Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Perubahan Fisik yang Dialami Anak Saat Mulai Puber

Perubahan Fisik yang Dialami Anak Saat Mulai Puber
Usia yang makin bertambah, akan ada perubahan fisik yang dialami anak saat mulai puber dan orangtua harus memahaminya.

Tidak mungkin buah hati selamanya akan menjadi kanak-kanak. Ketika umur mereka bertambah, mereka pun akan memperlihatkan perubahan-perubahan. Apalagi ketika memasuki masa puber, si kecil akan mulai memperlihatkan perbedaan perilaku juga. Sehingga orangtua wajib mengetahui beberapa perubahan fisik saat anak mulai puber.

Memang untuk apa sih orangtua harus tahu perubahan fisik anak yang puber? Agar orangtua bisa mendukung buah hati. Seperti yang diketahui, anak yang memasuki masa puber akan mulai merasa pergolakan psikologis dan emosional yang bisa membuat mereka bingung dan berubah tabiat. Sehingga dengan paham perubahan fisiknya, orangtua bisa menemani anak di masa transisi ini.

Lihat juga: Ini Tips Menyiapkan Mental Saat Anak Beranjak Remaja

Namun tenang saja tak perlu terlalu cemas, karena hanya sebagian kecil anak-anak yang harus berjuang saat terjadinya gejolak ekstrem di masa pubertas itu. Untuk itulah dengan mengetahui perubahan fisik anak-anak di masa puber secara tepat, orangtua akan bisa menemani, memberi dukungan dan informasi.

Perubahan Fisik Anak Laki-Laki dan Perempuan Saat Puber


Pada dasarnya anak laki-laki mengalami masa puber yang lebih lambat daripada anak perempuan. Supaya lebih paham, berikut penjelasannya satu-persatu:

Usia Awal Pubertas


Fisik anak perempuan yang memasuki fase puber sudah muncul pada usia 10-13 tahun. Sementara anak laki-laki, perubahan fisiknya baru terlihat pada umur 12-13 tahun. Tak heran kalau di jenjang SD, biasanya anak perempuan akan lebih tinggi daripada anak laki-laki.

Pertumbuhan Organ Vital


Perubahan fisik anak yang mulai puber paling jelas terlihat pada organ vital mereka. Untuk anak laki-laki, ukuran penis jelas makin besar yang diikuti dengan tumbuhnya rambut halus di area kemaluan. Hal yang sama juga dialami anak perempuan di mana kedua payudara mulai berkembang yang bisa dilihat dari munculnya aerola, puting dan rambut halus di daerah pubis.

Perubahan di Dalam Tubuh


Tak hanya tampilan fisik, masa puber menandakan ada hormon-hormon yang bekerja sehingga muncul perubahan di dalam tubuh. Untuk anak laki-laki, bakal mulai mengalami ejakulasi (ereksi organ kelamin) karena hormon testosteron sudah bekerja. Anak laki-laki puber biasanya mengalami mimpi basah atau ejakulasi spontan saat bangun tidur.

Sementara untuk anak perempuan, masa pubertas biasanya ditutup dengan menstruasi. Di waktu menstruasi inilah, anak perempuan harus banyak ditemani dan diberikan nutrisi cukup agar emosi mereka tetap stabil.

Tampilan Fisik


Anak laki-laki yang memasuki masa puber bisa terlihat dari tampilan fisik yang berubah. Mulai dari massa otot tubuh membesar sehingga bentuk dada jadi lebar, wajah mulai berminyak dan berjerawat, muncul kumis dan jenggot tipis di wajah hingga suara mereka terdengar lebih berat. Tak berbeda jauh, anak perempuan juga mengalami perubahan fisik saat puber.

Di mana area dada, pinggul, paha dan lengan mulai berubah dan memiliki bentuk selayaknya perempuan dewasa. Bahkan anak-anak perempuan yang sudah puber biasanya lebih tinggi daripada anak laki-laki.

Posisi Orangtua Saat Anak Mulai Puber


Menurut dr. Akua Afriyie selaku dokter kandungan di Loyola University Health System di Maywood III, masih banyak anak-anak yang memasuki masa pubertas tanpa informasi yang cukup dan tepat. Sehingga orangtua haruslah bisa memposisikan diri sebagai teman yang tetap berkomunikasi dengan mereka, supaya buah hati tidak salah jalan.

Anda bisa bertanya pertanyaan ringan mulai dari sejauh mana yang mereka tahu soal masa pubertas, hingga mengoreksi informasi yang mereka ketahui. Tentunya dengan menyadari perubahan fisik anak yang mulai puber, tahapan ini menjadi maksimal dan hubungan orangtua-anak tetap lancar.

Berlangganan via Email