Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Anak 7 Tahun Belum Bisa Membaca, Waspadai dan Kenali Penyebabnya

Anak 7 Tahun Belum Bisa Membaca, Waspadai dan Kenali Penyebabnya
Anak yang kesulitan membaca.

Anak 7 tahun belum bisa membaca terkadang membuat orang tua menjadi khawatir. Bagi anda yang mempunyai anak dengan usia yang memasuki sekolah dasar dan belum bisa membaca pun wajib anda cari tahu penyebabnya. Karena, sebagai perbandingan, anak usia 7 tahun ini biasanya telah bisa membaca sekitar 50-60 kata tiap menitnya.

Penyebab dan Gejala Anak 7 Tahun Belum Bisa Membaca


Dari beberapa anak mempunyai keterampilan, pengenalan kata serta pemahaman atas kosa kata bacaan pun wajib anda ajarkan sejak dini secara langsung serta sistematis. Jika anak anda dengan usia 7 tahun dan belum dapat membaca kemungkinan bisa karena cara pembelajaran anda keliru saat mengajarkan cara membaca mereka.

Selain itu, kemungkinan anak juga mengalami disleksia. menurut Mayo Clinic. Disleksia merupakan suatu kelainan belajar yang berkaitan dengan kesulitan membaca yang bukan dipengaruhi kualitas intelegensinya. Beberapa faktor yang mempengaruhi atau sebagai penyebab disleksia memang belum diketahui secara pasti.


Kemudian anak yang kesulitan membaca ini pun terjadi saat mereka tidak bisa merangkai huruf, kalimat dan menggunakannya untuk mengutarakan maksud dengan tepat. Terdapat beberapa gejala saat anak kesulitan membaca, antara lain:
  • Terlambatnya komunikasi sejak dini
  • Kesulitan membaca serta menulis
  • Tidak pandai untuk menulis
  • Kesulitan mengucapkan kata yang baru ia kenal
  • Sulit mengeja
  • Kreatif dan cerdas

Meskipun disleksia belum diketahui penyebabnya secara pasti, namun gangguan ini dapat menjadi penyebab anak 7 tahun belum bisa membaca. Lalu, terdapat beberapa hal yang sering terjadi dan dianggap sebagai faktor yang mempengaruhi masalah pada anak tersebut selain disleksia, antara lain adalah:

Mempunyai Kesadaran Fonemik Rendah


Seorang anak hanya diperlukan untuk memproses serta memanipulasi suara (fonem) yang ia pakai untuk menyusun kata. Keterampilan ini pun juga disebut dengan kesadaran fonemik. Kesadaran fonemik menjadi sangat penting pengaruhnya untuk anak belajar membaca.

Keterampilan dalam Memori Asosiasi Berpasangan yang Rendah


Salah satu keterampilan selanjutnya yang penting dalam proses belajar membaca adalah mengenai memori asosiasi berpasangan. Hal ini merupakan bagian yang khusus dalam memori jangka panjang dan bertanggung jawab dalam memasangkan informasi apapun yang berhubungan.

Misalnya, anak 7 tahun belum bisa membaca akan sulit untuk mengingat tanggal ulang tahun, nama-nama bentuk, nama seseorang warna, dan masih banyak lagi. Chair adalah kursi dalam bahasa Inggris, merupakan salah satu contoh kata yang memerlukan memori asosiasi berpasangan.

Pada saat membaca, memori asosiasi yang berpasangan ini merupakan hal yang memungkinkan anak anda bisa mengingat suara mana yang ia ketahui untuk mewakili sebuah kalimat. 

Memori Ortografik yang Rendah


Kelemahan dalam memori jangka panjang dalam menyimpan pola ejaan dan huruf (memori ortografis) yang rendah dapat membuat anak 7 tahun belum bisa membaca, terlambat, atau bahkan terganggu. Untuk anak yang baru membaca awal atau pemula, memori ortografi yang rendah atau lemah ini bisa mengganggu lancarnya usahanya. Karena, setiap kata yang anak ucapkan merupakan sebuah perjuangan.

Berlangganan via Email