik, sehingga malah membuatnya terbebani.

    Perubahan kurikulum ini juga melihat kondisi yang ada selama beberapa tahun ini. KTSP yang memberi keleluasaan terhadap guru membuat kurikulum secara mandiri untuk masing-masing sekolah ternyata tak berjalan mulus.

    Untuk tingkat SD terjadi perubahan yang cukup besar. Di SD yang dulunya ada 10 mata pelajaran dikurangi menjadi 6 mata pelajaran yaitu empat mata pelajaran utama (PPKn, Agama, Bahasa Indonesia, dan Matematika) dan dua mata pelajaran muatan lokal (Seni Budaya dan Penjas).

    Berkurangnya mata pelajaran dalam kurikulum baru ini justru membuat lama belajar peserta didik di sekolah bertambah. Kemendikbud akan menambah jam belajar di sekolah untuk menangkal efek negatif dunia luar sekolah. Waktu luang yang lebih banyak di luar sekolah dianggap memicu peserta didik melakukan atau bersentuhan dengan tindakan negatif.

    more
  • Inilah Harapan Bapak Ibu Guru SD di Hari Guru
    Hari guru di Indonesia diperingati setiap 25 Nopember, ini sesuai dengan lahirnya organisasi PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) pada tanggal 25 November 1945 atau 100 hari setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Cikal bakal organisasi PGRI adalah diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912, kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932. Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru bangsa Indonesia.

    Semangat kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24 – 25 November 1945. Melalaui kongres yang diselenggarakan di Surakarta ini, segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kongres pada tanggal 25 November 1945, seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.

    Di Hari Guru 25 Nopemeber 2012 ini, banyak sekali harapan khususnya dari Bapak Ibu guru. Sebagai ujung tombak dalam melaksanakan amanat Undang-undang Dasar '45 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, ini harapan Bapak Ibu Guru yang terekam di halaman SEKOLAH DASAR.

    BagiKU GURU adalah PAHLAWAN YANG SANGAT BERJASA dalam mencerdaskan bangsa dan negaranya. Kami para guru "sedikit bicara banyak berbuat dan banyak bertindak untuk mencerdaskan dan memajukan negeri ini", dengan adanya SERTIFIKASI semakin mendorong kami untuk konsisten dalam mendidik dan mencerdaskan anak negri ini. INSYAALLAH.. "SELAMAT HARI GURU..". ~ Nelda Wati, Guru SDN 005 Langgini Bangkinan Kampar, Riau.

    Semoga guru-guru di Indonesia lebih berkualitas dalam hal pendidikan dan mengembangkan tugas dan kewajibannya dengan hati tulus ikhlas, dan juga kesejahteraan guru sebagai pendidik agar lebih diperhatikan dan ditingkatkan. Semoga, amin. ~ Yatie Astambul, Guru SDN Sungai Alat 2 , Kab. Banjar, Kalimantan Selatan.

    Tolong tingkatkan perhatian untuk tenaga pendidik di daerah terpencil. ~Sumarni, guru SD 42/VII Pekan Gedang II, Kec. Batang Asai, Kab. Sarolangun, Jambi

    Harapannya semoga bisa menjadi 'guru' yangg seutuhnya, bekerja dengan hati hingga kan sampai ke hati. ~Rini As, guru SDN 03 Semingkir, Randudongkal.

    Semoga semua guru di Indonesia selalu diberikan KESEHATAN lahir dan batin, agar dapat selalu bekerja untuk memberikan ilmu kepada putra/i terbaik Indonesia. ~Maiko Sabri Martha, Guru SD GLOBAL MADANI LAMPUNG.

    Semoga Guru Indonesia tetap konsisten dengan gelar "Pahlawan tanpa tanda jasa", konsisten dengan pengabdian tanpa pamrih. ~Ari N Aini, Guru SDN Mergosono 4 Malang

    Semoga guru dapat menghadapi tuntutan tuntutan yang semakin banyak demi kemajuan pendidikan. ~Haryati, guru SDN Nagrog

    Harapan saya sesama tenaga honorer pasti sama, kesejahteraan diperhatikan karena tanggungjawab dan kinerja sama dengan PNS sama-sama mendidik anak bangsa. ~Dwi Reno Boedihartati, guru SDN 028 Samarinda Seberang, Kaltim

    Semoga pendidikan di Indonesia semakin berkwalitas bukan hanya di bidang ilmu pengetahuan tapi juga dari aspek moral. ~Petrus Lapeng, guru SDN 1 Lalebbata Palopo

    Salam untuk bapak ibu guru di seluruh Indonesia,selamat hari Guru semoga tambah semangat dan ikhlas dalam menjalankan tugas mulia untuk negara tercinta Indonesia, salam juga untuk teman2guru di Papua semangat temanku. ~De Thune Schumia, SDN Pandean Lamper 02, Semarang

    Aku hanya ingin guru itu mau menulis, di media cetak maupun elektronik karena dengan menulis kita tahu kualitas ilmu sang guru dari hasil tulisannya. ~Anik Widayati, SD Candirejo 1 Semin Gunungkidul DIY

    Masih banyak lagi harapan dari Bapak Ibu Guru di Hari Guru Nasional ini, lebih banyak lagi bisa dilihat di sini. Semuanya percaya diri dan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak Indonesia. Keterbatasan mereka tak mengurangi niatnya untuk mengabdi. Engkau sebagai pelita dalam kegelapan, laksana embun penyejuk dalam kehausan. Engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa. Apa harapan Bapak Ibu, tulis saja di kolom komentar!

    more
  • 4 Kompetensi yang Wajib Dikuasai Guru
    Untuk menciptakan peserta didik yang berkualitas, guru harus menguasai 4 kompetensi. Keempat kompetensi yang harus dikuasai guru untuk meningkatkan kualitasnya tersebut adalah kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Guru harus sungguh-sungguh dan baik dalam menguasai 4 kompetensi tersebut agar tujuan pendidikan bisa tercapai.

    1. Kompetensi Pedagogik
    Kompetensi pedagogik pada dasarnya adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik. Kompetensi yang merupakan kompetensi khas, yang membedakan guru dengan profesi lainnya ini terdiri dari 7 aspek kemampuan, yaitu:
    1. Mengenal karakteristik anak didik
    2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran
    3. Mampu mengembangan kurikulum
    4. Kegiatan pembelajaran yang mendidik
    5. Memahami dan mengembangkan potensi peserta didik
    6. Komunikasi dengan peserta didik
    7. Penilaian dan evaluasi pembelajaran

    2. Kompetensi Profesional.
    Kompetensi ini dapat dilihat dari kemampuan guru dalam mengikuti perkembangan ilmu terkini karena perkembangan ilmu selalu dinamis. Kompetensi profesional yang harus terus dikembangkan guru dengan belajar dan tindakan reflektif. Kompetensi profesional merupakan kemampuan guru dalam menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi:
    • Konsep, struktur, metode keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar
    • Materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah
    • Hubungan konsep antar pelajaran terkait
    • Penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari
    • Kompetensi secara profesional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional

    3. Kompetensi  Sosial
    Kompetensi sosial bisa dilihat apakah seorang guru bisa bermasyarakat dan bekerja sama dengan peserta didik serta guru-guru lainnya. Kompetensi sosial yang harus dikuasai guru meliputi:
    • Berkomunikasi lisan dan tulisan
    • Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional
    • Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik
    • Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar
    • Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia
    • Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan
    • Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru

    4. Kompetensi Kepribadian
    Kompetensi ini terkait dengan guru sebagai teladan, beberapa aspek kompetensi ini misalnya:
    • Dewasa
    • Stabil
    • Arif dan bijaksana
    • Berwibawa
    • Mantap
    • Berakhlak mulia
    • Menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat
    • Mengevaluasi kinerja sendiri
    • Mengembangkan diri secara berkelanjutan

    Keempat kriteria tersebut biasanya didapat dan dikembangkan ketika menjadi calon guru dengan menempuh pendidikan di perguruan tinggi khususnya jurusan kependidikan. Perlu adanya kesadaran dan keseriusan dari guru untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensinya. Karena kian hari tantangan dan perubahan zaman membuat proses pendidikan juga harus berubah.

    more
  • Download Kisi-kisi Ujian Nasional UN SD/MI 2013
    Kemendikbud melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) akhirnya merilis kisi-kisi soal Ujian Nasional (UN) 2013 mulai untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Sepertinya tahun lalu, kisi-kisi UN SD/MI ini mencangkup 3 mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

    Perkiraan soal UN 2013 untuk jenjang SD ini sudah bisa didapatkan (didownload). Kisi-kisi soal UN SD/MI/SDLB 2013 yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan soal UN 2013 ini terdiri beberapa kompetensi yang dijabarkan menjadi beberapa indikator yang kemudian akan digunakan dasar pembuatan soal UN 2013. Berikut contoh kompetensi dan indikator pada kisi-kisi UN SD/MI 2013:

    KISI-KISI UJIAN NASIONAL BAHASA INDONESIA SD/MI 2013
    • Disajikan petunjuk penggunaan obat, siswa dapat menjelaskan penggunaan obat sesuai dengan tingkatan umur.
    • Disajikan petunjuk penggunaan sebuah produk yang diacak, siswa dapat mengurutkan dengan susunan yang tepat.
    • Disajikan rubrik khusus surat pembaca, siswa dapat menentukan kalimat saran dengan tepat.

    KISI-KISI UJIAN NASIONAL MATEMATIKA SD/MI 2013
    • Siswa dapat menentukan hasil operasi hitung campuran bilangan cacah
    • Siswa dapat menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan operasi hitung campuran bilangan cacah
    • Siswa dapat menentukan hasil operasi hitung campuran bilangan bulat

    KISI-KISI UJIAN NASIONAL IPA SD/MI 2013
    • Siswa dapat menjelaskan fungsi dari ciri khusus pada hewan/tumbuhan tertentu
    • Disajikan contoh beberapa tumbuhan/hewan dalam satu kelompok, siswa dapat menentukan dasar pengelompokan dari tumbuhan/hewan tersebut
    • Siswa dapat menjelaskan manfaat hewan/tumbuhan bagi kehidupan manusia/lingkungan

    Cara Download Kisi-kisi Ujian Nasional UN SD/MI 2013
    Kisi-kisi UN SD/MI/SDLB 2013 yang sudah dikeluarkan oleh BNSP bisa didownload (unduh) dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
    1. Kunjungi link ini KISI-KISI UN SD/MI/SDLB 2013
    2. Klik Download yang ada di pojok kanan atas
    3. Download (126, 19 KB) Kisi-Kisi-SDMI-SDLB-tahun-2012-2013

    Dengan Bapak Ibu mendapatkan Kisi-kisi UN SD/MI 2013 ini dengan 'mendownloadnya', guru dapat segera memanfaatkan kisi-kisi UN tersebut sebagai acuan untuk mengajarkan materi yang sesuai kepada peserta didiknya. Materi yang dimuat dalam kisi-kisi UN SD/MI dan akan diujikan dalam UN 2013 tahun depan pun tidak jauh berbeda dengan kisi-kisi soal UN SD/MI 2012.

    more
  • Saatnya Ayah Mencukupi Gizi Anak
    Budaya patriakat yang dianut masyarakat Sikka dari masa lampau ternyata masih diwariskan hingga saat ini. Konsekuensinya, urusan anak dan rumah tangga menjadi tanggung jawab ibu. Hamil dan melahirkan dianggap sudah kodrat seorang ibu. Menyusui dan membesarkan juga sepenuhnya wewenang ibu.

    Padahal, anak pada dasarnya tidak pernah menginginkan kehadirannya di dunia ini. Anak pada dasarnya tidak menghendaki sebuah kehidupan tercipta. Kehadiran seorang anak merupakan konsekuensi dari cinta kasih orang tua, ayah dan ibu. Sebagai sebuah akibat dari perwujudan cinta kasih, sesungguhnya anak mestinya dicintai setulusnya baik oleh ibu maupun ayah. Sebagai kepala keluarga, seorang ayah berkewajiban memenuhi segala nutrisi yang dibutuhkan anak sejak dalam kandungan hingga minimal anak mencapai 1000 hari umurnya.

    Makanan tidak hanya mempengaruhi kesehatan tubuh, tetapi juga otak. Anak membutuhkan asupan gizi yang tepat untuk meningkatkan kemampuan otak mereka. Nutrisi yang baik dari makanan dapat meningkatkan memori otak dan keterampilan anak sehingga mereka menjadi lebih mahir dalam menghafal atau mengingat sesuatu.

    Karena itu, asupan gizi yang seimbang mestinya sudah tersedia dalam jumlah yang cukup semenjak anak menyusu pada ibunya dalam bentuk ASI. Oleh dr. Zhang Wenhua seorang dokter spesialis anak, pada saat menyusui, seorang ibu sesungguhnya sedang membentuk inteligensia dan emosional anaknya. ASI yang sang ibu berikan kepada anaknya mengandung komposisi gizi yang sangat dibutuhkan oleh pertumbuhan otak bayi. Uji klinis telah membuktikan bahwa bayi yang dibesarkan dengan ASI, IQ-nya (Intellegencia Quotient) lebih tinggi. Melalui proses menyusui, pendekatan intim antara bayi dan ibu, lebih mudah menumbuhkan EQ bayi dalam kepercayaan diri sendiri maupun orang lain.

    Dimanakah peran sang Ayah ketika sang Ibu bertugas menyusui? Ayah wajib memenuhi nutrisi yang dibutuhkan ibu bagi asupan gizi sang anak. Kewajiban ini mutlak dipenuhi sang ayah karena ayah bekerja di luar rumah untuk mencari nafkah karena untuk pemberian ASI eksklusif saja sangat diperlukan peran sosok seorang ayah. Menurut Menteri Kesehatan RI, para suami agar dapat ikut berpartisipasi dalam menyukseskan pemberian ASI eksklusif dalam upaya mendorong pemberian makanan bayi itu yang masih rendah di Indonesia. Kami melihat salah satu permasalahannya adalah karena ini merupakan masalah gender, para ayah kurang mau terlibat dalam pemberian ASI kepada anaknya, dan menjadikannya masalah perempuan saja. Oleh karena itu, suami juga perlu dilibatkan dalam promosi ASI eksklusif ini.”

    Berdasarkan pernyataan tersebut, jelaslah bahwa peran ayah dalam men-suplai kebutuhan gizi bagi anak masih sangat rendah. Ayah tidak terlalu peduli dengan masalah menyiapkan makanan pokok, mengolah bahan makanan menjadi menu seimbang, menyuapi anak, dan mendampingi anak selama proses tumbuh kembangnya. Berdasarkan data Susenas 2010, baru 33,6 persen atau sekitar sepertiga bayi yang mendapatkan ASI eksklusif mulai lahir hingga berusia enam bulan, cakupan yang dinilai masih sangat rendah.

    Selain ASI eksklusif yang diberikan hingga bayi berusia 6 bulan, bayi pun memerlukan makanan pendamping ASI yang cukup untuk tumbuh kembangnya. Pada prinsipnya, bayi memerlukan pemberian makanan secara bertahap. Dari tahap awal yang dimulai dari yang cair, lalu setengah padat, kemudian padat, dan dilanjutkan makanan biasa berupa nasi dan lauk pauk. Tidak ketinggalan asupan air, vitamin, serta mineral untuk bayi haruslah cukup.

    Bagaimana peran ayah dalam menyediakan kebutuhan gizi bagi anak selama 1000 hari pertama?
    1. Sebagai suplair
    Ayah harus berperan sebagai suplair atau penyedia. Ayah wajib menyediakan berbagai kebutuhan ibu bukan hanya pada saat menyusui, tetapi juga ketika anak masih dalam kandungan. Bahan makanan sederhana, tetapi berkalori seperti nasi, ubu-ubian, atau jagung, kampungan, tetapi bermineral seperti daun singkong, daun merungge, daun katuk, dan murah, tetapi berprotein seperti telur, ikan teri, kacang-kacangan merupakan bahan makanan penting yang harus disediakan ayah untuk ibu dan anak.

    2. Sebagai pengolah
    Ayah harus menjadi pengolah bahan makanan menjadi menu seimbang. Sudah saatnya ayah menjadi “Chef Master” keluarga pada saat ibu dan anak memasuki masa emasnya. Makanan yang enak tidak harus mahal, bukan? Pengolahan sederhana/tradisional dapat dilakukan ayah karena mengolah makanan secara tradisional diyakini tidak menghilangkan zat makanan. Bening merungge, ketupat, rebus telur adalah menu seimbang kaya gizi bagi ibu dan anak. Rebus kacang hijau, bayam tumis, sangan ikan teri, dan nasi jagung juga merupakan menu seimbang yang kaya gizi. Menu masakan seperti ini bisa dilakukan oleh semua ayah di Niang Sikka tanpa kecuali. Jika semuanya disiapkan dengan penuh cinta seperti sejak pandangan pertama dan disantap oleh ibu dengan penuh cinta akan tumbuh kembang si buah hati, niscaya anak pasti menjadi pewaris keluarga yang sehat dan kuat.

    3. Sebagai rekan sekerja
    Ketika anak sudah mulai bisa makan sendiri, ibu dan ayah bisa berbagi peran dalam menyiapkan hidangan dan menyuapi si Kecil. Ayah harus bisa menjadi mitra sekerja ibu secara sukarela dan senang hati. Ayah harus bisa merayu anak untuk bisa makan sayur bening dan nasi. Ayah juga harus bisa mengendalikan anak untuk tidak mengonsumsi makanan instan/cepat saji. Ayah harus bisa melatih anak untuk berani menentukan pilihan dan bertanggung jawab atas pilihan makanan yang dilakukan anak. Ayah dan ibu harus bisa meyakinkan anak bahwa makanan bergizi tidak harus mahal.

    4. Sebagai kepala keluarga yang bijaksana
    Ayah harus bisa menjadi teladan dalam melakukan setiap pekerjaan. Ayah tidak bisa mengatakan bahwa anak harus minum air putih, sementara ayah bisa minum moke. Ayah tak bisa melarang anak beli mie instan, sementara ayah membeli ikan kaleng untuk teman minum moke. Ayah tidak bisa melarang anak isap rokok, sementara ayah dengan nikmat menyedot asap tembakau. Untuk itu, jadilah ayah yang sesungguhnya ayah dalam segala hal.

    Demikian ungkapan pikiran sederhana yang dapat kami tuangkan dalam tulisan ini. Semoga bermanfaat bagi setiap keluarga di Niang Sikka, teristimewa bagi sesama kaumku. Di tangan kita generasi keluarga dan bangsa terwujud.

    Ditulis dan dikirim oleh Robertus Adi Sarjono Owon
    Penulis adalah guru yang mengabdi di SMPK Virgo Fidelis Maumere NTT

    more
  • Informasi Calon Peserta Sertifikasi Guru 2013
    Terkait dengan pelaksanaan program sertifikasi guru 2013, Kemendikbud di website resminya sudah menulis informasi calon sertifikasi guru. Dalam website http://sergur.kemdiknas.go.id/index.php?pg=news ada beberapa informasi yang harus diketahui oleh calon peserta sertifikasi guru 2013, diantaranya:

    Persyaratan Peserta Sertifikasi Guru. Calon peserta sertifikasi guru adalah pendidik yang masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan Kemendikbud. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV). Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK). Selengkapnya, persayaratan peserta sertifikasi guru 2013 bisa dibaca di sini.

    Urutan Rangking Calon Peserta Sertifikasi Guru 2013. Daftar calon peserta sertifikasi guru 2013 yang ditampilkan sesuai dengan data yang tersimpan dalam data NUPTK yang telah diperbaiki sampai dengan tanggal 1 Desember 2011 dan diurutkan berdasar kriteria: usia, masa kerja dan golongan. Untuk informasi sistem perangkingan peserta sertifikasi guru bisa dibaca di sini.

    Prioritas Mengisi Kuota Sertifikasi Guru 2013. Guru yang dapat langsung masuk mengisi kuota sertifikasi guru adalah sebagai berikut: (1) Semua guru yang jadi pengawas dan belum memiliki sertifikat pendidik. (2) Guru dan kepala sekolah berprestasi peringkat 1 tingkat provinsi atau peringkat 1, 2, dan 3 tingkat nasional, atau mendapat penghargaan internasional yang belum mengikuti sertifikasi guru. (3) Semua guru yang mengajar di daerah perbatasan, terdepan, terluar yang memenuhi persyaratan.

    Aktifitas yang Harus Dilakukan Guru Calon Peserta Sertifikasi. Mengecek dalam daftar calon peserta menggunakan tombol pencarian dengan memasukkan NUPTK. Caranya melihat daftar calon peserta sertifikasi guru 2013 bisa dibaca di sini. Jika nama Anda termasuk dalam daftar calon peserta segera hubungi dinas pendidikan setempat untuk mendapatkan Format A0. Mengoreksi dan memperbaiki data pada Format A0 (data tidak boleh salah). Mengisi pola sertifikasi yang dipilih. Menetapkan bidang studi yang akan disertifikasi . Mengumpulkan berkas/dokumen/portofolio ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Apa yang harus dilakukan calon peserta sertifikasi, selangkapnya bisa dibaca di sini.

    more
  • Yang Harus Dilakukan Calon Peserta Sertifikasi Guru 2013
    Perangkingan calon peserta sertifikasi guru dilakukan oleh sistem yang terintegrasi dengan data base NUPTK dan dipublikasikan secara online. Daftar calon peserta sertifikasi guru yang ditampilkan sesuai dengan data yang tersimpan dalam data NUPTK yang diurutkan berdasar kriteria: (1) usia, (2) umur, (3) pangkat dan golongan. Bagi guru yang belum bersertifikat pendidik ada beberapa aktivitas yang harus Anda lakukan sebagai calon peserta sertifikasi guru, yaitu:

    1. Cek dalam daftar calon peserta di http://sergur.kemdiknas.go.id menggunakan tombol pencarian dengan memasukkan NUPTK

    2. Jika nama Anda termasuk dalam daftar calon peserta segera hubungi dinas pendidikan setempat untuk mendapatkan Format A0

    3. Mengoreksi dan memperbaiki data pada Format A0 (data ini tidak boleh salah karena kemudian akan digunakan sebagai acuan untuk sertifikat pendidik)
    Data yang dikoreksi adalah nama lengkap harus sesuai dengan dokumen lainnya (ijasah atau SK PNS); golongan (bagi PNS); tempat dan tanggal lahir; ijasah, tahun lulus, dan nama perguruan tinggi; nama sekolah tempat mengajar. Dokumen yang dijadikan acuan verifikasi nama dan tempat tanggal lahir peserta bagi guru PNS adalah SK PNS, sedangkan bagi guru bukan PNS adalah ijasah terakhir dari perguruan tinggi.

    4. Mengisi pola sertifikasi yang dipilih.
    • Pola portofolio bagi guru yang memiliki dan memenuhi skor minimal portofolio (kuota maksimal 1%).
    • Pola PLPG bagi guru yang tidak memenuhi skor minimal portofolio.
    • Pola pemberian sertifikat secara langsung (PSPL) bagi guru yang telah memenuhi syarat PSPL.

    5. Menetapkan bidang studi yang akan disertifikasi
    Bidang studi tersebut harus ditetapkan sendiri oleh guru yang bersangkutan sesuai dengan kompetensi yang dikuasainya. Harus disadari oleh guru bahwa bidang studi ini akan terus melekat dalam tugas mengajar yang akan dilaksanakan oleh guru selama guru tersebut mengajar. Dengan kata lain, guru harus konsisten dengan pilihannya secara profesional karena guru harus mengajarkan bidang studi atau mata pelajaran tersebut selama bertugas sebagai guru.
    Penetapan bidang studi sertifikasi mengikuti ketentuan sebagai berikut:
    • sesuai dengan program studi S-1 (linier),
    • apabila tidak sesuai (tidak linier) dengan program studi S-1, dapat menggunakan program studi D-III,
    • apabila tidak sesuai (tidak linier) dengan program studi S-1 dan program studi D-III, guru dapat menetapkan bidang studi yang serumpun dengan program studi S-1 dan D-III,
    • apabila tidak sesuai (tidak linier) dengan program studi S-1 dan program studi D-III, guru dapat menetapkan bidang studi sertifikasi sesuai dengan mata pelajaran, rumpun mata pelajaran, atau satuan pendidikan yang diampunya, dan harus memiliki masa kerja minimal sudah 5 tahun berturut-turut mengajar mata pelajaran tersebut.

    6. Mengumpulkan berkas/dokumen/portofolio ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
    Tergantung pola sertifikasi yang dipilih, yaitu ada:Pola PSPL, Pola PF mengumpulkan Portofolio, dan Pola PLPG. Peserta yang memilih pola PLPG secara langsung harus menyerahkan berkas sebagai berikut.
    • Format A1 yang telah ditandatangani oleh LPMP.
    • Fotokopi Ijazah S-1 atau D-IV, serta Ijazah S-2 dan atau S-3 (bagi yang memiliki) dan disahkan oleh perguruan tinggi yang mengeluarkan,
    • Fotokopi SK pangkat/golongan terakhir yang telah dilegalisasi oleh atasan langsung (bagi PNS)
    • Fotokopi SK pengangkatan sebagai guru sejak pertama menjadi guru sampai dengan SK terakhir yang disahkan oleh pejabat terkait,
    • Fotokopi SK mengajar dari Kepala Sekolah yang disahkan oleh atasan, dan
    • Pasfoto terbaru berwarna (enam bulan terakhir dan bukan polaroid) ukuran 3x4 cm sebanyak 4 lembar, di bagian belakang setiap pasfoto ditulis identitas peserta (nama, nomor peserta, dan satminkal). 


    7. Memantau proses penetapan peserta melalui website www.sergur.pusbangprodik.org

    8. Menerima Format A1 berisi nomor peserta sebagai bukti terdaftar sebagai peserta sertifikasi guru

    9. Mencari informasi tentang pelaksanaan uji kompetensi awal (bagi peserta PLPG) ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota masing-masing

    Sumber: http://sergur.kemdiknas.go.id/index.php?pg=news

    more
  • Peserta Sertifikasi Guru 2013
    Tahun 2013 ini merupakan tahun ketujuh pelaksanaan sertifikasi guru yang telah dilaksanakan sejak tahun 2007. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dilakukan upaya perbaikan penyelenggaraan sertifikasi guru terus dilakukan dari tahun ke tahun.

    Sertifikasi guru tahun 2013 ada beberapa perubahan baik mekanisme penyelenggaraan maupun proses penetapan peserta. Perubahan pada proses penetapan peserta yaitu penetapan peserta sertifikasi guru 2013 dilaksanakan setelah selesai uji kompetensi awal yang diikuti seluruh guru yang belum bersertifikat pendidik dan telah memenuhi persyaratan.

    Penetapan sasaran atau kuota peserta sertifikasi guru 2013 berdasarkan keseimbangan usia dan keadilan proporsional jumlah peserta antar provinsi. Perangkingan calon peserta sertifikasi guru dilakukan oleh sistem yang terintegrasi dengan data base NUPTK dan dipublikasikan secara online.

    Urutan Prioritas Penetapan Peserta Sertifikasi Guru 2013
    Guru yang dapat langsung menjadi peserta sertifikasi guru 2013 adalah sebagai berikut.
    a. Semua guru yang diangkat dalam jabatan pengawas yang memenuhi persyaratan dan belum memiliki sertifikat pendidik.
    b. Guru dan kepala sekolah berprestasi peringkat 1 tingkat provinsi atau peringkat 1, 2, dan 3 tingkat nasional, atau guru yang mendapat penghargaan internasional yang belum mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan pada tahun 2007 s.d 2012.
    c. Semua guru yang mengajar di daerah perbatasan, terdepan, terluar yang memenuhi persyaratan,
    d. Guru yang lulus diklat pasca Uji Kompetensi Awal tahun 2012,
    e. Peserta luncuran yaitu peserta sertifikasi tahun 2012 yang tidak hadir dan peserta yang hadir tetapi tidak mampu menyelesaikan PLPG dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

    Guru lainnya yang tidak termasuk ketentuan di atas ditetapkan sebagai peserta sertifikasi guru berdasarkan kriteria urutan prioritas sebagai berikut: (1) usia, (2) masa kerja, (3) pangkat dan golongan. Bagi Bapak Ibu  yang ingin melihat rangking calon peserta sertifikasi guru 2013, caranya bisa dilihat di sini.

    more
  • Mengajar dan Mendidik dengan Hati
    Rasa kasih sayang pada anak didik menimbulkan rasa aman pada mereka. Ketika kegiatan belajar mengajar berlangsug, mereka merasa bahagia dan senang melakuakan apapun yang ditugaskan guru. Karena perasaan sayang pada gurunya, mereka tidak mau gurunya sedih karena kenakalannya. Ini terutama ketika kita sebagai guru mengajar di kelas rendah, kelas I misalnya. Mereka akan bermanja-manja pada kita selayaknya pada orang tuanya sendiri.

    Di sanalah kita bisa menerapkan segala yang kita inginkan untuk merubah prilaku mereka sesuai dengan tujuan pendidikan yang dicanangkan pemerintah. Ketelatenan kita pada mereka sangat diperlukan, kesabaran, kepedulian layaknya orang tua di rumah sangat mereka harapkan. Kita sebagai guru harus bisa menarik simpati mereka sehingga betah di sekolah.

    Belakangan ini banyak sekali anak-anak yang kurang perhatian di rumahnya karena kesibukan kedua orang tua mereka. Tidak heran kalau banyak sekali permasalahan yang terjadi pada mereka, misalnya suka berkelahi, suka bolos sekolah karena mereka tahu orang tuanya mereka tidak ada di rumah. Mereka berangkat sekolah dari rumah diantar ibu atau bapaknya ke sekolah. Setelah ibu bapaknya pergi si anak juga pergi misalnya menghabiskan waktu di warnet dan pulang ketika jam sekolah selesai. Jadi disangka sama orang tuanya mereka belajar di sekolah.

    Kita sebagai guru harus ekstra dalam memantau kehadiran siswa jangan sampai kecolongan, kontak sama orang tua sangat diperlukan untuk mencegah hal-hal yang tak didinginkan terjadi pada anak didik kita. Tantangan untuk kita sebagai guru adalah menciptakan suasana supaya anak betah di sekolah, jangan sampai mereka merasa tertekan, bosan, takut bahkan merasa terbebani dengan banyak tugas. Ini adalah yang harus kita cari solusinya, mungkin inilah yang pemerintah harapkan dari kita-kita sebagai guru untuk melaksanakan tugas sebagai guru profesional, sanggupkah kita? Kita pasti bisa!

    Mengajar dan mendidik dengan hati sangat diperlukan untuk mengubah karakter mereka supaya lebih baik. Sanggupkah kita sebagai guru menciptakan suasana yang menjadikan anak betah di sekolah? ayo kita berusaha dengan memohon bantuan para pakar pendidikan.

    Guru kelas I yang kadang-kadang diremehkan, misalnya kekurangan jam mengajar, padahal mereka mempunyai peranan penting dalam mengasuh anak layaknya di rumah, penuh kasih sayang, sabar, menciptakan suasana senang sehingga anak lupa pada orang tuanya sehingga tidak ingin cepat pulang. Mereka mampu membuat susana hati anak nyaman di pangkuan mereka, sehingga tidak sulit lagi para orang tua untuk membujuk anaknya pergi sekolah karena mereka akan rindu pada bu gurunya yang baik dan menyenangkan.

    Selamat pada guru kelas I yang sudah sekuat tenaga sampai bercucuran keringat mengasuh anak-anak yang walaupun hanya 2 jam dalam sehari tapi sangat menguras tenaga, semoga menjadi amal baik dan menjadikan anak didik kita anak yang sholeh dan sholehah, Amin.

    Ditulis oleh: Haryati
    Penulis adalah pengajar di SDN Nagrog Cicalengka. Dalam kurun waktu 30 tahun mengajar dan diberikan tugas hampir separuh masa kerja itu di kelas I . Penulis dapat ditemui @HARYATI25818334 di twitter dan blognya http://catatan-haryati.blogspot.com

    more
  • Kurikulum 2013 Berbasis Tematik Membuat Buku SD Banyak Berubah
    Untuk jejang sekolah dasar (SD) kurikulum baru berbasis tematik integratif yang diberlakukan pada Juni 2013 hampir merombak keseluruhan sistem pembelajaran. Perubahan kurikulum ini tentu juga berdampak pada buku-buku pelajaran yang digunakan oleh para siswa SD.

    Pendekatan tematik integratif ini membuat siswa tingkat SD akan belajar sesuai dengan tema yang akan menjadi penggerak mata pelajaran yang lain. Terkait hal itu Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud telah menyiapkan berbagai model buku untuk keperluan kurikulum 2013 ini. Di antara semua jenjang, buku pelajaran tingkat SD yang mengalami banyak perubahan besar.

    Pada kurikulum baru masing-masing kelas akan disediakan banyak tema. Umumnya tiap tingkatan kelas mempunyai delapan tema berbeda. Tema yang sudah dipilih itu harus selesai diajarkan dalam jangka waktu satu tahun. Guru yang menentukan atau memilih teknis pengajaran maupun durasi pembelajaran satu tema.

    Satu tema yang diangkat oleh guru dapat diintegrasikan pada enam mata pelajaran wajib yang ditentukan yaitu Agama, PPKn, Matematika, bahasa Indonesia, Seni Budaya dan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Kurikulum baru SD ini menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik melalui penilaian berbasis test dan portofolio yang saling melengkapi.

    Perubahan kurikulum baru yang hampir merombak seluruh sistem pembelajaran di jenjang sekolah dasar. Dengan banyaknya buku pelajaran SD yang akan berubah akan membuat khawatir orang tua. Meskipun ada wacana pemberian buku pelajaran gratis, toh juga sulit menemukan yang benar-benar tanpa membayar. Para guru memiliki banyak pekerjaan rumah untuk melaksanakan sistem yang baru sehingga membuat kurikulum ini dapat mencapai tujuannya terhadap siswa. (/KS)

    more
  • Dampak Kurikulum Baru UN SD Dapat Ditiadakan
    Draf isi kurikulum baru yang sudah dipaparkan, membawa banyak perubahan perubahan. Untuk jejang sekolah dasar (SD) kurikulum baru yang berbasis tematik integratif ini hampir merombak keseluruhan sistem pembelajaran. Mendikbud M. Nuh mengaku untuk penyusunan kurikulum tingkat SD banyak terjadi perdebatan dan beda pendapat di dalam tim. Tapi disepakati satu bahwa pada jenjang SD, pendekatan proses belajarnya, dengan cara tematik integratif.

    Kurikulum baru SD yang November ini masuk tahap uji publik ini meengurangi jumlah mata pelajaran dari 10 menjadi 6 yaitu Agama, PPKn, Matematika, Bahasa Indonesia, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, serta Seni Budaya. Sedangkan IPA dan IPS akan diintegrasikan dengan 6 mapel lainnya. Kurikulum yang akan diterapkan mulai tahun ajaran baru 2013 itu menjadikan Pramuka sebagai ekstra kurikuler wajib.

    Salah satu dampak dari perubahan kurikulum dengan sistem pembelajaran berbasis tematik integratif adalah konsistensi Ujian Nasional (UN). Menurut Anggota Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP), Teuku Ramli Zakaria, ada kemungkinan UN ditiadakan pada tingkat SD. Tetapi bisa juga UN SD tetap berlanjut dengan pola dan cara yang berbeda dari yang selama ini dijalankan.

    "Bisa jadi tidak ada UN. Tapi bisa juga UN tetap ada dengan kisi-kisi UN dari nasional tapi soal dibuat oleh sekolah," kata Ramli

    M Nuh sendiri sebelumnya juga pernah mengatakan bahwa UN untuk tingkat SD seiring diterapkannya kurikulum baru SD pada Juni 2013 mendatang ini masih dibahas. Tapi kemungkinan UN untuk SD dapat ditiadakan melihat sistem pembelajaran yang baru, yaitu berbasis tematik integratif.

    Dengan pendekatan tematik integratif ini, anak-anak tingkat SD akan belajar sesuai dengan tema yang dipilih oleh gurunya secara teratur tiap minggu. Tema yang diangkat tersebut akan menjadi penggerak mata pelajaran yang lain. Pendekatan ini membutuhkan kompetensi dan kreatifitas guru. (/KS)

    more
  • Verifikasi Data Peserta Sertifikasi Guru 2013
    Seperti dikutip dari lampiran Pedoman Sertifikasi 2013 disebut jika calon peserta sertifikasi guru 2013 ditetapkan dengan menggunakan pola perangkingan secara online. Untuk melakukan perangkingan secara online tersebut dibutuhkan update data guru untuk memverikasi data peserta sertifikasi yang ada di database NUPTK. Sehingga database NUPTK guru adalah sumber data utama yang menjadi dasar untuk menentukan ranking secara online

    NUPTK yang menjadi muara sumber utama calon peserta sertifikasi guru 2013 harus segera dilakukan proses pembaharuan atau verifikasi data secara online untuk mendapatkan data peserta sertifikasi guru yang terbaru. Data calon peserta sertifikasi guru diperbaiki melalui aplikasi penetapan peserta sertifikasi guru (AP2SG) secara online oleh operator kabupaten/kota.

    Dalam lampiran buku Pedoman sertifikasi 2013 terdapat petunjuk teknis yang berisi informasi tentang tata cara penggunaan AP2SG dalam proses verifikasi dan perbaikan data peserta sertifikasi guru 2013. Pada tahap verifikasi data, proses cetak form verifikasi dan verifikasi data oleh dinas kabupaten/kota dilakukan melalui sarana yang disediakan AP2SG. Aplikasi yang sama juga digunakan oleh LPMP untuk melakukan persetujuan penghapusan dan mutasi ke kabupaten/kota lain. Aplikasi dapat diakses di alamat http://sergur.kemdiknas.go.id/ap2sg/

    Hanya operator kabupaten/kota hanya bisa mengakses (login) ke aplikasi ini. Untuk itu, sebelumnya peserta dapat mengecek data pada NUPTK dengan mengunjungi website resmi sertifikasi guru, untuk cara melihatnya bisa di baca di sini. Jika masih ada data yang perlu diperbaiki atau diperbarui bisa menghubungi operator yang ada di dinas pendidikan kabupaten/kota Bagi Anda yang mengingankan petunjuk teknis verifikasi data guru belum bersertifikat menggunakan AP2SG bisa didownload di sini.

    more
  • Inilah Isi Draf Perubahan Kurikulum Baru SD
    Sebelum kurikulum 2013 diuji publik sekitar November 2012 dan diterapkan mulai tahun ajaran baru 2013, terlebih dahulu dipaparkan draf perubahan kurikulum tersebut ke Wakil Presiden RI Boediono. Pada Juni 2013 nanti direncanakan sekolah yang ada di Indonesia sudah mulai menggunakan kurikulum baru. Penataan kurikulum pendidikan ini adalah salah satu target yang harus diselesaikan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 di sektor pendidikan.

    Perubahan kurikulum mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK) ini dilakukan untuk menjawab tantangan zaman yang terus berubah agar anak-anak ini mampu bersaing di masa depan.

    Kurikulum baru SD menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik melalui penilaian berbasis test dan portofolio yang saling melengkapi. "Siswa untuk mata pelajaran tahun depan sudah tidak lagi banyak menghafal, tapi lebih banyak kurikulum berbasis sains," kata M Nuh. Berikut adalah perubahan kurikulum pendidikan baru untuk tingkat SD.

    Pelajaran berbasis tematik
    Sebelumnya hanya pada kelas rendah saja pelaksanaan pembelajaran tematik, dan kelas tinggi setiap mata pelajaran terkesan terpisah atau berdiri sendiri. Untuk kurikulum baru, anak-anak SD tidak lagi mempelajari masing-masing mata pelajaran secara terpisah. Pembelajaran berbasis tematik integratif yang diterapkan pada tingkatan pendidikan dasar ini menyuguhkan proses belajar berdasarkan tema untuk kemudian dikombinasikan dengan mata pelajaran yang ada.

    Hanya ada 6 mata pelajaran
    Untuk tingkat SD, saat ini ada 10 mata pelajaran yang diajarkan, yaitu Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya dan Keterampilan, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, serta Muatan lokal dan Pengembangan diri. Pada kurikulum baru, mata pelajaran untuk anak SD yang semula berjumlah 10 mata pelajaran dipadatkan menjadi 6 mata pelajaran, yaitu Agama, PPKn, Matematika, Bahasa Indonesia, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, serta Seni Budaya.

    Pramuka menjadi ekskul wajib
    Seperti diberitakan sebelumnya, khusus untuk Pramuka adalah mata pelajaran atau ekstra kurikuler wajib dan itu diatur dalam undang-undang. Pramuka ini akan jadi ekskul wajib untuk berbagai jenjang tidak hanya di SD. Nantinya akan juga akan bekerjasama dengan Kemenpora.

    Bahasa Inggris hanya sebagai kegiatan ekskul
    Sebelumnya terjadi polemik mengenai bahasa Inggris di SD, yaitu bahasa Inggris akan dihapus dari kurikulum SD. Rencana penghapusan bahasa Inggris dari kurikulum SD ini didasari kekhawatiran akan membebani siswa dan memprioritaskan terhadap penguasaan Bahasa Indonesia. Ternyata untuk tingkat SD ini, di kurikulum baru 2013 Bahasa Inggris termasuk dalam kegiatan ekstra kurikuler bersama dengan Palang Merah Remaja (PMR), UKS, dan Pramuka.

    Mapel IPA dan IPS diintegrasikan dengan 6 mapel lain
    Empat mata pelajaran yang dulu berdiri sendiri, yaitu IPA, IPS, muatan lokal, dan pengembangan diri, di kurikulum baru SD akan diintegrasikan dengan enam mata pelajaran lainnya. Untuk mata pelajaran IPA akan menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Mata pelajaran IPS akan menjadi pembahasan materi pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Sedangkan mulok dan pengembangan diri itu kaitannya nanti dengan Seni Budaya

    Belajar di sekolah lebih lama
    Ternyata pemadatan mata pelajaran dalam kurikulum baru ini justru membuat lama belajar anak di sekolah bertambah. Metode baru pada kurikulum ini mengharuskan anak-anak untuk ikut aktif dalam pembelajaran dan mengobservasi setiap tema yang menjadi bahasan. Untuk kelas I-III yang awalnya belajar selama 26-28 jam dalam seminggu bertambah menjadi 30-32 jam seminggu. Sedangkan untuk kelas IV-VI yang semula belajar selama 32 jam per minggu di sekolah bertambah menjadi 36 jam per minggu.

    Itulah isi perubahan kurikulum baru yang akan diterapkan pada tahun ajaran baru Juni 2013 untuk anak-anak SD. Sistem pembelajaran berbasis tematik integratif ini telah dijalankan di banyak negara, seperti Inggris, Jerman, Perancis, Finlandia, Skotlandia, Australia, Selandia Baru, sebagian Amerika Serikat, Korea Selatan, Singapura, Hongkong, dan Filipina. Penambahan jam belajar di sekolah dianggap masih sesuai karena dibandingkan negara lain, Indonesia terbilang masih singkat durasinya untuk anak usia 7-9 tahun. Dengan pemadatan mata pelajaran dan pembelajaran berbasis tema ini, anak-anak juga tidak akan lagi kerepotan membawa buku yang banyak dalam tasnya.

    more
  • Cara Melihat Calon Peserta Sertifikasi Guru 2013
    Penjaringan calon peserta sertifikasi guru 2013 ditetapkan dengan menggunakan pola perangkingan secara online. Pola perangkingan secara online membutuhkan persyaratan update data guru yang terdapat pada database NUPTK. Database NUPTK guru merupakan pangkalan data utama yang menjadi muara sumber utama untuk menentukan urutan perangkingan secara online.

    Salah satu syarat peserta sertifikasi guru 2013 yaitu guru yang belum memiliki sertifikat pendidik dan masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kecuali guru Pendidikan Agama. Sertifikasi bagi guru Pendidikan Agama dan semua guru yang mengajar di madrasah diselenggarakan oleh Kementerian Agama.

    Bagi Bapak Ibu yang ingin melihat daftar calon peserta sertifikasi guru 2013 dapat dilakukan secara online. Otomatis yang belum mengikuti sertifikasi guru 2012 berarti akan menjadi calon peserta sertifikasi guru 2013. Penetapan sasaran/kuota berdasarkan keseimbangan usia dan keadilan proporsional jumlah peserta antar provinsi. Berikut cara mengecek atau melihat calon peserta sertifikasi guru 2013:

    Cara Melihat Peserta Sertifikasi Guru 2013 Berdasar Kab/Kota
    1. Buka website resmi SERGUR http://sergur.kemdiknas.go.id/sg13/
    2. Klik Kriteria yang ada di pojok kanan atas
    3. Pilih Provinsi dan Kab/Kota lalu klik Tampilkan
    4. Kemudian akan muncul Daftar Guru Belum Bersertifikat Pendidik
    SekolahDasar.Net


    Cara Melihat Peserta Sertifikasi Guru 2013 Berdasar NUPTK
    1. Buka website resmi SERGUR http://sergur.kemdiknas.go.id/sg13/
    2. Klik Pencarian yang ada di pojok kanan atas
    3. Masukan NUPTK Anda lalu tekan Enter
    4. Kemudian akan muncul hasil Pencarian Peserta

    more
  • Persyaratan Peserta Sertifikasi Guru 2013
    Sasaran peserta sertifikasi guru dalam jabatan adalah guru yang memenui persyaratan. Jumlah sasaran secara nasional ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk sasaran guru PNS dan guru bukan PNS pada semua jenjang pendidikan baik negeri maupun swasta di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    Sasaran peserta sertifikasi guru per provinsi dan per kabupaten/kota akan ditentukan kemudian setelah proses verifikasi data peserta sertifikasi guru selesai dilaksanakan. Sasaran peserta sertifikasi guru termasuk guru yang bertugas di sekolah Indonesia di luar negeri (SILN).

    Persyaratan Umum Peserta Sertifikasi Guru 2013
    a. Guru yang belum memiliki sertifikat pendidik dan masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kecuali guru Pendidikan Agama. Sertifikasi bagi guru Pendidikan Agama dan semua guru yang mengajar di madrasah diselenggarakan oleh Kementerian Agama dengan kuota dan aturan penetapan peserta dari Kementerian Agama (Surat Edaran Bersama Direktur Jenderal PMPTK dan Sekretaris Jenderal Departemen Agama Nomor SJ/Dj.I/Kp.02/1569/ 2007, Nomor 4823/F/SE/2007 Tahun 2007).

    b. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang terakreditasi atau minimal memiliki izin penyelenggaraan.

    c. Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dengan ketentuan:
    1) diangkat menjadi pengawas satuan pendidikan sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (1 Desember 2008), dan
    2) memiliki usia setinggi-tingginya 50 tahun pada saat diangkat sebagai pengawas satuan pendidikan.

    d. Guru yang BELUM memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV apabila:
    1) pada 1 Januari 2013 sudah mencapai usia 50 tahun dan mempunyai pengalaman kerja 20 tahun sebagai guru, atau
    2) mempunyai golongan IV/a atau memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/a (dibuktikan dengan SK kenaikan pangkat).

    e. Sudah menjadi guru pada suatu satuan pendidikan (PNS atau bukan PNS) pada saat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ditetapkan tanggal 30 Desember 2005. Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2013

    f. Guru bukan PNS pada sekolah swasta yang memiliki SK sebagai guru tetap minimal 2 tahun secara terus menerus dari penyelenggara pendidikan (guru tetap yayasan), sedangkan guru bukan PNS pada sekolah negeri harus memiliki SK dari Bupati/Walikota.

    g. Pada tanggal 1 Januari 2014 belum memasuki usia 60 tahun.

    h. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter. Jika peserta diketahui sakit pada saat datang untuk mengikuti PLPG yang menyebabkan tidak mampu mengikuti PLPG, maka LPTK BERHAK melakukan pemeriksaan ulang terhadap kesehatan peserta tersebut. Jika hasil pemeriksanaan kesehatan menyatakan peserta tidak sehat, LPTK berhak menunda atau membatalkan keikutsertaannya dalam PLPG.

    i. Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK).

    Sumber: Buku Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru 2013

    more
  • Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru 2013
    Tahun 2013 merupakan tahun ketujuh pelaksanaan sertifikasi guru yang telah dilaksanakan sejak tahun 2007. Penyelenggaraan sertifikasi guru tahun 2013 yang merupakan salah satu wujud implementasi dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengalami beberapa perubahan baik mekanisme penyelenggaraan maupun proses penetapan peserta.

    Perubahan mekanisme penyelenggaraan yaitu disampaikannya modul/bahan ajar lebih awal kepada peserta PLPG sebelum mengikuti PLPG. Perubahan pada proses penetapan peserta sertifikasi yaitu penetapan peserta dilaksanakan setelah selesai uji kompetensi dan uji kompetensi diikuti seluruh guru yang belum bersertifikat pendidik dan telah memenuhi persyaratan, perangkingan dilakukan oleh sistem yang terintegrasi dengan data base NUPTK dan dipublikasikan secara online, penetapan sasaran/kuota berdasarkan keseimbangan usia dan keadilan proporsional jumlah peserta antar provinsi.

    Salah satu bagian penting dalam pelaksanaan sertifikasi guru adalah proses rekrutmen dan penetapan calon pesertanya. Untuk itu diperlukan sebuah pedoman yang dapat menjadi acuan bagi semua unsur tersebut. Sehingga diterbitkanlah buku pedoman penetapan peserta sertifikasi guru 2013, bagi Bapak Ibu yang ingin mendapatkannya bisa mendownload (unduh) melalui link berikut:


    Dalam buku pedoman yang disusun oleh Tim Sertifikasi Guru Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BADAN PSDMPK-PMP) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) terdiri dari lima bab, yaitu: (1) Pendahuluan, (2) Sertifikasi Guru dalam Jabatan, (3) Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2013, (4) Prosedur Operasional Standar (POS) Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2013, dan (5) Pengendalian Program.

    more
  • Pramuka Akan Menjadi Mata Pelajaran Wajib di SD
    Hari ini (14/11/2012) fase perubahan kurikulum memasuki tahap kedua, yaitu konsultasi dengan Wakil Presiden RI Boediono. Setelah dilakukan pembahasan di lingkungan kementerian, selanjutnya adalah pemaparan draf perubahan kurikulum ke Wakil Presiden. Dari pemaparan tersebut terungkap bahwa nanti, jumlah mata pelajaran di sekolah dasar (SD) akan diringkas menjadi 7 yang sebelumnya 10 mata pelajaran.

    Pramuka akan menjadi salah satu  dari tujuh mata pelajaran wajib untuk siswa SD pada tahun ajaran baru mendatang. Selain Pramuka, 6 mata pelajaran lain yang akan diajarkan di SD mulai tahun ajaran 2013/2014 adalah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani serta Olahraga dan Kesehatan.

    Untuk tingkat SD, saat ini ada 10 mata pelajaran yang diajarkan, yaitu Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya dan Keterampilan, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, serta Muatan lokal dan Pengembangan diri.

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh mengatakan khusus untuk Pramuka adalah mata pelajaran wajib yang harus ada di mata pelajaran, dan itu diatur dalam undang-undang. M. Nuh juga menjelaskan orientasi pengembangan kurikulum 2013 adalah tercapainya kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, disamping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan.

    Kurikulum 2013 menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik melalui penilaian berbasis test dan portofolio saling melengkapi. "Siswa untuk mata pelajaran tahun depan sudah tidak lagi banyak menghafal, tapi lebih banyak kurikulum berbasis sains," kata M Nuh

    Pada kurikulum SD 2013 memiliki ciri khusus yaitu bersifat tematik integratif. Dalam pendekatan ini mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua pelajaran, yaitu dua mata pelajaran tersebut akan diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran.

    Untuk mata pelajaran IPA akan menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Sedangkan untuk mata pelajaran IPS akan menjadi pembahasan materi pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). 

    Fase selanjutnya setelah presentasi pengembangan kurikulum 2013 ini kepada Wakil Presiden adalah uji publik. Sebelum kurikulum 2013 diterapkan mulai tahun ajaran baru 2013, akan diuji publik sekitar November 2012. 

    "Masyarakat bisa memberikan masukan atas setiap elemen kurikulum mulai dari standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses hingga standar evaluasi. Adanya uji publik ini diharapkan kurikulum yang terbentuk telah menampung aspirasi masyarakat," jelas M Nuh.

    more
  • Mengenal Manfaat Mendongeng Untuk Anak
    Pastinya dulu ketika kita masih kecil pernah atau sering mendengarkan sebuah dongeng yang diceritakan oleh orang dewasa, baik oleh orang tua maupun guru. Rasanya begitu menyenangkan mendengarkan cerita yang dibawakan dengan penuh khayalan dan imajinasi kita saat mengikuti ceritanya. Bahkan menginginkan bisa terus didongengkan di keesokan harinya lagi.

    Sekarang mari kita bahas kembali manfaat mendongeng untuk anak. Pendidikan melalui dongeng sangat disukai anak-anak. Berbagai pesan mudah diterima oleh anak jika disampaikan melalui sebuah cerita. Jika kita masih ingat cerita Si Kancil, Sangkuriang sampai cerita anak populer seperti Cinderella atau Putri Salju. Begitupun dengan anak, mereka bisa mengingat pesan utama dari cerita-cerita tersebut melalui mendongeng.

    Dongeng bukan hanya sekedar media hiburan tetapi juga alat mendidik yang baik bagi anak-anak. Melalui dongeng, orangtua, guru dan anak dapat memetik banyak manfaat. Berikut manfaat dongeng untuk anak-anak:
    • Dongeng mengajarkan banyak nilai positif yang berguna membangun pola tingkah laku anak saat bertumbuh.
    • Anak yang terbiasa mendengarkan dongeng umumnya lebih pintar berekspresi dan percaya diri saat harus tampil di depan umum.
    • Kebiasaan mendengarkan dongeng menjadi anak lebih mandiri karena terbiasa berpikir kritis dan kreatif dalam menyikapi suatu masalah.
    • Dari dongeng tersebut selalu ada nasihat yang tersirat. Tanpa disadari, anak akan mengaplikasikan apa yang mereka dapat dari dongeng tersebut.
    • Anak yang sering mendengarkan dongeng memiliki kemampuan berbahasa yang baik. Mereka mampu berkomunikasi dengan baik karena memperoleh banyak kosakata yang didapat dari sebuah dongeng sehingga mudah bersosialisasi.
    • Dengan dongeng imajinasi anak juga terus dilatih berkembang sehingga secara intelektual anak ini lebih unggul.
    • Sebuah dongeng selalu memiliki pesan moral di baliknya yang membuat anak belajar membedakan hal yang baik dan buruk untuk selanjutnya diterapkan dalam kehidupan.
    • Mendongeng secara rutin sangat efektif mengakrabkan hubungan antara orangtua dan anaknya atau guru dengan muridnya.

    Memberikan pengertian melalui dongeng adalah langkah yang baik dan dapat mempererat hubungan, baik antar orang tua dan anak, atau guru dan murid. Anak-anak tidak suka digurui, mereka dapat belajar dari dongeng. Apakah Bapak Ibu suka menyajikan cerita yang seru, menarik dan bisa mengajak anak-anak terlibat penuh dengan melibatkan kelima indera mereka? Yuk bagi ceritanya di kolom komentar!

    more
  • Memerdekakan Pendidikan Untuk Anak Indonesia
    Kita harus berpandangan positif dan optimis terhadap berbagai masalah. Bukan hanya membicarakan dan mencela tetapi juga berusaha untuk memperbaikinya. Mungkin kita semua sudah mengerti permasalahan yang dialami pendidikan di negeri ini, khususnya pendidikan sekolah dasar. Berita terbaru yang ditulis di sekolahdasar.net menyatakan 75 persen guru sekolah dasar (SD) masih belum sarjana padahal menurut UU Guru dan Dosen guru minimal D-4 atau sarjana.

    Kualifikasi pendidikan dan predikat sarjana tentu tidak terlalu berarti ketika seorang sudah berniat dan menasbihkan dirinya sebagai guru yang siap untuk menjadi pendidik. Saat seorang menyatakan diri bersedia menjadi guru, saat itulah dia telah rela mempertaruhkan seluruh kehidupannya menjadi orang yang bertanggungjawab terhadap jati diri (mental, spiritual, budi pekerti, dan intelektual) anak.

    Setiap orang bisa menjadi guru tanpa harus berbakat, asalkan dia mau terus untuk belajar. Apa gunanya ijasah dan nilai akademis jika tidak tercermin dalam etos kerja dalam kesehariaannya. Bisa jadi mereka para pendidik yang tidak diatur langsung oleh penyelenggara pendidikan negeri ini lebih kreatif dengan sikap empati dan siap membuat rencana kemajuan untuk anak didiknya. Atau barang kali mereka lebih ikhlas dengan tidak pernah mengeluh beban berat yang dipikulnya di depan anak didiknya.

    Tetapi permasalahan pendidikan sekolah dasar tidak hanya berhenti pada kualifikasi pendidikan saja, tetapi yang lebih memilukan adalah hampir 95 persen daerah kabupaten/kota di Indonesia kekurangan guru SD. Bagaimana mungkin bisa mendapatkan hasil maksimal jika satu guru harus mengisi 3 kelas. Belum lagi tidak meratanya tenaga pendidik. Di daerah terpencil, terluar, terdalam dan tertinggal masih banyak anak yang belum bisa menikmati pendidikan karena ketiadaan guru.

    Beruntunglah di negeri ini masih memiliki pemuda yang siap untuk berjuang untuk negerinya. Masih ada sarjana rela meninggalkan pilihan pekerjaan setelah lulus dengan menjadi guru SD di daerah tepercil, menjadi pengajar muda untuk Indonesia Mengajar. Atau menjadi sarjana pendidik untuk pengabdi di daerah Terdepan, Terluar & Tertinggal (SM-3T) dengan menjadi guru selama setahun.

    Bukankah pendidikan khususnya pendidikan dasar adalah hak semua anak yang wajib kita berikan. Sejenak kita lihat pendidikan di daerah yang belum tersentuh pendidikan, Anak cerdas berbakat bisa saja terlahir dari keterbatasan. Banyak anak dari daerah terpencil yang bisa memberikan kebanggaan untuk negeri ini atau anak seusianya.

    Belajar dari Ki Hajar Dewantara dengan Taman Siswanya dan Dewi Sri dengan Sekolah Istrinya yang berhasil membudayakan manusia dengan pendidikan dengan menggunakan cara mereka sendiri agar kapasistasnya berkembang. Mereka berhasil menciptakan insan yang mampu untuk meraih kemerdekaannya sendiri.

    Berhasil atau tidak, maju mundurnya pendidikan tidak bisa hanya diserahkan pada guru. Walau memang guru mempunyai peranan penting dalam memajukannya. Ketika Ki Hajar Dewantara mampu menciptakan manusia Indonesia yang berhasil untuk memerdekakan bangsanya. Kini saatnya untuk memerdekakan pendidikan untuk semua anak. Pendidikan yang tidak tersandera kepentingan kelompok. Merdeka untuk mendapatkan pendidikan semestinya didapatkannya. Bukan hanya jumlah pendidik tetapi juga pendidik yang mampu memenuhi kebutuhan dan mengembangkan potensinya, dengan caranya sendiri.

    Ini hanya tulisan refleksi dari seorang yang juga bertanggung jawab untuk memerdekakan pendidikan, Anda dapat memberikan solusi, komentar atau kritikan dengan menuliskannya di kotak komentar. Dirgahayu Indonesiaku, Merdeka!

    Artikel ini ditulis oleh @kurniasepta.

    more
  • Metode Pembelajaran GASING Pada Matematika dan Sains
    Mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menegah Atas (SMA) mata pelajaran Matematika ataupun Sains masih dianggap momok, mata pelajaran yang rumit, menakutkan dan membosankan. Pelajaran matematika oleh peserta didik dinilai pelajaran yang sulit, sehingga membuat belajar matematika atau sains menjadi malas, atau bahkan sering mendapat nilai yang kurang memeuaskan.

    Mengubah anggapan jika mata pelajaran Matematika dan sains sebagai mata pelajaran yang rumit, menakutkan dan membosankan, nampaknya sudah harus dilakukan para guru, orangtua, bahkan peserta didik yang menjalaninya. Apalagi untuk para peserta didik yang duduk di bangku sekolah dasar. Sudah saatnya untuk menghindari belajara matematika dan sains itu menyulitkan.

    Matematika dan sains dapat dibuat menjadi lebih menarik dan menyenangkan bagi peserta didik bila disampaikan dengan metode GASING. Metode pembelajaran GASING yaitu gampang, asik dan menyenangkan, merupakan metode belajar matematika dan sains dengan cara yang lebih sederhana, dengan pendekatan logika dan hampir tanpa rumus, jadi tidak akan membuat siswa pusing atau benci terhadap matematika dan sains. (Ali Godjali, Presiden Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary School)

    Untuk mengajarkan materi matematika bagi peserta didik SD yang paling terpenting adalah penguasaan berhitung dulu. Pembelajarannya lebih banyak menggunakan peragaan. Misalnya untuk anak didik kelas 1-3, kita dapat belajar matematika dengan bantuan alat peraga, kita dapat menggunakan tangan dan alat-alat bergerak untuk menghitung. Yang penting aktif bergerak dan berhitung.

    Beberapa metode pembelajaran matematika dapat juga dengan bantuan lain seperti musik dan komputer. Dengan nyanyian anak bisa untuk menghafal perkalian misalnya, atau dengan menggunakan software program games di komputer. Dimana pada games tersebut, misalnya games tembak-tembakan, ada permainan berhitungnya, seperti 1+2 sama dengan berapa? Nah yang harus ditembak adalah angka 3 di permainan itu.

    Sementara itu untuk belajar sains, konsep sains konsep yang benar akan lebih menekankan pada logika dibandingkan dengan menggunakan rumus-rumus turunan. Biarkan anak menemukan pengetahuan dengan ekplorasinya sendiri. Sebelum memulai pelajaran, guru membuat anak menyenangi dulu materi pelajaran yang akan disampaikan padanya.

    Selama ini metode pembelajaran dari guru ke siswa belum benar-benar membuat anak-anak senang dengan sains, akhirnya mereka tidak memahami konsep pengetahuan alam. Sains itu ada di sekeliling kita, jadi pelajaran sains bisa disampaikan secara spontan kepada anak-anak.

    Menjaga ketertarikan anak soal matematika atau sains, orangtua di rumah tidak lantas cuek dan membiarkan anaknya belajar sendiroi di rumah, Justru orangtua juga harus memiliki perannya.

    Metode Gasing bisa melibatkan anak dan orangtua. Saat anak sedang dalam curiosity-nya, rasa penasarannya, dan banyak bertanya dengaan orangtua mereka, maka jangan menghentikan pertanyaan anak. Upayakan menjawab sebisa mungkin, kalau pun menghindar jangan sekali kali mengatakan shut up, atau sudah jangan banyak tanya, tapi alihkan dengan yang lain.

    Menjaga ketertarian anak soal pelajaran, tidak hanya sains dan matematika saja, tapi belajar dalam kehidupan dan belajar karakter, akan lebih baik jika kebiasaan membacakan buku anak sebelum tidur dilakukan lagi, apalagi buku yang dalam dua bahasa, maka kemampuan anak akan lebih terasah dan peka terhadap kehidupan sehari-harinya.

    Sumber: Kompas.com

    more
  • Polemik Pelajaran Bahasa Inggris di Kurikulum SD
    Polemik Pelajaran Bahasa Inggris di Kurikulum SD. Kekhawatiran akan membebani siswa, prioritas terhadap penguasaan Bahasa Indonesia.

    Wacana penghapusan mata pelajaran bahasa Inggris di kurikulum Sekolah Dasar yang disampaikan dua pekan lalu oleh (Wamendikbud) bidang Pendidikan, Musliar Kasim dilandasi oleh dua alasan: kekhawatiran akan membebani siswa dan kekhawatiran bahwa siswa-siswa Sekolah Dasar tidak fokus dalam mempelajari bahasa nasional, yaitu bahasa Indonesia. Wacana ini telah menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Di badan legislatif, anggota Komisi X DPR, Rohmani mengemukakan "Hal tersebut sebuah kebijakan yang tepat agar fokus pada pembudayaan Bahasa Indonesia sejak sekolah dasar (SD)" (Republika Online, 17/10/2012). Lebih lanjut, dia menyatakan “perubahan tersebut” (penghapusan pelajaran bahasa Inggris) menjadi hal yang positif untuk menanamkan rasa nasionalisme. Di sisi lain, widyaswara Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP)Prov. Kep. Bangka Belitung, Ali Ansori menuliskan kekhawatirannya bahwa kemunculan kebijakan yang baru tersebut, merupakan pengabaian dari banyaknya manfaat yang diperoleh dari pengajaran bahasa Inggris di kurikulum SD. Lebih lanjut dia menyebutkan bahwa penguasaan bahasa Inggris akan sangat terlambat jika bahasa Inggris diperkenalkan di SMP” (SekolahDasar.Net, 21/10/2012). Tepatkah keputusan pemerintah untuk menghapuskan mata pelajaran bahasa Inggris di kurikulum SD?

    Artikel ini akan membahas beberapa pertanyaan mendasar yang melatarbelakangi polemik dalam pengajaran bahasa Inggris untuk siswa-siswa SD di Indonesia yang termasuk ke dalam lingkaran penutur bahasa Inggris dalam konteks English as a Foreign Language/ EFL (bahasa Inggris sebagai bahasa asing),seperti: 1)Pada usia berapa dan bagaimana bahasa Inggris sebaiknya diajarkan sehingga tidak membebani anak-anak secara kognitif? 2) Apakah pelajaran bahasa Inggris akan berdampak negatif terhadap rasa nasionalisme anak-anak?

    Pengajaran bahasa Inggris di Indonesia untuk siswa SD berlandaskan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 060/U/1993 tanggal 25 Februari 1993 tentang dimungkinkannya program bahasa Inggris sebagai mata pelajaran muatan lokal SD, dan dapat dimulai pada kelas 4 SD (Depdiknas). Kebijakan ini diambil karena adanya kebutuhan untuk berpartisipasi dalam era globalisasi. Dalam perkembangannya, bahasa Inggris yang awalnya adalah mata pelajaran muatan lokal pilihan menjadi mata pelajaran muatan lokal wajib di beberapa daerah. Lebih lanjut, pelajaran bahasa Inggris yang pada mulanya dimulai pada kelas 4 SD menjadi dimulai pada kelas 1, 2, dan 3.

    Menilik konteks EFL pada pengajaran bahasa Inggris di Indonesia, tentu saja tidak mungkin menyamakannya dengan pengajaran bahasa Inggris di Singapura dimana bahasa Inggris berada dalam konteks ESL (bahasa Inggris sebagai bahasa kedua). Di negara-negara dimana bahasa Inggris diajarkan dalam konteks ESL tersedia lebih banyak material otentik seperti surat kabar, papan-papan iklan, berita TV, tanda-tanda di lalu lintas, program radio dan TV yang menggunakan bahasa Inggris sehingga memudahkan siswa untuk mengakuisisi bahasa kedua. Hal itu tentu berbeda dengan negara-negara dalam konteks EFL seperti Indonesia dimana material otentik lebih banyak tersedia dalam bahasa nasional, bahasa Indonesia. Oleh karena itu, usaha untuk menyamakan kurikulum bahasa Inggris di lingkup ESL dan EFL tentu saja akan memberi beban kognitif kepada siswa. Maka, tidaklah bijak untuk memperbandingkan pencapaian keahlian berbahasa Inggris siswa di negara-negara ESL dengan EFL. Hal inilah yang mungkin melatarbelakang asumsi bahwa bahasa Inggris membebani anak secara kognitif.

    Dalam konteks EFL, dimana pemerintah memiliki komitmen yang kuat dalam menegakkan dan mengembangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama siswa, target pencapaian mata pelajaran bahasa Inggris di level SD dapat disederhanakan hanya untuk keahlian dasar komunikatif sehingga tidak membebani siswa-siswa secara kognitif. Lightbown dan Spada(2011) dalam buku mereka yang berjudul “How Languages are Learned” menyatakan bahwa, anak-anak yang berusia lebih tua (usia sepuluh tahun-an) mampu mencerna pelajaran bahasa asing lebih cepat daripada anak-anak yang memulai di usia lebih awal (contohnya usia enam atau tujuh tahun) dalam mata pelajaran bahasa asing yang hanya beberapa jam dalam seminggu. Walaupun demikian, mereka menambahkan, dibutuhkan waktu intensif untuk terekspos bahasa asing. “Alokasi waktu satu atau dua jam seminggu untuk siswa-siswa usia tujuh dan delapan tahun tidak akan menghasilkan penutur bahasa asing yang fasih”. Lebih lanjut, Cummins, seperti dikutip oleh Baker (2011) dalam bukunya “Foundations of Bilingual Education and Bilingualism” , menyatakan bahwa di Amerika Serikat (dalam hal ini, bahasa Inggris berada dalam lingkup mayoritas digunakan sebagai bahasa pertama), anak-anak dengan latar belakang keluarga yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua memerlukan waktu satu atau dua tahun untuk mengakuisisi bahasa Inggris yang digunakan dalam keahlian dasar komunikatif dalam percakapan sehari-hari (Cummins menggunakan terminologi “Basic Interpersonal Communicative Skill/BICS”). Bahkan, Hakuta, seprrti yang dikutip Baker (2011), dalam risetnya mengenai program pelajaran bahasa Inggris untuk para imigran di California, menemukan bahwa dibutuhkan waktu tiga sampai lima tahun untuk mengembangkan oral proficiency (kemampuan mendengar dan berbicara dalam bahasa Inggris). Temuan-temuan ini menguatkan argumen bahwa siswa-siswa yang berada dalam konteks EFL tentunya memerlukan waktu yang lebih lama untuk akuisisi keahlian dasar komunikatif (BICS) ini karena lebih sedikitnya ekspos terhadap materi otentik dalam bahasa Inggris. Implikasi dari temuan ini adalah kebijakan pemerintah untuk memulai pelajaran bahasa Inggris pada level Sekolah Menengah Pertama (SMP) dikhawatirkan akan menyebabkan kurangnya alokasi waktu yang dibutuhkan untuk proses akuisisi bahasa Inggris, bahkan untuk kemampuan komunikatif dasar dalam percakapan sehari-hari. Lebih lanjut, perlu dipikirkan dampak tidak adanya bahasa Inggris di kurikulum SD terhadap pengajaran bahasa Inggris di level SMP. Tanpa adanya pengalaman berbahasa Inggris di level sebelumnya, beban kognitif murid-murid SMP dalam mempelajari bahasa Inggris menjadi lebih berat .

    Dengan kata lain, penghapusan bahasa Inggris di kurikulum SD adalah langkah yang tidak tepat. Bagaimana mungkin keterampilan siswa dapat mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris “untuk ikut berpartisipasi dalam era komunikasi dan globalisasi, serta untuk transfer ilmu, baik dalam bahasaInggris lisan (ceramah, diskusi, presentasi) atau tertulis (membaca referensi, menulis laporan, dan sebagainya)” (Diknas) apabila keahlian dasar komunikatif (BICS) saja tidak terkuasai?

    Kekhawatiran akan pelajaran bahasa Inggris hanya menambah beban kognitif siswa-siswa SD seharusnya disikapi dengan pembenahan metodologi mengajar, sistem penilaian dan penyusunan kurikulum yang disertai telaah psikologi perkembangan bahasa pada anak-anak, bukan menghapuskan bahasa Inggris dari kurikulum.

    Kekhawatiran kedua yang menyebabkan wacana penghapusan bahasa Inggris di kurikulum SD adalah karena bahasa Inggris dinilai membuat siswa tidak fokus mempelajari bahasa Indonesia dan berdampak pada rasa nasionalisme. Apabila kurikulum bahasa Indonesia disusun dengan konten yang menarik yang juga mengembangkan keahlian dasar komunikatif siswa (dalam hal ini tidak hanya teori tata bahasa) , tentunya tidak perlu ada kekhawatiran bahwa siswa menjadi tidak fokus terhadap bahasa pertamanya. Lebih lanjut, apabila guru-guru dapat mensosialisasikan kerangka pemikiran yang jelas bahwa peran bahasa Indonesia tidaklah kalah pentingnya dengan bahasa Inggris, maka siswa-siswa dapat mengapresiasi kedua bahasa dengan seimbang dan menggunakan keduanya dengan sama baiknya. Penyelenggara pendidikan sebaiknya membuat kurikulum yang membentuk karakter siswa untuk dapat bersikap dengan adil dan seimbang dalam menghadapi tantangan zaman. Di era ketika teknologi komunikasi telah berkembang sangat pesat, tidak membekali diri dengan kemampuan bahasa asing yang memadai ibarat mengisolasi diri terhadap kemajuan. Sangatlah miris ketika dunia mulai berpikir untuk merombak paradigma tentang pola pikir monolingual, kita kembali mundur ke pola pikir itu dengan alasan nasionalisme.

    Kesimpulannya, keputusan pemerintah untuk menghapus pelajaran bahasa Inggris dalam kurikulum SD adalah keputusan yang tidak tepat karena diperlukan eksposur yang intensif dan cukup lama agar siswa-siswa yang mempelajari bahasa Inggris dalam konteks EFL menguasai keahlian dasar komunikatif bahasa Inggris (BICS). Pembelajaran bahasa Inggris dapat dimulai di usia anak-anak awal. Asalkan di desain dengan metodologi dan sistem penilaian yang tepat, pelajaran bahasa Inggris tidak memberi beban berat kepada siswa secara kognitif. Selain itu, arus komunikasi global yang demikian pesat yang berdampak kepada perubahan pola pikir monolingual membuat pernyataan sebagian orang bahwa mempelajari bahasa asing di usia dini berdampak pada rasa nasionalisme perlu dipertanyakan dan dipikirkan ulang.

    *) Oleh: Astri Hapsari, S,S., M. TESOL. Instruktur Bahasa Inggris
    Artikel dikirim sendiri oleh penulis ke SekolahDasar.net

    more
  • Download Latihan Soal UKG Guru Kelas SD
    Uji Kompetensi Guru (UKG) yang dilaksanakan oleh Kemendikbud awalnya ditujukan untuk guru-guru yang sudah mendapat sertifikat pendidik profesional (sertifikasi). Di awal kebijakan yang untuk memetakan kompetensi guru ini mendapatkan pro kontra. Akhirnya tetap saja ujian untuk guru UKG dilaksanakan.

    Tak terkecuali, UKG juga diujikan pada guru-guru sekolah dasar (SD). Apakah UKG ini akan terus dilaksanakan oleh Kemendikbud, untuk semua guru. Belum juga ada kejelasan. Tetapi tidak ada salahnya jika Bapak Ibu juga mengetahui kisi-kisi UKG online untuk guru kelas SD dan juga contoh latihan soalnya. Berikut adalah contoh soal UKG guru kelas SD:

    KD 1.2.2 Merancang berbagai kegiatan menulis di kelas tinggi
    Berikut adalah kegiatan menulis lanjutan di kelas tinggi, kecuali...
    A. menulis tentang berbagai topik
    B. menulis pengumuman
    C. menulis pantun
    D. menulis memo

    KD 1.2.3 Perencanaan dan Pelaksanaan evaluasi pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
    Perencanaan Pengajaran meliputi hal-hal berikut, kecuali...
    A. tujuan apa yang hendak dicapai
    B. memilih bahan ajar
    C. proses belajar mengajar
    D. alat penilaian

    KD 6.4.1 Memilih alat ukur yang sesuai dengan besaran yang diukur
    Diantara alat pengukur panjang berikut, yang memiliki kepresisian paling tinggi adalah ...
    A. Mistar
    B. Jangka Sorong
    C. Mikrometer Sekrup
    D. Lup

    Selengkapnya latihan soal UKG guru kelas SD ini bisa didownload di sini atau download di sini juga bisa. Atau Jika Bapak Ibu ingin mencoba mengerjakannya secara online juga bisa, silahkan lihat di sini.

    more

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Baca Informasi Terbaru