Pengalaman Gak Terlupakan! Ini Suka Duka Menjadi Guru Kelas 4 SD
Cari Berita

Atas


Pengalaman Gak Terlupakan! Ini Suka Duka Menjadi Guru Kelas 4 SD

Senin, 03 Februari 2020

Pengalaman Gak Terlupakan! Ini Suka Duka Menjadi Guru Kelas 4 SD
Suka duka menjadi guru kelas 4 SD memang sangat beragam. Namun ternyata ada loh yang paling familiar.

Setiap guru yang pernah mengajar di SD memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Faktor yang paling kuat tergantung pada tingkatan kelas yang diajarnya. Untuk mengajar kelas 1,2,3 memiliki kesulitan sendiri. Lantas kesulitan tersebut sama dengan kelas 4 SD? Untuk mengetahui jawabannya simak suka duka menjadi guru kelas 4 SD berikut:

Harus Sabar dan Telaten

Memang kelas 4 SD bukan lagi usia yang tepat untuk bermain. Namun sifat kekanak-kanakan pasti tetap ada. Seperti sudah diketahui bersama pada usia ini mereka baru saja melepas masa di mana fase bermain ke fase belajar. Ada sebagian anak yang sudah siap menghadapi fase belajar. Beberapa di antara yang lainnya masih ingin bermain saja dalam benaknnya.

Seorang guru tidak bisa memaksakan murid harus siap menghadapi fase ini. Bagi anak yang masih ingin bermain sebaiknya di arahkan pelan-pelan. Untuk itu perlu memiliki keahlian khusus dan tingkatkan keahlian demi bisa mengarahkan dengan baik. Hal ini menjadi kesulitan dan duka tersendiri bagi guru SD kelas 4.

Dituntut Memiliki Kemampuan Mengajar yang Jitu

Jika hanya menyampaikan mata pelajaran itu sangat mudah. Hal yang tersulit adalah memastikan anak-anak paham apa yang kamu sampaikan. Anak kelas 4 sudah mulai timbul kenakalan wajar layaknya anak seusianya. Bahkan terkadang ada yang sampai berani menentang guru.

Membuat kegaduhan di dalam kelas mungkin sudah jadi hal yang biasa setiap harinya. Tidak sedikit guru yang stres menghadapi anak kelas 4 SD. Untuk itu guru dituntut untuk memiliki kemampuan mengajar yang jitu agar anak bisa mendengarkan apa yang disampaikan. Otak harus diperas dan dipikirkan matang-matang untuk menemukan ide cemerlang dalam mengajar.

Cara lama dalam mengajar tidak akan membuahkan pencapaian yang terbaik. Kejenuhan dalam belajar akan terus terjadi jika masih pakai cara lama. Sikap tegas harus dimiliki, namun sikap bersahabat untuk era saat ini dirasa lebih ampuh dibanding dengan cara yang kekerasan. Jadikan anak SD kelas 4 seperti sahabat. Maka mereka akan segan sendiri jika melakukan kesalahan.

Bisa Berbagi Cerita dengan Murid

Perlakuan ke anak kelas 1,2,3 tentu berbeda dengan anak kelas 4 SD. Dikarenakan anak kelas 4 SD bisa berpikir lebih jauh ke depan. Kamu bisa coba ajak ngobrol dan cerita seputar kehidupan nyata. Namun tetap tahu batasan agar tidak terlalu lebar pembahasannya. Kamu bisa coba dengan membuka dari hobi mereka.

Kemudian bisa diarahkan dari hobi ini bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus menghasilkan. Tentu mereka akan semangat untuk mengasah hobi mereka karena ada nilai lebih yang akan mereka dapatkan. jika bisa menghasilkan tentu uang jajan jadi bertambah dan bisa menabung untuk keperluan mereka.

Namun jika mereka sudah semangat, kamu harus ingatkan juga bahwa belajar tetap yang utama. Hobi jadikan kebiasaan baik untuk mengatasi rasa jenuh atau mengisi waktu kosong aja.

Seru dan Asyik

Karena baru memasuki fase pertama belajar hal bisa akan menjadikan aktivitas belajar jadi lebih seru dan asyik. Semangat anak-anak bisa kamu manfaatkan dengan membuat metode belajar yang beda dari sebelumnya. Semangat yang menggebu memudahkan kamu dalam mengaturnya.

Kamu bisa mencoba menggunakan metode kerja kelompok. Biarkan mereka berdiskusi dalam menyelesaikan tugas. Kamu sebagai guru berperan mengatur pembagian tugas dari masing-masing kelompok. Suasana belajar yang ramai dan penuh semangat belajar pasti sangat menyenangkan.

Berikut tadi merupakan suka duka menjadi guru kelas 4 SD. Suasana kelas yang nyaman sebenarnya semuanya berada di tanganmu. Jika kamu terampil, kreatif dan inovatif pasti bisa membuat suasana belajar menjadi lebih seru dan asyik.