Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Orangtua Harus Berhenti Melakukan Ini Ketika Anak Beranjak Remaja

Orangtua Harus Berhenti Melakukan Ini Ketika Anak Beranjak Remaja
Anak yang beranjak dewasa adalah keharusan. Sehingga orangtua harus berhenti melakukan ini ketika anak beranjak dewasa, supaya mereka tetap nyaman.

Tak ada yang bisa menghentikan pertumbuhan buah hati. Bahkan beberapa orangtua kadang merasa sedih saat buah hati yang dulu digendong, semakin bertambah tinggi, bertambah usia dan akhirnya memasuki masa remaja. Saat hal ini terjadi, orangtua harus berhenti melakukan beberapa hal ketika anak beranjak remaja.

Kenapa begitu? Karena sudah pasti psikologis anak yang beranjak remaja berbeda dengan mereka waktu kecil. Ada beberapa hal yang tidak relevan lagi diterapkan saat buah hati memasuki fase pubertas. Kalau memang itu masih ngotot dilakukan, bukan tak mungkin anak bakal memberontak dan merasa kecewa terhadap orangtuanya. Berikut beberapa hal yang wajib diperhatikan orangtua:

1. Membangunkannya di Pagi Hari


Ada banyak anak yang sulit bangun di pagi hari, padahal itu penting karena berkaitan dengan persiapannya ke sekolah. Saat buah hati masih kecil, perilaku ini memang tak masalah, tapi ketika dia sudah beranjak dewasa, jangan dilakukan lagi. Kenapa begitu? Karena jika orangtua selalu membangunkannya di pagi hari, membuat anak bakal ketergantungan.

Anak yang sudah remaja haruslah diajarkan mengenai tanggung jawab. Biarkan dia menggunakan alarm untuk bangun tepat waktu. Kalau memang dia bangun telat, berikan pengarahan bahwa semua hal yang dilakukan ada konsekuensinya. Meskipun terdengar cukup keras, tindakan ini sangat perlu diterapkan pada buah hati yang beranjak remaja.

2. Menyuruhnya Bikin PR


PR adalah kewajiban setiap pelajar. Di awal masa sekolahnya, orangtua memang harus mengingatkan anak soal PR yang dia peroleh. Namun ketika anak sudah remaja, kebiasaan ini haruslah ditinggalkan. Lagi-lagi orangtua harus membiarkan anak bertanggung jawab dan menerima risiko jika PR lupa dikerjakan.

Begitu pula saat mengerjakan, janganlah Anda bantu lagi. Biarkan anak mengerjakan tugas dari sekolah sesuai kemampuan. Anak tentu akan berusaha mengingat materi pelajaran ketika mengerjakan PR seorang diri. Barulah nanti orangtua mengecek kembali PR yang sudah selesai dan menjelaskan beberapa jawaban yang keliru. Dengan begitu, anak akan belajar.

3. Mencucikan Bajunya


Termasuk Ibu yang suka mencucikan baju buah hati termasuk pakaian dalam? Orangtua harus berhenti melakukan itu ketika anak beranjak remaja. Kenapa? Karena ini semakin membuat mereka tidak mandiri. Sekadar informasi, mencuci adalah salah satu kebutuhan dasar yang harus dikuasai anak. Jika anak tak bisa mencuci dengan tangan, ajarilah mereka memakai mesin.

Bukan hanya berhenti di kegiatan mencuci baju, ajarkan pula anak mengenai bagaimana menjemur dan menyetrika pakaian yang sudah kering. Kegiatan ini haruslah sudah diajarkan saat anak memasuki usia remaja. Dengan begitu anak tak akan ngambek kalau pakaian mereka lupa dicuci, karena itu merupakan kewajiban diri.

4. Selalu Curiga dan Cemas


Yang namanya orangtua, tentu akan selalu cemas dengan buah hati. Misalkan saja dia pulang terlambat, saat mereka main dengan teman-temannya atau ketika jajan di sekolah. Kecemasan-kecemasan seperti ini memang normal, tapi ketika anak sudah mulai memasuki usia remaja, coba kurangi dan jangan lakukan lagi.

Lebih-lebih mengenai kecurigaan, perilaku ini haruslah dihentikan karena bisa bikin anak yang mulai puber jadi merasa tak nyaman. Pengawasan yang berlebihan dari orangtua akan membuat anak merasa resah dan bisa memberontak. Untuk itulah usahakan tidak menaruh curiga dan kecemasan berlebih ketika buah hati remaja.

Memang tak bisa dipungkiri bahwa usia belasan adalah momen yang sangat menantang bagi orangtua. Anak remaja akan menjadi pribadi yang lebih kritis dan mulai berani berdebat. Untuk itulah dalam menghadapi masa remaja, Novita Tandry selaku psikolog anak berharap agar orangtua mulai menyiapkan diri dan tentunya mental.

Lihat juga: Beranjak Remaja dan Akan Masuk SMP, Inilah Cara Mendidik Anak Kelas 6

Dilansir Merdeka, Novita menjelaskan kalau anak-anak yang beranjak dewasa dan memasuki masa puber, memang akan mengalami perubahan perilaku lantaran hormon berperan sangat besar. Anak-anak remaja lebih memiliki emosi yang tinggi sehingga kadang tenang kadang juga agresif. Kondisi normal ini haruslah dihadapi orangtua dengan bijaksana.

Untuk itulah, ketika orangtua harus berhenti melakukan beberapa hal ketika anak beranjak dewasa, anak tentu akan merasa nyaman. Mereka akan menyadari jika orangtua memberikan kepercayaan diri dan harus bertanggung jawab untuk menjaga hal tersebut.

Berlangganan via Email