Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

7 Jenis Pola Asuh yang Sesuai dengan Kondisi Anak Masa Kini

Dengan zaman yang semakin canggih, orangtua harus mengetahui 7 jenis pola asuh yang sesuai dengan kondisi anak masa kini.

Perkembangan zaman memang membuat setiap orangtua harus melakukan perubahan, terutama mengenai pola asuh yang dipilih. Karena memang bagaimana cara mengasuh buah hati di era sekarang berbeda dengan yang dilakukan orangtua kita pada tahun 80-an. Untuk itulah orangtua zaman now harus paham 7 jenis pola asuh yang sesuai dengan kondisi masa kini.

Menerapkan pola asuh baby boomer untuk kalangan milenial atau generasi Z jelas bukan sesuatu yang sesuai. Anak-anak generasi Z memiliki perbedaan yang mencolok dengan generasi sebelumnya, terutama dalam hal teknologi yang makin canggih. Sebagai orangtua, supaya tidak keliru dalam mendidik buah hati ada baiknya Anda menerapkan pola asuh kekinian.

Memang jika menurut Henni Norita selaku psikolog dari Lembaga Psikologi Hikari, setiap orangtua boleh memilih pola asuh otoriter, demokratis dan permisif kepada buah hati. Hanya saja ada beberapa pola asuh yang sudah tidak sesuai dengan generasi saat ini. Memang seperti apa sih jenis-jenis pola asuh kekinian itu? Berikut ulasan lengkapnya untuk Anda!

1. Permissive Parenting


Permissive Parenting adalah sebuah pola asuh yang cenderung tanggap terhadap perkembangan anak. Mereka yang memilih pola asuh jenis ini biasanya tidak terlalu tegas dalam menerapkan aturan atau mendisiplinkan anak. Lantaran cukup longgar terhadap aturan, anak-anak yang dibesarkan secara permisif tidak akan terlalu dibebankan tuntutan dan harapan tinggi dari orangtua.

2. Attachment Parenting


Jika Anda ingin memperkuat jalinan emosional antara anak dan orangtua, maka attachment parenting adalah salah satu dari 7 jenis pola asuh yang sesuai dengan kondisi anak masa kini, yang layak dicoba. Lewat pola asuh ini, alih-alih memberi hukuman pada anak yang melanggar aturan, orangtua harus lebih sering membuka ruang diskusi dan mendengar pendapat buah hati.

3. Positive Parenting


Hampir sama seperti attachment parenting, positive parenting juga lebih mengedepankan win-win solution. Hanya saja untuk pola asuh ini, orangtua harus benar-benar menjadi pihak positif bagi anak. Anda ialah pembimbing yang akan memberi nasehat pada anak mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Sebagai pihak yang positif, orangtua juga harus menjelaskan bahwa ada konsekuensi tersendiri di setiap pilihan. Dengan begitu, anak-anak akan belajar untuk memutuskan pilihannya sendiri dan bertanggung jawab sejak masih muda. Hasilnya, anak akan jadi pribadi yang lebih mandiri dan kritis seiring berkembangnya usia.

4. Narcistic Parenting


Inti dari pola asuh kekinian adalah orangtua harus jadi pendukung utama semua perilaku dan keinginan anak. Hal ini baik, tetapi jangan dilakukan secara berlebihan lantaran bisa membuat anak jadi merasa terlalu hebat. Anak-anak dengan pola asuh narcistic parenting bisa saja tumbuh menjadi pribadi yang sombong, sehingga akhirnya tidak peka terhadap lingkungan.

5. Nurturant Parenting


Pola asuh ini membuat orangtua memberikan kebebasan pada buah hati, agar mereka bisa bereksplorasi tapi tetap dalam pengawasan. Lantaran bebas mengekspresikan diri sambil diawasi dari kejauhan, tentu anak akan belajar untuk mandiri, bertanggung jawab dan memperoleh rasa bangga lantaran dipercaya oleh orangtua kandungnya.

Nurturant parenting alias pola asuh pendampingan ini menjadi salah satu yang paling banyak dipilih dalam 7 jenis pola asuh yang sesuai dengan kondisi anak masa kini.

6. Hypnos Parenting


Seperti namanya, hypnos parenting adalah pola asuh yang menitikberatkan pada sugesti-sugesti positif dari orangtua ke anak. Melalui sugesti itu, anak akan bisa dibimbing dan diberi anjuran baik tanpa harus merasa dipaksa. Lewat hypnos parenting, anak bisa menjadi lebih terbuka dan jujur kepada orangtua karena mereka menganggap orangtua sebagai temannya.

7. Dolphin Parenting


Meskipun disebut dolphin parenting, bukan berarti Anda membiarkan lumba-lumba mengasuh anak. Namun pola asuh ini lebih fokus pada mengarahkan anak kepada kebebasan yang bertanggung jawab. Sehingga anak bisa menggali sisi kreatif pada dirinya dan melakukan sosialisasi terbuka. Anak-anak dengan dolphin parenting bisa tumbuh jadi sosok yang mudah beradaptasi.

Tentunya dari 7 jenis pola asuh yang sesuai dengan kondisi anak masa kini di atas, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Sebagai orangtua, Anda bisa memilih salah satu di antaranya yang paling sesuai dengan kepribadian anak. Sehingga buah hati bisa tumbuh positif sesuai zamannya tanpa merasa ditekan atau dipaksa.

Berlangganan via Email