Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Penyebab Anak Impulsif, Bertindak Tanpa Berpikir

Penyebab Anak Impulsif, Bertindak Tanpa Berpikir
Jangan asal emosi dulu, orangtua harus tahu apa sih penyebab anak impulsif sehingga membuat mereka bertindak tanpa berpikir.

Pernahkah buah hati Anda memperlihatkan perilaku seperti tidak sabar menunggu giliran, suka melanggar aturan, agresif, hingga sering memotong pembicaraan orang? Maka bisa saja anak menunjukkan perilaku impulsif. Jangan dibiarkan, karena perilaku impulsif yang berlebihan bisa berujung buruk. Agar paham, orangtua harus mengerti betul apa sih penyebab anak bersikap impulsif?

Namun sebelum membahasnya, ada baiknya Anda tahu terlebih dulu soal perilaku impulsif. Menurut Campbell & Werry (1986), impulsif adalah perilaku yang cenderung merusak dan tak terkontrol, karena melakukan tindakan tanpa memikirkan konsekuensinya. Anak-anak di bawah usia delapan tahun, umumnya lebih impulsif daripada anak di rentang usia 9-18 tahun.

Banyak orangtua yang memandang perilaku impulsif ini sebagai ketidakmatangan emosi pada anak. Padahal kalau dibiarkan, impulsif bisa membuat anak mengalami ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Bukan tak mungkin pula kalau impulsif jadi salah satu gejala kelainan mental. Supaya tidak salah kaprah, orangtua harus mempelajari penyebab anak bersikap impulsif berikut ini:

1. Perkembangan Tiap Anak Berbeda

Orangtua tentu paham bahwa kecepatan perkembangan setiap anak tidak sama. Contohnya seperti ada anak yang sudah bisa bicara saat berusia dua tahun, tapi ada juga anak yang baru bisa mengobrol sempurna ketika berumur empat tahun. Perbedaan perkembangan bahasa inilah yang bisa menjadi salah satu penyebab anak bersikap impulsif.

Kok bisa? Karena ketika perkembangan komunikasinya belum maksimal, anak bakal kesulitan mengungkapkan perasaannya. Sehingga tanpa sadar, anak berperilaku impulsif.

2. Anak Kurang Tidur

Anak suka tidur terlalu malam karena sibuk main smartphone? Usahakan hindari kebiasaan itu. Karena rupanya kurang tidur juga memicu anak jadi stres, frustasi dan akhirnya bersikap impulsif.

3. Mengalami ADHD

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ADHD adalah salah satu penyebab utama anak berperilaku impulsif. Sekadar informasi, ADHD adalah kondisi kemampuan otak yang kerap terjadi pada masa kanak-kanak. Di mana ADHD memberikan pengaruh 8-10% pada anak-anak di jenjang usia 3-17 tahun.

Dilansir Popmama, anak laki-laki berpeluang tiga kali lebih besar mengalami ADHD dibandingkan perempuan. Dalam kondisi ADHD, ketidakseimbangan ini dipicu saraf impuls yang berkembang lebih lambat, sehingga mereka sulit mengontrol amarah.

4. Mental Bermasalah

Jangan anggap remeh anak yang punya masalah mental seperti mudah terganggu suasana hati dan fobia berlebihan. Kedua kondisi ini bisa memicu mereka berperilaku impulsif. Sehingga sebagai orangtua, harus membantu mereka memperoleh kepercayaan diri.

5. Faktor Genetik

Berkaitan dengan kesehatan mental, faktor genetik rupanya ikut menjadi salah satu penyebab anak bersikap impulsif. Di mana anak yang terlahir dari keluarga dengan riwayat kelainan mental, berisiko mengalami kelainan mental pula.

6. Pengaruh Lingkungan

Suka berbicara kasar kepada anak, memarahinya dengan pukulan atau sumpah serapah? Maka sudah pasti anak bakal tumbuh jadi pribadi yang suka bertindak tanpa berpikir. Karena bagaimanapun juga, faktor lingkungan memiliki pengaruh besar dalam kesehatan mental seorang anak. Saat buah hati terbiasa hidup di lingkungan keras, mental mereka juga tak seimbang.

Kondisi ini diperparah jika orangtua sama sekali tidak sadar, sehingga anak bakal tumbuh jadi pribadi yang meluap-luap dan tidak sabaran. Supaya tidak demikian, orangtua tentu harus tahu pola pengasuhan anak yang tepat.

Kembali pada pemahaman bahwa setiap anak itu istimewa, tentu orangtua tidak bisa lepas tangan ketika buah hati memperlihatkan gejala impulsif. Dengan memahami penyebab anak bertindak impulsif secara tepat, kondisi anak tentu bisa menjadi lebih baik dan bahagia.

Berlangganan via Email