Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

5 Masalah yang Sering Dihadapi Anak Kelas 6 SD di Sekolah

5 Masalah yang Sering Dihadapi Anak Kelas 6 SD di Sekolah
Jangan diremehkan, 5 masalah yang sering dihadapi anak kelas 6 SD di sekolah ini justru bisa membuatnya tertekan di sekolah.

Jenjang kelas 6 SD sangatlah penting bagi setiap anak. Sebagai tahapan terakhir di Sekolah Dasar (SD), mereka akan menghadapi beberapa masalah karena perihal perubahan lingkungan hingga kondisi belajar dan pertemanan. Supaya buah hati siap untuk itu, ada baiknya orangtua memahami 5 masalah yang sering dihadapi anak kelas 6 SD di sekolah berikut ini.

1. Takut Tidak Lulus Ujian Akhir

Masalah pertama yang paling membuat pelajar kelas 6 SD cemas adalah ketakutan akan ujian akhir. Seperti yang sudah diketahui, kelas enam adalah jenjang terakhir di SD dan merupakan pintu gerbang menuju SMP (Sekolah Menengah Pertama). Lantaran merupakan kelas terakhir di bangku SD, para pelajar akan dihadapkan pada UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional).

UASBN bisa memberikan tekanan karena jika nilai mereka tidak sesuai syarat, maka sudah pasti gagal lulus dan harus mengulang jenjang kelas 6 SD. Tekanan inilah yang akhirnya secara tidak sadar membuat anak-anak kelas enam begitu takut menghadapi ujian akhir.

Sebagai orangtua, agar buah hati berdamai dengan salah satu dari 5 masalah yang sering dihadapi anak kelas 6 SD di sekolah ini adalah dengan menganjurkannya belajar efektif. Misalkan, memahami kisi-kisi UASBN yang bisa ditemukan situs resmi BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Lalu berlatih soal UASBN tahun sebelumnya, membuat jadwal belajar rutin hingga tetap beristirahat teratur.

2. Bingung Pilih Sekolah SMP

Masih berkaitan dengan UASBN, termasuk dalam 5 masalah yang sering dihadapi anak kelas 6 SD di sekolah ialah kebingungan memilih SMP. Yap, tentunya anak memiliki SMP favorit yang ia inginkan untuk bernaung. Sebagai orangtua, Anda harus memahami keinginan buah hati dengan tetap memberikan saran sekaligus solusi.

Misalkan saja anak ingin SMP favorit yang mematok nilai tes masuk tinggi, berarti anak haruslah rajin belajar. Kemudian jika buah hati ingin SMP populer yang berjarak lumayan jauh dari domisili, berikan pula pengertian terhadap dirinya. Ingat, jangan paksakan kehendak ke anak karena sekalipun SMP itu bagus menurut Anda, tetapi jika anak tidak tertarik, justru akan membuat pendidikannya kacau.

3. Pisah Dengan Teman Sekelas

Yang mungkin tak pernah disadari oleh orangtua, anak-anak kelas 6 SD juga memiliki kecemasan harus berpisah dengan teman sekelas. Pada umumnya, para pelajar SD akan memiliki teman sekelas yang sama sejak kelas 1 hingga kelas 6 yang membuat mereka sudah terbiasa. Sementara jika lulus SD dan masuk SMP, tentu akan berpisah dengan teman-teman SD dan berkenalan dengan teman baru.

Beberapa anak kadang merasa malu dan tidak percaya diri kalau harus berkenalan dengan orang baru. Sebagai orangtua, tentu harus paham dengan kondisi anak. Jika mereka tampak sedih, yakinkan kalau nanti suasana lingkungan baru di jenjang SMP akan lebih menyenangkan. Berikan semangat bahwa menjalin pertemanan bisa dengan siapa saja dan kapanpun bisa berjumpa kawan-kawan lama.

4. Masalah Usia Remaja

Masuk dalam 5 masalah yang sering dihadapi anak kelas 6 SD berikutnya adalah dihadapkan dengan perubahan usia remaja. Yap, siswa kelas 6 SD jelas sudah memasuki masa puber remaja yang sangat berwarna. Bisa saja mereka mulai tertarik dengan lawan jenis, menemukan cita-cita baru, menggeluti hobi hingga merasakan perubahan emosional baik secara fisik atau mental.

Orangtua tentu harus sigap dengan selalu update dengan kehidupan remaja masa kini. Anda bisa mencoba memposisikan diri sebagai teman, bukan hanya jadi orangtua. Dengan begitu anak akan belajar untuk berani curhat dengan orangtua dan membuat hubungan makin dekat.

5. Pelajaran Semakin Sulit

Nah, masalah anak kelas 6 SD terakhir adalah mengenai pelajaran yang makin sulit. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, siswa kelas 6 SD akan menghadapi UASBN. Tentu saja mata pelajaran yang dihadapi bakal makin kompleks dan menekan pikiran mereka. Agar anak tetap bisa fokus dan tidak ketinggalan pelajaran, orangtua bisa menyarankan untuk mengikuti les tambahan.

Beberapa SD biasanya memberikan jam-jam belajar ekstra untuk murid sehingga ada baiknya orangtua selalu berkoordinasi dengan guru. Dengan terciptanya hubungan positif antara orangtua, anak dan guru, sudah pasti 5 masalah yang sering dihadapi anak kelas 6 SD di sekolah akan bisa teratasi dengan baik.

Berlangganan via Email